Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Selamat Datang Para Nabi Baru…!?

Posted by agorsiloku pada Oktober 27, 2007

Beberapa hari terakhir ini media massa melaporkan adanya aliran baru.

“Ah itu sudah biasalah… bersama kita hadir pilihan-pilihan baru, pengakuan-pengakuan baru, dan lain sebagainyalah, beragam fiqih/syariat kontroversial sampai ke pengakuan nabi-nabi baru dengan atau tanpa syariat bermunculan dari masa ke masa”. Semakin semrawut negara, semakin banyak kekotoran di luar dan di dalam negeri batin manusia, semakin banyak pula hadir sekte-sekte baru atau aliran-aliran baru yang membawa pembenaran menurut apa yang dipersepsikan hawa nafsunya.”.

“Tadi teman saya bilang (entah benar atau tidak), sertifikat masuk surga dikumpulkan oleh penggede kelompok seharga Rp 700 ribu. Selebarannya ada. Entah benar entah nggak!”

Kadang terpikir oleh saya, benarkah sesat atau tidak adalah sebuah pilihan?

Siapa Yang Menjadi Panglima.

  • Perlukah institusi seperti MUI menetapkan atau merumuskan sesat atau tidak suatu aliran?
  • Siapakah yang menjadi panglima dari urusan penetapan ini?
  • Bagaimana pengaruhnya terhadap iman dan kerukunan ummat tidak beragama? atau yang sesat dalam beragama?
  • Siapa yang berhak menetapkan seseorang/kelompok itu kafir atau sesat atau beriman? Fakta, hawa nafsu tidak pernah juga yang tersesat merasa dirinya tersesat.  Bahkan jauh di ujung pikiran dan dalam kelompoknya : selalu juga merasa dirinyalah yang paling benar. Yang berada di luar kelompoknyalah yang justru sebenarnya tersesat atau dianggap sesat?.

Saya seeh sampai sekarang merasa menganggap bahwa institusi yang sudah menyejarah seperti MUI atau para tokoh ulama, entah itu dari Persis, Muhammadiyah, Nahdatul Ulama, atau lain-lainnya tetap perlu memberikan penilaian terhadap “jalan lurus” yang mereka anggap lurus berdasarkan khazanah pesan yang diacu kepada pemahaman yang lebih universal. Bagaimanapun, saya sih yakin saja, sebenarnya yang haq dan yang batil itu sudahlah jelas. Memang kadang disamarkan dalam berbagai rupa untuk dikaburkan oleh manusia, namun saya percaya juga pusaka-pusaka bumi ini adalah orang-orang shaleh dan berpikir serta berbuat tentunya. Kelompok-kelompok itu setidaknya ada dari para saintis dan ulama yang energinya menyinari sebagian besar ummat.

Penyampaian itu adalah klarifikasi yang memiliki dampak pada pemilihan dan kesadaran ummat untuk menetapkan pilihan hati dan akalnya untuk kaffah, totalitas dalam satu sistem nilai yang dianutnya. Masuk ke dalam atau menghindarinya dari kemungkinan yang dikehendaki atau dikhianati.

Namun, suara itu tetap harus tidak melewati batas-batas hukum yang diacu secara dalam satu negara, dalam satu pemerintahan. Artinya, kalau klarifikasi dilakukan, maka satu benteng uji telah dilemparkan. Sepanjang aliran sesat itu tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum, maka masyarakatlah yang akan memberikan pilihannya. Laku atau tidak jualan “iman” dari para Nabi-nabi baru itu?.

“Kalau jualannya laku, artinya ada yang tidak beres juga dari para ulil albab dalam menjelaskan dan mengingkari kemungkaran”.

Sama dengan teori-teori sains, begitu juga teori-teori dan praktek kebenaran. Yang usanglah yang akan ditinggalkan oleh penganutnya. Mereka juga berada pada pilihan-pilihan, namun karena keterbatasan pengetahuan dan kesempatan serta ketertutupan dari eksternal dan internal, bisa tumbuh harapan yang kejadiannya justru sebaliknya dari harapan.

Namun, saya juga kadang merasa khawatir terhadap perkembangan dunia yang begitu banyak pilihan baik dan sesat di dalamnya, entah dari bacaan, entah dari doktrin-doktrin yang begitu tajam dan mendalam. Kadang kita jumpai manusia yang begitu cerdasnya dalam satu sisi kehidupan, namun begitu absurd dan ngototnya ketika dia menghadapi persoalan yang lain. Tertutup hatinya.

Iklan

14 Tanggapan to “Selamat Datang Para Nabi Baru…!?”

  1. Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhan-mu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya Q.S Al-a’raf;3)

    @
    Dan “itu” tuh… mereka datang mengaku sebagai utusanNya. Dengan ayat yang sama berdalih….

    Suka

  2. kurtubi said

    Duuh iya yaa…..miris melihat perkembangan itu. Namun quran jelas mengatakan bahwa :jaal haqqu wazahaqol batil innal batila kaana zahuqa: yang benar akan terus bertahan sementara yang batil akan mati di tengah jalan… jadi, yang mengaku-ngaku menjadi nabi silahkan saja. Namanya juga mengaku diri, pasti gak tahu diri toh.. 🙂

    @
    Yang menjadi miris… bukan karena kedatangan “nabi-nabi” itu apapun label namanya. Yang miris justru ketika yang “merasa” haq datang untuk menghancurkan manusia yang sesat tersesat dan gagal mengajaknya kembali melihat kebenaran seutuhnya. Perlu begitu banyak kematangan dan kedewasaan untuk membentengi ummat dari kekerdilan berpikir dan bernurani.

    Suka

  3. raksa5 said

    Iya betul juga Mas, kita jadi susah mendeteksi mana yang yang hak dan mana yang batil. Ga tahu dari mana sumbernya, sya dulu pernah mendengar ungkapan orang tua bahwa “nanti akan datang suatu masa dimana antara daging babi dan daging sapi tidak bisa dipisahkan, walaupun dipisah mereka akan tetap bersatu kembali”.
    Ungkapan ini sudah terbukti kebenaranya, baik dalam makna yang majazi maupun makna yang hakiki. Yang diperlukan sekarang adalan menyelesaikan misi para ulama warisatul ambiya menggembleng akidah/tauhid dan akhlah based on sunah rosul. Pada zaman Rosululloh, beliau s.a.w menggembleng tauid “Laa ilaha illalloh, muhammadurasululloh” selama hampir dua puluh tahun lebih dengan penuh tantangan dan various cobaan. Baru setelah akidah umat mantap diberlakukan
    syari’at dan hasilnya sangat mengagumkan sehingga banyak menghasilkan mukmin sejadi yang termashur.
    Sekarang di akhir zaman ini, kondisi aqidah umat sama dengan zaman Rosululloh, walupun banyak organisasi2 Islam, kyai segudang, jumlah masjid hampir di tiap rt, tapi aqidahnya sangat rapuh, lebih rapuh lagi dari pada zaman beliau saw.Ilmu pengetahuan segudang, dalil hadist qur’an diluar kepala,tapi akidahnya kosong (nol) sama seperti saya. Sama halnya seperti pohon yang tumbuh subur daun dan buah lebat,tapi akarnya rapuh tidak masuk kedalam tanah, dimana badai datang menghantam, maka robohlah pohon tiu.
    Tidak tahu siapa yang salah atau keliru? Pembelajaran agama pada zaman sekarang hampir 95 % dimulai dari syari’at (fiqi) bukan dari aqidah dulu, karena mereka (para da’i,ustad,kyai,dst) berpendapat bahwa zaman sekarang sudah bukan zaman jahiliyah, tinggal enaknya dakwah. Berlomba-lomba mencetak da’i dan semua orang ingin menjadi da’i tidak mau menjadi umat, seperti saya menulis disini ingin dikatakan pintar,cendikiawan,gak mau jadi umat tersesat dan takut dibilang dari kalangan tersesat, nanti saya ditumpas ampun deh mau balik lagi ke jalan yang lurus tapi yang mana yah?

    @
    Betul Mas Engkus, :”…nanti akan datang suatu masa dimana antara daging babi dan daging sapi tidak bisa dipisahkan, walaupun dipisah mereka akan tetap bersatu kembali”. Kalau tak salah dalam satu artikel yang saya kumpulkan mengenai khinzir… itu sudah terjadi….
    Saya sedang mengumpulkan artikel lanjutan yang justru semakin memastikan kebenaran dari hadis itu….

    Apakah dalam persoala aqidah … memang semakin memburuk?. Sepertinya… sepertinya… ah… rasanya nggak enak mengatakannya….

    Suka

  4. almirza said

    Ah bisa dong tahu yang sesat atau yang batil
    Gunakan saja Akal

    @
    Dalam sebuah cerita dongeng dikisahkan ada satu negara yang semua rakyatnya tidak waras. Yang tertinggal tinggal rajanya saja yang waras. Raja ini kemudian dibunuh oleh rakyatnya karena satu sebab : Kata “sejumlah rakyat” satu-satunya yang tidak waras di negeri kita adalah raja. Maka raja harus dimusnahkan.

    Yang batil dan yang haq dipahami dari sudut kesadaran hati, akal menjustifikasi tindakan terhadap kesadaran hati. Di tempat dimana hati tertutup, sangat boleh jadi akal akan menjawa dalam kesesatan, seperti rakyat di negeri dongeng itu… 😀

    Suka

  5. almirza said

    Di tempat dimana hati tertutup, sangat boleh jadi akal akan menjawab dalam kesesatan, seperti rakyat di negeri dongeng itu

    Di tempat dimana Akal tertutup maka Hati akan terus berkata “Pokoknya” :mrgreen:

    @
    Hati ditutup sehingga akal tertutup. Yang tertutup hatinya… karena ke”sombongan”….
    Kadang sulit untuk menyadarinya…. 😀

    Suka

  6. Ridwan said

    Betul Bung Almirza, logika sederhananya aja, misalnya tentang sertifikat masuk surga, itu kan sudah merupakan penipuan, siapa yang bisa menjamin? Cuma para “orang-orang Pinter”. Seperti orang-orang JIL, penafsiran mereka didasarkan selera mereka sendiri. Berusaha untuk bersilat lidah mengaburkan kebenaran itu sendiri. Semoga Allah memberikan mereka jalan yang lurus.

    @
    Namun yang “hebat…” kok bisa-bisanya ya percaya. Seperti penipuan ala “pohon Mas”. Beribu (bahkan puluhan ribu) orang pada berbagai jabatan dan kekayaan berbondong-bondong untuk menjadi lebih kaya dalam waktu singkat. Al hasil “pemilik pohon Mas” meraup milyaran rupiah nasabah. Sebagian dari mereka adalah orang terpelajar.

    Mengapa begitu mudah terpedaya… apakah karena sifat manusia yang terburu-buru, mau cepatnya saja dan melompati tahapan-tahapan akal. Begitu juga kepada para nabi baru itu. Begitu mudah pula terpesona.

    Tentu saja ini tidak untuk dibandingkan dengan logika dan peluang serta “arahan” yang dibangun oleh kelompok-kelompok yang Mas sebutkan memenuhi “selera” mereka sendiri. Dasar-dasar pijakannya dibungkus lebih santun dan logis, bahkan juga pada wilayah-wilayah yang “rawan” kecelakaan. Kita sering menjadi pintar dan lebih pintar ketika berhasil memintari orang lain…..

    Suka

  7. kawula alit said

    kapan ada media yang berani mempertemukan para nabi-nabi baru tersebut dalam satu meja, dipandu oleh presenter macam tukul, kemudian berdiskusi dengan disaksikan jutaan pemirsa.

    selamat pada para pejuang kemanusiaan, dengan mengatas namakan apa saja!!

    satu keajaiban para nabi yang tak terbantahkan:
    “kok bisa-bisanya ya, banyak orang yang percaya,.. gitu loh!”

    @

    Ha…ha…ha…ini benar-benar ide bagus…. kita bisa melihat “para Nabi” ini ditangani Tukul Arwana…. 🙂 😀 😀
    Mudah-mudahan saja ada kru tivi yang berminat….

    Suka

  8. Who am I said

    Telah datang Nabi baru !

    saat ini, keyakinan manusia sedang berada di ujung tanduk. apa pasal ? karena utusan tuhan yg dulu menjadi ikutan sudah masuk ke dalam tanah ! mereka merasa sudah tak ada lagi manusia yang layak dijadikan panutan dan tuntunan. sebab itu, tak heran bila…

    @
    Jejak begitu nyata, keteladannya menggetarkan hati, jasad seeeh di dalam tanah, namun pesannya tetap bergema kok .. 😀

    Suka

  9. Arifcha MW said

    bukankah kita semua sudah tahu sejak awal bahwa umat islam akan pecah menjadi 73 golongan. Disebutkan 72 golongan akan masuk neraka, dan yang satu akan masuk surga. jadi,biarkan sajalah muncul ajaran2 islam yang baru, toh sudah takdirnya seperti itu. ngapain pemerintah susah susah menangkap para nabi baru dan pengikutnya? kurang kerjaan aja! tinggal diri kita meyakini yang mana? jangan sampai bingung oleh keadaan ini. ikuti saja kata hati. beres khan?

    @
    Pesan Allah kepada mereka yang membuat golongan-golongan itu ?

    QS 23. Al Mu’minuun :
    52. Sesungguhnya (agama tauhid) ini, adalah agama kamu semua, agama yang satu, dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepada-Ku. 53. Kemudian mereka (pengikut-pengikut rasul itu) menjadikan agama mereka terpecah belah menjadi beberapa pecahan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka (masing-masing). 54. Maka biarkanlah mereka dalam kesesatannya sampai suatu waktu.
    QS 21. Al Anbiyaa’
    92. Sesungguhnya (agama Tauhid) ini adalah agama kamu semua; agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku. 93. Dan mereka telah memotong-motong urusan (agama) mereka di antara mereka. Kepada Kamilah masing-masing golongan itu akan kembali.

    Islam adalah agama tauhid.

    Suka

  10. Manusia adalah makhluk berakal, kesesatan terjadi bila tidak mengikuti petunjuk yang sudah diberikan kepada ummat akhir jaman yaitu Al Qur’an.

    Sesat atau tidak bisa dilihat apakah dia mengikuti petunjuk Al Qur’an atau tidak. Di jaman ini sangat banyak orang tersesat. Lihatlah banyak yang masih kafir, munafik dan musyrik.

    Supaya tidak tersesat, mengapa kita tidak mempelajari petunjuk Al Qur’an dengan seksama?

    Elfarid
    http://elfarid.multiply.com/

    @
    Ah iya Mas… betul sekali, meski banyak sekali lho… yang mempelajari Al Qur’an begitu seksama dan telitinya dan memanfaatkan untuk menundukkan satu suku bangsa (sejarah Aceh), para “mereka” di dunia maju mempelajari begitu seksama. Jadi, memang ada memahami dan tidak mengikuti petunjuk ada yang sebaliknya. Ada dimensi di belakangnya yang menjadi sebab. 🙂

    Suka

  11. danalingga said

    Prinsip saya lawanlah dakwah dengan dakwah, bukan dengan kekerasan. Semisal suatu golongnan kita anggap di jalan yang sesat, ya dakwahilah yang sesat itu. Semisal kita khawatir masyarakat jadi ikut tersesat, ya dakwahilah masyarakat itu. Sebab toh menurut golongan yang kita pandang sesat itu, mungkin kita dan masyarakatlah yang tersesat, sehingga mereka terpanggil untuk mendakwahi.

    @
    Saya juga berpendapat begitu. Selain memang Nabi sendiri mengajarkan keteladanan dalam memerangi kesesatan juga dalam dunia komunikasi, yang laku dijual adalah yang bisa “memenuhi” hasrat manusia. Hanya memang ada gelimang nafsu yang menjadikan indah semua yang “sesat”…

    Suka

  12. Teguh said

    bagaimanapun juga mereka(nabi baru itu) juga manusia
    kalau salah dan sesat kan wajar
    jadi kalau dihakimi masa kan wajar
    kalau dihukum pancung juga kan wajar
    kalau di’gebuki’ warga juga wajar

    kuncinya adalah sikap kita yang bijak dan dewasa dalam menghadapi
    itu semua.
    kalau kita berani ayo kita lawan
    tinggal bagaimana cara kita melawannya
    dan usahakannya jangan jadikan faktor fisik sebagai jalan utama….!

    @
    Membangun ukuran wajar dalam satu kewajaran dalam tatanan wajar keberagamaan dan pilihan-pilihan yang menyebabkan kewajaran-kewajaran itu dinilai wajar. Itu yang wajar saja tidak dipahami … 😀

    Suka

  13. SOFIE said

    salam sejahtera…..
    selamat datang para nabi baru……….
    tinggal kita meneliti-melihat,,,,,
    mana nabi asli…..
    mana nabi palsu……….

    @
    🙂

    Suka

  14. Utusan Allah said

    Hai manusia dimuka bumi telah hadir ditengah-tengah kamu seorang Rasul yang memahamkan Al-Quran dan mensucikan kamu dari segala dosa-dosa yang pernah kamu lakukan ikutilah dia sebab sebentar lagi azab yang pedih akan datang menimpa bangsa ini,bila kamu iman kepada Rasul tersebut kamu akan terbebas dari azab tersebut.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: