Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Pertamax Euy !? – Selamat datang di Dunia Ide.

Posted by agorsiloku pada Mei 7, 2007

Pertamax… pertamax… pertamax yang bukan bensin premium oktan tinggi.

Pertama membaca pertamax, sungguh bingung. Istilah apa nih, apa ada hubungan dengan bensin oktan lebih tinggi, lebih murni. Tak juga dipahami. Bener deh !. Cius. Apalagi antara menulis dan klik-klik ke blog lain tidak bisa terlalu sering, lebih banyak menumpahkan apa yang ada di pikiran. Lebih banyak melanglang di jagad maya yang “serius”.

Bahkan ketika membaca keduax, ketigax, keempax, … juga masih belum paham. Betul-betul telmi deh. Baru mengerti ketika ada yang menulis keduabelax lalu ketika diposting ternyata jadi ketigabelax. Oh… maksudnya urutan komenx.

Munculnya istilah blog selebriti dan ragam teknik memperkenalkan diri dalam dunia blog kemudian menjadi pembahasan yang menarik. Termasuk juga pesan untuk timbal balik juga seharusnya dilakukan oleh blog seleb, dan lain sebagainya atau propoganda untuk tidak menulis komen. Bahkan istilahnya bisa masuk pada “gerakan moral”

Dan memang harus diakui kemudian blog ada yang menjadi seleb, artinya rajin dikunjungi karena ada sesuatu darinya yang menarik. What The Hell salah satunya, bahkan sampai dibajak, di kopi pais sampai ke isi-isinya. Ditulis dalam berbagai versi dari aslinya wadehel, menjadi wadeleh atau wadehello. Dan entah kemudian apa lagi yang ada.

Namun, apapun juga, kehadiran pikiran-pikiran bebas dalam dunia blog memungkinkan pikiran dibaca dan dikomentari dalam arena yang lebih luas. Keterampilan-keterampilan muncul “begitu saja”. Saya kira ini alamiah, terasah dan semakin matang dan dewasa. Menjadi sedikit berbangga karena komen yang menyenangkan atau dijadikan salah satu sebab, sebagai ladang sedekah, sekaligus uji keterampilan diurai manis oleh Jurig ini. Sebagai bagian dari aktualisasi diri. Umumnya, aktualisasi datang dengan kesederhanaan, apakah itu not superhuman, Bukanlah seorang raja, betul-betul manusia biasa, atau bukan pemimpin, atau tak akan melupakan masa lalu, atau apa saja. Keuntungan link untuk menjelaskan dan memperkenalkan diri bersambung-sambung memungkin lingkungan ini menjadi masyarakat virtual tersendiri. Menambah ilmu dongengan tentang bumi, Pengalaman dan berbagi ilmu dari guru ini, atau guru itu, dan lain-lain. Memahami pengetahuan manusia tentang kesehatan dan pikiran-pikirannya memungkinkan ada proses pembelajaran baru. Cara belajar baru yang komunikatif dan tidak dipaksa.

Pengalaman saya ngeblog ternyata tidak mudah mendapatkan komen, apalagi di awal-awal. Apa yang saya duga harapkan banyak, ternyata malah dilewati begitu saja. Yang dipikirkan sedikit, ternyata lumayan. Saya sendiri tidak selalu bisa membuat komen. Sering karena waktu sempit (terbatas) dan tidak menguasai pengetahuan dengan baik. Namun bagaimanapun, hit dan komen terasa menjadi bagian dari masyarakat sosial. Kita tidak sendiri. Saya paham juga akhirnya, apapun yang kita tulis, memang seharusnya berada pada wilayah kompetensi kita. Orang marketing bilang pilah dengan baik STP. Segmentasikan blog kita pada wilayah mana kita harapkan ada pengunjung, Tetapkan targetnya marketnya – siapa dan apa jenis blogger yang diharapkan bisa dan mau datang, dan Posisikan blog kita di wilayah ini. Artinya, kunjungi, link ke lokasi ide yang sama sehingga membentuk kekuatan dan dikenal.

Terimakasih Pertamax ataupun pulux, ratux. Kita sedang hidup di dunia ide.

Iklan

23 Tanggapan to “Pertamax Euy !? – Selamat datang di Dunia Ide.”

  1. PERTAMAX!

    *dilempar kulkas*

    Pengalaman saya ngeblog ternyata tidak mudah mendapatkan komen, apalagi di awal-awal. Apa yang saya duga harapkan banyak, ternyata malah dilewati begitu saja. Yang dipikirkan sedikit, ternyata lumayan.

    Faktanya, sebagus apapun (dinilai subjektif) tulisan kita, namun jika dirilis di awal-awal permulaan nge-blog, akan susah mendapat komentar. Namun patut dicatat, biasanya komentar yang masuk itu yang benar-benar membangun, bukan urutan komentator. 😛

    @
    Harapannya begitu, melengkapi kekurangan pada postingan.

    Suka

  2. wadehel said

    Seperti kata Budi Putra, perlu bikin yang sangat niche dan segmented. Sesuai kompetensi anda. Jangan nulis surga kalo ga ngerti dan belum pernah kes ana, jangan nulis soal korupsi kalo belum pernah korupsi 😛 (contoh canda). Kenapa?

    Karena semua itu akan menggambarkan otoritas Anda. Tapi kalau Anda hanya pakar gado-gado, mungkin hanya tukang gado-gado yang tertarik dengan Anda

    Itu benar sekali, kalau anda ngeblog untuk cari reputasi blog, untuk otoritas, untuk traffik dan klik di iklan, mau tak mau anda harus fokus pada satu topik. Harus super jaim. Meski anda peduli dengan isu-isu kebangsaan atau agama misalnya, kalau anda sudah memutuskan niche di IT, ya jangan melebar, reputasi anda terancam, otoritas lenyap, akhirnya traffik berkurang. Kalau pengen, buka aja blog baru buat gado-gado.

    Saya sendiri, karena tidak ahli dalam bidang apapun, isi blognya ya gado-gado, cuma topik sehari-hari. Ngeblog di wp bukan untuk berburu klik adsense. Cuma ide gratis buwat semua, provokasi biar pada mikir (padahal saya jg belajaran), atau sekedar gangguin yang lagi tidur. Gado-gado gpp, sehat juga kok.

    Soal komen, saya lihat komentar di blog bapak secara kualitas sangat bagus kok. Menurut saya itu lebih bagus daripada blog yang jumlah komennya banyak tapi pada OOT dan SOOT, ego yang punya blog mungkin seneng, tapi kasihan yang mbaca, capek baca dapetnya dikit.

    @
    Yap, yang niche (ceruk) pasar blog adalah bagian kecil dari keseluruhan pasar yang memiliki karakter dan sifat khusus. Produk niche menjadikan ada sedikit peminat tapi punya hal-hal unik/spesial. Kalau itu dimiliki, amanlah untuk “menjual”. Tapi kelemahan niche adalah ukuran pasarnya yang kecil (tapi gpp juga) karena dari ceruk khusus ada loyalitas. Contoh kongkrit untuk niche market biasanya spesial produk. Kalau di HP, kita kenal Virtu, kalau di perhiasan : berlian, kalau di mobil, bmw gitu, kalau di odol, ya sejenis sensodyne…. Betul-betul menggambarkan otoritas ide. Wadehel punya hal istimewa (apa dia sadar apa nggak ya), komentarnya menyisir dalam kerangka uncyclopedia. Yang membuat orang harus berpikir dalam terminologi badai. Dan fakta kemudian, sebagian pembaca juga gagal menangkap kegelisahan Wadehel sehingga memberikan penawaran untuk “cepat” kembali ke jalan lurus. 🙂

    Di kerajaan gila, maka raja yang waras harus masuk rumah sakit….. 😀

    Suka

  3. Pengalaman saya ngeblog ternyata tidak mudah mendapatkan komen, apalagi di awal-awal. Apa yang saya duga harapkan banyak, ternyata malah dilewati begitu saja.

    Ah, itu sih sudah biasa. Jaman awal blogging adalah saat dimana sepi komentar. Tapi, kalau kita membuat page disclaimer seperti di blog saya, biasanya orang – orang tertarik untuk melihat post – post terdahulu. 😀

    @
    Betul juga… saya harus mempelajari gimana harta karun tulisan, biar cuma kutu-kutu bisa dilongok kembali ya…. tengkyu deh.

    Suka

  4. banihamzah said

    Kuarto. Trekbeknya lumayan banyak nih pak 🙂

    salam kenal

    @
    trekbek = umpan sewaktu memancing… siapa tahu dapat ikan gurame….

    Salalm kenal kembali….

    Suka

  5. Luthfi said

    pertamax!!!!

    @
    😀

    Suka

  6. kangguru said

    setuju banget, contoh sederhana komen Pak Agor terkadang lebih menyentil dari isi postingnya

    @
    Lateral.
    Kadang agor susah memberikan komen, karena sering OOT dan membaca berkali-kali, baru paham…. 😛

    Suka

  7. Raffaell said

    Masalah pertamax ini apa yah, sebuah kultur ke banggaan menjadi orang pertama yang bisa mengomentari isi blog, begitulah kira kira…

    @
    Iya sekarang baru mulai mengerti, mengisi yang pertama kali memang mengasyikan. Apalagi jika blog itu, komennya bakal puluhan bahkan sampai ratusan….

    Suka

  8. deking said

    Pengalaman saya ngeblog ternyata tidak mudah mendapatkan komen, apalagi di awal-awal

    Sedikit komentar belum tentu sedikit pembaca lho Pak, tuch pengunjung blog Bapak sangat banyak lho 😀
    Bisa juga banyak pembaca yang telah merasa cukup terpuaskan hanya dengan membaca, tanpa merasa perlu meninggalkan komentar.
    Walau blog Pak Agor sepi dan miskin komentar (hehehe bercanda Pak), tetapi menurut saya muatan di blog Pak Agor sangat ramai dan kaya dan inilah yang lebih penting.
    Nulis di blog bagi saya hanyalah sebagai salah satu upaya untuk:
    1. Belajar menyusun kalimat
    2. Belajar mencari dan mengembangkan ide
    3. Dan belajar tentang nilai2 kehidupan yang saya peroleh dari umpan balik para rekan yang memberikan komentar (nah mungkin memang di sinilah letak arti pentingnya komentar 😀 )

    @
    betul, menulis adalah belajar menyusun kalimat atau dengan kata lain : menyampaikan gagasan dalam tulisan yang sistematis dan mudah dipahami. Latihan menulis. Mencari gagasan dan mengembangkannya (untuk kesenangan) dan mendapatkan umpan balik. Betul ini seninya komentar.

    😀

    Suka

  9. KaiToU said

    waduw, saya kira saya salah baca judul rss blogna om agor, dikira rss bagian komennya, ga tawna beneran judul postingan…

    tapi kaget juga & sempat ketawa ngakak pas baca di akhir postingan ada link ke blog saya… padahal judul linkna ga nyambung blas… hahuahauhahaha… 😀

    Terimakasih Pertamax ataupun pulux, ratux. Kita sedang hidup di dunia ide.

    OksD om agor, keep on cMan9aDzZ..!!

    @
    Walah maap… maap kalau bikin kaget… 😀

    Suka

  10. hmm,, Ma sempet kepikiran lho waktu beberapa minggu kemaren,, ampe mau pindah rumah lagi,, Ma sempet mikir apa emang ngeblog harus yang kaya gini, apa orang ga suka kalo postingnya kaya gini, harus liat komen dan stat,, macem macem ampe ga nyaman mau nulis di rumah sendiri,, tapi udah beres sekarang,,

    Ma ngeblog karena pengen ngeblog,, 🙂

    Ma ntar bakal belajar bikin posting resmi, tapi ga dengan maksain Ma buat ngikut ngikut yang lain,,

    pak Agor,, Ma jadi ngomong ga jelas sendiri gini,, maap ya,, tapi, Ma suka post yang ini,, 🙂

    @
    Gpp kok, ini menariknya kan. Otoritas sendiri adalah khas dari Ma Banget….. So nice deh…

    Suka

  11. MaIDeN said

    Komen terakhir dibuat pertama. Komen pertama dibuat terakhir.
    Jadi siapa yang terakhir komen musti dapat urutan pertama, langsung dibawah post.

    BTw,
    Wadehel wrote:

    Itu benar sekali, kalau anda ngeblog untuk cari reputasi blog, untuk otoritas, untuk traffik dan klik di iklan, mau tak mau anda harus fokus pada satu topik. Harus super jaim. Meski anda peduli dengan isu-isu kebangsaan atau agama misalnya, kalau anda sudah memutuskan niche di IT, ya jangan melebar, reputasi anda terancam, otoritas lenyap, akhirnya traffik berkurang.

    … cari reputasi blog, untuk otoritas, untuk traffik dan klik di iklan … sepertinya mengarah ke blog blog seleb ya hahahaha *pasang kuda-kuda langkah 1000 – kaboer*

    … apalagi kalau dijidat sudah ditulisin “kami adalah matahari” … *kaboer lebih kenceng*

    @
    ha…ha… untung Matt nggak bisa bahasa Indonesia, bisa-bisa nanti dia hilangkan “pertamax”… tapi mengikuti GIGO eh FIFO…

    Suka

  12. alief said

    ngeblog bikin kreatif….

    @
    Paling tidak, kreatif bikin tulisan di blog sama terampil kopi pais…. 😀

    Suka

  13. Thamrin said

    Saya dulu coba pakai pertamax saat turun Rp 4.900 namun pindah premium lagi begitu naik kembali diatas Rp 5000,- (ini soal bensin)…he…he…he… 🙂 Saat rajin menulis bisa pakai Pertamax, saat malas cukup Premium saja. Tak banyak yang berkunjung saat saya malas menulis….seperti yang terjadi sekarang…. 🙂

    @
    pertamax atau bensin, kalau jujur literannya premium lebih murah. Kalau kagak jujur, premium lebih mahal lho

    Suka

  14. antobilang said

    PERTAMAX!!!
    (dodol banget nih, masa gak liat 13 komen di atas)

    ehm…biasanya lho ini..kalo blog yang punya seleb2 blog itu meskipun banyak komentarnya, tapi kalau disaring, yang nyambung paling seperberapa-nya saja… banyakan OOt2an…

    lama gak mampir ke pak agor nih…

    @
    Tigabelax, tapi ngaku pertamax. Mas anto berani-beraninya “klaim kebenaran” 😀 . Namun, betul juga kalau nyambung, rasanya komen menjadi bumbu penyedap tersendiri. Memperkaya khasanah. Kalau OOT, artinya silaturahmi. Selalu ada sisi baiknya….

    Suka

  15. Fourtynine said

    Telat……ga bisa ngomong pertamax, ya udah. Silaturahim aja deh. He he

    @
    ha…ha.. ha… salam kembali…

    Suka

  16. deedhoet said

    Ngeblog buat saya paling utama yah buat belajar. Termasuk belajar mengikuti selera pembaca juga nggak yah 😀 Pak, ngeblog kan nggak sama dengan jualan barang konkret. Kalo jualan barang konkret: banyak orang yang liat, tapi terus pergi tanpa nanya-nanya lagi –> barang dipastikan nggak laku. Di blog, kalo banyak orang dateng terus berarti jualan kita sudah laku meskipun mereka no komen. Iya di sini kita jualan ide dan informasi –> kalo tujuannya nyari hit dan komen. Kalo tujuannya bukan itu yah, anggap aja hit & komen sebagai hasil sampingan. Kayak bosnya google, awalnya mereka itu buat search engine kan untuk hobi bukan cari duit 🙂

    Wah, yang jualanya gak laku ko malah ngajari pakar marketing yah :p

    @
    Tul, kita belajar ya Mas Deedhoet. Semoga ada manfaatnya, betapapun kecilnya.
    Agor cuma agor biasa, bukan Hermawan Kartajaya yang pakar marketing, yang bisa bermitra dg Philip Kotler, Gurus Marketing dunia. 😀

    Suka

  17. […] itulah yg sering aku lakukan… dan kali ini aku menebar trekbek buat mempromosikan dua buah ide yg sebagian blogerian ,termasuk aku, penting banget untuk diwujudkan… dua hal tsb, yaitu […]

    Suka

  18. Amd said

    Pertamaxxxx….

    *Pura-pura nggak liat Anto*

    Yah, yang penting, saya ke sini bukan sekadar nyari pertamax, tapi nyari ilmu…

    @
    Salam selalu untuk Mas AMD, semoga Allah melimpahkan rahmatNya kepada Mas dan juga untuk diri agor sendiri yang sedang berposisi sama.

    Suka

  19. jurig said

    betul kata mas amed … blog itu buat berbagi ilmu … kalo masalah pertamax, seleBlog, hits atau traffic … itu mah bonus … hehehehe …

    @
    Berbagi Ilmu, berbagi kearifan (jika bisa). Hit dan traffic hanya menjelaskan sedikit tentang pembagian itu… sedikit bonus. 😀

    Suka

  20. Dimas said

    Salam’alaikum
    Dulu dikatakan salah satu penemuan terpenting dalam sejarah manusia adalah internet. Sepertinya sekarang blog juga menjadi salah satu penemuan terpenting dalam sejarah manusia…hahaha
    Sepertinya blog sama dengan manusia.Semakin unik maka semakin menarik dan jangan lupa untuk berterima kasih kepada om Matt yang menyediakan wordpressnya untuk kita…hehehe (ini nyambung ngak sih?)
    Makasih ya om Matt!!

    @
    Wass.wr.wb. Setiap penemuan adalah terpenting dalam bagian sejarah manusia ketika dan saat penemuan itu terjadi, bagi seluruhnya atau hanya sebagian manusia atau sejarah seorang manusia.
    Thx Uncle Matt for our WordPress 😀 (kali saja dia baca ya…)

    Suka

  21. Ke-DUAPULUHSATUX!!!
    *Jelek banget ya..?*

    @
    😀 😛

    Suka

  22. […] Contemplation, Critics, Daily Life, Nation, Religion. trackback “Menggugat Pancasila”. Pertamax kali dengar 2 kata ini dari Emond. Mantan Ketum Mapala Justitia Fakultas Hukum Universitas Lambung […]

    Suka

  23. rd Limosin said

    duapulux tigax

    he he he, ngomong2 soal pertamax, di komen blog ak udah ak buat, siapa yg komen pertama kali, tulisannya pasti PERTAMAX

    @
    😀

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: