Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Pantomin Alam Kubur !

Posted by agorsiloku pada Januari 20, 2008

Perjalanan Melalui Alam Kubur adalah perkara yang akan kita alami. Kalau kita meyakini alam kubur itu tidak ada, sama sekali tidak menjelaskan bahwa kita akan terbebas darinya karena kita tidak meyakini. Sama seperti alam rahim yang pernah kita jalani, siapa yang bisa menjelaskan pengalaman seseorang yang menjalani alam rahim ibunya. Dokter menjelaskan bahwa saat itu kita hidup dalam cairan yang melindungi kehidupan yang bakal disebut sebagai manusia. Saat itu kita makan melalui “saluran” seperti sosis usus yang disebut plasenta itu sampai ke “udel” eh pusar.

Jadi kalau sampeyan juga nggak pernah merasa mengalami hidup di alam rahim dan tidak hidup di dalamnya maka sama sekali tidak berarti bahwa sampeyan tidak pernah mengalaminya. Setidaknya, kata orang, kata dokter, kata ilmu pengetahuan, sampeyan dahulunya adalah sesuatu yang tidak bisa disebutkan, kemudian Allah menghidupkan dan menjadikan sampeyan dan saya menjadi mahluk yang disebut manusia.

Bahwa setelah itu, kita diperhitungkan dan diperiksa, apakah jadi pendusta agama atau jadi ulama adalah pilihan yang kemudian menjadi hak pilih kita di bumi Allah.

Youtube : Pantomin Alam Kubur, (silahkan klik) adalah visualisasi dari sedikit pengetahuan dari yang belum mengalaminya. Karena kita tidak belum mengalami, maka kita hanya dapat “menduga” atau mencoba memahaminya. Apa yang disebut alam kubur dalam pantomin ini atau sinetron-sinetron adalah visualisasi pengetahuan ketidaktahuan manusia terhadap tahapan kehidupan manusia. Satu-satunya penjelas adalah dari Al Qur’an dan sejumlah hadits. Apa yang dijelaskan oleh Nabi dalam adalah gambaran yang memang harus dijelaskan dalam kerangka pengetahuan manusia. Namun, tidak berarti seperti itulah. Kenikmata surga dijelaskan dalam kerangka kenikmatan manusia, siksa neraka dijelaskan dalam kerangka pemahaman manusia terhadap penderitaan. Akan seperti itulah?. Kita tidak bisa tahu, tidak akan hakul yakin sampai saatnya tiba. Kita tidak bisa menjelaskan gajah kepada orang yang tidak pernah tahu dan melihat gajah. Jika dia hanya tahu badak saja selama hidupnya, maka penjelasannya akan kira-kira gajah itu seperti badak namun dan seterusnya. Namun, ketika orang itu menggambarkan apa itu gajah, mungkin dan boleh jadi yang akan digambarnya adalah badak berhidung panjang !.

Sebenarnya, seperti juga kita tidak pernah mengalami dari tidak ada, lalu masuk ke alam rahim, begitu juga(kah) ketika kita akan melalui terminal (alam barzakh) menjelang hari perhitungan?.

Begitu juga dengan sinetron misteri tentang alam kubur ! atau pantomin alam kubur. Seolah seluruh kegiatan alam kubur penuh derita dan jika orang yang mati sholeh maka digambarkan kuburannya menjadi lapang, nyaman, dan seterusnya. Kemudian, di akhir sinetron datanglah ustad.

Kemudian anak-anak dan para pemirsa mendapatkan kesimpulan, begitu menyeramkan alam kubur agama Islam itu?. Penuh dengan dogma dan ketakutan, salah sedikit atau banyak penuh ancaman dan tuhan yang bukan lagi pengasih lagi penyayang. Tuhan yang marah, tuhan yang berada dalam angan dan pikiran kotor dan nafsu manusia !. Kemudian, adakah kita menarik kesimpulan manusia itu menjadi korban tuhan !?

Apakah kita sedang mengaduk-ngaduk ketidaktahuan pengetahuan kita dengan sinetron-sinetron itu? Khususnya sinetron yang mengandung kesesatan pembelajaran agama, lebih khusus lagi yang berkenaan dengan agama Islam?.

Wah… saya seeh lebih suka mematikan televisi saja dari pada melihat ustad berdoa di depan batu nisan yang meledak…..

Iklan

3 Tanggapan to “Pantomin Alam Kubur !”

  1. Sir Arthur Moerz said

    wah seram…

    @
    Kalau nonton langsung mungkin lebih asyik. Biasanya begitu, pertunjukan yang sifatnya teatrikal lebih terhayati jika langsung menonton pada layar kaca.

    Suka

  2. zal said

    ::bukankah takut adalah rahmad…, beriman bisa datang dari mana saja, dari apa saja, jadi tiada yg remeh dari apapun yg terpandang, meremehkan yg terpandang, bisa jadi lalai terhadap maksud dipandangkan…, wallahu a’lam

    @
    Betul Mas Zal, adalah rahmat jika takut kepada Allah yang menjadi titik balik munculnya kesadaran. Namun, bisa juga kemudian jadi takut gelap, takut hantu, takut setan, takut kuntilanak. Ketakutannya wajar. Kemudian karena takut diganggu, maka ketika ada yang menyuruh memberikan sesajen atau dan lain sebagainya… eh.. diikuti juga. Kan sayang kalau begitu.

    Selalu ada kemungkinan. Bisa juga pantomin itu sebagai visualisasi membuat kesadaran baru, bisa juga (walaupun bagus) malah jadi percaya bahwa seperti itulah kehidupan alam kubur dan goyangan-goyangan serta jeritan dari mayat yang dikafani….

    Tentu tidak demikian seeh… sebagaian besar tentu percaya ini hanyalah visualisasi saja….

    Suka

  3. Donny Reza said

    Kalau kita meyakini bahwa alam kubur atau bahkan akhirat itu ada dan kemudian terbukti tidak ada, toh kita tidak akan pernah merasakan penyesalan…urusan selesai.

    Masalahnya, ketika kita meyakini bahwa alam kubur dan akhirat tidak ada, tapi ternyata ada…ini yang jadi masalah besar.

    @
    Tidak masalah juga, karena memang sudah tidak punya kesempatan lagi untuk memperbaiki atau kembali ke dunia.
    Yang percaya… saat ini adalah masalah yang harus kita pertimbangkan masak-masak… jangan sampai kita masuk ke dalam murkaNya, padahal kita selalu khilaf dan salah…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: