Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Ternyata Bung Tomo Itu Bukan Pahlawan… Sori yee..!.

Posted by agorsiloku pada November 11, 2007

Inilah Amanat Tanpa Hati Nurani.  Feature Kompas, 10 Nopember 2007, halaman pertama berjudul :”Bung Tomo, Tanpa Gelar Pahlawan“.  Tahun 1981, pernah diusulkan jadi pahlawan tapi jadi pahlawan kesiangan  lokal saja.

Duh Gusti, ternyata benar-benar “Jaka Sembung bawa permen sama golok, Pemerintah benar-benar g****g”. Monolog Hari Pahlawan atau tentang pahlawan adalah kisah tentang spirit, etos dan mimpi terhadap cita-cita bangsa.

Tentu saja almarhum Bung Tomo tidak butuh itu, tidak butuh gelar pahlawan.  Ia sudah tentu, insya Allah tentram di sisiNya.  Berjihad untuk kemerdekaan bahkan, ketika para pahlawan lainnya yang selamat dan berhasil memperkaya diri atau yang hanya diingat di hari pahlawan, sedang di hari tuanya terbata-bata dalam kesederhanaan dalam kesempitan.

Pemerintah betul-betul omdo, yang membutuhkan etos dan spirit itu bukan hanya keluarga pahlawan, tapi masyarakat.  Rakyat.  Sebuah citra yang membutuhkan kebangkitan dari segala harapan.  Pemerintah tidak tahu membalas budi para veteran perang yang masih hidup dengan segenap kesengsaraannya.  Kemerdekaan yang dinikmati sebagian, dan sebagian lain terjerat dalam ketakberdayaan.

Hari ini saya hanya ingin marah, kenapa saya menikmati kemerdekaan dalam ketakberdayaan.  Bung Tomo tidak butuh gelar pahlawan, tapi nurani rakyat membutuhkannya.   Pemerintah tahu itu, tapi mengapa Pemerintah begitu zalim terhadap nurani rakyatnya…..

Iklan

18 Tanggapan to “Ternyata Bung Tomo Itu Bukan Pahlawan… Sori yee..!.”

  1. kurtubi said

    hihihi …. marahmu terasa sesak juga di dadaku kang … 🙂

    @
    Iya Kang, apalagi kalau kita lewat Taman Makam Pahlawan… jadi nyinyir deh… Namun, masyarakat tetap punya pilihan sendiri. Bung Tomo adalah pahlawan. Titik.

    Suka

  2. danalingga said

    marah nih yee… 😛

    Tapi memang saya juga tak menyangka kalo bung Tomo belum jadi pahlawan secara resmi.

    @
    Ya iyalah… jangan-jangan malah Mas Tommy S nanti yang jadi pahlawan… kalau begitu, jelas perlu manhaj baru untuk mengk****rkan Pemerintah…

    Suka

  3. Bila Oportunis Diangkat Pahlawan

    Seolah olah tak kunjung henti bangsa ini mendapat cobaan berat. Cita cita besar reformasi rupanya mendapat ujian yang tak kalah sengitnya dibanding perjuangan merebut kemerdekaan berikut dengan gerakan revolusinya itu.
    Kenangan heroik masa lalu senanti…

    @
    Bangsa yang besar dan tidak terhormat adalah bangsa yang tidak menghormati pahlawannya.

    Suka

  4. caplang™ said

    kalo mo jadi pahlawan, pihak keluarga harus ngajuin ke pemerintah
    lha apa dulu kalo mo berjuang juga harus ngajuin?

    @
    Pemerintah itu kan kuasa, pahlawan tidak kuasa, apalagi Bung Tomo itu sangat anti segala kesewanang-wenangan sehingga usai kemerdekaan termasuk pahlawan terpinggirkan. Betul kata keluarganya, cukuplah rakyat yang menilai. Pemerintah seeh, pada rezim manapun ternyata tidak perduli juga. Jadi memang kita tahu, Pemerintah tidak perduli…

    Suka

  5. Kang…mungkin yang mereka pikirkan sekarang bagaimanakah bisa langgeng menjabat atau secepat mungkin dapet duit yang banyak. Tak peduli dengan nasib bangsa sebelum hari ini atau yang akan datang…hanya itu yang saya lihat dan fahami…Maaf kalau saya salah..

    @
    Wah.. tebakan mas… sepertinya menunjukkan terus buktinya 😀

    Suka

  6. El Za said

    Assalamualaikum wr. wb

    Ada manusia yang dianggap pahlawan oleh manusia, tapi belum tentu oleh Yang Maha Kuasa, bahkan ada lho yng justru jadi ahlun nar. Naudzubillah.
    ada manusia yang diremehkan manusia, tetapi dianggap “pahlawan” oleh_Nya.
    orang-orang yang berjuang dengan harta dan jiwanya ikhlash karena Allah, yang sangat berjasa magi sesama, walaupun semua manusia mungkin tiada mengenalnya.
    semua tergantung niat dan keihklasan.
    Sebaik-baik manusia adalah yang menjadi yang terbaik /paling bermanfaat bagi sesama.
    nah dimanakah kita berada?

    Wassalamualaikum wr wb.

    @
    Betul… dari sisi ini… manusia paling bertakwa, yang menjadi/paling bermanfaat…. bukan manusia yang menjadi pahlawan buat mata manusia lain… 😀

    Duh… agor juga rasanya malu…

    Suka

  7. mauya said

    Kutipan Jawa Pos Online 10 November 2007,
    Paragraf 3-4-5 :

    Apa alasan pemerintah sehingga tidak kunjung memberikan gelar pahlawan nasional kepada pembakar semangat juang Arek-Arek Suroboyo pada pertempuran 10 November itu? Direktur Kepahlawanan, Kejuangan, dan Keperintisan Departemen Sosial Yusrizal mengakui bahwa pihaknya belum pernah mengusulkan nama Bung Tomo menjadi pahlawan nasional.

    Alasannya, kata Yusrizal, ada persyaratan administrasi yang belum dipenuhi untuk mengusulkan Bung Tomo menjadi pahlawan nasional. Apa itu? “Bung Tomo belum diseminarkan di daerah,” tegas Yusrizal.

    Seminar itu, lanjut Yusrizal, dilakukan untuk mengetahui, apakah ada pihak yang berkeberatan dengan pengangkatan Bung Tomo menjadi pahlawan nasional atau tidak. “Nanti kalau sudah diseminarkan, akan diteliti oleh Badan Penelitian Pahlawan Pusat,” jelasnya.”

    ——-

    Hua..ha…ha…ha…

    Suka

  8. axireaxi said

    saya jg mengira bung tomo sdh masuk deretan pahlawan…
    ternyata belum

    ehm.., lalu apa arti mantra-sakti “bangsa yg besar adl bangsa yg menghargai pahlawannya” bila pemerintah tdk bisa menghargai orang2 spt bung tomo?

    salam utk pak agor,
    adi.n

    @
    artinya, jelas mantra-sakti kita adalah bukan bangsa yang besar… tapi besar mulut… 😦 😦

    Suka

  9. doni said

    sebenarnya sih tidak diangkatnya Bung tomo jadi pahlawan karena faktor Politik. Coba aja,kenapa Tan Malaka tidak dijadikan Pahlawan Nasional,Supriyadi.bahkan beberapa nama seperti dibawah ini juga tidak diakui
    Iskandar Muda
    Radin Inten II
    Husein Sastranegara
    Syamsuddin Noor
    Hang Nadim
    Fatmawati Soekarno
    Frans Kaisiepo
    Mohammad Salahudin
    Jalaluddin
    Halim Perdanakusuma
    Sultan Thaha
    Adisucipto
    Iswahyudi
    Abdulrachman Saleh
    Sam Ratulangi
    Waioti
    Tjilik Riwut
    Sultan M Badaruddin II
    Mutiara
    Iskandar
    Sultan Syarif Kasim II
    Supadio
    Maimum Saleh
    Satartacik
    Adi Sumarmo
    Jefman
    Juanda
    Budiarto
    H.A.S. Hanandjoeddin
    Sultan Babullah
    Moses Kilangin
    Mau Hau
    Warukin

    @

    Faktor politik sangat boleh jadi menentukan dan dalam politik “tidak ada” persahabatan yang abadi, juga permusuhan yang abadi, tapi sudah sekian generasi kepemimpinan… masih jugakah menganut “permusuhan” abadi????

    Suka

  10. Mc Spitod said

    Walah, baru tahu bung tomo belum dapet gelar pahlawan.. apa sih pemikiran pemerintah?

    @

    Mungkinkah takut yang memimpin sekarang kehabisan tempat dan pengakuan… 😀

    Suka

  11. NuDe said

    Mas Agor, percaya ndak, kalo di Indonesia ini nggak ada Taman Makam Pahlawan, yang ada Taman Makan Jenderal?

    @

    Hah… masa.. Kalau begitu ada Taman Makan Sersan… makan atau makam? 😀

    Suka

  12. Tonas said

    Allah Huakbar..!!! dan Lillah hittaallah…!!! itu lah yg sebenar-nya tertaman dalam hati “para pahlawan” kita dalam melangkah keluar rumah untuk berjuang melawan ” para penjajah”, Oleh karena itu saya yakin “para pahlawan” tersebut TIDAK memerlukan TESTIMONI penghargaan dari Pemerintah. Karena yg menjadi dasar mereka berjuang tersebut adalah DIRI-NYA SENDIRI yang tidak rela akan adanya “penjajahan” di Bumi Pertiwi ini.

    @
    Para veteran yang terlunta-lunta, dalam kesederhanaan… tentulah merasa perjuangannya disia-siakan 😦

    Suka

  13. Swiwi™ said

    aneh aneh aja…

    ada pahlawan lokal segala…

    ah, semoga semangat mereka mereka yang tidak dicantumkan itu, senantiasa dalam diri kita ya Kang…

    😥

    @
    amin… semangat yang betapa berat dilakukan di masa kini… 😦

    Suka

  14. jhonnn gbk said

    wahhh gimana ya ….
    semua kok banyakmyang salahh yaa
    yang berjuang gak dapat apa apa, malah di persulitt
    yang korupsi di sanjung dan kaya raya.

    pilih mana jadi pahlawan apa koruptor aja.

    aku jadi bingung yaa. yang pahlawan daerah kok di sebut pahlawan nasional.

    @
    hmm… entah juga, mungkin pahlawan nasional itu kalau berjuangnya di ibukota dan tidak pernah protes, sedangkan pahlawan daerah, berjuangnya demi daerah, bukan demi kemerdekaan. Kalaupun kemerdekaan, tentulah kemerdekaan daerah…. 😦

    Suka

  15. […] pahlawan perang kita?, Seperti Bung Tomo misalnya. Gelar memang sering tidak dipentingkan oleh seorang tokoh, karena dia sendiri berkarya dan berjuang bukan karena pujian dari manusia; tapi demi sesuatu yang diagungkan dan diperjuangkan dengan seluruh jiwa dan […]

    Suka

  16. ika said

    pemerintah yang aneh… *sigh*

    @
    😦

    Suka

  17. haniifa said

    Saya jadi ingat jaman sekolah dulu mas agor. Katanya anak “Veteran” (ayah alm, veteran 3 jaman) dapat dispensasi masuk Perguruan Tinggi Negri, nyatanya…..huh dech.
    Kalaupun saya masuk PT cap Gajah Buntung di Bandung, berkat seleksi uyel-uyelan…he.he.he.
    Jadi nggak heiran Bung Tomo bukan pahlawan dunia, Tapi Insya Allah beliau sebagai pahlawan akherat.

    @
    insya Allah, bung Tomo pahlawan di hati rakyat… bahkan yang tak mengenalnya sekalipun….

    Suka

  18. andra said

    sadar dong…………..
    kalao gak ada bung tommo loe tu ga akan pernah
    merasakan KEMARDEKAN…….
    HIDUP LAH INDONESIA RAYA..

    @
    😀

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: