Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Semua Minyak Kelapa Itu – Ya NonKolesterol Dong!.

Posted by agorsiloku pada Agustus 13, 2007

“Lho kok begitu”.
“Ya iya lah… emang sampeyan nggak tahu apa?”
“Nggak tahu apa”

“Nggak tahu bahwa yang disebut kolesterol itu adalah minyak atau lemak yang dihasilkan oleh hewan – mahluk hidup alias ternak!”

“Oh begitu”
“Lho … Kalau begitu semua minyak kelapa, apa itu kelapa sawit dengan dua kali penyaringan atau 1000 kali penyaringan atau minyak tradisional atau minyak curah generik (tanpa merek) yang suka dipakai untuk menyeburkan rambut itu juga non kolesterol?.

Ho…ho…ho… jangan lupa pula ya.. 80% kolesterol itu… justru dihasilkan oleh tubuh kita sendiri. jadi sumber terbesar kolesterol itu ya cara hidup tidak sehat dari kita sendiri.

Tapi bukan soal Kolesterol jahat, Baik, atau Kolesterol Sedekah 😀 yang jadi titik fokus, tapi industri cenderung bermain pada persepsi pembodohan pada masyarakat. Seolah-olah dan menjadikan bahwa semua minyak kelapa itu aman dan tidak berbahaya bagi kesehatan karena NonKolesterol. Padahal jelas bahwa semua minyak kelapa itu ya tidak berasal dari lemak hewan, jadi ya sudah pasti nonkolesterol. Setidaknya, begitulah yang saya pahami. Persisnya tentulah para dokter atau ahli gizi yang lebih paham.
Yang saya ingin garis bawahi adalah informasi nonkolesterol adalah persepsi masyarakat yang secara sadar dipermainkan oleh para pemain dalam industri.
“ah… sampeyan saja terlalu berprasangka”
“itukan bisnis, emang bermain di persepsi kok”

Oke.. deh.. kita kan masyarakat terdidik neh 😀 Coba kita lihat Surat Pembaca (Kompas 17 Juli 2007), seorang pemakain minyak non kolesterol yang terbodohi (kayak di sekolah kagak pernah belajar saja ya). Tapi inilah pentingnya memahami :

MINYAK GORENG KUNCI MAS MEMBEKU
Saya konsumen/pemakai produk minyak goreng merek Kunci Mas nonkolesterol sejak lama, dan berkali-kali setiap membeli langsung dipakai.
Pada bulan April 2007 saya membeli minyak goreng nonkolesterol, tetapi belum sempat dipakai karena saya pergi ke Makassar awal bulan Mei 2007. Minyak goreng itu saya simpan di kulkas dengan kemasan masih utuh.
Saya baru datang dari Makassar akhr bulan Mei 2007 dan melihat /mengambil minyak goreng tersebut dari kulkas. Betapa terkejut dan kecewa serta bertanya-tanya, apa memang begini kualitas minyak goreng Kunci Mas non kolesterol : membeku disimpan di kulkas. Lalu apa bedanya dengan minyak goreng curah yang dijual di pasar tradisional dengan sistem penjualan literan yang juga membeku jika kena suhu dingin tanpa semboyan nonkolesterol?.
Seharusnya produsen minyak goreng merek Kunci Mas nonkolesterol dapatlebih menyempurnakan kualitas sesuai dengan semboyan nonkolesterol.
Apabila pihak produsen minya goreng ingin bukti, silahkan datang ke alamat saya karena minyak dimaksdu masih saya simpan dan belum saya pergunakan. Karena sesuai informasi, bukankah minyak goreng non kolesterol tidak membeku dengan udara dingin?
PUT HARDIANTO
Jalan Senopati Nomor 9, RT 03 RW 16 – Kartasura, Sukoharjo.

Jadi apa hubungan dengan konsumen, nonkolesterol, dan membeku pada udara dingin?.

Yang ingin saya garis bawahi dalam hal seperti ini adalah :
Spirit jujur dalam industri untuk menjelaskan apa itu kolesterol dan nonkolesterol.
Mengarahkan konsumen pada posisi benar tapi untuk mempersepsikan nonkolesterol seolah-olah menjadi produk yang baik untuk kesehatan dengan iming-iming nonkolesterol. Padahal kolesterol memang hanya dihasilkan (didefinisikan) untuk lemak hewani saja. Jadi piye toh?.

Iklan

9 Tanggapan to “Semua Minyak Kelapa Itu – Ya NonKolesterol Dong!.”

  1. ech said

    betul mas,
    produsen sering mengeluarkan istilah2 canggih yang kurang dipahami orang awam seakan-akan produknya lebih unggul dibanding produk lain, padahal sama aja. contoh lain iklan kacang garink “non kolesterol” (seakan-akan kacang produk lain berkolesterol). atau iklan minyak goreng (lagi) “Mengandung minyak tak jenuh ganda”. Yang paling parah adalah iklan susu formula yang seakan-akan kandungan dan kebaikannya melebihi ASI.

    Di sisi lain, masyarakat harus lebih “pintar” agar tidak melulu dibohongin produsen.

    @
    Mudah-mudahan pengusaha muslim nggak begitu ya.
    … Saya jadi ingat, imam masjid di dekat rumah adalah mantan seorang top eksekutif, beliau bilang biarpun saya ditawari gaji puluhan jut, saya akan tolak kalau tidak sesuai dengan syariat Islam.

    Bengong saya dibuatnya, sekaligus menaruh apresiasi yg tinggi pada beliau (dan beliau ternyata memang menolak)…..

    Suka

  2. ech said

    sory nyambung lagi. setau saya titik beku minyak goreng relatif tinggi. Jangankan masuk kulkas, di daerah dingin seperti di puncak atau bandung utara biasanya minyak goreng membeku walaupun hanya disimpan dilemari. Sebelum komplain, harusnya costomer periksa apakah ada statement dari produsen bahwa minyak goreng tersebut dijamin tidak akan beku?

    @
    Yap… karena sang konsumen tadi berasumsi bahwa lemak kolesterol itu tidak akan beku di udara dingin…

    Suka

  3. aricloud said

    Ya.. itulah propaganda, makanya kan ada orang yang bilang bahwa “kebohongan” akan menjadi kebenaran jika di propagandakan 1000 kali. Hm…ya kembali lagi deh, pendidikan konsumen memang masih sangat kurang di Indonesia. Bahkan dulu ibu saya pernah pingin ganti minyak goreng kedelai yang mahal. Katanya “Miyak goreng kedelai kan bebas kolesterol”.

    Kemudian saya utarakan bahwa minyak sawit pun sebenarnya non-kolesterol, cuma karena orang Amerika tidak mampu memproduksi sawit dalam jumlah banyak, maka mereka melakukan ‘black campaign’ terhadap minyak sawit. makanya bu, jadi konsumen harus pintar…lagian siapa yang mau jadi orang bodoh?

    http://aricloud.wordpress.com/2007/08/13/orang-bodoh-milih-orang-bodoh/

    @
    Pernyataan kelapa sawit dan semua minyak nabati jelas non kolesterol sama dengan mengatakan bahwa ada minyak nabati berkolesterol. Karena ini tidak pernah ada, maka pernyataan nonkolesterol itu memang menjadi kampanye pembodohan… 😦

    Suka

  4. sikabayan said

    euh.. memang aneh yah… takut kolestelor tapinyah ngga takut sama anti bekunyah minyak goreng…
    juga engga takut sama satu kuning telor yang konon teh katanyah sama dengan minum 15 liter minyak kelapa… :mrgreen:

    @
    takut kolesterol… ternyata 80% kolesterol dihasilkan tubuh juga…. tapi soal telor… mendingan makan kuning telor 1 buah dari pada disuruh minum 15 liter minyak kelapa seeh…. 😀

    Suka

  5. kangguru said

    hihihi konsumen di bodohi terus nih

    @
    Dan produsen dengan bangga mengatakan :”Kutipu kau….” dan karena Nonkolesterol harganya bisa lebih tinggi. Istilahnya selera pasar, padahal ini kejahatan edukasi marketing….

    Suka

  6. deedhoet said

    Hiks, saya dan ibu saya juga termasuk golongan yang berhasil dibodohi 😦 Makasih infonya pak.

    Btw, saya dapet info juga
    http://en.wikipedia.org/wiki/Cholesterol

    ========
    Food sources

    Cholesterol is found in animal fats: all food containing animal fats contains cholesterol; food not containing animal fats either contains no cholesterol or negligible amounts. Major dietary sources of cholesterol include eggs, beef and poultry.[7]

    Plants have trace amounts of cholesterol, so even a vegan diet, which includes no animal foods, has traces of cholesterol. However, the amounts are very small. For example, to ingest the amount of cholesterol in one egg, one would need to drink about 9.6 litres (19.57 pounds) of pure peanut oil.[6] [8]

    Plant products (e.g. flax seed, peanut), also contain cholesterol-like compounds, phytosterols, which are suggested to help lower serum cholesterol
    ========

    @
    Nah… jadi kenapa harus ditulis non kholesterol ya… marketing membangun persepsi, tapi bukan memperkuat persepsi keliru untuk definisi yang sudah dibakukan. Atau memang begitulah perilaku industri dalam memarketingkan konsepnya….

    Suka

  7. luxmile said

    Jadi inget iklan sabun “dengan Vitamin E”, padahal secara alami itu sudah terkandung, yaitu ciri busa sabun tersebut, ini kata guru biologi saya lho, silahkan di review bagi yg lulusan Kimia… 🙂

    @
    Ditunggu yang mau berbagi… 😀

    Suka

  8. imesha said

    yc btul sekali…
    kita trlalu terlena dngan pa yang langsung jdi tau yg instan..
    krena kita masyarakat yg d’bdohi oleh org2 yg d’atas kita
    sehrusnya mereka menjadikan minyak goreng tu lebih brmanfaat

    Suka

  9. titink riyani said

    minyak goreng nabati semua non kolesterol,kecuali jlantah

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: