Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Perjalanan Atom Memahami Tuhan

Posted by agorsiloku pada November 8, 2007

BERAWAL dari ketertarikanku pada dunia atom, menggiringku menemukan buku ini sebagai salah satu bahan bacaan. Sebagai salah satu alumnus fakultas sains, terus terang aku belum begitu paham hakikat atom. Ada kekuatan apa di balik atom sehingga dapat mengakibatkan reaksi nuklir yang dahsyat.

Ada keunikan pada buku ini, aku menemukan suatu hal yang menggugah. Ternyata buku ini hasil karya seorang anak bangsa. Rasa ingin tahu membawaku membaca lembar demi lembar dari buku ini hingga halaman terakhir. Dan aku takjub. Jika aku ditanya apakah buku ini menginspirasi? Jawabnya, ya! Sosok pengarang yang gigih, semangat, dan tanpa pamrih demi ilmu pengetahuan, membuatku tergugah.

Terus terang, aku kagum akan kegigihannya dalam memperjuangkan keyakinannya meskipun tidak diapresiasi dengan selayaknya oleh pemerintah. Memang, di negeri ini masih sedikit sekali penghargaan yang diberikan pemerintah untuk para ilmuwan dan para pendidik. Penghargaan lebih banyak diberikan kepada para selebriti, para artis, atau para penghibur. Ilmu pengetahuan menjadi anak tiri yang tersingkir ke sudut paling sempit sehingga membuat para ilmuwan menjadi sulit bernapas.

Walhasil, negeri ini banyak sekali kecolongan. Para brilian dan cendekia lebih tertarik berkiprah di negeri orang yang lebih memberikan apresiasi dan hanya sedikit sekali yang bersikukuh untuk mengabdi dan kembali ke negeri ini. Salah satu yang bersikukuh untuk mengabdi adalah sang pengarang buku yang berjudul Dari Atomos Hingga Quark, yakni Hans J. Wospakrik.

Satu hal yang aku garis bawahi dari pembahasan buku ini adalah ketika mengupas mengenai partikel-partikel penyusun inti atom dan elektron. Pada akhirnya aku menemukan kesempurnaan Sang Pencipta. Tak terbayangkan sebelumnya bahwa sebuah atom dengan ukuran yang sangat-sangat kecil –bahkan lebih kecil dari debu sekalipun– mempunyai susunan partikel yang teratur, tanpa cacat sedikit pun.

Sang Pencipta kehidupan memang telah menyusun segala sesuatunya dengan ukuran yang serapi- rapinya. Terbukti dengan ditemukannya fakta bahwa ukuran inti yang hanya 1 per 10 miliar dari ukuran atom namun massa inti, mencakup 99,95% dari massa atom keseluruhan. Hal ini disebabkan hampir seluruh massa atom dikumpulkan di inti.

Bisa dibayangkan, jika kita mempunyai lemari seluas lapangan bola, sehingga dapat memuat beratus-ratus ribu pakaian, sepatu, tas, dan segala aksesori. Kemudian semua pakaian, tas, sepatu, dan aksesori disimpan di salah satu laci dengan ukuran 30 x 30 cm. Mungkinkah hal itu dilakukan? Tentu saja tidak. Tapi inti atom dapat melakukan ini karena pada inti atom terdapat gaya nuklir yang menjaga proton dan neutron tetap di tempatnya. Peristiwa pengeboman Hiroshima dan Nagasaki merupakan bukti betapa kuatnya gaya nuklir yang tersimpan dalam atom ketika dilepaskan.

Ketakjubanku pada materi kecil ini tidak berhenti sampai di sana. Aku bertanya-tanya, bagaimana mungkin elektron yang bermuatan negatif tidak pernah tertarik oleh inti atom yang bermuatan positif. Elektron-elektron bergerak mengitari inti dengan kecepatan tinggi (1.000 km/detik) seperti halnya planet-planet terhadap matahari. Namun, tidak seperti planet-planet yang berputar pada orbitnya masing-masing karena mempunyai bentuk dan ukuran yang berbeda-beda. Dalam kasus elektron, setiap elektron yang terdapat dalam atom mempunyai ukuran yang sama. Namun, meskipun mempunyai bentuk dan ukuran yang sama, elektron mempunyai orbit yang berbeda di sekeliling inti.

Manusia diberi kemampuan untuk mempelajari fenomena-fenomena alam karena memang manusia diberi kelebihan akal oleh Sang Pencipta. Ilmu pengetahuan hanya merupakan alat bagi manusia untuk memahami lebih dalam tentang hakikat hidup dan kehidupan, untuk memahami makna penciptaan sehingga lebih dekat pada-Nya.(Shinta Dewi, bergiat di Forum Menulis Sains, alchemist_community@yahoo.co.id.)***

Tulisan ini dikutip dari Pikiran Rakyat

Iklan

5 Tanggapan to “Perjalanan Atom Memahami Tuhan”

  1. El Za said

    Assalamualaikum wr wb.

    Demikianlah, sesungguhnya segala sesuatu berzikir kepada Allah SWT dengan cara masing-masing, yaitu senantiasa patuh kepada aturan Allah SWT.

    bahwa setiap zarrah di tubuh manusia, gerakannya selalu diawasi oleh Allah SWT, bagaimana kita bisa lolos dari pengawasanNya Yang Maha teliti.

    “Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun (QS. Al-Isra: 44)”

    bahkan jika zarrah2 itu dipaksa untuk keluar dari aturan yang ditetapkan itu (fusi nuklir) maka terjadilah ledakan energi atom yang Maha Dahsyat.
    Subhanallah.

    demikianlah, jika aturan-aturan yg sudah rapi dikacaukan manusia, (siklus air, ekosistem, kelestarian alam, bahkan fitrah dalam jiwa dan fisik manusia yang seharusnya untuk beribadah kepada Allah SWT,) maka akan terjadi bencana.

    Wassalamualaikum Wr Wb.

    @
    Wass wr.wb.
    Betapa memahami sebutir elektron yang berputar mengelilingi inti sampai bulan mengelilingi bumi, bumi yang menjadi bagian dari sistem seluruh tata surya mengelilingi galaksi, galaksi kemudian mengelilingi yang jauh lebih-lebih besar…. sungguh kita berada pada satu titik putaran tasbih yang tak bisa dibayangkan akal dan sains. Subhanallah, masya Allah kita belum tidak akan memahaminya sehingga memang benar, kita tak mengerti tasbih mereka.

    Suka

  2. ech said

    Kalau boleh memuji, buku ini (dari atomos hingga quark) adalah salah satu buku sains dengan bahasa penyajian terbaik yang pernah saya baca. Dari namanya tadinya saya pikir pengarangnya bukan orang indonesia. Sangat rekomended buat yang suka bacaan sains.

    @
    tentu almarhum adalah salah satu yang saya kagumi, meski saya belum sempat diajari langsung oleh beliau… 😦

    Suka

  3. Spitod-san said

    Wah, apa bapak punya bukunya? biar nanti saya mau pinjam. 🙂

    @
    he..he…he… seperti buku Riwayat Sang Kala, Baby Universe, dan dan lain-lain…. gara-gara sering pindah rumah… entah keselip dimana. Cari lagi deh di Gramed… mungkin masih ada. Tapi, tentu di perpustaakaan fisika itb ada tuh…, Masa karya beliau tidak disimpan di tempat beliau berbagi ilmunya…. 😀

    Suka

  4. abdinegara said

    andaikan ada e-book nya… mungkin akan makin banyak yang membaca dan tercerahkan, dan menambah amal ibadah beliau.

    @
    Setahu agor belum ada !.

    Suka

  5. yahya said

    mngapa orang slalu mmprdbatkan tuhan????
    apakah penjelasan selama ini blum cukup. ataukah orang slalu ingin sesuatu yang lebih………………

    @
    ah.. tidak selalu, dan juga sedikit sekali yang memperdebatkan tentang tuhan. Tapi bertanya tentang siapa Allah, memang disitir di Al Qur’an :”186. Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku…” (QS 2:186).

    Jadi memang Allah sudah mengetahui, bahwa hamba-hambaNya akan bertanya tentang penciptanya. Sedang, yang memperdebatkan tentang tuhan, sepertinya bukan dari golongan hamba-hambaNya…. 😀

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: