Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Orang Beriman Itu Resikonya Banyak Dihina !?.

Posted by agorsiloku pada September 23, 2007

Yo i.
Begitulah… karena itu menjadi sabar itu penting. Mengapa?, ya karena orang-orang beriman itu bertawakal pada Allah yang tak nampak, kehidupan eksoteris (materi, fisis) lebih tampak nyata dan indah dari pada perjalanan esoteris (spiritual). Di satu masa, kehidupan esoteris lebih dihargai dan dicari (sampai kinipun) dibanding kehidupan eksoteris.

Lalu, haruskah orang beriman merasa terhina oleh pandangan eksoteris?

QS 2. Al Baqarah 212. Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. Dan Allah memberi rezki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas.

Jadi kalau mau berpikir jangka panjang, tentu bukan untuk mempersiapkan pensiun di masa tua, tapi juga persoalan terletak pada investasi yang ditanamkan dan ingin kita petik setelah kematian kita.

“Lho, kok memetik investasi setelah kematian?”
“Ya iyalah, hidup ini kan tidak lebih dari main-main dan senda gurau belaka. Mengapa terlalu mencintai dunia !. Toh semua selalu terbukti, tidak ada harta dibawa setelah kita terbujur kaku !?”.

Jadi, kalau dipandang hina, janganlah kita biarkan diri kita terhina dalam pandanganNya.

“Namun, gimana ya… udah banyak dosa nih. Udah terlanjur”.

“Pintu taubat tak pernah ditutup sampai waktumu tiba !”

(Catatan kecil bulan Ramadhan 1428 H).

Iklan

5 Tanggapan to “Orang Beriman Itu Resikonya Banyak Dihina !?.”

  1. Benar. Orang-orang yang ingkar itu memandang hina orang-orang yang percaya. Kami sering menyaksikannya di blog kami.

    @
    Sang Junjungan berkata kepada Malaikat yang marah karena Rasul Akhir Zaman itu dihina, dan Muhammad menjawab :”… Jangan… mereka itu kaum yang tidak mengerti”.

    Duh Gusti, sulitnya mengikuti teladan RasulMu.

    (melalui blog boleh jadi saya bisa sabar, dan kalau pun tak tahan keselnya, tinggal hapus saja, dalam dunia nyata !)

    Suka

  2. […] tak kurang berbagai bahan pemikiran di posting, bang Agorsiloku disini, Ustadz Tajib disini, tapi tak juga terjadi perubahan perubahan seperti yang […]

    Suka

  3. Lho kenapa mesti merasa terhina pak agor?

    Kalau tidak salah sih kebutuhan tertinggi (puncak) yang juga diangguki Abraham Maslow pakar psikologi itu si kebutuhan yang metafisis. Semakin matang/ tinggi kualitas kemanusiaanya orang tersebut akan lebih membutuhkan sesuatu yang sifatnya bukan materi. Sedangkan manusia paling bawah cenderung hanya memenuhi kebutuhan-kebutuhan materi.

    Mereka (siapa saja) memandang hina dimungkinkan karena keterbatasan mereka mengartikan kehinaan dan kemulyaan. Ukuran kehinaan atau kemulyaannya pun mereka ciptakan sendiri, memakai rumus suka-suka. Kemulyaan kita dan mereka tidak akan pernah sama selama alat ukur/cara pandang/yang diimani/pegangan/tuntunan yang digunakan tidak sama.

    Karena kita percaya pada sang Maha pencipta kemulyaan, jadi ya imani ukuran kemulyaanNya.

    Saya tidak bisa membayangkan ketika harta dijadikan ukuran kemulyaan. Akan sangat banyak orang yang hina.

    Tapi sungguh Allah kita maha bijaksana dan adil, hati dengan manifestasi laku/akhlaq (kepada Allah dan manusia) lah ukurannya.

    @
    Terhina di mata manusia, kadang membuat kita minder dan terhina juga. Meskipun sadar bahwa terhina di mata Allah lebih menakutkan. Karena itu, agor juga ingin berbesar hati dan tersenyum ketika kaum yang tidak mengerti memandang hina agama yang diridhaiNya.

    Jadi benar… mengapa kita harus merasa terhina kalau mereka memandang hina. Namun, juga kita merasa terhina oleh saudara sendiri yang menghinakan dirinya untuk mereka. Padahal tidak boleh kita bersedih pada kaum yang menjadi ingkar, setelah datang pengetahuan padanya.

    Suka

  4. Herianto said

    Banyak dihina atau banyak terhina ? 😀
    Adakah keimanan telah menjadi sesuatu yang “aneh” di zaman ini ?
    Lalu mana yang lebih banyak antara orang2 yang menghina dan orang2 yang dihina di zaman ini ?

    Saya teringat dengan hadist yang menyatakan : “Dahulu Islam muncul dianggap sebagai hal yg aneh, dan nanti di akhir jaman juga akan kembali dianggap aneh” (CMIWW, kata2nya gak persis gitu ya ?)

    Salam kenal mas. Postingan ttg agamanya cukup lengkap.. 🙂

    @
    Salam kenal kembali Mas.
    Keimanan cenderung kian aneh di zaman ini, dan tentu saja akan makin banyak yang memandang hina.
    Statistik ini, menjelaskan hal ini.

    Batu ujian untuk orang-orang beriman, apalagi bagi sedikit manusia yang Allah tetapkan sebagai pusaka bumi.

    Suka

  5. Spitod-san said

    orang islam sering dipandang hina oleh nonislam, tapi orang yang mengaku islam juga sering memandang hina nonislam.
    ini mungkin salah satu bentuk standar “aku”sentris.. 🙄
    kelihatannya ayat al quran diatas adalah untuk menghibur dan menenangkan umat muslim, agar kita tak bersedih hati 🙂

    @
    Ayat menjelaskan reposisi pandangan dan tidak terkelabui… insya Allah.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: