Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Jadi, Kita Sedang Berada Di Mana Neeh !?.

Posted by agorsiloku pada Januari 14, 2008

Saat ini saya neeh lagi di duduk di depan komputer yang terkoneksi ke internet.

“Bersama komputer dan tempat duduk saya bergerak kencang dengan kecepatan mengorbit mengelilingi matahari tidak kurang dari 30 km per detik. Sungguh, saya tidak bohong kok. Bersama saya berputar juga komputer, diri saya dan seluruh yang ada pada sekitar saya.”

Jarak matahari – bumi kurang lebih 93 juta mil atau hampir 149,7 juta kilometer. Bumi mengelilingi matahari selama setahun (365 hari)

“Termasuk udara?”.

“Ya.. iya lah… Karena itu maka pusingan yang amat cepat itu tidak membuat saya merasa pusing !”

Selain bergerak kencang mengelilingi matahari, saya juga ikut berputar alias berotasi yang sehari menempuh perjalanan kurang lebih satu hari satu malam sejauh keliling bumi, atau hampir 40 ribu km (2 x pi x 12.756 km)/2. Cuma karena seluruh komponen di sekitar saya juga ikut berputar, maka saya tidak merasakan.

“Kok cepet bener seeh?”

“Ya .. iya lah. Bukan hanya itu, kita bersama tatasurya juga mengelilingi lagi yang kita sebutkan galaksi. Terus galaksi-galaksi itu juga memutari lagi supergalaksi lagi. Entahlagi apakah… apakah… apakah. Yang jelas, manusia ditempatkan di satu titik dalam alam semesta ini dan dari titik itulah manusia tidak mengetahui batasnya lagi. Setiap kali berbicara batas, maka kita akan selalu bertanya, apa dibalik batas itu.

Yah.. ini yang terlihat.. yang tidak kalah serunya juga yang tidak terlihat atau materi gelap. Materi gelap memang gelap dan hanya tampak dari indikasi medan elektromagnetik atau tarikan gravitasinya saja.

Betapa, sesungguhnya Allah menghormati manusia ciptaanNya. Lalu mengapa kita sering resah dengan urusan dunia yang seupil itu?. Mengapa karena kita melihat matahari mengelilingi kita maka kita berkeyakinan bahwa matahari yang mengelilingi bumi?. Apa tidak ada alternatif lain?, apa kita yang begitu kecil itu begitu penting memastikan kita yang terpenting. Ataukah kita merasa bahwa shalat kitalah yang selalu menjadi yang terbaik?. Ataukah kita sedang berusaha untuk menjalankan shalat kita dengan cara yang lebih baik?.

Apakah ini semua menjawab mengapa manusia ada? Ada dengan segala kelengkapan yang sempurna?. Tentu saja sempurna juga kelemahannya 😦 dan segalanya diurus sebaik-baik.  Ini soal kepercayaan, bukan keyakinan.  Begitulah…. (lalu apa bedanya !)

Lalu mengapa ya kita selalu berpikir bahwa kita dan dunia yang pasti kita tinggalkan ini menjadi selalu saja segalanya. Apalagi harta, seolah dan pasti harus kita kumpulkan sebanyak-banyaknya untuk anak cucu kita kelak. Seolah tidak pernah mati dan seolah anak-anak kita tidak bisa mencarinya sendiri untuk perutnya?. Mungkin kita memang gemar bermasalah dan mencari masalah?.

Ah… sudahlah… hari ini sudah terlalu banyak kita bertanya. Hari ini kita lupa bersyukur atas karuniaNya. Kita sudah menjadi tuhan yang arogan?. Sholat kita seolah menjadikan kita wakilNya di dunia untuk menghakimi ciptaanNya yang lain !.
Malam semakin larut ketika pertanyaan-pertanyaan itu selalu saja datang bertubi-tubi… Sungguh bukan satu pertanyaan. 🙂

Tidak jelas (untuk apa postingan ini dibuat ya !) 😦 😥

gpp kan sekali-kali berputar-putar. Seperti bumi tua yang berputar, yang berat menanggung beban manusia dengan segala tingkah polahnya…..

Iklan

6 Tanggapan to “Jadi, Kita Sedang Berada Di Mana Neeh !?.”

  1. Dengan melihat semua fakta tsb, semoga kita sedang berada di dalam kesadaran kita Pak …
    sadar akan adanya yang Maha Segala
    sadar akan segala keterbatasan kita …
    sadar akan sadarnya kita

    @
    Kadang kita sadar bahwa kita tak selamanya juga selalu sadar… 😦

    Suka

  2. Herianto said

    Waktu masih kos2 an (di masa mahasiswa), di kamar kos itu saya pajang gambar bumi yg mengelilingi matahari ini beserta teman2 planet lainnya yang mengitari sesuatu dan sesuatu itu mengitari sesuatu dan berakhir pada mengitari NYA. Barangkali gambarnya salah. Tetapi setiap sebelum tidur saya memandangi gambar itu, saya merasakan betapa kecilnya diri ini di antara makhluk2 NYA yg lain, apatah lagi di banding diri-NYA. Sampe pernah berkhayal membuat perusahaan dengan lambang/icon seperti itu. 😆

    #Huss… bangun dari khayalan

    ——————

    Berkaitan dengan kebiasaan mencari masalah.
    Lalu apa jadinya sekira DIA menghilangkan semua masalah2 dari kehidupan ini ? Masih adakah kita ?

    @
    Mas Herianto memajang gambar bumi yang mengelilingi matahari… saya malah memajang foto artis.. 😀

    Lalu apa jadinya sekiranya Dia menghilangkan semua masalah2 dari kehidupan ini?. Masih adakah kita?.

    Lha.. pertanyaan yang aneh. Bukankah Allah sudah menjanjikan rahmatNya untuk masalah-masalah yang akan dihilangkan dari kehidupan ini. Bukankah kita sedang bertransformasi menuju ke kehidupan ini.

    Tentu saja kita masih ada… kan dibangkitkan lagi… he…he.. he.. lupa ya… (bercanda)…. 😀

    Suka

  3. mbaca judulnya jadi inget sebuah hadis Qudsi mengenai orang yang tidak redho dengan ketentuan Allah. “jika tidak redho dengan ketentuanKu, carilah bumi selain bumiKu”

    Jadi dimana kita?
    ya….di bumi Tuhan 😀

    @
    😀 bahkan di bumi Tuhan itulah …”mereka” mengingkari….

    Suka

  4. heri irwanto said

    BUMI INI DIWARISKAN KEPADA HAMBA YG SHOLEH BAGI SIAPA YG TDK SHOLEH BOLEH CARI BUMI LAIN DAN TUHAN LAIN

    @
    😀

    Suka

  5. Donny Reza said

    Nah, itu lah yang ingin saya pertanyakan di sini. Jika memang salah satu ciri kiamat bahwa matahari terbit dari barat, gimana prosesnya ya? *masih bingung*

    @
    Wah.. saya juga tidak tahu…. namun begitulah… kita percaya saja dan memang… apa sih sulitnya mengubah arah rotasi bumi … kalau yang menciptakan bisa membuat arah terbit dari timur, apa pula susahnya kalau terbit kemudian dari barat?… 😀
    Tentang bagaimana “spekulasi prosesnya”, saya tidak tahu juga… tapi kalau ada kutub utara dan selatan, apa juga susahnya berbalik arah ? (konon ini katanya pernah terjadi). “konon” maksudnya, jangan percayai tanpa bukti atau logika yang memadai.
    Namun begitu, saya juga memang tertarik kalau ada analisis pergeseran dan perubahan dari komponen-komponen pembentuk resultante arah yang menyebabkan matahari terbit dari barat….

    Suka

  6. haniifa said

    Salam,
    @mas Donny Reza
    ” Jika memang salah satu ciri kiamat bahwa matahari terbit dari barat, gimana prosesnya ya? ”
    Matahari adalah bintang terdekat.
    Allah berfirman pada Surat Al Infithaar. (QS 82)
    1. Apabila langit terbelah,
    2. dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan,
    3. dan apabila lautan dijadikan meluap,
    .
    .
    19 (Yaitu) hari (ketika) seseorang tidak berdaya sedikit pun untuk menolong orang lain. Dan segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah.

    Jika Bintang (matahari yang lain) terbit di barat ?? (QS 82:1-2)
    Jika bumi berhenti berputar ?? (QS 82:3)
    Saya kira cukup jelas.
    Kalau soal “kemunculan Dajal ?”  
    Patokannya Rukun Iman dan Rukun Islam.

    Wassalam.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: