Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Berapa Biaya Pengrusakan Akhlak?

Posted by agorsiloku pada Oktober 16, 2007

Beberapa hari yang lalu ada catatan biaya yang disampaikan KH Jalaluddin Rahmat dalam acara di Republik Mimpi 2 hari yang lalu. Kalau tak salah nih, biaya setahun yang dikeluarkan :

Biaya pendidikan sekolah dasar sedunia 6 milyar dollar.

Biaya merokok sedunia 35 milyar dollar.

Biaya Narkoba sedunia 400 milyar dollar.

Biaya militer sedunia 700 milyar dollar.

Biaya coklat dan eskrim di Eropa saja 11 milyar dollar.

Meskipun saya tidak tahu sumbernya dan lebih cenderung tidak percaya kebenaran informasi ini, tapi menunjukkan betapa timpangnya komposisi ketidakadilan (baca: distribusi pengeluaran) yang terjadi. Nafsu untuk berkuasa dan mencari kenikmatan dunia jauh lebih tinggi dari pada biaya membangun peradaban.

“Kok tidak percaya?.”

“Ya iyalah… mbok berita Kompas dulu itu, biaya Perang Irak-Amerika saja ngabisin 2000 milyar dollar.” Jadi kalau pengeluaran sebesar itu, rasa-rasanya nggak akuratlah itu data.

Kita juga belum tahu, berapa biaya yang dikeluarkan untuk menghancurkan peradaban agama dan berapa biaya diperlukan untuk semakin jauh dari Sang Maha Pencipta dikeluarkan musuh Allah dari rizki yang dicurahkan kepada manusia?.

Iklan

6 Tanggapan to “Berapa Biaya Pengrusakan Akhlak?”

  1. qzink666 said

    Sepertinya gak jauh beda kok biayanya, mas.. Sebelas duabelaslah sama yang udah dikeluarin para pembela Allah.. Hehehe..

    @
    ha…ha…ha… nggaklah. Biaya untuk menikmati kesenangan hidup jauh-jauh lebih besar dibandingkan kesukaan untuk berbagi dan beramal. Apalagi untuk mengeluarkan uang hasil jerih payah keringat sendiri (baca rezki Allah). Berapa uang yang dikeluarkan untuk berkurban, setiap tahun atau sekali seumur hidup, jumlah untuk membayar zakat, jumlah uang yang dikeluarkan untuk membantu fakir miskin dan anak yatim dibanding dengan pendapatan pribadi. Termasuk saya juga, masih lebih banyak dibayarkan untuk kesenangan dunia, ketimbang mengeluarkan uang untuk beramal shaleh. Allah mensyaratkan begitu ringan (2,5%) tapi, berapa yang kita mau keluarkan dari rezkiNya. Orang semakin kaya, berkencederungan seperti Karun. Karena itu, usaha untuk memanfaatkan kelimpahan harta, kerap dilakukan dengan mengusir segala trade merek kemiskinan…..

    Kalau para pembela Allah itu mengeluarkan uang jumlahnya seperti untuk membeli Narkoba, maka kemakmuran sudah jauh-jauh lebih merata…..

    Suka

  2. rd Limosin said

    hm… bener juga

    @
    😀

    Suka

  3. qzink666 said

    Yah, kalo gitu anggap saja komen saya diatas sebagai doa ya, mas.. Doa untuk dunia yg lebih nyaman untuk ditinggali. Semoga.. 😛 btw, org2 seperti Osama, Amrozi, Azhari, yg udah rela ngeluarin banyak dana buat ngerakit bom itu termasuk pembela Allah bukan ya, mas?

    @
    Yap… betul Mas, semoga ya, semakin banyak orang yang berinvestasi akherat sebagai bagian dari ciri orang beriman : berbuat kebajikan karena Allah. Nasehat ini sering didengar dan terutama juga buat yang menuliskannya. 🙂

    Kalau mengenai Osama bin Laden : saya tidak tahu, apakah betul beliau pelakunya. Karena selama ini masih prasangkaan dan pembenaran dari itu tuh….

    Mengenai Amrozi dan Azhari, saya juga tidak tahu mereka rela mengeluarkan banyak dana (dana yang dicarinya sendiri dengan halal atau tidak !) namun, dalam pemahaman saya, ngebom siapapun kafir atau bukan, tidaklah termasuk golongan pembela Allah. Ciri orang beriman itu :
    QS 2. Al Baqarah 177. Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.

    Sedangkan memerangi di jalan Allah dijelaskan begitu gamblang dari ayat-ayat antara lain QS Al Baqarah :
    190. Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.
    191. Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikanlah balasan bagi orang-orang kafir.
    192. Kemudian jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
    193. Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim.

    Garis tebal untuk memberikan penekanan. Hal yang kemudian perlu kita garis bawahi adalah kondisi dari kalimat : “orang-orang yang memerangi kamu”, “jika mereka memerangi kamu”, “kemudian jika mereka berhenti” menunjukkan kondisi jika – maka. Menunjukkan sebab akibat.

    Karena itu, apakah dan siapakah yang di bom itu?, bisa dijadikan pertimbangan apakah mereka jadi pembela Allah hanya karena mereka berteriak :”Allahu Akbar” dan merasa akan mati syahid….

    Suka

  4. qzink666 said

    Terimakasih untuk pencerahannya, mas.. Kini saya tahu kalo islam gak se-barbar yg saya pikir. Dulu, saya beranggapan, islam adalah agama yg barbar, pengalir darah sepanjang abad, gemar mengkafirkan, hobi melaknat, penganjur polygami, dan hal2 negatif lainnya.. Padahal kolom di KTP saya jelas2 tertulis ISLAM.. 8) ah, coba setiap orang islam benar2 mengamalkan ajaran luhur Al-Quran, pasti islam gak bakal melahirkan orang2 semacam Amrozy, dkk..
    Saya berdoa, demi dunia yg lebih nyaman untuk ditinggali.. Terimakasih dan salam kenal.. 😛 😛

    @
    Sama-sama Mas…
    Saya juga mencoba mencari jawaban dari pertanyaan-pertanyaan serupa. Mas beruntung lebih mudah menemukan jawabannya. Saya mendapatkan sebagaian jawaban, dan sebagian lagi tersedak ditenggorokkan. Mengapa ajaran yang begitu luhur dan prinsipil serta universal dalam sikap hidup vertikal maupun horisontal, tapi ketika ditangani pelakunya menjadi alat untuk membangun perbedaan dalam internal sendiri. Masing-masing membuat keyakinan masing-masing, bahkan kadang seperti menghakimi kitab utamanya…. 😦

    Memang benar, perang terbesar itu perang melawan hawa nafsu, seperti disampaikan oleh junjungan sepulang dari Perang Badar….

    Suka

  5. kurtubi said

    Sekalian membaca artikel, menikmati pula dialog antara Antum dengan qzink666 … 🙂 TQ

    @
    Jadi malu… ini adalah wacana yang sebenarnya rumit, karena di wilayah belahan dunia “sana”, bunuh diri bersama bom yang dibawanya ada yang menerima sebagai salah satu pembenaran dalam peperangan atau menyerang musuh atau kamp musuh. Pilihan yang diambil sebagai satu-satunya pilihan yang terpaksa diambil setelah jalan lain yang mungkin tidak dapat diambil. Jadi, dilakukanlah pilihan bom bunuh diri. Tetapi, membom bukan musuh yang memerangi, tidak bisa dimasukkan pada kritera dalam peperangan. Apalagi ketika yang dibom pada saat itu menjadi sangat tidak jelas, apalagi yang dibom malah bangunan dan mall yang sarat dengan orang pergi berbelanja atau penjaga toko. Artinya tidak ada “tebang pilih”. Tidak ada agama yang mengajarkan ini. Jadi, dalam pikiran awam ini, Allah tidak akan meridhai tindakan seperti ini……

    Suka

  6. charly said

    cape deh bro,
    andai semua sama,
    tapi semua beda,
    mungkin ketika sang khalik tiba
    baru ada jawab.

    @
    Hanya sekedar merenungi, betapa dahsyatnya kekuatan untuk terlepas dari jaring dan simpul pilihan….

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: