Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Hari Ini Mengesalkan Bener Deh…

Posted by agorsiloku pada Desember 27, 2007

Kesal benar hari ini…. sungguh… !.

“Kenapa Yah… “, Sapa anakku?

Gimana nggak kesal, pagi tadi saya baca koran… tambahan anggaran untuk anggota DPR pindah ke rumah kontrakan 13 juta perbulan untuk sewa rumah.

Bukan kesel seeeehhh… tapi iri. Enak benar jadi anggota DPR. Pokoknya pul pasilitas dah.

Kamu kesel atau senang… kalau senang, pasti kebagian menikmati (duh berprasangka tanpa bukti).

Tapi ada yang lebih mengesalkan lagi?

Apa?

Sudah lebih hampir 63 tahun merdeka. Menghasilkan minyak bumi sendiri… tapi tidak ada hujan dan angin kok :

Wong Cilik masih juga antri minyak tanah !!!!????

Negeri apaan ini?.

(dalam kesedihan karena musibah banjir hari-hari ini berjibun …..)

Iklan

17 Tanggapan to “Hari Ini Mengesalkan Bener Deh…”

  1. 😯

    13 juta? itu cukup untuk menyewa kontrakan tempat usaha saya selama 2 (DUA) TAHUN!!!

    rumah kayak apa sih yang seharga gitu?

    bener bener…

    @
    Wow… tapi yang menarik buat saya… bisnis Chiw… entreprenur muda… pengalaman belajar yang menarik. Cerita dong lebih banyak bagaimana menjalankan bisnis… !.

    Sewa sebulan 13 juta per bulan sih, untuk ukuran Jakarta kali cuma rumah biasa saja… ya.. biasalah… bisa dipakai untuk parkir 4 mobil….

    Suka

  2. oh, mungkin…

    hasil yang didapat itu berbanding lurus dengan pengorbanan

    filosofi ini yang dipegang “orang orang yang terpilih” itu Kang…

    😥

    @
    Merasa sudah berkorban… sedang yang jadi korban benar-benar, bisa makan pagi dan bangun tidak diusir-usir kamtib saja sudah bisa menyampaikan syukur Alhamdulillah…..

    Orang terpilih memegang amanat seperti mereka itu…sungguh tantangannya sangat besar… tapi kalau merasa bukan amanat tapi peluang… yah… begitulah….

    Suka

  3. Donny Reza said

    Ah, mereka ini…semakin menyebalkan saja!!

    @
    lho… seperti saya juga… nggak kebagian… 😉
    mudah-mudahan hati nurani anggota DPR yang mewakili amanat partai rakyat bisa ditingkatkan….
    Kalau saja… ya kalau saja kualifikasi moral menjadi ukuran yang teruji oleh masyarakat pemilih, maka janji-janji bukan lagi sebuah janji untuk menjadi petinggi, tapi janji untuk berbakti…

    Suka

  4. haniifa said

    Salam,
    Kalau di”wakili” saja dapat 13 jt/bln, berapa ya, kalau tampa wakil ??
    Wassalam.

    @
    Itu baru tambahan/sebagai pengganti kontrak rumah dinas yang direnovasi???
    Serem ya negeri kita ini… 😦

    Suka

  5. Herianto said

    Aku juga kesal membacanya pak, tau kenapa ?

    1. Kok aku gak jadi anggota dpr juga sih ? :mrgreen:
    2. Kok teman2 aktivis yg konon katanya pejuang reformasi dan sekarang berada di parlemen tenang2 aja … ? 😆 Benarkah perjuangan reformasi kita itu dulu … 😦
    3. Apa ini bagian dari teriakan mereka akibat banyaknya tagihan ke rumah dari sponsor partai ?
    4. Apa gaji tetap mereka itu tak cukup ?
    5. Apa semua anggota parlemen setuju ?

    Wuh… coba kalo aku jadi pembesar partai …
    Akankah aku se-sadis eh se-rakus mereka juga ? 😆
    Jangan iya ya … (kok jadi ragu…)

    Terus siapa semestinya yg berada di parlemen itu ?

    @
    Saya sering berpikir begitu… kalau saya jadi pemimpin partai, bekerja bersama pemerintah/birokrat. Bisakah saya tidak menjadi serakah?, bisakah saya tidak tergoda, bisakah… bisakah….

    Hati kecil selalu ingin berkata : Harus Bisa. Pokoknya harus bisa. Toh apa yang dikumpulkan, berapa banyakpun, makan hanya sekali tiga kali paling banyak, tidak ada juga yang akan dibawa mati… lalu mengapa harus silau.

    Kadang saya merasa beruntung tidak menjadi anggota DPR … tapi kadang menyesal, mengapa tidak bisa memberikan kontribusi positif pada negeri ini…. 😦

    Suka

  6. mungkin jerit dan tangis rakyat terdengar seperti nada nada musik klasik bagi para pejabat

    atau kesengsaraan, ratapan, dan keluhan rakyat seolah seperti opera sabun atau komedi situasi yang memmbuat para pejabat terlena dan terhibur

    yang jelas. Mereka memang menikmati kok. Menikmati fasilitas, menikmati penderitaan rakyat

    @
    Yah.. mereka menikmatinya… bisa dijadikan konsumsi untuk datang dengan prihatin sambil cari peluang kedudukan di Pemilu 2009…. Kesempatan obral janji dan menarik manfaat investasi politik yang sudah ditanam…. 😦

    Suka

  7. […] segala kan ? Apa benar seperti kata berita : demi mobil mewah, laptop baru, Maen ke luar negeri, kontrakan rumah yg berlebihan, tunjangan sana-sini… dstnya dstnya, di atas gaji pokok yang sudah sangat alhamdulillah […]

    Suka

  8. haniifa said

    Salam,
    ::mas agor::
    Justru mas agor sebagai moderator blog ini, jauh lebih memberikan kontribusi yang positif pada negeri ini (walaupunhanya sebuah blog), setidaknya mas agor dijauhkan dari sifat sudah “muna” lagi “pikun”.
    Maksud saya tipe blog propaganda golongan, isme, ideologi..dsb..sdb. (he.he.he. mereka mungkin nggak ngerti kepada Rasullullah memilih kota “Medinah” ketimbang “Mekah”, sebagai basis)
    Wassalam.

    @
    Salam… sebagai moderator… dari blog sederhana ini…biar pun seperti pipit kecil… atau hanya setitik air… dari samudra…
    Trims Mas Haniifa… semoga ya… dijauhkan dari pikun… Amin….

    Suka

  9. sitijenang said

    lha dulu kok yang milih pada mau… kalo saya sih golput, jadi luput dari tanggungjawab… he he he… jelaslah bahwa kita semua salah memilih jalur karier… muahahaha… :mrgreen:

    @
    Yah.. kesalahan terbesar adalah memilih yang tidak pantas dipilih… nanti seeh mau tidak memilih deh… ini kayaknya pilihan yang lebih baik….

    Suka

  10. evan said

    saya diem aja deh..
    mau tereak,mereka dah pada budeg

    @
    Mungkinkah ini sudah masuk jaman dimana orang benar menjadi terasing….?

    Suka

  11. Kurt said

    HAHAHAHA ini namanya tikus mati di kandang padi… heheh 🙂

    @
    Mati nuraninya 😦

    Suka

  12. daeng limpo said

    KALAU KORUPSI RASANYA NGGAK ANTRI DEH…..BIASANYA SIH BERJAMAAH……

    Suka

  13. Moerz said

    korupsi menggila lagi…

    @
    Betul Mas… rasanya… dari pengalaman selama ini… korupsi lebih dahsyat dibanding dengan jaman Pak Harto… !

    Suka

  14. joko santoso said

    Mas Agor,
    Kita sebagai masyarakat biasa sebenarnya nggak usah iri. Saya justru sangat kasihan terhadap nasib para anggota DPR kita kelak di akhirat. Di dunia boleh jadi DPR itu hebat, karena :

    1.Mewakili 220 juta masyarakat Indonesia untuk jalan-jalan ke luar negri dengan maksud studi banding ke parlemen. kalau semua orang indonesia berangkat khan gak mungkin.maka cukup perwakilan.

    2.Hasil studi banding diantaranya yang terbaru, yaitu perlunya staff ahli DPR dengan gaji antara 5 -7 juta. ada yang berminat?. Di Amrik saja satu anggota DPR staff ahlinya ada 16, coba bayangkan, berapa peluang lapangan kerja baru yang tercipta. Tapi sayang uang rakyat juga yang terkuras, hehehe.

    3.Dengan berbagai fasilitas, mobil dinas, rumah dinas,laptop dinas,peluang korupsi,kolusi,nepotisme tanpa ada yang mengawasi, dll, terus kerjanya kalau rapat justru tidur, kalau gak tidur ya nitip absen.Sebenarnya diam-diam, oleh system demokrasi kita DPR memang sedang dipersiapkan untuk mewakili sebagian besar nasib rakyat indonesia kelak di akhirat kelak? Jadi kelak yang masuk neraka ya cukup perwakilan, ya siapa lagi kalau bukan anggota DPR kita? Jadi masih ada yang mau mewakili masuk neraka? segera daftar menjadi staf ahli DPR. hehehe

    @
    He..he…he… benar Mas… Kalau soal jadi anggota DPR saya sungguh tidak iri (biar tidak sekaya mereka), tapi agor juga tidak miskin. Agor bisa motong kurban tiap tahun. Jadi Alhamdulillah saja. Hanya… kalau saja mereka itu betul-betul menjadi manusia pilihan yang mengemban amanat rakyat… tentu mereka tidak akan mau diperlakukan (dininabobokan) oleh fasilitas karena kesempatan dan kekuasaan bersama unsur eksekutifnya.
    Mereka tentu memiliki timbangan yang berat amalnya dan rakyat menjadi lebih sejahtera. Andaikan saja…. 😀

    Suka

  15. Herianto said

    Lalu… adakah solusi yg pantas kita gaungkan ke depan ?
    Siapa atau apa yg salah ?
    Sistem politik (negara) kita kah ? Atau pelakunya saja.
    Pada umumnya sebagai respon aman kita pasti menjawab : yang salah pelakunya.
    Lalu what next ?
    Cukupkah dengan bersikap apatis, atau apa perlu kita berlaku agresif ? 😆
    Saya pikir belum mencapai pemecahan jika sekiranya kita sekedar berkata (teriak) atau juga tak cukup berdoa saja dengan gumam: Semoga mereka kembali ke jalan yg benar.
    Adakah action yg lebih nyata ?

    @
    Pertanyaan yang membuat miris… adakah action yang nyata?. Inilah konsekuensi ketidak berdayaan. Kita berada pada bagian yang terpinggirkan dari sistem yang begitu canggih meraup semua kesempatan untuk keluar dari sistem. Yang masuk dalam sistem birokrasi sebagian kecil adalah orang yang berkomitmen tinggi secara sosial dan kelompok. Mereka baik pada kelompoknya, tapi mereka juga kejam pada sisi di luar kelompoknya. Mereka bangga dengan komitmen politik :”Tidak ada musuh yang abadi, seperti juga tidak ada persahabatan yang abadi”. Kadang terasa kuat lip servicenya ketika kita berbicara di lingkungan mereka. Kita tidak ada apa-apanya, dan kita juga ENGGAN berada di antara mereka, sehingga kitapun tidak bisa mempengaruhi kebijakan positif berada di dalam sistem itu. Yang vokal tentu ada, yang punya komitmen juga ada. Dan mereka terlalu sedikit….
    Lalu apa action kita…?. Ah… pertanyaan ini tak bisa dijawab juga… 😦

    Suka

  16. andrieis said

    saya kdang jg curiga ama yg namanya panitia anggaran, soalny kbnykn komentar anggota DPR klo udh kepepet pasti bilang, “itu semua udah dianggarkan, ya kita tinggal melaksanakan saja”.dodol!
    imho, seharusnya selain memilih wakil di DPR, pemilih seharusny jg disediakan forum utk kritik, seperti blog. jd ntar ada http://www.nama_anggota_dpr.blog.id, jd klo ada wakil kita yg mlempem, tinggal dihujat! minta direcall kpd partainya.

    @
    😀 ha…ha…ha… yang namanya pegawai pemerintah atau swasta yang tidak serius itu mengelola pelanggannya (masyarakatnya) akan berkata :”INI PERINTAH ATASAN”; “SAYA HANYA MENJALANKAN TUGAS”; “SEMUA TELAH MENGIKUTI PROSEDUR YANG BENAR”; “KELUHAN BAPAK/IBU AKAN KAMI SAMPAIKAN KEPADA YANG BERWEWENANG”; “MEMANG DARI DULU JUGA BEGITU KOK !”… dan sejumlah dodol lainnya…. (kasihan dodol, dijadikan objek : maaf ya dodol picnic atau jenang kudus.. ! 🙂 )

    Suka

  17. peyek said

    tetapi tetep saja para pemimpin itu punya sejuta argumen untuk memperkuat kebijakan ngawur itu

    @
    Mereka sama sekali tidak merasa ngawur… argumen mereka (sebagian dari mereka) memang aneh….

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: