Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Ketika Website/Situs Itu Menyesatkan!.

Posted by agorsiloku pada November 7, 2007

Tidak sekali dua kali, sering kita bertemu dengan situs porno menyesatkan, terutama dalam hal akidah. Bukan hanya di situ, tetapi juga “mereka” aktif memasukkannya dalam wiki (terutama wiki berbahasa Inggris, entah bahasa lain). Kemarin, sahabat saya juga mengirimkan informasi mengenai hal ini, kemudian dicek kembali. Ya, memang begitu. Beberapa situs seperti “answeringmachine“, faithfreedodge, thequackery dan tentunya yang setiap saat bertambah dan bertebaran dalam berbagai nama dan pendekatan. Tidak ketinggalan Youtube juga. Tidak bisa tidak, kita akan bertemu dengan site-site seperti ini. Seperti kita berjalan ke pasar, kita akan bertemu dengan berbagai manusia, dengan berbagai tempat, dan berbagai perilaku. Dia akan hadir untuk “menyimpangkan” akidah.

Namun, so pastilah cara seperti “itu” akan tampak begitu kentara dan mudah terbaca. Semakin bersemangat memojokkan, maka akan semakin tampak “sedang” memukul dirinya sendiri. Yang terhalus adalah membuat kita lupa pada apa yang menjadi tujuan kita melakukan sesuatu. Dipujilah karena setiap hari melantunkan ayat suci dengan merdu. Tapi tidak lebih dan tak mau lebih. Tak satupun isinya dipahami. Menjadi alunan musik hati. Kalau ditanya, jawabnya menjadi sangat sederhana saja. Membaca saja pahala. Jadi untuk apa susah-susah memahami. Al Qur’an kan untuk dibaca!. Logika yang sudah begitu biasa.

“Ijtihad itu dua pahala bila benar, bila salah satu pahala”. Kalimat ini juga bisa berarti “Ketika menggunakan pikiran, bila benar dua pahala, bila menyesatkan satu pahala” 😦

Adakah akibat dua pahala dan satu pahala. Boleh jadi seeh, persoalannya bukan pada bagaimana kita memanfaatkan akal atau ujar-ujaran, tapi bagaimana kita menempatkan ujar-ujaran itu pada tempat yang proposional.

Kita kadang mereduksi pikiran-pikiran kita, dan Allah menjadi alat untuk eksploitasi kebenaran yang kita inginkan. Dengan kata lain, kita mereduksi nafsu dan harapan untuk dekat denganNya, kemudian kita mengambil peran berpikir Allah pada diri kita.

Nah itu merepotkan, tujuannya ingin kita menjadi tawadu, pasrah, dan ikhlas tapi dalam pelaksanaanya siapa saja yang tidak tawadu, pasrah, dan ikhlas menurut akal pikiran kita sendiri maka diambilah hadis yang cocok atau ucapan orang-orang yang sudah meninggal lama terdahulu sebagai basis pembenaran untuk melihat dalam kacamata kekinian.

“Repot ya Kang…!?”

“Nggak juga seeh.. kan dengan begitu wacana menjadi hidup” 😀

Sebagai orang yang sekian tahun hidup di dunia marketing salesman, saya sudah berkali-kali mengikuti pelatihan salesmanship/servicemanship, negotiation skill, dan lain-lain pelatihan sampai juga belajar bagaimana mengambil keputusan. Karena itu saya senang bahwa sekarang banyak ummat seagama yang mulai mengajarkan manajemen keimanan, seperti manajemen kalbu, salat smart, pelatihan manajemen mesjid, dan lain-lain. Belum lagi aspek lain yang tentu ada dalam segudang kesempatan dan wacana.

Boleh jadi dan mungkin juga tidak ada baiknya membuat topik-topik hangat untuk ditingkatkan kualitasnya pada bidang :

  • Pelatihan meningkatkan mutu dan ragam bid’ah,
  • Meningkatkan Mutu Pengkafiran dan Strategi Penyesatan Ummat.
  • Langkah Praktis menuju Kemenangan Golongan dan Teknik memecah belah.
  • Pendekatan Rasional untuk Menjauhkan Ummat dari Al Qur’an dan Hadis
  • Manajemen Praktis menuju Hasad.
  • Cepat menjadi menjadi kaya tanpa bekerja asal rajin meminta dan berzikir.
  • Sukses menuju Neraka.
  • Sembilan kunci sukses mendekatkan diri pada spiritual dengan melepaskan keimanan.
  • Manajemen mutu Serakah.
  • Bagaimana menciptakan fiqih yang menyesatkan.
  • Strategi Korupsi sambil tetap dijamin masuk Surga.
  • Strategi canggih menjadikan ummat Islam menjadi teroris.
  • Petunjuk praktis baiat dan takluk pada pemimpin.
  • dan lain-lain

Wah… ternyata kepala ini begitu banyak terisi oleh hal-hal negatif dalam pikiran…. 😦

Namun, jangan salah lho, “model negative marketing” adalah salah satu sisi juga untuk mengenali “positive model”. Hayo, siapa yang bisa menjelaskan terang, tanpa menjelaskan yang gelap (atau sebaliknya). Dapatkah kita menjelaskan gelap pada kegelapan….?

Jadi, kembali ke topik.

Usaha penyesatan yang dihadapi ummat Islam, sering disikapi dengan defensif dan agresif. Jelas dalam manajemen instant diperlukan pelurusan dan penegakkan yang lebih manajerial dan terstruktur. Perlu pelatihan dan pendekatan yang sistematis sehingga menjadi seperti tempo, enak didengar dan diresapi….

Kita tidak bisa lepas dari pola edukasi modern yang serba sistematis, maka perlawanan tradisional harus disesuaikan (tanpa kehilangan esensinya) untuk berjihad melawan semua situs-situs menyesatkan. Bukan dengan teknologi pengkafiran dan strategi penghinaan kembali, tapi dengan menyiarkan kembali kebenaran pada porsinya. Menegasi isi dari mujizat yang kita punya. Ini adalah perang informasi dan gagasan yang diperangi dengan memberikan kesempatan pada siapapun untuk dapat membandingkan, melihat sisi-sisi yang kita miliki, dan lain sebagainya.

Proses ini yang menurut agor, kita musti meningkatkan kualitasnya. Seperti kata komentar dari Mas Engkus, membentengi bukan juga dengan menyerang balik… tapi dengan memberikan kesempatan “yang lain” atau pihak internal melihat kebenaran. Kalau itu bisa berjalan terus, maka site-site itu tidak lebih dan kurang, hanya akan menjadi pedagang kaki lima maya yang basi saja.

Tentu, kalau juga para punakawan dari Islam, tidak ikut-ikutan berkomentar di dalamnya. Karena memang Al Qur’an menegasi untuk jangan kita ada di sana. Jadi, jelas kita butuh “berjihad” komunikasi terhadap perang ini. Kita harus aktif untuk membangun persepsi positif terhadap keyakinan kita. Karena itu pula, maka pilihan pembaca akan semakin kaya dan beragam, maka itu menjadi jalan pula untuk kita tidak tersesat ketika membaca site-site yang memang dibangun untuk menyesatkan. Pesan pokok akan selalu sama. Inti adalah tauhid, siapa yang menyimpangkan dari situ, pastilah itu masuk site yang sesat dan menyesatkan. Apapun bungkusnya.

Perang saat ini adalah perang informasi dan gagasan. Apalagi di dunia ini… dunia selebar layar komputer… 😀

Iklan

5 Tanggapan to “Ketika Website/Situs Itu Menyesatkan!.”

  1. Spitod-san said

    Di lautan informasi internet memang banyak hiu-nya, sih 😀 perahunya harus kuat.

    @
    Perahu ikhlas… 😀

    Suka

  2. NuDe said

    terus gimana ya bang agor, ada petunjuk praktis untuk mengidentifikasi apakah situs itu menyesatkan atau menyehatkan?

    @
    saya hanya berusaha memahami petunjuk al Qur’an, kalau isinya menyalahi maka segeralah situs itu ditinggalkan. Karena menyesatkan bisa juga dengan cara yang sangat tidak kentara, misalnya pendekatan positivisme ilmu atau falsafah di kedalaman yang sungguh dalam namun berbeda dengan kedalaman dari petunjukNya. Saya hanya mendefinisikan menyesatkan dari sudut pengingkaran terhadap keimanan, khususnya pada tauhid. Jika menyehatkan, tentunya kalau menyejukkan dan meningkatkan mutu keimanan….

    Suka

  3. Dimas said

    Saya pernah ke faithfreedog, wuah isinya kebencian semua. Berada di situ seperti berada di neraka. Tidak kuat berlama-lama di situ. Mengapa pengasuh blog itu begitu membenci Islam? Mungkin ada suatu kejadian di dalam hidupnya yang mengakibatkan ia menjadi benci kepada Islam, dan mungkin inilah hal yang harus kita harus mengerti terlebih dahulu. Jika seseorang isinya bensin(kebencian) semua, kemudian kita lempar dengan api, maka seketika itu juga apinya akan jauh lebih besar dan mungkin saja bisa mencederai orang yang melemparnya. Mungkin adalah lebih bijak untuk mencari tahu mengapa ia bisa berubah menjadi bensin, sehingga jika kita mengetahui sebabnya mudah-mudahan dengan izin Tuhan bensin yang ada di dalam diri manusia tersebut bisa berubah kembali menjadi air jiwa yang suci berkat belas kasih Tuhan.

    Sungguh mulia apa yang dikatakan Al-Quran:

    Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.

    Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar.(Al-Quran 41:34-35)

    Semoga kita selalu ingat atas apa yang Ia katakan. Bantu kami ya Rabb dalam mengikuti perintah-Mu. amin

    @
    Betul Mas Dimas, namun itu juga yang mendorong saya membuat blog ini. Saya ingin berjihad dengan ejihad. Mungkin di sini adalah tempat perang di masa kini. Orang harus punya banyak pilihan untuk melakukan pilihan dan pembelajaran. Ada site yang isinya dipenuhi pembelajaran tradisional dan padat sehingga yang bukan keluaran “pasantren” atau aksesnya lelet bisa lelah. Ada yang ringan dan tidak jelas, seperti blog ini. Namun, yah… niat baik saja dulu deh..

    Mudah-mudan sekecil apapun burung pipit mengeluarkan air liurnya untuk memadamkan api, memberikan makna.

    Suka

  4. aricloud said

    Assalamu’alaikum Mas Agor
    Mohon maaf lahir dan batin
    Alhamdulillah mas agor makin produktif, moga bertambah tawadhu dan istiqomah.

    Teknologi akan terus semakin meningkat hingga manfaat dan mudarat akan senantiasa saling berbenturan dengan keras. Dalam banyak image search, hanya dengan membuka filter search, maka hampir apapun kata yang anda cari, maka gambar yang muncul jauh lebih banyak yang mengandung kemudaratan.

    Bagi orang kafir, kita tidak perlu lagi bingung kenapa mereka membenci Islam? karena Al Quran juga sudah menyatakannya demikian.

    Hasutan, celaan, fitnah akan selalu melanda umat Islam. Kalau kita merasa risih dengan itu dan gregetan, maka kita patut bersyukur. Artinya Allah masih menanamkan di hati kita kecintaan dan kepedulian pada agama kita.

    Sebaliknya, dibalik maraknya boikot dan fitnah, namun kita tenang-tenang saja menjalani hidup seakan-akan tidak ada sesuatu apapun yang membahayakan Islam, maka mungkin kita perlu segera introspeksi.. mungkin ada yang salah dalam keimanan kita. Na’udzubillah

    @
    Wass. Wr. Wb… Mas Ari… Maaf lahir batin pula…. Terimakasih untuk do’anya, semoga pula demikian untuk Mas Ari. Salah satu sisi saya punya blog ini, selain karena keinginan untuk menyampaikan dan belajar bagaimana saya memahami ayat, juga agar saya ditemani para pengingat agar saya bisa berada di jalan yang diridhaiNya. Jadi sebuah perjalanan di tengah belantara kelalaian…

    Suka

  5. […] : 1. Test…tes…eh salah….es… na es Possibly related posts: (automatically generated)Review: Fitna was lameFITNA A film by Geert […]

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: