Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Allah Mahapengampun, Tapi Kok Masih Ada Neraka?

Posted by agorsiloku pada Mei 19, 2007

Ada pertanyaan menarik dari seorang pembaca blog ini :

Yang menjadi pertanyaan adalah di dalam alquraan udah dijelaskan secara detail bahwa Allah maha pengampun dan akan mengampuni semua dosa2 ummatNya yang ada di dunia ini maka gimana dong penjelasannya?.

@

Walah gimana dong? 😦

Gimana kalau sehari-harinya kerjanya menantang Allah dan nggak mau percaya Allah petunjukNya, tapi meyakini bahwa Allah Maha Pengampun, lalu meminta agar tidak masuk pada nerakaNya?.

Pertanyaan ini tentu datang dari orang beriman, kalau kagak beriman mana mungkin bertanya ini kan?. Karena yang bertanya harus percaya bahwa Allah Mahapengampun. Ya nggak, ya nggak ?. 😀

Tapi jelas juga kan, Allah Mahapengampun. Jadi, mustinya kalau ingin diampuni, ya mbok minta ampun gitu. Kata satu hadis nih, Junjungan saja sehari setidaknya berdoa memohon ampunanNya sampai 70 kali sehari. Padahal beliau itu sudah dijamin dan mak’sum (terhindar dari dosa). Piye toh kita ini?.

Oke, tapi mumpung masih muda. Kita minta ampun nanti aja khalee… kalau sudah mulai uzur, kalau sudah menjelang pensiun gitu. Mumpung masih ada waktu !?. Asalkan bertauhid dan memohon ampunan, Allah akan memberikan ampunan. Percaya kan?. Sure deh, tapi kita kan tidak tahu kapan kita akan segera dipanggil. Bagaimana kalau satu jam lagi kita akan mati? Iya kalau masih diberikan satu jam, kalau langsung bletak, karena…. Semua kematian datang dengan lantaran. Lantaran yang dipahami manusia maupun yang tidak. Banyak sekali kisah (nyaris seperti pengalaman) bahwa memohon ampun mudah dikatakan, tapi tidak mudah dilaksanakan. Pra kondisi ke arah selalu ingat kepadaNya atau selalu ingat pada dunia, menghadirkan kondisi yang berbeda.

Jadi gimana dong?.

Yah… neraka ada (kami percaya ada) karena memang tidak semua manusia lahir dan setelah mampu menggunakan akal dan nafsunya percaya pada Allah, percaya adanya hari akhir, dan seterusnya.

Yah… neraka ada karena memang tidak semua manusia memohon ampunan kepadaNya.

Tentu saja neraka ada karena Allah berkehendak pada ciptaanNya. Dia akan memberikan ampunan pada yang dikehendakiNya, memasukkan ke neraka juga karena dikehendakiNya, karena manusia memilih untuk menggedor-gedor pintu neraka justru ketika rahmat dan ampunanNya terbuka lebar.

Namun, tentu saja memohon ampunanNya juga disyaratkan dengan kondisi yang Dia kehendaki, seperti diuraikan dalam kalamNya.

“Ya Allah, ampunilah hambaMu yang sedang berusaha untuk datang kepadaMu dengan segala khilaf dan salah di setiap langkahku. Matikanlah kami sebagai hambaMu, mati dalam keadaan khusnul khatimah.”

Referensi.

QS 28. Al Qashash 84. Barangsiapa yang datang dengan (membawa) kebaikan, maka baginya pahala yang lebih baik daripada kebaikannya itu; dan barangsiapa yang datang dengan (membawa) kejahatan, maka tidaklah diberi pembalasan kepada orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu, melainkan (seimbang) dengan apa yang dahulu mereka kerjakan.

QS 11. Huud 11. kecuali orang-orang yang sabar (terhadap bencana), dan mengerjakan amal-amal saleh; mereka itu beroleh ampunan dan pahala yang besar.

QS 2. Al Baqarah 158. Sesungguhnya Shafaa dan Marwa adalah sebahagian dari syi’ar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau ber-‘umrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa’i antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui.

S 7. Al A’raaf 161. Dan (ingatlah), ketika dikatakan kepada mereka (Bani Israil): “Diamlah di negeri ini saja (Baitul Maqdis) dan makanlah dari (hasil bumi)nya di mana saja kamu kehendaki.” Dan katakanlah: “Bebaskanlah kami dari dosa kami dan masukilah pintu gerbangnya sambil membungkuk, niscaya Kami ampuni kesalahan-kesalahanmu.” Kelak akan Kami tambah kepada orang-orang yang berbuat baik.

QS 6. Al An’aam 160. Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya pahala sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).

QS 5. Al Maa’idah 9. Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan yang beramal saleh, (bahwa) untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.

QS 4. An Nisaa’ 162. Tetapi orang-orang yang mendalam ilmunya di antara mereka dan orang-orang mukmin, mereka beriman kepada apa yang telah diturunkan kepadamu (Al Quran), dan apa yang telah diturunkan sebelummu dan orang-orang yang mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan yang beriman kepada Allah dan hari kemudian. Orang-orang itulah yang akan Kami berikan kepada mereka pahala yang besar.

QS 4. An Nisaa’ 146. Kecuali orang-orang yang taubat dan mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar.

QS 4. An Nisaa’114. Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keredhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar.

QS 3. Ali ‘Imran21. Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi yang memang tak dibenarkan dan membunuh orang-orang yang menyuruh manusia berbuat adil, maka gembirakanlah mereka bahwa mereka akan menerima siksa yg pedih.

QS 4. An Nisaa’ 85. Barangsiapa yang memberikan syafa’at yang baik, niscaya ia akan memperoleh bahagian pahala dari padanya. Dan barangsiapa memberi syafa’at yang buruk, niscaya ia akan memikul bahagian (dosa) dari padanya. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

QS 3. Ali ‘Imran 199. Dan sesungguhnya diantara ahli kitab ada orang yang beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kamu dan yang diturunkan kepada mereka sedang mereka berendah hati kepada Allah dan mereka tidak menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit. Mereka memperoleh pahala di sisi Tuhannya. Sesungguhnya Allah amat cepat perhitungan-Nya.

QS 67. Al Mulk 12. Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya Yang tidak nampak oleh mereka, mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar.

QS 3. Ali ‘Imran 135. Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.

QS 2. Al Baqarah 286. Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma’aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.”

QS 4. An Nisaa’ 31. Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga).

QS 99. Al Zalzalah7. Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya

QS 57. Al Hadiid 11. Siapakah yang mau meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, maka Allah akan melipat-gandakan (balasan) pinjaman itu untuknya, dan dia akan memperoleh pahala yang banyak.

QS 2. Al Baqarah 262. Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

QS 65. Ath Thalaaq5. Itulah perintah Allah yang diturunkan-Nya kepada kamu, dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan akan melipat gandakan pahala baginya.

QS 84. Al Insyiqaaq 25. tetapi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka pahala yang tidak putus-putusnya

QS 57. Al Hadiid 18. Sesungguhnya orang-orang yang membenarkan (Allah dan Rasul- Nya) baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (pembayarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.

QS 46. Al Ahqaaf 31. Hai kaum kami, terimalah (seruan) orang yang menyeru kepada Allah dan berimanlah kepada-Nya, niscaya Allah akan mengampuni dosa dosa kamu dan melepaskan kamu dari azab yang pedih.

QS 16. An Nahl25. (ucapan mereka) menyebabkan mereka memikul dosa-dosanya dengan sepenuh- penuhnya pada hari kiamat, dan sebahagian dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikitpun (bahwa mereka disesatkan). Ingatlah, amat buruklah dosa yang mereka pikul itu.

QS 4. An Nisaa’48. Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.

QS 6. Al An’aam 164. Katakanlah: “Apakah aku akan mencari Tuhan selain Allah, padahal Dia adalah Tuhan bagi segala sesuatu. Dan tidaklah seorang membuat dosa melainkan kemudharatannya kembali kepada dirinya sendiri; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kamu kembali, dan akan diberitakan-Nya kepadamu apa yang kamu perselisihkan.”

QS 3. Ali ‘Imran 178. Dan janganlah sekali-kali orang-orang kafir menyangka, bahwa pemberian tangguh Kami kepada mereka adalah lebih baik bagi mereka. Sesungguhnya Kami memberi tangguh kepada mereka hanyalah supaya bertambah-tambah dosa mereka; dan bagi mereka azab yang menghinakan.

QS 2. Al Baqarah219. Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: “Pada keduanya terdapat yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya.” Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: ” Yang lebih dari keperluan.” Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir.

QS 3. Ali ‘Imran 193. Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman, (yaitu): “Berimanlah kamu kepada Tuhanmu”, maka kamipun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang banyak berbakti.

QS 29. Al ‘Ankabuut 13. Dan sesungguhnya mereka akan memikul beban (dosa mereka, dan beban- beban dosa yang lain) di samping beban-beban mereka sendiri, dan sesungguhnya mereka akan ditanya pada hari kiamat tentang apa yang selalu mereka ada-adaka.

QS 5. Al Maa’idah 49. dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan mushibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik.

QS 39. Az Zumar 53. Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

20. Thaahaa 100. Barangsiapa berpaling dari pada Al qur’an maka sesungguhnya ia akan memikul dosa yang besar di hari kiamat,

QS 2. Al Baqarah225. Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Allah menghukum kamu disebabkan (sumpahmu) yang disengaja (untuk bersumpah) oleh hatimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun

QS 42. Asy Syuura42. Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih.

QS 8. Al Anfaal 33. Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun,

48. Al Fath14. Dan hanya kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi. Dia memberikan ampun kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan mengazab siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

47. Muhammad34. Sesungguhnya orang-orang kafir dan (yang) menghalangi manusia dari jalan Allah kemudian mereka mati dalam keadaan kafir, maka sekali-kali Allah tidak akan memberi ampun kepada mereka.

QS 9. At Taubah113. Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat (nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka jahana.

QS 11. Huud 90. Dan mohonlah ampun kepada Tuhanmu kemudian bertaubatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku Maha Penyayang lagi Maha Pengasih.

Iklan

25 Tanggapan to “Allah Mahapengampun, Tapi Kok Masih Ada Neraka?”

  1. agga ayu said

    manusia saja yg jelas2 penuh dosa gak ada yg begitu tega menyiksa manusia lain dg segala macam bentuk penyiksaan. masak tuhan yg nyata2 maha pengasih dan pengampun, tega menyiksa umatnya begitu dashyat? itu yg timbul dalam benak saya sejak awal. tapi jika saya bilang neraka bermakna figuratif dan bukan harafiah, sudah pasti dianggap salah karena tidak seperti itu yang telah dituliskan.

    @
    Yap Mas Angga, tentu kita juga percaya siksa Allah sangat pedih, kadang saya merasa kesombongan saya begitu besar sebagai manusia….

    Suka

  2. deking said

    Toko barang bekas pun tetap memiliki divisi reparasi untuk memperbaiki barang bekas yang dibeli untuk dijual lagi…
    Waduch kok komentarnya ngaco ya? hehehe…maaf otak sedang overheat nich… 😀

    @
    Ini kesimpulan yang justru sufistik… 😀

    Suka

  3. telmark said

    Maha pengampun memang. tapi ada juga dosa2 yg dikatakanNYA tdk akan terampuni. (dan sudah diperingatkanNYA). ya kan ?

    @
    Betul Mas, meminta ampun pun ada yang tak akan diampuni. Mendapatkan kesempatan bertaubat juga sudah merupakan hidayah.

    Suka

  4. peyek said

    bahwa memohon ampun mudah dikatakan, tapi tidak mudah dilaksanakan

    nah, berarti harus dibiasakan kan mas? bukankah sudah ada cerita tuh tentang dzikir yang sudah mendarah daging? don’t ask saya juga sudah agak lupa tuh, hehehe

    @
    Betul, harus dibiasakan, di setiap waktu, di setiap aliran nafas, di setiap kesempatan. Selalu mengingatNya. Ada petunjukNya mengenai ini… musti saya cari lagi….

    Suka

  5. Dimashusna said

    Kalau Tidak ada Neraka (KOnsekuensi atas perbuatan jahat). Maka manusia bisa semau-maunya hidup. Sebenarnya ALLOH pun tidak mau manusia masuk ke dalam Neraka, Buktinya DIA Maha Pengampun. Rela dengan sesuatu harus rela dgn konsekuensinya. Kalau jahat ya harus rela dgn konsekuensinya.

    @
    Konsekuensi ketika Ruh manusia menerima amanat Allah !. Namun, seperti dijelaskan Al Qur’an, ketika waktunya tiba, tidak rela juga dengan konsekuensinya.

    Suka

  6. Manusia itu obyek atau subyek yah pak dalam hal postingan ini? 🙂

    @
    Tentu saja, saya kira, subjek yang membuat pilihan-pilihan….. 😀

    Suka

  7. marif said

    Neraka ada karena Allah tau tabiat manusia itu seperti apa!!,(tamak,loba,pembangkang dll) kerenanya pada diri manusia ada nafsu,Potensi manusia inilah yang jika tidak terkendali maka akan merugikan dirinya sendiri sehingga untuk mengendalikan semua itu Allah memberikan ancaman.Justru klo saya sendiri akan bertanya apakah kita masih akan beriman klo surga dan neraka itu tidak ada.

    @
    Saya merasa sering lalai meski saya percaya penuh bahwa surga dan neraka itu ada dan kita akan menempati salah satunya. Dan semoga Allah mengampuni kami dan ditempatkan di surgaNya.

    Kalau tidak ada….?
    Ada saja masih…. apalagi tidak ada?…..

    Suka

  8. Suluh said

    Wah kalau soal kayak gini… No comment aja ah aku… Nitip absen tanda udah baca aja 😀

    @
    ha..ha…ha… jangan dibaca malah… nggak cocok untuk Mas… itu pertanyaan anak es de kok…

    Suka

  9. erander said

    Pasti. Allah memang Maha Pengampun. Masalahnya, sering kali ketika kita minta ampun, kita mengulangi kembali hal yang sama. Dan minta ampun lagi. Pasti, dikabulkan-Nya. Masalahnya, sampai berapa kali kita mengulangi – emang2 ga kapok2 apa? – dan ketika belum sempat minta ampun yang kesekian kalinya, kita terlanjur wafat? .. itu masalahnya. Sempat ga kita minta ampun sebelum nyawa berpisah dari badan? Kalo sempat .. bagus lah. Apa iya, sempat? jika selama hidup kita tak melatih lidah ini untuk mengucapkan asma Nya. Mengucapkan kata2 ampunan?

    @
    Astagfirullah…. , Jadi ingat imam Masjid yang selalu berdoa agar …wafatkan kami dalam keadaan khusnul khatimah….

    Suka

  10. elzach said

    Assalamualaikum wr wb.
    Kadang org mengalami sakit yg luar biasa rasanya, sakit gigi misalnya, duh dunia serasa kiamat.
    ada yg kecelakaan, sakit luka ditubuhnya membuat hidup serasa di neraka.
    berbagai kesulitan hidup, kadang membuat org serasa tak sanggup hidup lagi, sehingga akhirnya bunuh diri.
    kulit yg tersayat, atau terbakar, maka seluruh tubuh serasa dirajam sakit yang luar biasa.
    jangan lupa, itu belum ada apa-apanya dibanding Neraka !
    bisakah kita bayangkan panasnya api di permukaan matahari yang sejauh sekian ribu kilometer saja suhunya mencapai 2.000.000 derajat C, itu sudah sanggup membuat logam menjadi gas !
    besi saja titik didihnya tidak sampai 3000.
    Sekian Juta derajat macam itupun belum tentu lebih panas dari neraka karena panas neraka itu tidak terbayang oleh benak manusia.
    mungkin kita bertanya, dgn panas sedahsyat itu, mungkinkah tubuh kita akan bertahan dalam satu detik?
    itulah logika manusia, sangat jauh dari ilmu Allah, karena Allah sendiri yg menetapkan hukum panas, titih lebur, titik didih dan sebagainya.
    coba kita bayangkan, meskipun sekian juta derapat panas menghancurkan tubuh kita, apakah akan menghilangkan perasaan bahwa kita ada? apakah mampu mengubah diri kita sebagi individu menjadi orang lain; perasaan kita sebagai diri kita tetap akan sama walaupun kita dilebur dgn pentung api neraka hanya kulit kita saja yang terus menerus diganti baru, Naudzubillah.
    jika sudah begitu, sia-sia sudah segala harta yg kita kumpulkan yang tidak kita amalkan di jalan Allah, dan tidak sekeping uangpun kita bawa mati di usia kita yang super singkat ini, yang tidak akan lebih dari 100 tahun, yang kita sewaktu-waktu dijemput maut.
    Berdebat sejuta katapun tak ada gunanya, karena hal inilah yang akan kita hadapi, kecuali jika membawa hati kita kepada kebenaran.
    Semoga kita mampu meraih khusnul khotimah, marilah kita berjuang dengan sungguh-sungguh.
    Wassalamualaikum wr wb

    @
    Wass. Wr.Wb… Uraian ini mengingatkan saya tentang filsafat ilmu pengetahuan Yunani Kuno, ketika dewa apa gitu, dihukum karena menyebarkan ilmu/pengetahuan pada manusia. Penderitaan yang terus menerus bukan menjadi penderitaan. Tapi ketika kulit diganti baru setiap kali hangus, jelas ini adalah sebuah siksa. Siksa yang sangat pedih. Naudzubillah, Subhanallah. Kita diajarkan untuk memohon ampunanNya dan terhindar dari siksa api neraka. Semoga kita mampu, dengan hidayahNya, terhindar dan mendapatkan ampunanNya. Amin.. Was.. wr.wb… (saya akan naikkan ini ke postingan ya Mas, trims)

    Suka

  11. Bagaimana dan apa yang terjadi jika di dunia ini tidak ada polisi, tidak ada lembaga peradilan, tidak ada penjara, tidak ada hukuman?
    Allah berfirman saya lupa ayatnya yang artinya kurang lebih, “Seandainya kebenaran mengikuti hawa nafsu manusia, maka hancurlah langit dan bumi ini.”
    Neraka diciptakan untuk kebenaran dan keadilan. Keterangan dalam Alquran, Allah tidak akan memperlakukan sama kepada orang yang beriman dan orang yang kafir.
    Perhatikan azab dan siksa di dunia ini, bagaimana Allah memperlihatkan bahwa Allah tidak main-main mengadakan siksaan yang sangat pedih dalam kehidupan ini.
    Rasa sakit atau enak itu muncul karena adanya susunan urat saraf. Rasa sakit dapat diturunkan dengan obat. Namun, Allah dapat melipat gandakan rasa sakit atau panas itu walaupun suhunya tidak tinggi.

    @

    QS 23. Al Mu’minuun 71. Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan (Al Quran) mereka tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu.

    Mas Dedi, trims komentarnya, saya gembira komentar ini benar-benar berbasiskan pemahaman yang membantu saya ikut bisa mengerti. Sekali lagi terimakasih. Wass, agor

    Suka

  12. “TIADA KATA TERLAMBAT 4 MEMOHON AMPUN KPD_NYA..”
    RASULLULLAH SAW,yg notabenex adalah seorang yg maksum aja tak pernah berhenti 4 memohon ampun…apalagi Kita,(eh salah,maksudx Ane sndiri)yg bukan siapa2..!!!!
    btul ga Mas..???!!!! 🙂

    @
    Betul Mas… betul sekali, saya kadang berpikir apa nggak lebih baik rukun iman itu ditambahi lagi saja. Jangan hanya 6, tapi tambah satu lagi atau semuanya, tidak usah dikelompokkan jadi dua kelompok sehingga hanya 6 (terkait tauhid dan ibada) dan sisanya jadi seolah fakultatif (?): Karena jelas bahwa :

    Ciri orang beriman antara lain : beriman kepada yang gaib, mendirikan shalat, menafkahkan rejeki yang dianugerahkan Allah (QS 2:3), beriman kepada Allah dan RasulNya (QS 57:8), beriman kepada Allah, Malaikat-malaikatNya, Kitab-kitabNya, dan Rasul-rasulNya (QS 2:285), kepada hari kiamat (QS 42:18), menunaikan zakat (QS 4:162), tidak merendahkan kumpulan yang lain (QS 49:11), tidak ragu-ragu dan berjuang dengan harta dan jiwanya (QS 49:15), tidak mengambil pemimpin orang yang menjadikan agamamu jadi bahan ejekan (QS 5:57), yang hatinya menjadi tentram dengan mengingat Allah (QS 13:28), beriman adanya kehidupan akhirat (QS 6:92), tidak menikahi wanita musyrik (QS 2:221), bertaubat, menahan pandangan, tidak menampakan perhiasan kecuali yang biasa tampak (QS 24:31), tidak melanggar syiar-syiar Allah, berhaji (QS 5:2).

    Suka

  13. antobilang said

    bleh…hihihi….apa boleh kita percaya kalo neraka itu gak ada?

    @
    …. kalau kita mengikuti rukun iman…. boleh nggak sebagian saja yang kita percaya, lainnya yang kita nggak suka kita bilang ogah ah… Mas Anto ini ada-ada saja deh… 😀

    Suka

  14. Mas Anto bilang, manusia dibebaskan untuk memilih mau beriman atau tidak. Jadi boleh saja manusia tidak percaya adanya neraka.
    Tapi ngeri juga kalau sampai tidak percaya adanya neraka. Bagaimana bisa tahu dan yakin bahwa neraka itu tidak ada. Apa dasarnya dan apa buktinya. Soalnya ini urusannya menyangkut keinginan Yang Mempunyai Alam Semesta ini. Mau diapakan kita, terserah Yang Punya. Sains pun tidak dapat menjawabnya.

    @
    Mas Anto lagi guyon tuh…

    Suka

  15. deedhoet said

    Saya jadi inget postingan mr.geddoe yang ini

    @
    Betul, untuk pemandangan dunia, “neraka” menjadi lebih menarik ?.

    Suka

  16. alie said

    Seandainya Allah berkehendak bahwa semua makhluk ciptaanNya (manusia) tidak melakukan dosa, maka kepada siapa Dia Akan menunjukkan betapa luas sifat kasihNya,betapa murah sifat pengampunanNya.Saya yakin sifat Rahman dan Rahim Allah lebih luas dari pada sifat amarahnya.mkc

    @
    Ya.. Allah memberikan catatan begitu…pada banyak ayat….Amin

    Suka

  17. pramur said

    Numpang nimbrung nih Mas…
    Sederhana saja menurut saya. Allah itu kan Maha Adil juga. Nah, wujud dari keadilan Allah, adalah dibedakannya manusia berdasarkan kelakuannya to?

    @
    Ya iya lah…. 😀 . Sederhana dan tentu saja Maha Adil.

    Suka

  18. haniifa said

    ” Yang menjadi pertanyaan adalah di dalam alquraan udah dijelaskan secara detail bahwa Allah maha pengampun dan akan mengampuni semua dosa2 ummatNya yang ada di dunia ini maka gimana dong penjelasannya ?. ”
    Penjelasan : TIDAK SEMUA ORANG DIAMPUNI.
    yaitu : MUSYRIK dan atau KAFIR, MUNAFIK.
    REFERENDI :
    Surat Al Baqarah 221 (2:221):
    Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.
    Surat At Taubah 5 (9:5):
    ” Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu di mana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah di tempat pengintaian. Jika mereka bertobat dan mendirikan shalat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ”
    Surat At Taubah 113 (9:113)
    “Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat (nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu, adalah penghuni neraka Jahanam.”
    Surat Al Ahzab 73 (33:73)
    “sehingga Allah mengadzab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrikin laki-laki dan perempuan; dan sehingga Allah menerima tobat orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ”
    Kalau benar datang dari Allah semata.

    @
    Betul Mas Haniifa.. ini referensi yang mencerahkan. Ijinkan dengan sedikit komentar…

    … Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman…. —> bisa beriman dan bertobat…–> surga .
    ….bunuhlah orang-orang musyrikin…. –> orang-orang musyrik.
    …orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat …–> musyrik.
    …sehingga Allah mengadzab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrikin…–> azab bisa di dunia dan juga di akhirat… tapi kesempatan bertobat ada.

    Kata terakhir dari ayat : …Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang…. –> merujuk reposisi peluang yang sesungguhnya.

    Tapi yang jelas juga : TIDAK SEMUA MAU MEMINTA AMPUN. Bahkan mengakui adanya Allah saja tidak.

    Suka

  19. sikabayan said

    Kalo menurut kabayanmah… euhehu..
    seandainya kabayan punya perusahaan… euh kabayan ngahayal …
    tentunya kabayang tidak berkewajiban menggaji karyawan dari perusahaan lain yah… ataupun yang merasa karyawan perusahaan lain..
    kabayan hanya berkewajiban menggaji karyawannya perusahaan kabayan ajah…
    euh.. kapan kabayan punya perusahaan yah.. biar bisa ngegajih karyawan, tidak jadi orang gajihan yang gajihnya sering telat… hikz… jadi telat cai kopinyah…

    @
    😀 …. 😦 Sedekah kopi juga “gaji”….

    Suka

  20. Suluh said

    ha..ha…ha… jangan dibaca malah… nggak cocok untuk Mas… itu pertanyaan anak es de kok…

    Wah kok dibilang bacaan anak es de… 😦 Saya gak boleh numpang baca baca ya? Jadi sedihhh 😦 😦

    @

    Ini pertanyaan memang datangnya dari anak kecil kok… kalau saya postingkan hanya karena memang kadang-kadang anak kecil bisa bertanya, yang membuat orang dewasa binun… eh bingung… 😀

    Suka

  21. Raja Ahmad Ismail said

    Assalamu’alaikum,
    Katanya Allah Maha Pengampun, tetapi kok neraka masih ada?.
    Neraka memang masih ada dan akan tetap ada.
    Berapa banyak manusia yang diciptakan Allah di muka bumi ini yang belum dan bahkan tidak pernah minta ampun kepada Allah sampai keakhir hayatnya?. Banyak, lebih banyak dari yang minta ampun.
    Jadi neraka memang masih perlu untuk menampung manusia-manusia seperti ini. Tapi, sebahagian merekakan orang baik-baik, tidak pernah menyakiti manusia, binatang maupun tumbuhan, malah sebaliknya. Meminta ampun kepada Allah tidak cukup sekedar mengatakan “Ampun ya Allah”. Tetapi ada persyaratan supaya permintaan dipenuhi dan ampunan diberikan. Minta ampun dan penuhi persyaratan, pasti akan diampuni. Begitu janji Allah.
    Sebagai mana Firman Allah didalam QS2 : 186 : 186. Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.

    Kalaulah semua umat masnusia dan jin mau meminta ampunan dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan Allah, saya yakin memang neraka tidak diperlukan. Tetapi kenyataannya berbeda. Ada yang sama sekali “lupa” minta ampun, tetapi protes dengan adanya neraka. Ada yang meminta ampun tetapi enggan memenuhi persyaratannya. Minta sorga tetapi malas beramal, takut neraka tetapi hobi bermaksiat.
    Sedangkan sudah diancam dengan neraka, manusia masih ingkar apalagi kalau tidak ada neraka. Mau jadi apa dunia ini.
    Wassalam,

    @
    Ya… salah satu ciri orang beriman adalah memohon rahmatNya dan memohon ampunanNya. Namun, fakta juga yang mempercayai keberadaanNya lebih sedikit dari pada yang mempercayaiNya. Jadi jangankan memohon ampunanNya, mempercayai keberadaanNya saja sudah tidak. Mana mau memohon ampunan.

    Suka

  22. Anonim said

    MANUSIA AKAN BERKEMBANG SEPERTI PASIR DITEPI PANTAI, DUNIA SUDAH BERJALAN SEKIAN JUTA TAHUN, SEKARANG ADALAH JAMAN KITA, NERAKA DAN SURGA ADALAH HASIL REKAYASA DARI SETITIK REAKSI YANG TERJADI DALAM OTAK MANUSIA YANG BERKEMBANG MENURUT IMAN DAN KEADAAN HATI KITA MASING MASING, JIKA KAMU MERASA TIDAK NYAMAN DAN KAMU MERASA SUSAH KARENA HATIMU SEDANG TIDAK NYAMAN, JIKA KAMU SEDANG GEMBIRA DAN MERASA SENANG KARENA HATIMU SEDANG MERASAKAN SUKACITA, GAMBARAN INILAH YANG MEREFLEKSIKAN SURGA ATAU NERAKA, KARENA TUHAN MAHA PENGASIH DAN PENYAYANG, ADAKAH SEORANG AYAH YANG MEMBERIKAN ULAR JIKA ANAKNYA MEMINTA ROTI, DEMIKIAN JUGA BAPAMU DISURGA AKAN MEMBERIKAN YANG TERBAIK BAGI ANAK ANAKNYA.

    Suka

  23. […] https://agorsiloku.wordpress.com/2007/05/19/allah-mahapengampun-tapi-kok-masih-ada-neraka/ […]

    Suka

  24. Anonim said

    Apa pun yg kita perbuat itu adalah kehendak ALLAH…
    Manusia hanyalah wayang(kita hanyalah bangkai yg tak punya daya dan upaya).
    bahkan yg menggerakkan jari saya untuk mengetik tulisan ini adalah ALLAH.
    Jadi apa masih ada yg namanya surga dan neraka. ?

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: