Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Bank of Allah

Posted by agorsiloku pada September 1, 2007

Simpan deposito, asuransi kecelakaan, pensiun, astek, valas, saham, reksadana, dan lain sebagainya. Pokoknya banyak deh tempat untuk mengamankan hari tua. Sekalian juga, kelak kalau bisa kumpulkan semua harta dunia untuk anak, cucu, cicit. Sampai kapan?.

Ya… ya… sepanjang masih kuat saja deh bekerja, kumpulkan sebanyak bisa“.

“Simpan saja di saham. Tahun lalu, reksadana hasilnya lumayan lho. Bisa sampai 80%. Bayangkan, uang 100 juta bisa beranak pinak

Ya…ya… dibanding deposito, bunganya cuma cukup untuk menutupi inflasi”. Artinya kalau punya uang Rp  1 juta, lalu kita simpan dan tahun depan jadi Rp 1,10 juta (bunga 10%), lalu inflasi nilai uang 10% maka artinya kita tidak menjadi lebih kaya.!

Iya euy… itu kalau punya uang. Kalau kagak!. Untuk bayar ke warnet saja, nyisihkan uang makan. Jadilah hari ini makan nggak nggizi karena 10 ribu lenyap ditelan akses internet di wartel” 😦

Bank of Allah memang memiliki hitungan bisnis yang sedikit berbeda, terutama dari segi waktu, lebih tidak terukur dan uang yang ditanamkan di Bank of Allah harus digunakan oleh nasabah sesuai dengan proposal “amal shaleh”.
Hitung-hitungannya begini lho :

QS 2. Al Baqarah 261. Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.

Syarat lainnya, nah ini juga mudah (tapi tidak gampang). :

QS 2. Al Baqarah 262. Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

“Waduh….”

“Duh Gusti, nomor rekeningnya berapa?”

“Sudah berapa banyak kita punya deposito di Bank of Allah?”.

Ataukah uang kita disimpan di Bank Mandiri, BCA, BNI, NISP, Permata atau Mega Bank, atau dalam bentuk traveller check, atau di Citibank, HSBC, atau dimana saja yang keren-keren. Dan kita menghitung-hitungnya tanpa henti.

QS 104. Al Humazah 2-3
yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitung.
dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengkekalkannya

Aku tertunduk dalam kediaman dan malu. Ah nomor rekening di Bank of Allah ternyata masih sangat sedikit. Kok bisa-bisanya berkoar-koar tentang kebaikan dan berbicara tentang amal saleh…..

Iklan

9 Tanggapan to “Bank of Allah”

  1. aLe said

    Kok bisa-bisanya berkoar-koar tentang kebaikan dan berbicara tentang amal saleh…..

    khan ‘sampaikan walaupun seayat’ 🙂
    jadi gapapa donk, minimal kita telah menyampaikan kebaikan 😀

    @
    Yap minimum… hanya kadang pening berputar-putar dalam urusan syariat, tapi ternyata sedikit ya yang membahas dan mendorong ummat untuk lebih meningkatkan kualitasnya dengan apa yang diberikanNya. Atau memang karena kuper saja seeh.

    Suka

  2. Padahal saldo minimalnya bebas ya Pak, tapi kok sulit sekali untuk saya membuka rekening di Bank Alloh …

    @
    Tanpa saldo minimum, tanpa potongan biaya administrasi, bisa kapan saja, setiap waktu. Bahkan kala kita akan tidur dan dalam tidur sekalipun 😀

    Suka

  3. vino said

    hoho….uang seratus rebu guede banget buat dikeluarin di rumah ibadah…
    tapi kualow di Mall, waaah cingcay
    *hayo sopo tuh yang gitu?”

    @
    Yah begitulah… negeri yang paling banyak beragama Islam, yang menjumpai pengemis dimana-mana (terutama kota besar), yang berbagai nestapa dan kesengsaraan begitu biasa kita nikmati sambil mencicipi es krim.

    Suka

  4. […] Ditulis oleh agorsiloku di/pada Oktober 9th, 2007 “Mau-maunya sampeyan berdagang sama Allah atau menyimpan depositomu di Bank of Allah?” […]

    Suka

  5. snba1992 said

    Assalamu’alaikum.
    Top..
    artikel bagus, mohon ijinnya untuk dicopy.

    untuk membuka rekening BANK OF ALLAH, bisa melalui kami, http://snba1992.wordpress.com
    selanjutnya akan kami sampaikan kpd yatim piatu.

    tolong bantuannya menyebarkan blog kami, agar semakin banyak muslim yang berinfaq sedekah dengan ikhlas.
    semoga apa yg kita lakukan, dicatat oleh Allah SWT sebagai amal sholeh. dan kita menjadi nasabah Bank of Allah.

    Wassalam.
    SNBA’92
    @
    Wass. Wr.Wb.
    Insya Allah ikut membantu sebarluaskan dan juga insya Allah dapat berbagi.

    Suka

  6. HARSO said

    Saya sangat Percaya dengan ini…

    Saya tengah membuat riset sederhana dengan menggunakan metode empirisme (kebenaran yang lebih banyak diterima masyarakat umum)bahwa infak, sodakoh, dan zakat adalah bentuk-bentuk perdagangan, investasi dan bisnis yang paling masuk akal dan menguntungkan (dilipatkan minimal 7 kali dari yang kita bayarkan).

    Bayangkan kalau semua orang percaya sama Ayatullah ini…
    Gak perlu repot-repot mengutak utik syariah untuk menghalalkan riba, Nggak sampai tertipu “proyek” penggandaan Uang dukun palsu… ngga selalu bermimpi untuk menjadi kaya karena bisnis “congklak” alias MLM semu… Nggak perlu tertipu bisnis pertanian di Sukabumi Cianjur yang menawarkan share 10% per bulan…

    Allah menawarkan “bunga” minimal 700% untuk harta yang kita investasikan, dengan pembayaran yang RIIL, di dunia, tdk nunggu di akhirat, asal semua syarat dipenuhi (sebagaimana disebutkan diatas).

    Mohon saudara-saudara bila ada pengalaman pembuktian sehubungan dengan “Berdagang/Berbisnis/Investasi dengan Allah” disampaikan via Email ke yuliantena@gmail.com

    Insyaallah, masukan dari saudara-saudara semua akan saya rangkum dan saya paparkan dalam bentuk buku yang rencananya akan saya terbitkan tahun depan. Pembuktian empiris bahwa QS 2:261 adalah nyata adanya: baik secara lahiriah maupun bathiniyah.

    Alhamdulillah hi Jaza Kumullahu Khoiroh
    Semoga Allah memberkati kita semua
    Wasalam
    Harso Yuli Antena

    @
    Mas Harso Yuli Antena… insya Allah saya juga mempercayai benar hal ini. Beberapa di antaranya, saya kisahkan di blog ini secara singkat. Bukan untuk menunjukkan suka beramal, tapi sekedar berbagi bahwa pada sisi sedekah, ada hal-hal yang bernilai istimewa dalam kehidupan….
    https://agorsiloku.wordpress.com/2007/07/10/recehan-untuk-masjid-malaikat-kecil/
    https://agorsiloku.wordpress.com/2007/06/17/recehan-untuk-masjid/
    https://agorsiloku.wordpress.com/2007/07/03/uang-itu-memang-bukan-untuk-kita-2/
    Semoga Buku Mas akan menjadi salah satu ibadah dalam ridhaNya. Amin.
    Wass.agor

    Suka

  7. Haniifa said

    Salam,
    “Bank of Allah ?”
    Syarat :
    1. MOU = Dua kalimah “Sahadat”
    2. No. Rekening = “Shalat wajib”
    Contoh tabungan:
    Insya Allah, jika kita memindahkan sepotong “duri” ditengah jalan saja, sama dengan menabung di “Bank of Allah”
    https://agorsiloku.wordpress.com/2008/01/02/hari-ini-harus-lebih-baik-dari-kemarin/#comment-18788
    Wassalam.

    @
    🙂
    Tulisan postingan ini lebih dimaksudkan untuk meningkatkan daya sedekah lho. Maklumlah, agor sering merasa pelit berbagi dengan sesama…

    Suka

  8. haniifa said

    Salam,
    “Duh Gusti, nomor rekeningnya berapa?”
    Syarat menabung di Bank of Allah.
    1. Buat “MOU” berupa Syahadah.
    2. Buat “No. Rekening” berupa Shalat 5 waktu.
    3. Buat “Buku tabungan” berupa Puasa.
    4. Buat “Kartu ATM” berupa Zakat.
    5. Isi “Kredit Point” berupa Haji kalau “mampu”.

    “Sudah berapa banyak kita punya deposito di Bank of Allah?”.
    Walaupun hanya 3 syarat di penuhi, Insya Allah “buku tabungan anda sudah terisi.
    https://agorsiloku.wordpress.com/2008/01/02/hari-ini-harus-lebih-baik-dari-kemarin/#comment-18788
    Wassalam.

    @
    Salam,
    Betul Mas Haniifa… tapi kadang saya merasa tidak terlalu betul… Ada hadis mengatakan kalau nggak salah manusia yang paling bertakwa itu yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain. Berarti dia berbagi ilmu, mengajarkan, berbagi rejeki. Jadi nomor 4 ya yang harus kita mampukan perbanyak, tanpa tangan kiri melihat apa yang dilakukan tangan kanan…. 😦 (masih berjuang ingin/mau begitu)…. Wassalam….

    Suka

  9. haniifa said

    Salam,
    Tepat sekali ungkapan mas agor:
    ” Berarti dia berbagi ilmu, mengajarkan, berbagi rejeki.”
    Sebab hukum “Zakat” dapat berlaku kalau ada si “Kaya” dan si “Miskin”.
    Kaya harta ber “zakat” pada si “Miskin” harta, pahala amalan zakatnya akan diterima bila si “miskin” iklas berapapun yang diterimanya.
    Allah berfirman :
    “Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan “TIDAK MENYAKITI” (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS 2:262)
    Jadi yang saya maksud dari no:4 adalah baik si pemberi maupun si penerima, terlibat dalam hukum “ZAKAT”, dalam hal ini tentu si “PEMBERI” lebih baik daripada si “penerima”.
    Kaya “Ilmu” tapi miskin “harta” contohnya mayoritas Guru sekolah, (maaf Pak/Bu Guru) yang paling menyedihkan ada honor guru yang blon dibayar bertahun-tahun, tapi mereka tetap mengajar.
    Wassalam.

    @
    Betapa kita kerap menterlantarkan kesempatan menabung ini ya, atau terlalu sedikit mau kita keluarkan, atau kita merasa sudah terlalu banyak …. padahal tidak sebanding dengan rejeki yang diberikanNya….

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: