Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Perempuan Di Rantai Kekerasan

Posted by agorsiloku pada Januari 9, 2008

Bukan ingin mengutak-atik masa kecil yang terlalu bahagia atau biasa saja.  Namun, masa-masa itu adalah derita kebahagiaan ketika kita tahu artinya kesedihan.  Setiap langkah kekecewaan seperti mengasah untuk menjadikan kekerasan hati, kebekuan, dan tentu juga berharap kelemahlembutan.  Perempuan Di Rantai Kekerasan, Penerbit Esensi (Divisi Penerbit Erlangga), 2007 adalah kumpulan kisah yang diambil dari Kontes Inspirasi dan Harapan Esensi 2007/2008.  Pemenang pertama dari cerpen pendek ini : “Aku Memilih Bahagia”.  Seperti biasa, dan “mungkin” ini pengalaman pribadi penulisnya sebagai seorang anak yang berbapakkan penjudi yang sering pulang menjelang shubuh tiba dan beribukan wanita tabah yang depressi.

Jeritan tangis dan histeris, ketakutan seorang anak atas keganasan dan caci maki Bapaknya, dan gambaran ketakutan anak terhadap realitas yang tidak dimengertinya untuk ketika dewasa dia mulai mengerti menggetarkan hati ini ketika membacanya.

Wahai teman eh.. pembaca blog ini.. apa yang Sampeyan akan rasakan jika kamu jadi seorang anak kecil… eh gadis kecil lalu Bapak sampeyan berkata :

 “Waktu kamu lahir, saya nangis.  Karena tubuhmu biru dan parasmu jelek”

“Dasar Sokari ! Kenapa sih parasmu kok jelek sendiri!”.

Dan Ibu Sampeyan menambahkan lagi :

“Saya mungut kamu di tempat sampah, makanya jadi begini…” 

Efeknya begitu dahsyat, begitu sang pengarangnya menulis.  Perlahan namun pasti, aku mulai percaya kata-kata jahat itu.  Aku percaya aku jelek.  Akupun percaya kemiripanku dengan Sokari.  Yakin aku anak pungut di tempat sampah…..

Cerita di atas adalah satu dari 10 cerita dari buku ini.  Selalu ada yang bisa kita teladani dari setiap batu sandungan hidup.  Pada setiap titik derita, pada setiap kemalangan dan kebahagiaan.  Ada sesuatu yang menggugat.  Derita adalah sebuah kebahagiaan ketika kita melewatinya, ketika ketabahan dan kemarahan disiram air wudlu.

Ada yang menarik dari kisah ini dan sejumlah kisah lainnya : Semangat untuk tidak berputus asa, semangat untuk mengerti mengapa orang-orang yang harusnya menyayangi menjadi seorang pembenci yang ulung.  Tentu saja, kemudian kita tidak ikut menjadi orang yang beku hatinya.

Tak sia-sia juga saya memiliki buku ini.  Tentu anakku bisa belajar juga dari kekuatan aura dari penulis yang memenangkan kontes ini….

Iklan

5 Tanggapan to “Perempuan Di Rantai Kekerasan”

  1. Herianto said

    Mas Agor, bagaimana Islam dikatakan menelantarkan wanita jika di masa pencerahannya saja seorang Umar bin Khatab menjadi menghentikan kebiasaan membunuh bayi2 wanitanya tradisi di masa nya.
    Lha… komentarnya OOT ya … 😆

    Tapi bisakah mas Agor mengumpulkan bukti-bukti/dalil bahwa Islam memang benar2 menghargai harkat wanita secara adil… #kok malah ngasi kerjaan ya … 😀
    Lalu bagimana sejumlah tafsir (orientalis) mengalihkan seolah2 tidak ada keadilan wanita pada Islam …
    ——————————–
    Oh ya… Selamat Tahun Baru Hijriyah mas … bagi yang merayakan … 😉

    @
    Selamat bertahun baru juga. Setelah Tahun Baru Masehi, lalu Hijriah, bulan depan Imlek… Betapa banyak ya mulai penanggalan….

    Artikel pandangan atau kritisi pada Orientalis mengenai pandangan Islam terhadap wanita dan persepsi mereka, saya yakin deh Mas Herianto sudah punya banyak. Bukankah ini isu berabad-abad selalu mereka kumandangkan. Cara-cara pandang mereka dan akhirnya harus diakui juga kita, sering kurang islami khususnya di bidang pendidikan (kesempatan pendidikan), kesempatan pekerjaan. Ini PR yang menarik… 😀

    Suka

  2. haniifa said

    Salam,
    “Ini PR yang menarik”
    Saya kira Mas Agor, Mas Herianto… dan banyak lagi blogger yang memuat artikel-artikel islami bahkan membantah artikel “Orientalis”, ini secara langsung maupun tidak langsung sudah mengisi PR sedikit-demi sedikit.
    Wassalam.

    @
    Ya… banyak memang usaha “menjelaskan”… meskipun kita juga butuh penjelasan untuk diri kita sendiri… 😀 . Hanya, khusus yang ditawarkan oleh Mas Herianto, menarik tapi… ya.. itu PR yang diusulkan masih harus dicari referensinya karena agor juga tidak begitu paham… 😦

    Suka

  3. Dono said

    Ass.wr.wb,pak Agor.
    Mohon maaf krna sudah agak lama tidak berkunjung disini oleh karena kesibukan.
    Jelaslah sudah bahwa ISLAM menyuruh kita agar menghormati wanita.Hak wanita adalah sama dengan hak lelaki yaitu menyembah Allah S.W.T, jadi apalagi yg kita bedakan?
    Beberapa hari yg lalu saya ada mengunjungi nenek saya, ternyata beliau mengasuh seorang bayi perempuan yg telah ditinggalkan oleh kedua orang tuanya,karena ibunya hamil terlebih dahulu.Nenekku katakan ini adalah amanah.Bayi yg diasuh oleh nenekku tersebut mengalami kebutaan menurut dokter mata.Jadi pada suatu malam kami sedang bicara2 mengenai kebesaran Allah S.W.T tiba petir mengguntur dan kilat dimana2 tiba2 hujan begitu lebat, begitu sejuk dan nyaman ketika itu.Tidak lama kemudian saya disuruh menyembuhkan kedua matanya dengan meletakkan kedua belah telapak tangan saya kemuka si bayi tersebut.Keesokan harinya si bayi kegembiraan, dia melihat sana sini dan kotoran matanya banyak sekali, biasanya tidak begitu.
    Ingatlah, Allah S.W.T menyayangi laki maupun perempuan, tidak ada beda antara kita.Amin.

    Wassalam,pak agor.

    @
    Wass.wr.wb.
    Saya sehari sebelumnya lagi ngrasani… kemana ya Mas Dono ! 😀 udah lama rasanya tidak ditengok…. Alhamdulillah berkunjung lagi dan membuat jejak kembali.
    Pengalaman Mas Dono adalah karunia yang tak semua orang mengalaminya dan menarik, dirasani dengan hati-hati dengan tetap tawadu.
    Allah menyayangi hambaNya dan menjaga. Benar, tidak ada beda. Yang membedakan penugasannya…. 😀
    Salam selalu… agor

    Suka

  4. Fahmi Adestya said

    jadi menurut saya teori evolusi itu…..teeeet salah bahasan hehe……maaf bos aku kurang suka bahas hal-hal negatif

    @
    he..he.. ini di bagian postingan tentang seorang wanita (indonesia) yang di masa kecilnya mendapatkan banyak pelajaran pahit dan menjadi matang di masa dewasanya… sebuah proses evolusi yang revolusioner dalam kehidupannya… 😀

    Suka

  5. Fahmi Adestya said

    maaf maksud saya kalo bicarain mengenai persepsi salah, kemiskinan, bencana alam itu hanya akan mengundang kita ke hal2 yang kita bicarain, n coba deh baca the secret ma Quantum Ikhas muaranya sama kok yaitu kalo kita pingin bebas dari utang pikirkan kemakmuran, kalau ingin ketentraman jangan bahas yang baik-baik coba deh baca surat ibrahim ayat 7 kita harus bersyukur contoh: kalo pasangan hidup kita kurang menyenangkan ya iklasin aja dan katakan pada Allah “terima kasih ya Allah Engkau telah memberikan pengalaman yang berharga yang dapat menjadikan aku orang yang kuat” jadi gak usah peduliin deh pendangan negatif orang tentang islam

    @
    betul sekali… terimakasih untuk nasehatnya… pengalaman penulis yang memenangkan kontes itulah yang menunjukkan bahwa setiap derita juga mengandung begitu banyak hikmah… kira-kira itu maksud postingan ini, seperti yang disampaikan penulisnya… :D.

    Oh ya… tulisan itu tidak ada hubungannya dengan problematikan “islam” dan pandangan negatif….

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: