Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Seberapa Takut Saya Kepada Neraka ?

Posted by agorsiloku pada Januari 30, 2008

Betul juga, semua orang akan mati. Seberkuasa Fir’aun atau seberkuasa Idi Amin atau seberjasa almarhum Pak Harto. Belum ada teknologi yang mampu mengkloning pejabat agar terus berkuasa. Kematian tetap akan tiba juga. Begitu juga dolly, kambing kloning itu ternyata lahir dalam usia tua, karena rekayasa genetika belum mampu melawan kuasa hitungan usia sel. Dolly lahir dalam usia seumur dengan umur sel induknya yang dikloning.

Ada dua pesan menarik dari keberanian untuk tinggal di neraka dan jaminan masuk surga yang banyak dijelaskan oleh hadits juga. Bahkan pesan berani yang di tulisan ini (saya kopi pais di bawah postingan) menurut saya begitu menggetarkan.

Tanya jawab mister X dan Y dari lebih mengesankan jaminan akan masuk surga sehingga merasa aman untuk berulah kata dan sikap selama hidup di dunia. Sambil menahan malu, rasanya saya juga begitu. Namun, di sisi lain juga baru tersentuh api puntung rokok saja sudah melepuh, minum air panas juga langsung beberapa minggu bisa tidak bisa makan enak lagi karena lidah menjadi sakit dan kelu. Jadi, sulit untuk membayangkan makanan dan bahan bakar apa untuk berberani menantang hukuman Allah.

Mudahkan Memohon Ampunan Allah.

Mudah… ah tidak juga. Jelas, memohon ampun punya batasan, sampai menjelang hayat di kandung badan !. Mendapatkan ampunan jelas adalah keberuntungan yang besar. Banyak kisah motivasi akan kemahaampunan Allah Swt untuk memberikan ampunan kepada hambaNya meskipun dosa yang dilakukan lebih banyak dari buih di lautan !.

Namun, mudahkan kita datang kepadaNya dengan ikhlas dan duka hati karena buih-buih dosa melumuri seluruh tubuh dan hati !?.  Bilakah batas waktu itu lewat dan kita tidak juga mau memohon ampun kepadaNya.  Kita berbuat nista, dan mati dalam pelukan dosa, mati dalam rasa sesal.  Sedang menyebut namaNya saja kita sudah tidak ingat lagi.  Padahal Allah online 24 jam untuk menerima hambaNya yang ingin kembali !?

Berikut ini adalah yang ketika saya membacanya, menyadari bahwa pilihan untuk memohon ampun kepadaNya juga adalah karunia dan keuntungan besar yang belum tentu setiap orang mendapatkannya.

Jadi, mengapa kita harus pesan tempat di neraka !…..

Kisah : Pesan Tempat Di Neraka. 

ORANG-ORANG Mesir sangat gandrung sama al-Quran. Kemanapun mereka pergi, mereka tidak lupa untuk membawa mushaf. Tidak heran bila hampir semua orang (apapun tugas, karir dan jabatannya) terlihat membaca Quran di sela-sela waktu senggang atau ba’da shalat. Begitu juga pemilik toko, penjaganya, para karyawan, satpam, sopir taksi, bos-bos kantoran, selalu terlihat membaca al-Quran. Kalau tidak dibaca, Al-Quran mereka letakkan dengan rapih di atas mejanya, atau ditenteng dan disimpan dalam tas jika bepergian.

Ayat al-Quran juga sering diperdengarkan dari rumah-rumah sederhana hingga hotel berbintang lima, dari warung-warung kecil hingga shopping center mewah, dari sarana transportasi butut hingga pesawat terbang.

Nyaris di semua tempat selalu ada yang membaca al-Quran. Begitupun di dalam taksi, mikrolet, bus kota, kereta api, tram kota, senantiasa para pemuda, bapak-bapk dan kaum hawa senantiasa khusyu membaca Quran sambil mengusir suara bising obrolan dan deru knalpot.

Secara umum, ayat-ayat al-Quran yang “distel” di dalam kendaraan sangat bempengaruhi “karakteristik” pendengarnya. Normalnya, para penumpang malu untuk berbuat hal-hal yang tidak senonoh.

Kendati begitu, tetap saja ada saja pemandangan yang di luar dugaan. Misalnya, gara-gara ada copet akhirnya copot seluruh isi dompet. Atau ada saja yang berbuat ricuh di dalam bus lantaran rebutan tempat duduk, tak setuju tarif, perempuan disenggol laki-laki nakal, dsb. Sementara pembaca al-Quran tetap anteng dan adem ayem.

Pemandangan lain (yang di luar dugaan) juga terjadi di musim panas tahun 2002, dalam perjalanan menuju Alexandria, kota pantai yang bersejarah itu. Ada seorang gadis yang berpakaian sangat minim, bahkan tipis dan tembus pandang. Semula dia tidak kebagian tempat duduk, akhirnya berdiri, dan “terlihat” oleh semua penumpang (jangan lupa lho, gadis-gadis Mesir kebanyakan montok-montok atawa ‘berisi’). Kebetulan Seorang syekh mencoba mengingatkan, tapi tidak digubris. Selengkapnya ditulis oleh kolumnis majalah Almannar (bukan Almannar yang dulu dikelola syekh Muhammad Rasyid Ridho yang kemudian menulis tafsir Almannar itu, melainkan Almannar Aljadid/neo-Almannar) berikut ini:

***


Musim panas merupakan ujian yang cukup berat. Terutama bagi Muslimah, untuk tetap mempertahankan pakaian kesopanannnya. Gerah dan panas tak lantas menjadikannya menggadaikan etika. Berbeda dengan musim dingin, dengan menutup telinga dan leher kehangatan badan bisa terjaga. Jilbab memang memiliki multifungsi.

Dalam sebuah perjalanan yang cukup panjang, dari Kairo ke Alexandria; di sebuah mikrobus, ada seorang perempuan muda berpakaian kurang layak untuk dideskripsikan sebagai penutup aurat, karena menantang kesopanan. Ia duduk diujung kursi dekat pintu keluar. Tentu saja dengan cara pakaian seperti itu mengundang ‘perhatian’ kalau bisa dibahasakan sebagai keprihatinan sosial.

Seorang bapak setengah baya yang kebetulan duduk disampingnya mengingatkan bahwa pakaian yang dikenakannya bisa mengakibatkan sesuatu yang tak baik bagi dirinya sendiri. Disamping itu, pakaian tersebut juga melanggar aturan agama dan norma kesopanan. Orang tua itu bicara agak hati-hati, pelan-pelan, sebagaimana seorang bapak terhadap anaknya.

Apa respon perempuan muda tersebut? Rupanya dia tersinggung, lalu ia ekspresikan kemarahannya karena merasa hak privasinya terusik. Hak berpakaian menurutnya adalah hak prerogatif seseorang!

“Jika memang bapak mau, ini ponsel saya. Tolong pesankan saya, tempat di neraka Tuhan Anda!”

Sebuah respon yang sangat frontal. Orang tua berjanggut itu hanya beristighfar. Ia terus menggumamkan kalimat-kalimat Allah.

Detik-detik berikutnya, suasana begitu senyap. Beberapa orang terlihat kelelahan dan terlelap dalam mimpi, tak terkecuali perempuan muda itu.

Lalu sampailah perjalanan di penghujung tujuan, di terminal terakhir mikrobus Alexandria. Kini semua penumpang bersiap-siap untuk turun, tapi mereka terhalangi oleh perempuan muda tersebut yang masih terlihat tidur, karena posisi tidurnya berada dekat pintu keluar.

“Bangunkan saja!” kata seorang penumpang.
“Iya, bangunkan saja!” teriak yang lainnya.

Gadis itu tetap bungkam, tiada bergeming.

Salah seorang mencoba mendekatinya, dan menggerak-gerakkan tubuh si gadis agar posisinya berpindah. Namun, astaghfirullah! Apakah yang terjadi? Perempuan muda tersebut benar-benar tidak bangun lagi. Ia menemui ajalnya dalam keadaan memesan neraka!
Kontan seisi mikrobus berucap istighfar, kalimat tauhid serta menggumamkan kalimat Allah sebagaimana yang dilakukan bapak tua yang duduk di sampingnya. Ada pula yang histeris meneriakkan Allahu Akbar dengan linangan air mata.

Sebuah akhir yang menakutkan. Mati dalam keadaan menantang Tuhan.
Seandainya tiap orang mengetahui akhir hidupnya….
Seandainya tiap orang menyadari hidupnya bisa berakhir setiap saat…
Seandainya tiap orang takut bertemu dengan Tuhannya dalam keadaan yang buruk…
Seandainya tiap orang tahu bagaimana kemurkaan Allah…
Sungguh Allah masih menyayangi kita yang masih terus dibimbing-Nya.
Allah akan semakin mendekatkan orang-orang yang dekat dengan-NYA semakin dekat.

Dan mereka yang terlena seharusnya segera sadar…
mumpung kesempatan itu masih ada!

Apakah booking tempatnya terpenuhi di alam sana? Wallahu a’lam.

Iklan

6 Tanggapan to “Seberapa Takut Saya Kepada Neraka ?”

  1. zal said

    ::astaghfirullahul adzhiim, mengapa Pak Agor mendiskripsikan bahwa perempuan itu memesan tempat di neraka, bukankah dia mengajarkan rasa takut…, setidak-tidaknya satu bus itu akan mulai berfikir tentang kebaikan…tentang rasa takut…bukankah rasa takut sebagai rahmad…
    bukankah Allah disamping mengajarkan melalui yang tertulis dengan huruf, juga mengajarkan dari hamparan yang ada…
    “segala sesuatu berzikir padaNYA”…
    dan tuliskan ini juga mengajarkan…bacalah…

    @
    Subhanallah…..
    Itu tulisan seperti yang saya kutipkan, memang ada kata : “pesan tempat di Neraka, pesankan melalui Tuhanmu”, Kata gadis itu ke Bapak itu.
    Dan kejadian itu menimbulkan rahmat yang mengingatkan pada resiko yang mungkin terjadi pada seseorang, tentang rasa takut. Artinya kejadian tersebut (jika memang benar terjadi) adalah petunjuk/pelajaran bagi yang menyaksikan. Juga menunjukkan bahwa segala sesuatu mungkin terjadi dari yang direncanakan maupun tidak direncanakan manusia.

    Yang disampaikan Mas Zal juga benar… ada sesuatu yang bisa direnungkan dan dikritisi dari kisah yang saya kutip tadi. Atau boleh jadi pula, cerita ini dibesar-besarkan oleh sumbernya.
    Namun, setidaknya cerita itu menggetarkan saya dan mengingatkan bahwa meminta ampunan itu janganlah ditunda-tunda, karena kita tidak pernah tahu juga kapan saat itu akan terjadi.

    Suka

  2. Guh said

    Kayaknya perempuan seksi berbaju transparan itu malah masuk surga deh.

    Bayangkan, berapa jiwa saja yang akan ketakutan, terpaksa selalu berbuat baik dan mendengarkan kata ulama setelah kejadian itu, apalagi setelah cerita itu diekspos diberbagai blog…

    @
    😀
    Mas Guh ini ada-ada saja. Apakah Fir’aun yang telah membuat takut ribuan bahkan mungkin jutaan manusia dari masa ke masa yang menyadari bahwa hukum Allah dan tindakan Allah maka akan dimasukkan ke surga !? (selama neraka masih ada !). Kalau logika ini dipakai… maka tidaklah konsisten dengan apa yang disampaikan Allah pada petunjukNya melalui AQ.

    Namun, jika setelah kejadian ini, ditulis di berbagai blog.. kemudian menghasilkan hikmah kebaikan, maka yang membuat cerita itu, yang menyebarkannya, yang membacanya kemudian mendapatkan hikmah dari sana…. insya Allah adalah pahala… 😀
    Mengapa bukan perempuan itu yang masuk surga !?
    Karena secara teknis saya tidak atau belum melihat bahwa “beliaulah” menjadi sumber terjadinya hikmah. Malah mungkin Matt WordPress mendapatkan keuntungan dari cerita ini….. 😀

    Suka

  3. Anonim said

    Ass.wr.wb, pak Agor.
    Saya beranggapan ini nonsense, siapa tahu dia kena serangan jantung atau serangan yg lain memang sudah ajalnya kali.
    Tidak usah mengadili ,karena Allah s.w.t maha pengasih,penyayang dan pengampun.
    Jangan terlalu percaya mendengar cerita begini, kenapa? berarti kita menuduh Allah s.w.t secara tidak langsung membunuh dia.Ini sangat jauh dari sifat Allah s.w.t yg sangat mulia.
    Ini pendapat saya loh.
    Astaqhfirullah aladzhim.

    Wassalam, Dono.

    @
    Wass.wr.wb.
    Saya juga, mohon maaf tidak bisa verifikasi kebenaran cerita ini. Apakah nyata atau hanya rekayasa. Saya hanya terkesan alunan kisahnya…. Wass., agor

    Suka

  4. haniifa said

    Bisa saja perempuan itu setan berwujud manusia yang sedang diperintahkan menguji penumpang Bis.

    @
    Betul… dalam pemaknaan kehidupan, terutama kisah-kisah lama; manusia hidup bersama pertanda-tanda fisis dan bukan hanya datang dari dunia fisis manusia saja….
    Pemahaman ini menjadi kearifan tersendiri dalam memandang kefanaan….

    Suka

  5. hafidzi said

    hehehe ingat lagunya Dhani Ahmad feat Chrisye(alm)….Beribadah hanya karena mengharap surga dan takut neraka, tidak ada keikhlasan sama sekali ketika itu….

    @
    ada pesan juga : Takutlah padaKu … … didatangkan ummat yang Allah ridha dan mereka juga ridha pada Allah ….

    Suka

  6. watonist said

    pertanyaan iseng, meski bukan berarti nggak serius 🙂
    “kalau sama Tuhan disuruh masuk neraka, sampeyan mau nggak ??”

    @
    Pokoknya TIDAK MAU.
    Biarpun dosa segudang atau sebanyak buih di lautan. AmpunanNya menjadi harapan di pengadilan kelak. Allah maha keras siksaNya, maha Pengampun, maha Kuasa, maha Lembut, maha Perkasa, maha Mengetahui, maha Memelihara… Ya Allah, Ya Rabb ampunilah dosa hambaMu ini. Tak kala mulut tak kuasa lagi bicara, tak ada kekuasaan lagi dimiliki, dan semua anggota tubuh berbicara tentang perilaku pemiliknya… tiada daya lagi…. hanya rahmat dan kasih sayangNya yang memungkinkan kita diselamatkan dari siksa bara api neraka…….

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: