Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Siapa Yang Membunuh ? : Allah !

Posted by agorsiloku pada Desember 17, 2007

Pertanyaan ini aneh dan kurang ajar, kok sepertinya menegasi untuk melemparkan tanggungjawab perbuatan manusia kepada Sang Penciptanya. Tidak ada sesuatu apapun terjadi di alam ini yang berada di luar pengetahuan dan kekuasaan Yang MahaKuasa. Jadi, tentulah segala apapun, kebaikan dan keburukan yang terjadi berada dalam lingkup kekuasaanNya yang MahaMutlak. Semua orang beriman mengakui hal ini tanpa reserve. Allahpun menjelaskan bahwa segala daya dan upaya manusia, termasuk membunuh bukanlah karena manusia itu mampu membunuh, tapi Sesungguhnya Allahlah yang membunuh. Karena lingkup segala aturan dalam kehidupan telah ditetapkanNya, maka berlakulah ketetapan itu sebagai implikasi dari keberadaan manusia. Kata “sesungguhnya” menjadi suatu penjelasan bahwa tindakan apapun yang dilakukan manusia berada pada lingkup kekuasaanNya dan berada dalam pengawasanNya.

8. Al Anfaal 15. Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bertemu dengan orang-orang yang kafir yang sedang menyerangmu, maka janganlah kamu membelakangi mereka (mundur).16. Barangsiapa yang membelakangi mereka (mundur) di waktu itu, kecuali berbelok untuk (sisat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, maka sesungguhnya orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah, dan tempatnya ialah neraka Jahannam. Dan amat buruklah tempat kembalinya.17. Maka (yang sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allahlah yang membunuh mereka, dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar. (Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka) dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mukmin, dengan kemenangan yang baik. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Penjelasan serupa dalam konteks yang berbeda :

“Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit, kemudian Dia mengeluarkan dengan air hujan itu berbagai buah-buahan menjadi rezki untukmu; dan Dia telah menundukkan bahtera bagimu supaya bahtera itu berlayar di lautan dengan kehendak-Nya…” (QS. Ibrahim, 14:32)

Dapatlah kemudian dipahami, semua kejadian adalah aksi reaksi dari peristiwa yang berdimensi pada hak-hak manusia untuk melakukan tindakan/perbuatan yang dikehendakinya. Allah menetapkannya dan pilihan diberikan pada manusia.

Pilihan untuk melakukan tindakan.

QS 91. Asy Syams 7. dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), 8. maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. 9. sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, 10. dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. 11. (Kaum) Tsamud telah mendustakan (rasulnya) karena mereka melampaui batas, 12. ketika bangkit orang yang paling celaka di antara mereka, 13. lalu Rasul Allah (Saleh) berkata kepada mereka: (“Biarkanlah) unta betina Allah dan minumannya.”14. Lalu mereka mendustakannya dan menyembelih unta itu, maka Tuhan mereka membinasakan mereka disebabkan dosa mereka, lalu Allah menyama-ratakan mereka (dengan tanah), 15. dan Allah tidak takut terhadap akibat tindakan-Nya itu.

Yah seibarat pedang… dipakai untuk membelah kayu (berfungsi sebagai kapak), membelah manusia (membunuh), atau mengupas bawang adalah pilihan manusia tapi Allah menyediakan tempatnya yang bernama bumi berserta seluruh isinya kemudian karenanya pula, diminta pertanggungjawabkan. Untuk bertanggungjawab itulah akal diberikan.

Wallahu ‘alam.

Iklan

6 Tanggapan to “Siapa Yang Membunuh ? : Allah !”

  1. wow…lama ga berkunjung pak….

    wow…..

    saya mumet…..kalo mikirin hal itu…
    good job, pak agor…..

    @
    Sebuah petunjuk bahwa sebab akibat, aksi dan reaksi dalam hukum semesta itu ada yang mengatur…. 🙂

    Suka

  2. andrieis said

    yup, saya jg sering mendengar ledekan dr ayat2 tsb…
    bahkan ada yg memberi gelar Allah sbg sang penyesat!

    @
    Kita yang menjadi ummat Muhammad, tentu akan merenungi ayat ini sebagai bagian dari petunjukNya. Penjelas dari bagian-bagian lainnya dari tebaran ayat yang berulang-ulang disampaikan Allah sebagai petunjuk bahwa kekuasaanNya meliputi segala sesuatu. Bahwa kematian adalah sesuatu peristiwa “biasa”, dalam sebuah disain penciptaan di dunia. Bukankah kematian itu ada setiap saat, bahkan pada berjuta, bermilyar-milyar mahluk hidup. Bahkan kita tak kan sanggup menghitungnya. Setiap bagian, setiap objek, memiliki sifat dan tugas serta karakteristik masing-masing. Ledekan itu, tak boleh kita lawan dengan cara-cara yang buruk. Allah mengingatkan hambaNya untuk tidak tidak terlibat dalam olok-olokan dan Allah mengingatkan ancamanNya kepada mereka yang mengolok-olok ayat-ayat dan RasulNya.

    Suka

  3. haniifa said

    Salam,
    ::mas andrieis::
    “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”
    Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Ahad. (QS 112:1)
    Abjad = diawali huruf “A”
    Alpha = diawali huruf “A”
    Arab = diawali huruf “A”
    Ahad (bhs. Arab) = diawali huruf “A”
    Alif (bhs. Arab) = diawali huruf “A”
    Ahmad (QS 61:6 merujuk Nabi Muhammad s.a.w) = diawali huruf “A”
    Sinar “Gama” adalah sinar yang tidak dapat dibelokan oleh medan magnet (lurus).
    A(lpha) + Gama = A Gama = Agama
    Agama yang lurus adalah agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad s.a.w
    ” Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya ” (QS 50:16)

    ::mas agor::
    Maaf ngelantur, saya hanya kasihan sama mas andrieis!!

    Wassalam.

    Suka

  4. andrieis said

    thx mas haniif atas perhatiannya 🙂

    Suka

  5. kurtubi said

    Sekema2 ayat satu sama lain kadang memberi ruang pada kita untuk merenungi ya. Di samping ada ayat2 yang terkesan kekuatan ada juga ayat yang ini:

    “Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. 9. sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, ”

    Kekuatan iman saya kadangkala sepertinya lebih cenderung kepada ayat2 itu… sementara yang keras2 seperti Jaahidil kufaar… duuh masih bingung menafsirinya… apakah benar ajaran itu harus keras… ? afwan ya akhi…

    @
    Maaf juga ya saudaraku…. ayat ini sering begitu terngiang ketika mencoba memahami takdir. Berusaha memahami, apakah juga berarti menafsirkan ya ustad?….

    Suka

  6. haniifa said

    Salam,
    Firman Allah, pada surat Al Kahfi ayat 6.
    “Maka (apakah) barangkali kamu akan membunuh dirimu karena bersedih hati sesudah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al Qur’an).”
    Begitu bersedihnya Nabi Muhammad s.a.w, manakala membunuh lawan-lawannya yaitu: Kaum munafik, Kaum Yahudi dan Kaum Nasrani
    Menurut pemahaman saya, Nabi Muhammad s.a.w plus Orang-orang yang beriman (saat itu) berlega hati setelah turun surat An Anfaal ayat 1 s/d ayat 21 (1 shuhuf)

    ::mas restlessangel::
    Silahkan baca lagi Surah An Anfaal dari ayat 1 s/d 21 (satu tanda a’in), kalau masih bingung, ya jangan dibaca !!

    Wassalam.

    @
    Salam… Kisah dari surat Gua ini menarik. Menunjukkan bagaimana perjalanan dan perlindungan Allah kepada kelompok pemuda beriman. Juga melewati batas waktu… Mengingatkan pula agar kita tidak bersedih hati (atas orang-orang yang ingkar)….
    … kalau masih bingung, ya jangan dibaca !! —> ya di baca lagi… berulang-ulang 😀

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: