Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Malaikat Yang Mengatur Urusan Dunia !

Posted by agorsiloku pada September 18, 2007

Saya memundurkan mobil keluar. Siang itu memang saya ingin sedikit berbelanja untuk berbuka nanti. Sambil menunggu anak dan isteri bersiap. Pintu mobil dibuka dan saya duduk di depan setir sambil    membaca buku kecil. Tak lama kemudian, isteri dan anak masuk ke dalam mobil. Ketika pintu mobil mau ditutup terdengar suara nyaring berkali-kali :”eong… eong….”. Ini suara anak kucing. Saya terhenyak. Mendengar suara itu dengan seksama. Rasa-rasanya suara itu dari dalam bawah mobil. Mungkin ada anak kucing sedang bermain-main di ban mobil kiri depan. Pernah terjadi memang, ada anak kucing berada di antara gardan mobil dan mesin depan.Kap mobil saya buka, sekalian mengisi air radiator yang berkurang. Suara kucing tak terdengar lagi. Diperiksa teliti setiap celah tidak ditemukan, pada ban mobil dan sekitarnya juga tidak ada. Mungkin kucingnya sudah pergi!. Bergabung dengan beberapa anak kucing lainnya yang memang berkeliaran di sekitar halaman rumah. Kucing-kucing kecil yang ada ini memang bukan kucing peliharaan, jadi tidak jinak dan tidak akrab dengan manusia. Jadi nyaris tidak bisa didekati. Kucing-kucing itu memang sering mencari makan, mengais-ngais sisa makanan di tempat pembuangan sampah rumah.

Saya masuk lagi ke mobil dan mau dijalankan. Namun, suara terdengar lagi :”Meong.. meong”. Saya kembali turun dari mobil, periksa lagi. Tak juga ditemukan. Pembantu di rumah juga ikut keluar, memeriksa. Lalu dengan yakin :”Itu tuh, suara kucing dari situ..”. Tak jauh dari mobil, memang beberapa anak kucing sedang bermain-main. Saya tak tahu, ada berapa anak kucing.

Hampir pasti, suara kucing itu bukan dari dekat mobil. Boleh jadi sih. Agak ragu juga, tapi sudahlah. Toh cuma anak kucing. Kalau tergilas ya… salah sendiri, kenapa ada di tempat berbahaya. Bermain-main di sekitar atau naik ke dalam lubang-lubang yang ada dalam mobil.

“Ayah, itu tuh ada…”, anak perempuanku yang keluar dari mobil menunjuk ke bagian cakram ban mobil.

Istriku juga keluar lagi dari mobil. Seekor kucing belang abu-abu hitam terjepit antara bagian dalam mobil dan cakram (pirodo) ban mobil.

Mobil saya matikan. Perlahan-lahan saya dorong dengan hati-hati agar pergi dari daerah berbahaya itu. Tak lama kemudian kucing kecil ini berlari, tapi lari lagi ke tempat cakram ban belakang mobil. Kucing kecil ini takut manusia, jadi tak mudah mengusirnya. Perlu kesabaran.

Akhirnya, kucing kecil itu berhasil diusir dan bergabung kembali dengan induk dan saudara-saudara yang lain.

Ini memang kejadian kecil saja. Hal yang sama pernah terjadi justru ketika mobil sedang berjalan di keramaian, anak kucing bersembunyi di antara sela-sela mesin mobil dan radiator. Waktu itu terpaksa saya berhenti dan dengan susah payah mengeluarkan kucing kecil yang kepanasan.

Alhamdulillah, kucing kecil itu pergi. Buat saya ini keajaiban. Tidak biasanya saya menunggu di dalam mobil, tidak biasanya saya mendengar suara anak kucing, kemudian mencari suaranya. Ketika putus asa menemukannya, kemudian anak saya menunjukkan dimana anak kucing itu berada. Saya percaya, ada yang mengawasi dan memelihara anak kucing itu. Seperti juga seluruh kehidupan ini. Sungguh segala sesuatu telah tertentu urusannya, tertentu ketetapannya. Anak kucing itu, suara itu mewakili bagaimana suatu urusan sedang terjadi.

QS 79. An Naazi´aat 3. dan (malaikat-malaikat) yang turun dari langit dengan cepat, 4. dan (malaikat-malaikat) yang mendahului dengan kencang, 5. dan (malaikat-malaikat) yang mengatur urusan (dunia).
QS 6. Al An’aam 103. Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala yang kelihatan; dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui.

Iklan

10 Tanggapan to “Malaikat Yang Mengatur Urusan Dunia !”

  1. Bagi sebagian orang mungkin disebut kebetulan pak, tapi bagi saya, sepertinya memang ada skenario-skenario kecil yang sudah disiapkan dan merupakan bagian dari skenario besar-Nya.

    Dan yang jadi pertanyaan, bagaimana kesadaran akan adanya skenario ini dapat membantu saya menjalani skenario tersebut?

    @
    Wah Mas saya juga banyak tidak tahunya. Saya mencoba memahami, begitu banyak hal-hal kecil yang sebenarnya terjadi menjadi kebetulan-kebetulan yang terasa aneh. Apakah karena sesuatu datang dan saya merespon dan kemudian saya terkesima ketika anak perempuan saya menunjukkan dimana letak kucing itu. Siapakah yang menggerakkan hatinya untuk keluar mobil?, gerangan mengapa matanya merujuk pada kaki dan badannya terjepit di antara cakram ban mobil?. Saya merasa menjadi bagian dari skenario itu dan betapa lemahnya daya dan kemampuan saya untuk menolong dari suara kucing itu. Sepertinya ada yang menjadi sutradara dari kejadian itu. Semuanya tak lepas dari pengawasanNya. Itu yang membuat saya merentaskan dalam postingan.

    —–
    Eh iya pak, mumpung ketemu, saya mau nanya juga. Ketika baca-baca terjemahan, saya kok malah banyak menemukan ayat yang isinya terkesan ‘keras’ ya pak? Awal-awal Al Baqarah itu saja, terjemahannya menghujat Yahudi dan Nasrani semua. Lalu banyak yang nyuruh perang, nyuruh menjauhi kafir, ada juga yang kesannya kok tidak sesuai dengan naungan Ar-Rahman Ar-Rahim.

    Saya bingung pak, makanya, kadang saya malah melepas terjemahan begitu saja ditengah-tengah bacaan. Takut kalau ternyata makna yang sama simpulkan malah menciderai pemahaman saya tentang Yang Punya Ayat.

    @
    Saya juga tidak begitu memahami. Jadi alat bantu saya hanyalah terjemahan. Jadi kalau bimbang memahami, ya saya baca saja dari beberapa terjemahan. Terjemahan Depag (yang banyak kata tanda kurungnya), saya merasa kurang menguntungkan untuk dipahami dan kerap juga saya abaikan karena merasa (subjektif) tidak mantap di hati. Mudah-mudahan ada penerjemahan yang lebih baik.
    Surat yang begitu keras bunyinya al :
    QS 4. An Nisaa’ 89. Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka). Maka janganlah kamu jadikan di antara mereka penolong-penolong(mu), hingga mereka berhijrah pada jalan Allah. Maka jika mereka berpaling, tawan dan bunuhlah mereka di mana saja kamu menemuinya, dan janganlah kamu ambil seorangpun di antara mereka menjadi pelindung, dan jangan (pula) menjadi penolong,
    Namun, penerjemahan dari Submission :
    QS 4. An Nisaa’ 89. Mereka menginginkan supaya kamu ingkar sebagaimana mereka telah mengingkarinya, dan menjadikan kamu semacam mereka. Jangan sekali kali kamu berangggapan yang mereka itu kawan kawan kamu, melainkan jika mereka sama sama berjuang dijalan Allah. Jikalau mereka menentang kamu, kamu mesti melawan mereka, dan kamu bolehlah bunuh mereka jika kamu berhadapan dengan mereka didalam peperangan. Jangan sekali kali kamu menerima mereka sebagai kawan, ataupun menjalin pihak berikatan dengan mereka.
    atau dalam bahasa Inggris :
    QS 4. An Nisaa’ 89. They wish that you reject Faith, as they have rejected (Faith), and thus that you all become equal (like one another). So take not Auliyâ’ (protectors or friends) from them, till they emigrate in the Way of Allâh (to Muhammad صلى الله عليه وسلم). But if they turn back (from Islâm), take (hold of) them and kill them wherever you find them, and take neither Auliyâ’ (protectors or friends) nor helpers from them.

    Perhatikan kata “JIKA” dalam “PEPERANGAN/Menentang”, dari 3 karya penerjemahan ini, rasanya pemahaman lebih bisa komprehensif. Tafsir kondisi ini juga banyak dijelaskan mufasir sehingga kita lebih mudah menyikapi pesanNya.

    ——-

    Ini yang bodoh saya, kesempitan terjemahan, kurangnya pemahaman, perlu re-definisi istilah (seperti kafir itu seperti apa sebenarnya), atau apa pak?

    @
    Banyak penjelasan dari berbagai sudut mengenai kafir kalau kita baca berbagai pembahasan. Saya sendiri lebih suka memahami dan mencari pengertiannya dari Al Qur’an itu sendiri. Kebetulan Oom Wiki menjelaskan mengenai makna kafir ini. Jadi saya mengacu ke sana, yaitu yang mengingkari kebenaran yang dari Allah. Al Qur’an juga menjelaskan bahwa mereka juga melihat Al Qur’an sebagai kebohongan. QS 25. Al Furqaan 4. Dan orang-orang kafir berkata: “Al Quran ini tidak lain hanyalah kebohongan yang diada-adakan oleh Muhammad dan dia dibantu oleh kaum yang lain; maka sesungguhnya mereka telah berbuat suatu kezaliman dan dusta yang besar.

    Dan banyak penjelasan sejenis. Namun, jelas mereka tidak menyembah Allah yang kita sembah. Menyenangkan atau tidak bagi lingkungan kita, itulah pesan Allah kepada hambaNya. Bukankah kita dikabarkan pula bagaimana menyikapinya. Dan tentu pula kita diingatkan agar tidak sembarangan berucap, karena kita tidak tahu, siapa sesungguhnya di antara “mereka” yang bertakwa. Peringatan agar kita tidak angkuh berjalan di muka bumi.

    —–

    Mohon bantuan, dan salam buat keluarga.

    @
    Ini sekedar catatan saja, mudah-mudahan ada manfaatnya, jika ada keliru mohon maaf. Salam juga untuk Mas, keluarga dan handai taulan.

    Suka

  2. alex said

    @ manusiasuper

    Bagi sebagian orang mungkin disebut kebetulan pak, tapi bagi saya, sepertinya memang ada skenario-skenario kecil yang sudah disiapkan dan merupakan bagian dari skenario besar-Nya.

    Aku sendiri percaya itu. Pada poin tertentu, itu disebutnya SUNATULLAH *CMIIW* , tapi skenario itu masih bisa diubah.

    Itu sebabnya aku percaya dengan apa yang disebut efek kupu-kupu.
    *spam*

    Pembahasan tentang skenario ini agak rumit, ya? Sering jadinya mengarah pada “kehendak bebas” dan “kesadaran manusia” 😐

    @
    Mas Alex, sepertinya betapa maha halusnya Sang Maha Berkehendak ketika menyampaikan kehendakNya. Kemudian, segalanya bergantung pada kehendakNya. Efek kupu-kupu hanya menjadi simulasi kecil bahwa begitu halusnya resultante kehendak bekerja, sehingga dan menjadi klaim pemilik logika bahwa dia memiliki kehendak bebas. Kehendak yang disadari sebenarnya tidak pernah benar-benar bebas pada pilihan. Manusia hanya menjalani kebebasan pada pilihan yang telah disediakan. Kebebasan yang begitu terbatas karena memang kita diciptakan lemah dan grasa grusu.

    Suka

  3. erander said

    Begitu bisa memiliki daya “ledak” yang berbeda ya Pak .. ketika satu ayat saja diterjemahkan oleh Depag, Submission dan Inggris seperti surah An Nisaa’ ayat 89 .. kalau saya, justru tulisan bapak diatas menggiring saya menjadi tahu bahwa terjemahan bisa memiliki makna berbeda. Seperti buku2 Agus Mustopa. Mudah-mudahan ada penerjemahan yang lebih baik, seperti harapan bapak.

    @
    Itu menjadi salah satu ciri keunggulan bahasa Arab. Mampu menjelaskan secara unik untuk beragam persoalan sehingga bisa tampil lebih jernih dan terdefinisi ketika dijelaskan asal usul katanya. Terjemahan dalam ragam bahasa bisa tidak kita dapati padanan yang tepat. Menguasai kedua bahasa secara “sempurna”, bahasa asli dan bahasa ibu memungkinkan menerjemahkan lebih mendekati pesannya. Banyak yang ahli berbahasa Arab, tapi juga gagal juga menjelaskan dalam bahasa asli – bahasa yang dikuasai sejak lahirnya. Ini memang problematika berbahasa, yang keduanya juga tidak saya kuasai dengan baik. 😦

    Memiliki daya “ledak” berbeda?. Bisa jadi, ketika dipahami oleh semakin banyak orang (ummat) dengan cara yang keliru. Paling tidak berada (baca : melahirkan) keraguan. Namun, bagi yang mendalami dan menguasai dengan baik bahasa sumbernya tentu tidak terjadi. Orang dengan penguasaan yang baik di bahasa sumber tidak kalah banyaknya. Namun, persoalan pokok umumnya (berprasangka) pada usaha memanfaatkan (menjual pemahaman) untuk kepentingan hawa nafsunya.

    Namun, penerjemahan yang baik, tentunya akan memberikan cerminan pada pesan sesuai dengan tema sentralnya, tauhid dan rahmatil alamin…

    Suka

  4. Guh said

    Saya jadi semakin yakin kalau yang namanya kebetulan itu tidak ada.

    @
    Saya juga percaya bahwa bukanlah kebetulan yang terjadi. Kebetulan hanya ada dalam statistik, kemungkinan kemunculan yang akan keluar. Karena pengetahuan tidak mampu memprediksikan, karena itu pakai ilmu statistik…

    Suka

  5. Ada beberapa kisah masa lampau yang memberikan pemahaman bahwa rencana Alloh tidak dapat diubah walaupun dengan usaha apapun.

    Misalnya, Firaun membunuh anak laki-laki dari bani Israil karena ketakutan dari tabir mimpi bahwa akan ada anak lelaki dari Bani Israil yang akan menjatuhkannya. Namun, akhirnya ia jatuh oleh Nabi Musa yang justru ia pelihara.

    Juga kisah nabi Yusuf, dari tabir mimpi bahwa bapak, ibu dan sodara-sodaranya (matahari, bulan, dan bintang) bersujud kepadanya. Meskipun sodara-sodaranya membuangnya, tetap rencana Alloh tidak dapat diubah. Malahan kemudian sodara-sodaranya meminta ma’af kepada nabi Yusuf dan memohon didoakan kepada bapaknya agar dosanya diampuni. Skenario itu sudah tercatat dalam Kitab Lauful mahfuz.

    @
    Rencana Allah, kalau Allah menghendaki,… manalah mungkin manusia bisa mengubahnya. Yang diciptakan, manalah mungkin menandingi atau bahkan memikirkan dirinya sama dengan yang menciptaNya.

    Suka

  6. asukowe said

    Skenario Tuhan? adakalanya Tuhan merasa skenario yang disusun-Nya terlalu menyiksa dan pedih lalu diubahnya dengan di tambahan bumbu di sana sini yang efeknya bisa global ataupun lokal saja, Sekedar mengingatkan manusia bahwa Dia lah yang berkuasa atas segala sesuatu, dan berbaik hatilah baik sangka dengan Dia agar keluhan-keluhan kita, kesah-kesah kita didengar oleh-Nya

    @
    Ya Mas, kalau ada do’a hambaNya, lalu Dia memperkenankan maka skenario apapun bisa diubah. Kan namanya Maha Berkehendak.

    Suka

  7. OOT lagi pak, mohon maaf..

    Jadi kita tidak bisa mengambil begitu saja tafsiran ya pak? Perlu diPIKIRkan juga berarti? Tidak berdosakah kita kalau memikirkan firman Allah? Memikirkan dalam artian mempertanyakan maksud-Nya?

    @
    Lho… namanya ayat, petunjukNya. Kalau di kelas saja kita bertanya pada guru, tidakkah kita juga bertanya apa firmanNya, merenungkannya, memikirkannya dalam berbaring atau berdiri. Pelajaran bagi orang berakal. Tentu saja, untuk mengenalnya kita “harus” bertanya apa maksudnya pada setiap pesanNya.

    Suka

  8. Kecepatan terbang malaikat adalah 50 kali kecepatan cahaya!
    Silahkan dolan ke Sanggar Mewah saya menulisnya dengan dasar petunjuk ayat Al Qur’an dan metode ahli fisika dari Mesir DR. Elnaby.

    Salam

    @
    Yap… itu pembahasan yang menarik. Al Qur’an menegasi urusan di dunia ini bekerja pada kecepatan cahaya. Berapa cepat perjalanan Nabi menuju Sidratul Muntaha adalah tak terlukiskan oleh sains yang harus lebih cepat dari kecepatan cahaya. Artinya terjadi pelanggaran hukum termodinamika kedua.

    Di sisi lain… jarak objek satu dengan lainnya di alam semesta ini juga adalah sebuah kondisi luar biasa. Jutaan bahkan milyaran tahun cahaya. Jelas bahwa kecepatan 50 kali kecepatan cahaya adalah angka yang tidak berarti untuk sebuah perjalanan dalam alam semesta ini. Apalagi jika perjalanannya mencapai tempat dimana Nabi berkunjung atas izinNya.

    Saya sendiri, tidak mengerti meski sempat menuliskan kebingungan ini dalam postingan : Kecepatan Urusan mencapaiNya.

    Secara prinsip, pertanyaan terpecah menjadi kebingungan : Pada urusan dunia (ini jelas terjawab pada kecepatan cahaya), kecepatan mencapai suatu tempat yang bernama Sidratul Muntaha lalu ke Arsy Allah….

    Namun, yang kemudian terasa betapa manusia itu sangat-sangat tidak berarti dibandingkan keluasan dan kekuasaanNya.

    Semoga karenanya, untuk agor pribadi dan yang sudi datang ke sini… berbagi pemahaman dan sebagai usaha untuk mendekatkan diri kepadaNya. Kepada Dia, yang sesungguhnya lebih dekat dengan urat leher kita.

    Suka

  9. Kecepatan terbang malaikat adalah 50 kali kecepatan cahaya!
    Silahkan dolan ke Sanggar Mewah saya menulisnya dengan dasar petunjuk ayat Al Qur’an dan metode ahli fisika dari Mesir DR. Elnaby pada tulisan
    Menghitung Kecepatan Terbang Malaikat dan Jibril

    Salam

    @
    Yap… terimakasih untuk info dan kesediaan berbagi. Sudah lama saya mencari pembanding dari tulisan beliau… dan belum ketemu 😦

    Suka

  10. Ya yang penting saya udah baca dan saya bisa mengambil hikmah apa yang ada dalam artikel itu saya hanya bisa mengucapkan terima kasih kepada penulis semoga tetap exis dan tetap semangat dalam menulis artikel ini atau mengupdatenya.

    @
    Terimakasih untuk kesediaannya berkunjung ke sini. Salam… agor.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: