Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Memilih Jalan Yang Sukar Yuk?.

Posted by agorsiloku pada Agustus 2, 2007

Memilih jalan yang sukar?… Lho kok, emangnya pencinta gunung, senang alam bebas?….

Yah… Kurang lebih begitulah.

Setidaknya ada dua jalan ditunjukkan. Jalan kebajikan dan jalan kebaikan (QS 90:10). Lalu dia tidak menempuh jalan yang mendaki lagi sukar (QS 90:11). Tahukah kamu jalan yang sukar itu? (QS 90:12) :

  • Melepaskan dari perbudakan (QS 90:13).
  • atau memberi makan pada hari kelaparan (QS 90:14).
  • (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat, (QS 90:15).
  • atau kepada orang miskin yang sangat fakir ( QS 90:16).
  • Dan dia (tidak pula) termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang (QS 90:17).

Lalu bagaimana kalau kita merasa sudah bercukupan….!?

Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup? (QS 92:9) maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar. (QS 92:9) Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa. (QS 92:10), Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa. (QS 92:11) Sesungguhnya kewajiban Kamilah memberi petunjuk, (QS 92:12) dan sesungguhnya kepunyaan Kamilah akhirat dan dunia. (QS 92:13) Maka, kami memperingatkan kamu dengan neraka yang menyala-nyala. (QS 92:14) Tidak ada yang masuk ke dalamnya kecuali orang yang paling celaka, (QS 92:15) yang mendustakan (kebenaran) dan berpaling (dari iman).(QS 92:16)
====

Sekedar untuk mengingatkan diri sendiri untuk tidak lalai dengan harta yang didapat (diberikanNya). Kita merasa cukup karena telah bekerja begitu keras, siang dan malam. Lalu kita lihat para pemalas itu, kerjanya hanya meminta-minta, duduk-duduk tanpa kerjaan dan tidak mau bekerja. Tidak menyadari kita sudah semakin kikir (bakhil), seolah harta akan kita bawa dan miliki, untuk tiket masuk surgaMu.

Lho, kan tujuan hidup dan diciptakan itu untuk beribadah. Perbanyak sholat sunat, perbanyak zikir sebanyak mungkin dimana saja kita berada. Apa itu nggak cukup?. Sudah banyak dinilai kerabat kita sudah tampak menjadi orang shaleh. Apalagi pula sudah menjadi kegemaran untuk memberikan nasehat kepada siapa saja.

Yoi… Apakah kita merasa cukup dengan seluruh ritual yang tekun dilakoni untuk melapangkan jalan kembali.?.

Iklan

10 Tanggapan to “Memilih Jalan Yang Sukar Yuk?.”

  1. abahapis said

    Rasanya belum cukup.

    @
    Kalau membaca penyerahan diri dari sahabat-sahabat Nabi… duh Gusti… alangkah belum bisa pasrahnya kami di jaman akhir ini untuk takwa padaMu. Betapa godaan demi godaan datang silih berganti. Rasanya tak setitikpun diperbuat untuk meraih kecukupan ridhaNya…. Astagfirullah…

    Suka

  2. Guh said

    Hehe, jadi inget kata seseorang, kalau kita hidup cuma bermanfaat buat diri dan keluarga sendiri, apa bedanya sama binatang? Ini termasuk yang cuma sibuk zikir sama koleksi pahala demi janji bidadari surga.

    btw, kok banyak (!document.layers) dan tulisan numpuk2 ya? error di wp atau browser saya aja?

    @
    Inginnya tentu bermanfaat pada keluarga ketika semua muslim adalah bersaudara… 😀

    iya banyak document.layer… tapi sudah dirapihkan kok 😀

    Suka

  3. telmark said

    utk yatim, memang katanya harus lebih didahulukan yg ada hubungan kerabat ya ?

    @
    Sudah yatim… masih kerabat pula… (QS 90:15). Itu yang diingatkan Allah (tentunya tanpa mengabaikan surat QS 107. Al Maa´uun).

    Suka

  4. biarlah saya coba ambil jalan jalan tersebut, karena susyah pasti ada halangan alias belum tentu berhasil. namun akan saya usahakan. Moga berhasil. Amiiiiin

    @
    Kalau soal mencoba… kita terus mencoba ya Mas…. 😀

    Suka

  5. MaIDeN said

    Post ini tentunya hanya buat orang muslim saja. Buat orang kafir tentu saja percumah saja jadi orang baik, jadi orang yang mengambil jalan yang mudah, bukan jalan yang sukar 🙂 karena kalau belum masuk islam tetep aja dia akan masuk neraka jahannammmmm hehehehe …

    Bukan begitu yang dimaksut juga dalam post terdahulu kan

    @

    Islam jalan keselamatan… muslim berpasrah diri kepada Allah. Mudah diucapkan, perlu perjuangan untuk melakukan dan menjadikan ridhaNya sebagai tujuan.
    Dalam satu tema… iya betul Mas… dalam garis besar arah pemikirannya memang begitu. 😀

    Juga untuk mengingatkan bagi diri sendiri tentunya…

    Suka

  6. spitod said

    Jalannya sukar, tapi destinasinya menggiurkan.. semoga kita semua berhasil

    @
    😀 Amin…

    Suka

  7. tzOe said

    sory ni rada OOT,,,

    .. .
    Qta thu (kebanyakan) lebih memilih jalan/usaha yg easy2 aja, minimalis tapi hasil pengen maksimal.. .lha wong Qta teh MANUSIA (mahluk mulia ciptaan ALLAh, yang sangat jauh dari sempurna) yg selalu pengen menundukan sesuatu sesuai dengan kehendak hawa nafsu Qt, jadi’y diperbudak hawa nafsu dekh, meskipun Qta sudah diarahkan untuk menjalani kehidupan sesuai dengan syariat Islam.. .

    @
    Yap… memang manusia diciptakan berada pada kondisi seperti itu.. menjadi ujian untuk menempuh jalan sukar untuk mengharapkan ridhaNya… 😀

    Suka

  8. Banyak orang yang mintanya gampang, mulai dari berdoa sampai dzikir berbulan – bulan. Tapi kerjanya tidak ada.

    Fakta itu bahkan sampai dibukukan kepada sebuah judul bernama “Robohnya Surau kami”. 😕

    @
    Haji Sholeh menghabiskan waktunya untuk beribadah sepanjang waktu, lupa tanggung jawabnya untuk berusaha. Di negeri yang kaya raya, di kampungnya, nikmat Allah “disia-siakan”…. Ah… agor sudah lupa cerita ini yang dibaca waktu smp dulu…..

    Suka

  9. sikabayan said

    euh.. kadang2 kabayan juga bingun sekali dengan banyaknyah pe minta2 di jalanan teh… malah dari segala tingkatan umur… jangan2 inih teh merupakan tagihan terhadap semakin banyaknyah kebakilan… hikz 😥

    @
    Yap… bukan hanya melanggar UUD 45 bahwa mereka harusnya dalam pemeliharaan negara (pasal berapa ya?… udah lupa tuh). Juga menunjukkan kemampuan kita sebagai manusia untuk berempati, padahal penjelasan dan lain sebagainya dari agama atau dari etika seabreg, tapi tetap saja mata hati kita tidak juga terperangah. 😦

    Suka

  10. deedhoet said

    # atau kepada orang miskin yang sangat fakir ( QS 90:15)
    # atau kepada orang miskin yang sangat fakir ( QS 90:16)


    sampe dua kali ya, sangat ditekankan berarti..
    fakir itu orang miskin yang gak mao minta-minta kah? saya dah lupa perbedaan miskin dan fakir..

    @
    terimakasih koreksinya… arti fakir… kelihatannya sudah jelas ya 😀

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: