Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

mENGAPA hARUS aNtRI mINYAK tANAH?

Posted by agorsiloku pada Januari 25, 2008

Hampir sebulan ini kita menyaksikan rakyat harus antri minyak tanah !?. Mengapa !?. Kemudian menyusul keledai kedelai yang menjadi mahal sampai dua kali lipat, kemudian minyak kelapa mulai membumbung naik tinggi. Musibah dimana-mana?. Inikah produk bersama kita bisa !?. Rakyat bisa apa !?. Mendingan jaman Pak Harto deh… pertanian lebih terpelihara, puskesmas menyusup sampai ke relung-relung desa dan korupsi rasanya tidak segila sekarang…..

Pemerintah pastilah… sudah tentu mengurangi pasokan minyak tanah untuk rakyat jelata, untuk rakyat perkotaan, dan untuk segala sebab yang mengharuskan kami berebut beberapa liter minyak tanah. Apakah ada alasan!?, DIBELI INDUSTRI, PERSAINGAN, KARENA…KARENA, LALU SEMESTINYA… SEMESTINYA… SEMESTINYA !.

EMANGNYA RAKYAT BUTUH PENJELASAN !?, memangnya antrian beginikan jelas menunjukkan bahwa menteri sampai direktur pertaminanya jelas nggak becus ngurus negeri ini. Jelas lagi sampai tadi malam nonton tv, urusan ini nggak beres.. sudah hampir sebulan ini !?

Ini alasannya :

Senin, 14 Januari 2008 – 12:20 PM
Menteri ESDM Berikan Keterangan Pers, Perihal Kelangkaan Minyak Tanah Sehubungan terjadinya antrian Minyak Tanah di beberapa daerah akhir-akhir ini, telah dilakukan identifikasi ke lapangan. Berdasarkan identifikasi, penyebab antrian Minyak Tanah adalah :

1. adanya disparitas harga Minyak Tanah Subsidi dengan Non Subsidi yang sangat besar, sehingga mendorong penyalahgunanaan Minyak Tanah.

2. Panic Buying akibat Isu kenaikan harga Minyak Tanah di awal Tahun 2008, meskipun secara nasional stok Minyak Tanah cukup untuk 25 hari.

Kita jelas tidak akan mengerti, yang kita tahu kita harus antri dan minyak susah karena pasokan ke rantai distribusi terkecil dari sistem distribusi dikurangi pasokannya. Sekali lagi dikurangi. Ini faktanya, ini beritanya. Begitu juga minyak kelapa naik, dan mulai merangkak naik.

Lihat kalimat ini : penyalah gunaan Minyak Tanah !. Siapa yang menyalahgunakan, siapa yang mengurangi pasokan ke distributor/ pengecer?.  Bagaimana pengalaman pengecer dengan kejadian ini bisa dilihat di sini :

  1. makan-siang-tukang-minyak-tanah
  2. suku-minyak-tanah

Kalau jaman Pak Harto dulu, ditangkep deh… diancam pasal-pasal subversif !.

Biar Pak Harto galak… tapi dia petani juga. Cepat Sembuh ya Pak…

(Duh Gusti, Pak Harto yang sudah melewati batas usia rata-rata ini masih diharapkan (kah) memimpin) yang porak poranda gara-gara reformasi !?.

Pikiran ini yang nyleneh ataukah pemimpin sekarang yang nyleneh ataukah apa ya… semakin lama rasanya semakin merasa bersalah telah ikut memilih pada pemilu lalu…..

Iklan

3 Tanggapan to “mENGAPA hARUS aNtRI mINYAK tANAH?”

  1. sebenernya kebijakan yg ada dah ketat kok
    tapi ya (seperti biasa) di lapangan msh ada aja yg ngeyel
    kebetulan bapak saya agen minyak tanah
    dan beberapa kali saya nulis ttg minyak tanah
    maap nyampah ya, pak 🙂 boleh diapus kalo ga berkenan

    http://www.caplang.net/2008/01/22/makan-siang-tukang-minyak-tanah/
    http://www.caplang.net/2008/01/08/suku-minyak-tanah/

    @
    TErimakasih berat infonya dilengkapi. 😀

    Suka

  2. Dee said

    Dulu pernah ada uji coba kebijakan pewarnaan minyak tanah bersubsidi. Katanya sih ampuh untuk mengerem penyelewengan. Tapi nggak tahu kok tak diteruskan. By the way, judulnya kok kayak abegeh Bang?

    @
    he..he… Capslock nya nyala… seperti abge… atau memang anomali minyak tanah 😀

    Suka

  3. Pemerintah pasti senang dengan penderitaan rakyat. Dan pasti banyak yang mengambil keuntungan dari natri minyak tanah tersebut… Itulah, Indonesia…

    @
    Wah … apakah ini sesuai dengan cita-cita luhur !.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: