Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Hari Ini Harus Lebih Baik Dari Kemarin.

Posted by agorsiloku pada Januari 2, 2008

Manajemen Jepang yang dikenal sebagai motor Kaizen dikenal terutama dalam proses produksi.  Ini continuous improvement !.  Penyempurnaan berkesinambungan.  Gemba Kaizen adalah perbaikan yang terus menerus.  Bagi kita, manusia boleh jadi karena bukan mesin produksi maka menjalani tujuh kebiasaan baik Mr. Stephen Covey yang tahun 2004 ditambah satu lagi menjadi 8 memberikan pencerahan.  Meskipun sebenarnya bagi muslim, persoalannya bukan tidak mengenal tujuh kebiasaan itu.  Informasi keteladanan Nabi, manajemen Qolbu jauh lebih canggih.  Namun memanajemi hati memang membutuhkan perbaikan yang terus menerus, berkesinambungan.  Setiap saat tanpa henti.

Ah… saya juga ingin berbuat baik setiap waktu, setiap kali, dan di setiap kesempatan.  Ingin kalau mendapat rejeki materi dariNya, dibagi menjadi 3 bagian.  Satu bagian diinvestasikan di dunia, satu bagian diinvestasikan diakherat, dan satu bagian lagi habis dimakan diri dan keluarga.  Saya ingin punya spirit lebih dari sekedar (kok sekedar seeh..!) sepenuhnya beribadah di mesjid !, menghabiskan waktu untuk berzikir !?.  Inilah spirit muslim?.  Saya ingin terhindar dari semua keburukan perilaku dunia !.

Singkat kata, saya ingin hidup saya lebih baik dari kemarin….

Namun duh…  godaan hidup membuat hari-hari ini tidak menjadi lebih baik dari kemarin.  Bisa bertahan pada posisi kemarin saja sudah harus bersyukur….

Keinginan saja memang tak pernah cukup, saya jadi ingat teori marketing yang digeluti bertahun-tahun.  Sebenarnya, kebutuhan manusia itu tak banyak.  Sungguh tak banyak, yang banyak itu keinginannya.  Sungguh, keinginannya….

Yah… betapapun… hari ini jangan lebih buruk dari kemarin, kalaupun ada keburukan menimpa pada hari ini atau esok, tidak lebih dan kurang adalah daya pengingat dari sang Maha Penguasa agar bisa bersikap lebih baik lagi…. meningkatkan disiplin bangun pagi dan tekad… dan… dan….dan juga mengurangi makan agar tidak kegemukan juga serta banyak berolah raga …… 😀

Selamat datang 2008.

Iklan

18 Tanggapan to “Hari Ini Harus Lebih Baik Dari Kemarin.”

  1. Selamat datang buat Tahun baru.

    Saya sich, tidak pernah menargetkan apa apa tiap tahun. hanya berharap akan menjadi lebih baik.. Sama seperti artikel ini.

    @
    Betul… kita sering harus bekerja atas dasar target boss, sedang pada diri kita sendiri… kita susah menargetkan… 😀

    Suka

  2. ganedio said

    Apa yang sedang kita kumpulkan di dunia ini adalah PAHALA. Dari waktu ke waktu tabungan pahala orang yang beriman dan beramal saleh terus bertambah.

    Hari ini lebih baik daripada hari kemarin karena jumlah kumulatif pahala pada hari ini lebih besar daripada hari kemarin.

    Hari esok lebih baik daripada hari ini karena jumlah kumulatif pahala pada hari esok akan lebih besar daripada hari ini.

    Jumlah kumulatif pahala hari ini dapat lebih kecil daripada hari kemarin karena tidak ada tambahan pahala pada hari ini yang ada pengurangan pahala karena pada hari ini telah berbuat dosa yang besar yang mengurangi pahala. Ini berarti hari ini lebih buruk dari hari kemarin.

    Dalam hadist Nabi Muhammad SAW. kurang lebih menyatakan bahwa: lebih baik dari hari kemarin= beruntung; sama dengan hari kemarin= rugi; lebih buruk dari hari kemarin= laknat.

    Kemudian orang yang bangkrut itu adalah dimana pahalanya terus dikurangi karena dosa-dosanya sehingga pahala itu habis sedangkan masih ada dosa tersisa.

    @
    Ah benar Mas Ganedio… kok agor jadi lupa… “sesungguhnya manusia itu dalam kerugian, kecuali….”… sampai tidak ingat ayat yang mengingatkan waktu dan amal shaleh… Terimakasih diingatkan kembali…. Setiap hari harusnya bertambah tabungan….

    Suka

  3. haniifa said

    Salam,
    Allah berfirman Al Zalzalah :
    ” Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya. ” (QS 99:7)
    ” Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula ” (QS 99:8)

    Untuk kebaikan Allah “melipat gadakan”, sedangkan untuk keburukan tidak.

    ” Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah “MELIPAT GANDAKAN” (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. ” (QS 2:261)

    Ref yang lain:
    (QS 2:245), (QS 4:40), (QS 30:39), (QS 57:11), (QS 64:17), (QS 65:5)

    Siapapun yang berpegang kuat pada tali Allah dan RasulNya, maka Insya Allah akan selalu beruntung atau dengan kata lain “Hari ini pasti lebih baik daripada hari kemarin”.

    Wassalam.

    @

    😀

    Suka

  4. Herianto said

    Karakteristik dunia kelihatannya lebih memancing kita untuk menjadi tidak lebih baik dari hari sebelumnya. Betapa tidak, setiap kenikmatan dunia tercicipi, setiap kali pula kita selalu ingin yg lebih dan yg lebih lagi. Kalo saja dunia tidak dihiasi dengan hal2 “semacam” itu, tentu setiap kita selalu saja lebih dan lebih baik lagi di setiap waktunya.
    Lalu apakah dunia ini harus kita tinggalkan agar target senantiasa lebih baik itu mudah tercapai. Oh… jangan…
    Sebab konstrain dari target meraih “senantiasa lebih baik” tersebut, justru harus dicapai di saat kita “hadir” di dunia. Hadir adalah terlibat di setiap lini2 yg tidak terlarang oleh-NYA.

    Hari Ini Harus Lebih Baik Dari Kemarin.
    Mekanisme kontrol apa ya yang terbaik agar lebih nyata capaian2 nya ?

    Selamat menyongsong hari2 yg lebih baik. 🙂

    @
    Betul… hari-hari lebih baik dari kemarin itu… sama sekali bukan kita semakin bertambah tabungan di BCA atau BRI atau Bank Mandiri… 😀

    Suka

  5. sitijenang said

    lha saya dapet cerita orang korupsi 1M trus disumbangkan ke Masjid 100jt. pahalanya konon 70x (7M). jadilah ia koruptor sejati :mrgreen:

    @
    Ha…ha… ha… ini namanya mengolok-olok Allah. Allah baik, dan menerima takwa dari sumber yang baik… Tapi, saya setuju Mas Sitijenang… tidak sedikit berpikir ala Robinhood ini… Beramal dari hasil curian … 😦

    Lucu ya… pencuri jadi pahlawan… Jadi ingat kasus BLBI yang tokohnya diterima (akan diterima?) di Binagraha…. Ah… kocak dan memprihatinkan….

    Suka

  6. kangguru said

    sepakat pak Agor hari ini harus lebih baik dari kemarin karna esok kita tak punya kuasa apapun

    @
    tak kuasa untuk sadar bahwa kita tak kuasa… ah… sungguh, sulit dicari kepasrahan seperti ini….

    Suka

  7. Kurt said

    Siiip Pak saya mengamini di belakang harapan2 menikmati (sepi)rit itu .. 🙂

    @
    😀

    Suka

  8. chiw said

    yea… lets always be better than past…
    😉

    @
    🙂

    Suka

  9. adi.nugroho said

    “hidup manusia hanya satu hari yaitu hari ini”

    kemarin sdh hilang
    besok belom datang

    salam,
    adi.n

    @
    😀 artinya sebuah peristiwa. Tidak paralel.

    Suka

  10. agaknya pada era sekarang ini untuk bisa berbuat baik aja kok sulit dan banyak tantangannya, yak, pak. bendera konsumtivisme, hedonisme, dan materialisme berkibar hampir di setiap sudut dan lapisan masyarakat. *halah sok tahu nih, hehehehe 😆 * mudah2an aja kita masih punya akhlaq dan hati nurani sehingga tak gampang terjebak dan tenggelam dalam ubbuddunya. *jadi malu, mau ikut2an pakai istilah arab ejaannya salah mlulu, hehehe 😆 *

    @
    Berbuat baik itu … ah… gampangin saja (sambil sendiri saja susah 😦 )

    Suka

  11. Donny Reza said

    mungkin memang fitrah ya, setiap kali kita merasa tertinggal atau mundur, hati ini menjadi tidak nyaman…?!

    @
    🙂

    Suka

  12. Herianto said

    @mas Agor
    Kok BNI gak ada ?
    Pertanyaan iseng … 😆

    @
    maksudnya, hari ini sebaiknya punya tabungan BNI?… Wah usaha mempopulerkan yang bagus… 😀 . Bagaimana pengalaman Mas dengan BNI?

    Suka

  13. Tia said

    Nabi bersabda:
    ”Sungguh menakjubkan segala urusan orang mukmin, seluruhnya baik, yang itu tidak terjadi kecuali pada diri orang mukmin. Jika ia mendapatkan kenikmatan lalu bersyukur maka itu baik baginya, jika tertimpa musibah lalu bersabar maka itu juga baik baginya.”(HR. Muslim)

    @
    terimakasih sudi berkunjung dan mengingatkan… 🙂

    Suka

  14. Nancy Bush said

    Bertobatlah: Terimalah anugrah keselamatan yang ada di dalam kasih Isa Almasih (Tuhan Yesus Kristus) Amen.

    Suka

  15. Hasbi said

    tidak ada kesalamatan jaminan.. dari tiap tiap mahluk dimuka bumi ini syafaat dan pertolongan hanya ada mutlak pada Allah SWT

    Suka

  16. “Dan orang yang melakukan perbuatan baik benar, laki-laki atau perempuan, dan merupakan (benar) beriman [dalam Keesaan Allâh (Muslim)], seperti akan masuk surga dan tidak sedikit ketidakadilan, bahkan untuk ukuran sebuah titik di belakang batu-date, akan dilakukan pada mereka. ” (Al Qur’an 4:124)

    Suka

  17. yogotak hubuluk motok hanorogo….itu istilah kalo orang wamena berkata……

    Suka

  18. mahmudi said

    hebat!

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: