Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Ha…ha…ha… Celakalah Guru Yang Membongkar Kecurangan Ujian Nasional

Posted by agorsiloku pada Juni 6, 2007

Kompas, halaman 12, Selasa 5 Juni 2007 memberitakan dengan judul :

Mendiknas : Itu Urusan Polisi.

Padang, Kompas – Mendiknas Bambang Sudibyo menyatakan bahwa Departemen Pendidikan Nasional tidak akan memberikan perlindungan kepada guru yang mengungkap adanya dugaan kecurangan dalam pelaksanaan ujian nasional atau UN beberapa waktu yang lalu.

“Perlindungan hukum adalah tugas kepolisian. Deptdiknas tidak akan memberikan hal itu,” kata Bambang Sudibyo di Padang, Senin (4/6).

Sebelumnya, seusai menyerahkan bantuan bagi institusi pendidikan yang terkena gempa bumi di Sumatera Barat, wartawan sempat mempertanyakan sikap Depdiknas terkait adanya intimidasi terhadap sejumlah guru yang berniat membuka kecurangan UN 2007.

===============

Jujur saja, saya merinding membaca berita pendek ini. Rasanya saya ingin menulis dengan menggunakan seluruh perbendaharaan hewan-hewan rumah atau kebun binatang. Tidak habis pikir kok bisa-bisanya dan tega-teganya seorang pejabat tinggi di lingkungan dimana moral, etika, dan budaya bangsa dipertaruhkan kepada seorang menteri yang bisa mengeluarkan kata-kata ini kepada wartawan. Mungkinkah wartawan Kompas itu yang salah menangkap yang diucapkan, mungkinkah diplintir dan hanya diambil kata-kata seperti maunya wartawan itu?. Kan betul, perlindungan hukum adalah tugas kepolisian. Kan Depdiknas bukan kepolisian. Jadi, jelas bahwa para guru yang mengungkapkan kecurangan dalam ujian, sehingga diintimidasi (Komunitas Guru Menangis — pada Republik Mimpi Metro TV) dua-tiga hari yang lalu menegasi juga hal ini — Yang mengungkapkan kebenaran menjadi bahan olok-olokan para birokrat sekolah atau yayasan, disuruh mengundurkan diri, dll).

Haruskah judul postingan ini sebagai suatu kebanggaan bagi birokrasi.

Astagfirullah…. ini benar-benar di luar akal sehat.

Semoga Allah melindungi para guru yang dengan segala resikonya, para guru yang bermimpi mendapatkan calon penerus bangsa yang menghargai akal dan kejujuran sebagai moralitas nilai tertinggi dari hasil pendidikan.

Saya merasa kepala yang sedikit demam ini, tidak sesakit ketika membaca pelecehan terhadap sebuah mimpi mengenai kejujuran, etika, harga sebuah bangsa.

Rasanya saya ingin, kalau berkuasa, mengganti subdirektorat penghargaan dan perlindungan guru yang menjadi bagian depdiknas ini dengan mengusulkan diganti menjadi direktorat penghinaan profesi.

Catatan lain, cara pandang mengenai Ujian Nasional ada di sini. Kita tahu kearifan adalah jenazah yang sudah menjadi fosil. Menegakkan kebenaran adalah menegakkan benang basah.

Ya Allah, hari ini aku marah karena berita yang kubaca, menyakitkan hati ini.

 

 

 

Iklan

11 Tanggapan to “Ha…ha…ha… Celakalah Guru Yang Membongkar Kecurangan Ujian Nasional”

  1. KaiToU said

    yah, kapan yah, orang-orang itu sadar?
    om agor jangan lama2 demamnya…
    sekarang emang lagi musimna sakit…
    keep the spirit, om!

    @
    Trims Mas, semoga ya Depdiknas bukan sarangnya orang yang tidak mau melindungi anggotanya yang mengungkapkan kebenaran…

    Suka

  2. elzach said

    Assalamualaikum Wr Wb
    Demikianlah memang kehidupan dunia ini.
    Allah berfirman:
    “Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan.. Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang dibunuh, pastilah akan Ku-hapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, sebagai pahala di sisi Allah. Dan Allah pada sisi-Nya pahala yang baik.” (Qur’an, 3:195)
    siapa yang berharap balasan kebaikan dari manusia, maka bersiaplah untuk kecewa; tetapi siapa yang beramal ikhlash karena Allah, maka sungguh, hanya amal dan iman dengan hati ikhlas yang akan diterima Allah.
    Wassalamualaikum Wr Wb

    @
    Wass. Wr. Wb. Mas Elzach, semoga para guru yang menyuarakan kebenaran dan tidak rela melihat kecurangan dalam lingkungannya saat ujian nasional, menisbahkan pilihan menyuarakan kebenaran bukan untuk hal lain, tapi karena mereka orang-orang berhijrah di jalanNya. Amin, wass.

    Suka

  3. Abu Afkar said

    Assalamu’alaikum wr.wb.

    Inilah zaman ketika penguasa tidak mampu melindungi rakyatnya, meski dia benar… Ketika pemimpin dengan bangga tidak melindungi anak buahnya yang membutuhkan perlingungan…

    Duh, Gusti hanya kepadamu kini tempat mengadu…

    Suka

  4. haniifa said

    Assalamualaikum Wr Wb
    —————-
    Ha…ha…ha… Celakalah Guru Yang Membongkar Kecurangan Ujian Nasional
    Kompas, halaman 12, Selasa 5 Juni 2007 memberitakan dengan judul :
    ” Mendiknas : Itu Urusan Polisi.
    …..dang, Kompas – Mendiknas Bambang Sudibyo …”
    ========
    “…Haruskah judul postingan ini sebagai suatu kebanggaan bagi birokrasi.
    ….Astagfirullah…. ini benar-benar di luar akal sehat. ”
    ——————-
    Moto: Muslim = Pat Guli Pat Pastin Untung…ha..ha..ha..
    Sebagai muslim wajib hapal surat “Al Fatehah”, tapi ngertinya “Pokoke” jalan musti lurus titik.
    Apa yach, dalam kira-kira dalam benak si “FULAN” (“Muslim” = “Berdo’a dalam shalat mohon di beri jalan yang lurus”) ?????
    Apa jalan kereta gitu ??? wahh…..konyol.
    Thrus dimana untungnya ???
    Ahhhaaa berandai-andai:
    Seandainya si “Fulan” marah,setelah membaca informasi Postingan ?”
    Thrus musti siapa yach. ????
    Bapak Mentri ??? (==wah …gimana kalo di tangkep polisi ??)
    Polisi ??? (===wah … lebih konyol)
    Guru ??? (===wah …lebih ruwet lagi ??)
    Wartawan / yang nampilin posting ??? (==he.he.he. kalo nggak ada mereka “Ngga Baca Beli ??? ” ….ha.ha.ha….Sayakan nggak perlu beli koran Selasa 5 Juni 2007 )
    Komputer ??? (===wah …Kreditan blon lunas mas)
    Diri sendiri ??? (===hix..hox..hex.sa..adiknya desi yang ada di moll, alias nggak lucu dech….kik..kik.kik=”kaya OrGiN.)

    pusing ahhh. ?? meningan (Baca ya Baca) …. IQRO=IQRO…

    @KaiToU
    ” …yah, kapan yah, orang-orang itu sadar? …”
    Ha..ha..ha..ha.. tak sadar ..tak sadar.. tak sadar sampai “HUNG”.
    Apa maksud mas orang lain yang nggak sadar, lalu hanya mas KaitoU yang sadar.
    Coba kita stil ta mu la si do kan ?
    “Mas KaiToU” = “Sadar” (gara-gara berita itu saya jadi marah)
    Karena yang membuat marah berita, trus “Pokoke” bitanya “HILANG”
    Bapak Mentri = Hilang. (wah.wah.wah Siapa yang tanda tangani “PROYEKAN” !!?)
    Polisi = Hilang. (Ha.ha.ha. Makanya kalo punya pistol, ya “Ati-ati” masak komandan sendiri dibunuh….hi.hi.hi sedih juga)
    Guru = Hilang. (Aduh Kesian dech, udah gaji kecil mesti bunuh diri lagi)
    Wartawan / yang nampilin posting = Hilang. (mas..mas wartawan tolongggg)
    Baca Beli = Hilang. (Ait….awa lho mas, “FULAN” cekik ntar !!)
    Komputer = Hilang. (he.he.he. daripada di rusak mending buat saya to MAS)
    Diri sendiri = Hilang. (Ha..ha..ha … Mas pindah ke JEPANG silahakan Huru-hara)

    Hai..hai..hai.. Buat yang se “ide” dengan mas KaiToU kumpul…lumayan komputer-komputernya, mo saya sumbangin buat yang kena “LUMPUR LAPINDO”, “TSUNAMI” dll.

    si “Fulan” berguman..???
    Apa kira-kira Mas KaiToU, mo minta maaf nggak Yach ????
    Tapi buat apa yach, kan di dunia maya ??
    (..he.he.he. maya lagi ahhhh, MO moyet kek…mo Yamet kek .. Emang Gue Pikirin)

    @elzach
    ——-
    “Fulan” berguman ??? “muslim” atau “muslim-musliman”
    “…Haruskah judul postingan ini sebagai suatu kebanggaan bagi birokrasi.
    ….Astagfirullah…. ini benar-benar di luar akal sehat. ”
    ——-
    “Fulan” berguman ??? “muslim” atau “muslim-musliman”
    ” …Demikianlah memang kehidupan dunia ini…”

    Andai-andaian ahhhh..lagi….ahhh…gila-gilan….ah…lagi
    (=maaf m’ba soalnya “FULAN” lagi gila he.he.he.he m’ba..m’ba..m’ba)
    LAGI = GILA …???? (…hu..hu..hu.. Pakai pat guli Pat )

    Bilakah “GILA” ???
    “Fulan” berguman, nggak “ngerti”=diam ???
    (mba yang cantiiikkk, tanya aja sendiri sama mas KaiToU…elzach=KaiTou ?? )

    Bilakah “LAGI” ???
    “Fulan” berguman, nggak “ngerti”=diam ???
    “Fulan” = “Muslim” = Beriman sepenuh hati pada ayat Al Qur’an, 3:195
    Ha…ha..ha…. Yaa Allah, ternyata di dunia ini juga ada syurgamu.
    “FULAN” = “mba Elzach” = “MUSLIM” = Untung teruuuuuss………..
    Artinya:
    “Fulan” = “Mas Haniifa” = “m’ba Elizach” = “Muslim” = Beriman 100% surat An Nisaa 3 ….(=Allahu Yang Maha Benar)

    Curiculum Vitae Mas Hanifa:
    Umur ???…sedengan lah….”Pokoke” masih siiippp…dech
    Wajah ???…tergantung: alias kalo bokek ya mrengut, kalo ngak bokek ya..ya..ya.
    Status ???…Baru punya satu istri, anak lima, Mo ditambah tapi …he.he.. kere.
    Penampilan ??? … Imut-imut yang amit-amit
    Cita-cita ??? … Insya Allahu, tempat yang di rido’i oleh Allahu

    Biar adil-adilan, ya sarat-saratan, ya andai-andaian:
    Andai m’ba Elizach, Janda kaya, cantik, berjilbab ?? (hemm…..)
    Andai m’ba Elizach ABG, montok ?? (hemmm…ngilerrr…keleleran)

    Andai m’ba Elizach VS Istri Mas Haniifa, gimana yach ??? (hemmm …. asa “Pokokek” wait and see…..ya…mesti..disee dulu donk)
    (Buat “Kyai H. Aa Gym”, kalo m’ba Elizach nggak masuk sarat monggo …slotnya 2 lagi kan)

    Tuhh…kan, Ibu-ibu, m’ba-m’ba, n’neng-neng, abg-abg…Insya Allahu, Kyai H. Aa Gym adalah contoh yang benar.

    ——————————————————————————
    Allah berfirman:
    “Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan.. Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang dibunuh, pastilah akan Ku-hapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, sebagai pahala di sisi Allah. Dan Allah pada sisi-Nya pahala yang baik.” (Qur’an, 3:195)
    ——————————————————————————–
    Maaf para pembaca, saya tak sanggup menulis lagi.
    Sungguh setalah saya baca, air mata in terus mengalir tiada henti.

    Wassalam.

    Suka

  5. Waduh, merinding saya… Kalau guru saja tidak dilindungi apalagi murid?
    Indonesia udah edan ih… Ya, sudah kalau begitu kita saja yang melindunginya.

    @
    Betapa seorang pemimpin, selain sebagai pemimpin departemen, seharusnya juga pelindung/mengayomi. Ini yang boleh jadi sudah dilupakan.

    Suka

  6. deedhoet said

    Mungkin para pejabat di indonesia emang ingin agar “para penerusnya” selalu lestari.. Apakah <a href=”http://gresik.wordpress.com/2007/06/02/anugerah-bintang-akhlak-mulia/” rel=”nofollow”>anugerah
    bintang akhlak bejat</a> memang benar-benar diperlukan?

    @
    Seharusnya tidak ya… tapi dengan cara apa lagi etika dan hukum dapat ditegakkan 😦

    Suka

  7. okah said

    bagi kita yang penting menjaga agar sekolah qt gak melakukan kecurangan. buat apa semua siswa lulus tapi gak ada rasa bangga di dalam hati masing-masing. trus buat apa mengharap perlindungan dari mendiknas, masih ada yang lebih kuat dan hebat ? carilah perlindungan Tuhan …

    @
    Yang terakhir… yang paling penting.

    Suka

  8. Ngeri juga ya mas kalau melihat fenomena ini. Ada pepatah “guru kencing berdiri, murid kencing berlari” Dalam hal ini departemen PENDIDIKAN NASIONAL sebagai “guru” yang berkewajiban mendidik bangsa, semestinya lho.Departemen ini yang bertanggung jawab atas proses PENDIDIKAN di negara kita. Mungkin mereka lupa bahwa kelak di akhirat mereka akan ditanya. Bahkan mungkin seluruh anak bangsa ini akan menggugat mereka kelak.Saya pernah baca riwayat, untuk satu biji nasi yang masuk perut kita saja ditanya 500 tahun, darimana asalnya, bagaimana prosesnya, untuk apa, dsb…wuih, berat mas.
    ya begitulah manusia kalau udah ngga takut sama Allah,mereka cuma memikirkan nikmat sementara di dunia dan mereka kira bakal hidup selamanya di dunia ini.

    @

    untuk satu biji nasi yang masuk perut kita saja ditanya 500 tahun,

    astagfirullah, alangkah jauhnya saya dalam kehati-hatian hidup di dunia ini….

    Suka

  9. rizaksp said

    Yaa… Emang begitulah dunia yang fana.
    Tempat beramal bagi yang mengetahui, kenapa takut dicopot dari jabatan ?sedangkan nanti ada jabatan yang lebih hakiki dari Allah SWT.
    Tidak ada yang nyata di dunia ini, dunia adalah penjara bagi orang mukmin. Tetaplah berjuang saudaraku, Allah beserta para malaikat dan doaku selalu menyertaimu.
    Amien Ya Roballamin.

    @
    Amin… semoga saudara-saudara kita yang memperjuangkan dan menempatkan kejujuran dalam pendidikan mendapat perhatian dan pembelaan selayaknya. Semoga pemimpin depdiknas tidak lagi mengumbar kata-kata yang mencerminkan keangkuhan dan kesempitan etika.

    Suka

  10. kangguru said

    Astagfirullah hal adzim, ya Allah hanya kepadaMu lah aku berlindung
    Amiiien Ya Roballamin

    @
    Astagfirullah… :(( Tega nian apa yang disampaikan pimipinan ini….

    Suka

  11. Sepertinya pak menteri itu kok gak punya udel yah… gak punya malu.

    @
    Yang jelas, ungkapan Menteri ini, kalau wartawan tidak salah kutip sungguh memalukan.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: