Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Alhamdulillah, Satu Syawal Tahun Ini Berbeda Lagi.

Posted by agorsiloku pada Oktober 11, 2007

Alhamdulillah, untuk tahun ini Pemerintah gagal lagi menyatukan ummat Islam di Indonesia untuk merayakan akhir Ramadhan berbeda. Alhamdulillah, perbedaan ini membuat tetangga berbeda hari berpuasanya dengan tetangga lainnya yang berdekatan. Alhamdulillah, tetangga sebelah masih sahur, sedang kita akan bersiap-siap sholat Ied. Alhamdulillah, inilah hasil dari pembelajaran puluhan tahun bangsa ini untuk merayakan lebaran tanpa pertumpahan darah. Alhamdulillah, perbedaan adalah rahmat, maka kita bisa terus memperbesar perbedaan ini demi rahmat agar ummat belajar menghargai perbedaan. Alhamdulillah, tidak ada yang dikalahkan dan kami tetap bangga dan merasa pintar karena perbedaan ini menunjukkan bahwa tidak ada pentingnya musyawarah untuk kebersamaan. Dengan perbedaan ini justru kita tahu bahwa kita telah berbeda dan jelas pula kita telah lebih maju di banding jaman Nabi. Karena di jaman Nabi, tidak ada yang berbeda hari untuk berangkat Sholat Ied, apalagi jika sampai berbeda kemah, berbeda pula hari H-nya.

Alhamdulillah, inilah kesempatan sekian kalinya bagi ummat untuk memahami keinginan para pemimpin untuk memisahkan hari raya sebagai produk untuk membuat perbedaan. Alhamdulillah, Rabb. Ampunilah para pemimpin kami yang dengan sengaja menjauhkan musyawarah sehingga kami tidak makan ketupat di hari yang sama, tidak sholat Ied di hari yang sama, dan kami datang ke pada orang tua yang sedang berpuasa, sedang kami sudah berlebaran.

Allah, Tuhanku, kami menjadi bangga dengan perbedaan ini dan kami buat alasan ini sebagai kehendakMu, sebagai rahmatMu, sebagai kebanggaan kami. Ampunilah mereka, ampuni kami juga Rabb karena kami kecewa lagi setelah puluhan tahun dikecewakan dengan alasan-alasan yang sama.

 

Kami sering meminta yang Engkau tahu itu tak baik bagi kami, kami sering menilai buruk apa yang sesungguhnya baik bagi kami. Ini karena kami dalam kelemahan pikir dan sering karena kesombongan diri. Hari ini kami datang kepadaMu dengan segunung dosa. Ampunilah kami, ampuni kami dari prasangka kami, ampuni kami karena tak sempurna dan lurus menjalankan perintahMu.

 

Engkaulah Dzat Mahasuci dan Maha Pengampun. Allahu Ghofuru Rahim, kalau tidak karena ampunanMu, niscaya kami menjadi orang yang merugi. Engkaulah Maha Pemberi, jadikanlah hambaMu ini menjadi orang yang mampu melapangkan hati untuk ingat saudara-saudara kami yang menjalani ujianMu, agar kami dapat menafkah rezki yang Engkau berikan menjadi ibadah kami kepadaMu. Ringankanlah langkah kami untuk menemui saudara-saudara kami yang tak bisa merayakan hari kemenangan dan karenanya kami ikhlas berbagi.

Gerakkan hati kami dan pemimpin-pemimpin kami menuju apa yang sesungguhnya telah Engkau Ridhai. Sungguh kami meyakini, Engkau telah mengetahui apa-apa yang akan kami sampaikan dan ingini.

 

Bagaimanapun juga kami kesalnya atas kejahilan ini, kami bersyukur telah Engkau limpahkan kepada kami, sehingga Ramadhan bersua kembali, menjadi bekal dan tanya, adakah Engkau pertemukan kami dengan Ramadhan berikutnya.

TAQABBALLAHU MINNA WA MINKUMM TAQABBALLAHU,
YAA KAARIIM

Shiyamana wa shiyamakum


MINAL 'AAIDIIN WAL FAAIDZIIN

 

Jikalau Engkau berkenan, Tuhanku.
Apakah rahmat dari perbedaan ini?, adakah jalan terang bagi kami sehingga dan sedemikian rupa kami bisa mensyukuri nikmatMu dengan saudara-saudara kami sekampung, sekota, sepulau pada hari yang sama.

(Tidaklah kami memohon se-Indonesia, karena lebar dan luasnya negeri kami ini, namun kalau sedusun, sekampung, kami merasa tak lengkap jika tidak bersama-sama)

 

Teriring salam kepada semua kerabat dan saudara-saudaraku yang telah sudi berkunjung ke tempat kami, tempat ketupat berpikir dan
kebodohan diri diutarakan.
Terimakasih atas segala nasehat yang telah disampaikan kepada kami
Segala kelapangan hati dari saudara-saudara kami adalah keniscayaan yang kami syukuri.

Mohon Maaf Lahir Batin.

Satu Syawal 1428 H

(12 atau 13 Oktober 2007 ya…)

Iklan

7 Tanggapan to “Alhamdulillah, Satu Syawal Tahun Ini Berbeda Lagi.”

  1. […] Mas agor, ToBiL, Xmantan, Neng Wiwit, neng Ma, Stipod San, Jaka? , ErandeR, mas Heri, Geddoe, Joesatch , Kang Tajib mas Guhpraset Tak lupa Almarhum Wadehel, Luthfi, Neng Chiwmutz, Pak Sodiq kang Tutur […]

    Suka

  2. ganedio said

    Kepada Mas Agor dan seluruh pembaca Muslim di wordpress, saya mengucapkan

    “Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir dan Batin.”

    TAQABBALLAHU MINNA WA MINKUMM Shiyamana wa shiyamakum
    MINAL ‘AAIDIIN WAL FAAIDZIIN

    Ya Alloh, karena Engkau kami beribadah ramadhan.
    Ya Alloh, kami datang pada hari Raya ini dengan membawa sepanggul ibadah ramadhan.
    Ya Alloh, terimalah dari kami ibadah yang kecil ini dengan sambutan hangat keharuan kedua belah tangan Engkau.
    Ya Alloh, ampunilah seluruh dosa-dosa kami sebagaimana kami juga telah memaafkan seluruh kesalahan-kesalahan sodara-sodara kami. Amin.

    @
    taqabballahu minna wa minkum, kullu ‘amm wa antum bi khair!
    Maaf lahir batin…. terimakasih ketupat yang selalu dikirimkan. Salam hangat selalu.
    agor.

    Suka

  3. Herianto said

    Alhamdulillah… berbeda lagi. 🙂

    Minna wa minkum taqabbal ya karim…

    MINAL ‘AAIDIIN WAL FAAIDZIIN
    Mohon Maaf Lahir Batin
    Selamat idul fitri
    Satu Syawal 1428 H

    @
    Taqabballahu minna wa minkum
    Maaf lahir batin…. Terimakasih pula kesudian rajin berkunjung dan memberikan catatan-catatan berharga bagi kita semua.

    Suka

  4. Selamat hari raya Idul Fitri 1428 H. Mohon maaf lahir dan bathin. 😀

    @
    Alhamdulillah… saling memaafkan… datang dari sudut hati terdalam dari sekian keniscayaan. Semoga kita bersua lagi Ramadhan berikutnya.
    Maaf lahir dan batin….

    Suka

  5. ech said

    Mas Agor,
    Saya sekeluarga juga mengucapkan Selamat Hari raya Idul Fitri,
    Taqabballahu minna wa minkum
    mohon maaf lahir dan bathin

    @
    Teriring salam dan Maaf dari agor dan kel. Semoga amal kita sampai kepadaNya dan ampunanNya dibukakan untuk kita. Amin.

    Suka

  6. kurtubi said

    Ja’alanallahu waiyyakum minal ‘aadiina wal faaiziina athohiriina… maafkan ata segala kekhilafan saya (salah baca, salah komentar, salah pengertian dll) yaa mas semoga web ini terus2 mencerahkan…

    @
    Semoga amal ibadah kita diterima, dibukakan pintu rahmatNya, dan saling berterima maaf dan salah. Manusia tempatnya salah dan lupa. Selamat merayakan Ied dalam kebahagiaan kita bersama, kebahagiaan yang dikaruniakan kepada ummatNya. Salam tabik untuk semua santri Buntet. Agor.

    Suka

  7. […] saat ini adalah, kami sebal dan benci dengan keputusan yang membuat kami tidak bisa bertemu dengan anggota keluarga yang berlebaran di hari berbeda, yang membuat kami bingung, ada yang sholat Id tanpa didahului malam takbiran, ada yang […]

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: