Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Gileee… Edan Tenan, Tarif Tol Naik 300 Persen.

Posted by agorsiloku pada September 2, 2007

Sore itu, aku ingin pulang cepat. Belum sampai rumah, tiba-tiba telepon berbunyi. Apa boleh buat, balik lagi ke kantor. Batal deh pulang sebelum magrib. Masih ada meeting jam 19.00 WIB. Mobil diputar masuk tol Lenteng Agung kembali ke arah Cawang, keluar di pintu Kampung Rambutan1. Kalau lewat tol, biasanya membayar 2000 rupiah. Saya jarang lewat tol ini, karena 2000 masih terasa mahal, jadi kalau tidak karena waktu, saya lebih suka milih jalan biasa saja. Jalan untuk rakyat jelata. Karena harus kembali ke kantor, saya pilih jalan tol. Hari itu masuk tol macet. Entah kenapa !. Ho ..hah… , ternyata sekarang bukan dapat kartu plastik, tapi harus bayar langsung Rp 6000 (enam ribu rupiah) untuk jarak beberapa kilometer. Naik 300%.

“Yah… bersama pasti bisa… bisa membuat sebagian kaya, dan sebagian lagi semakin terpuruk kemiskinan”. Tidak ada alasan yang jelas untuk keserakahan ekonomi. Omong kosong dengan segala alasan. Bukti membuktikan bahwa kenaikan 300% telah terjadi. Saya jadi salah satu korban kebiadaban ekonomi. Padahal, anak saya cerita untuk jatah sekali makan di kampusnya, ia menghabiskan uang 5000 (BACA: LIMA RIBU RUPIAH). Memang kurang lebih hanya berjatah segitu yang bisa disediakan orang tuanya. Lebih-lebih dikit sih gapapa. Tapi makan di Paket Hemat McD saja jelas menjadi terlalu mahal.

Masih ada lagi yang lebih sederhana untuk makan, namanya Nasi Kucing. Nasi seupil dan lauk seupil. Ini untuk golongan yang lebih papa lagi.

Kenaikan harga tol ini main pukul rata. Termasuk juga angkot (angkotan kota) yang mengejar setoran. Anak sekolahan disubsidi oleh supir angkot, oleh mobil-mobil omprengan. Orang lebih miskin harus mensubsidi orang lebih kaya, lebih mampu, lebih terhormat. Jalan biasa dikuasai oleh orang-orang berduit, dari mersi, bmw, dan banyak lagi.

Tapi kenaikan tol hanya 15-20% pada jarak terjauh. Ini kata penggede. Jarak terdekat atau lebih dekat bisa naik ratusan persen. Silahkan hitung lagi, bagaimana “Bersama Pasti Bisa” memeras keringat rakyat yang berkemampuan terbatas.

Yah… Sudah Banyak Yang Jadi Korban. Kearifan tidak hanya dari wajah ganteng dan santun. Tapi juga kemampuan untuk mendengar suara hati nurani.

Kembali ke kenaikan jalan tol, kenapa begitu tipisnya hati nurani para pemimpin ini. Kebijakan yang sungguh-sungguh menyengsarakan. Bukan karena saya tak mampu membayar enam ribu itu, tapi terasa sekali ketidakberpihakannya pada kemampuan lebih banyak anak bangsa. Bersama Pasti Bisa bikin semakin menderita. Seharusnya kelompok terpinggirkan dibebaskan dari membayar jalan tol. Itu lebih layak dan lebih beretika sehingga subsidi seharusnya saling silang. Memang, memberantas kemiskinan tidak menyenangkan, lebih gampang memberantas orang miskin.

Kebijakan jalan tol membuktikan hal ini.

Iklan

3 Tanggapan to “Gileee… Edan Tenan, Tarif Tol Naik 300 Persen.”

  1. vino said

    engga naek cuman penyesuaian katanya…
    *sami mawon*

    Suka

  2. Blog-M said

    Untung saya naek busway 🙂

    @
    😀 , tapi tidak merasa untungkan ketika angkot lewat tol semakin terbebani, hanya karena ingin dapat sedikit kenikmatan seperti mobil-mobil mulus itu….

    Suka

  3. parah banget dah.. bisa tambah macet aja nie..
    Oiya saya senang dengan isi artikel bapak..
    saya sudah pasang link bapak di blog saya..
    dimohon kesediaannya untuk link back di http://www.panduanmarketiva.blogspot.com
    terima kasih…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: