Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Keseimbangan Al Quran – Bag 4

Posted by agorsiloku pada April 30, 2007

Tulisan berikut ini (terjemahan) menunjukkan (menjelaskan) bahwa angka kelipatan 19 dari Al Qur’an adalah inisiasi unik yang menjadikan Al Qur’an sebagai karya Ilahi yang tidak ada duanya.

TEOREMA

Misalkan Anda memiliki pasangan angka 2-digit, ab dan cd dengan bilangan a,b,c,d tidak sama dengan nol. Jika ab+cd=100, maka a+b+c+d = 19

BUKTI:

Kita bisa menulis pasangan angka 2-digit itu dalam bentuk polinomial ax + b dan cx + d. Dalam nomor desimal dimana sistem x=10. Jika ax + b + cx + d =1 00, maka pastilah b + d = 10. Ini berarti ax + cx = 90. Saat kita menambahkan digit-digit tersebut, sebenarnya kita mengabaikan basis 10 dan mengasumsikan basis unit. Ini berarti 90 akan menjadi 9 dan karena itu, 10 + 9 =19.

Patut diperhatikan bahwa terdapat 72 kemungkinan pasangan 2-digit dan 72 adalah – Twin Prime’s Companion (TPC) – pasangan bilangan prima — ke delapan dan 8 adalah indeks dari 19. Surah ke 72 memiliki 28 ayat dan 72:28 adalah salah satu angka yang memenuhi teorema di atas, yaitu 72 +28 = 100 dan 7 + 2 + 2 + 8 = 19. Cobalah baca surah 72:28

Beranjak dari pencerahan teorema di atas, adalah penting untuk untuk meneliti surah ke-100 dari Al Quran. Surah ke-100 memiliki 11 ayat. Jika kita gabungkan 100 dan 11 kita dapatkan 10011 yang hanya terdiri dari angka 0 dan 1. Karena itu, bilangan ini bisa kita anggap sebagai bilangan biner. Dan, Subhanallah, nilai dari bilangan biner 10011 adalah 19. Perhatikan matematika yang kompleks ini, 11 adalah angka ke-19 di Al Quran, dan baru saja kita lihat hubungan antara 100 dan 19. Hanya ada satu surah lain dimana bisa digabungkan nomor surah dan jumlah ayat menghasilkan bilangan yang hanya terdiri dari 1 dan 0 dan itu adalah surah ke-101 yang juga memiliki 11 ayat. Nilai bilangan biner 10111 adalah 23. Kita tahu bahwa angka ke-23 di Al Quran adalah 30 dan angka ke-30 adalah 100 dan 30 adalah angka komposit yang ke-19 dan masih banyak pula hubungan antara 23 dan 30 yang telah dibahas sebelumnya.

Bilangan Prima dan Inisiasi (Penandaan) Al Qur’an

Perhitungan dari jumlah huruf pada inisiasi Al Quran sangat menarik dari sudut pandang bilangan prima dan menunjukkan pentingnya angka-angka di Al Quran. Jika kita perhatikan hitungan huruf di inisiasi Al Quran, kita akan lihat bahaya terdapat 14 bilangan prima (tanpa repetisi). Ini sesuai dengan adanya 14 jenis dari inisiasi Al Quran. Angka tersebut adalah 19, 29, 31, 53, 97, 137, 251, 257, 317, 347, 1249, 1319, 2521. Perhatikan bahwa angka terkecil adalah 19 dan angka terbesar 2521. Ingat bahwa surah tersebut memiliki 19×521 A’s + L’s + M’s. Catatan bahwa tiga angka yaitu 0, 6 dan 8 tidak muncul pada daftar angka di atas. Sekarang jika tambahkan angka prima di atas, jumlahnya adala 6800, yang secara eksklusif terdiri dari angka yang hilang. Perlu diingat bahwa 68×100 memberitahukan kita bahwa surah yang terakhir mempunyai inisiasi adalah surah ke 68 dan 100 menunjuk 74:30 yang memberitahukan tentang bilangan 19.

LEBIH BANYAK “MAHA MATEMATIKA”

Fakta bahwa surah ke-2, surah pertama yang berinisiasi pada Al Qur’an memiliki 9899 A’s + L’s + M’s (Alif Lam Mim) atau 19×521, adalah sungguh sebuah sistem penomoran yang lebih dari kemampuan akal manusia dan jin untuk membuatnya. Yang akan kita lihat adalah koefisien dari 19 yaitu 521 sebetulnya memprediksi surah terakhir yang berinisiasi yaitu 68. Atas rahmat Tuhan dan penemuan TPC, kita ketahui bahwa TPC ke-521 adalah 33768. Ini adalah angka yang sangat menakjubkan, karena itu adalah gabungan dari angka 337 dan 68 dimana 68 adalah indeks dari angka prima 337. Allahu Akbar.

Tulisan sebelumnya : Keseimbangan Al Quran – Bag 3

=======

Sumber : Qur’an & Ultimate Mathematics


THEOREM:

Assume you have a pair of two-digit numbers, ab and cd such that a, b, c and d are nonzero. If ab + cd = 100, then a + b + c + d = 19

PROOF:

We can Write two-digit numbers in polynomial form ax + b and cx + d. In a decimal number where system x = 10. If ax + b + cx + d = 100, then we must have b + d = 10. This implies that ax + cx = 90. When we add the digits together, we actually ignore the base 10 and assume a unit base. This means that 90 will change to 9 and therefore, 10 + 9 = 19.

It is noteworthy that there are 72 such two-digit pairs and 72 is the 8th Twin Prime’s Companion (TPC) and 8 is the index of 19. Chapter 72 has 28 verses and 72:28 is one of the numbers conforming to the above theorem, meaning that 72 + 28 = 100 and 7 + 2 + 2 + 8 =19. Please read 72:28.

In light of the above theorem, it is essential to analyze chapter 100 in the Quran. We note that it has 11 verses. If we concatenate 100 and 11 we get 10011 which is composed of 0’s and 1’s only. Therefore, we can think of it as a binary number. Well, you guessed it, 10011 in binary number system is 19, God be praised. Note here the intricate mathematics, 11 is the 19th number in the Quran, and we just saw the relation between 100 and 19. There is only one other chapter in the Quran such that when you concatenate the sura number and the number of verses you get a number which is composed of 1’s and 0’s and it is chapter 101 which also has 11 verses. The number 10111 in binary number system is 23. We know that the 23rd number in the Quran is 30 and the 30the number in the Quran is 100 and 30 is the 19th composite and many more relations between 23 and 30 which were discussed previously [4].

PRIME NUMBERS AND THE QURANIC INITIALS

The counts of single letter in the Quranic initials are very interesting from the point of view of primes and signifies important Quranic numbers. If we look at the counts of letters in the Quranic initials, we note that there are 14 prime numbers [5] (excluding repetitions). This corresponds to the 14 sets of Quranic initials. These numbers are 19, 29, 31, 53, 97, 137, 173, 251, 257, 317, 347, 1249, 1319, 2521. Note that the smallest number is 19 and the largest number is 2521. Remember that chapter has 19×521 A’s + L’s + M’s. One notes that three digits namely 0, 6 and 8 are excluded from the above list of numbers. Now if we add the above prime numbers, the sum is 6800, exclusively made up of the missing digits. Keep in mind that 68×100 tells us that the last initialed sura is 68 and 100 proclaims 74:30 which tells us about 19.

MORE “ULTIMATE MATHEMATICS”

The fact that sura 2, the first initialed sura in the Quran has 9899 A’s + L’s + M’s or 19×521, is truly a numbering system beyond the capability of humans and jinns combined [8]. What we are about to see is that the coefficient of 19 which is 521 actually predicts the last initialed sura which is 68. By God’s grace and the discovery of TPC’s, we note that the 521st TPC is 33768. This is truly an amazing number, because it is the concatenation of the prime number 337 and 68 where 68 is the index of prime number 337. Glory be to God.

Iklan

10 Tanggapan to “Keseimbangan Al Quran – Bag 4”

  1. antobilang said

    hihihi…permisi pak agor…
    mau PERTAMAX nih…
    hehehe…

    *bacanya entar aja*

    @
    ooh.. silahkan… salam…

    Suka

  2. Raffaell said

    Hua…….Tapi itu landasan nya hubung meng hubung jadi begitu, wekekek, magic

    @
    Dalam pandangan saya, ini bukan magic tapi satu cara pandang matematis terhadap ayat-ayat Allah yang tersaji. Suatu model yang dibangun dari khazanah intelektual yang Maha Tinggi yang menyampaikan kepada ciptaanNya.

    Suka

  3. Assalamualikum wr wb
    Mulai bermain dengan HATI… 🙂

    @
    Wass. Wr. Wb.

    Iya Wak… gunakan akal, simpulkan dengan hati. Hati memang untuk memahami, akal untuk mencernanya. Subhanallah

    Suka

  4. deking said

    Hanya satu kata yang bisa terucap:
    Subhanalloh….mantap sekali nich Pak
    Glek…kok jadinya lebih dari 1 kata 😀

    @
    Betul Mas, rasanya kita sedang disuguhkan dengan sesuatu yang tak pernah terbayangkan dalam perjalanan memahami kalam illahi. Begitu kompleks, seimbang, dan tidak ada naskah sejenis di muka bumi ini yang tersusun begitu matematisnya. Tak terbayangkan apa hijab dibalik ini. Manusia dan ilmu pengetahuan masih akan terus menggali dari lahan yang tak memiliki batas.

    Suka

  5. KaiToU said

    om agor themenya balik lagi ke asal, yapz? 🙂

    @
    iya, kemarin diganti dulu karena Matt lagi otak atik. Enakan yang 3 kolom, supaya tidak terlalu banyak naik turunkan mince mouse

    Suka

  6. […]  Keseimbangan Al Quran – Bag 4 […]

    Suka

  7. Yhonny Siregar said

    Yesus telah di kodekan dalam al – quran mushaf utsmani (ahlus sunnah) jika anda mengetahui hakekat bilangan prima…

    @
    Saya pernah membaca mengenai masalah ini, termasuk juga uraian mengukur firman Allah melalui hakekat bilangan yang termuat dalam bahasa aslinya dari kitab-kitab Allah. Namun, karena pertimbangan ini menyangkut bukan pada bagian-bagian dari perhatian saya dan menghindari diskusi di wilayah ini.

    Terimakasih kesudiannya berkunjung ke sini.

    Suka

  8. haniifa said

    Subhanallah,…
    Bukti teorema semakin membuat yakin bahwa untuk perhitungan serius sebaiknya gunakan konstata pi=22/7.
    Info pelcehan.
    http://en.wikipedia.org/wiki/Pi
    info ragu-ragu.
    http://id.wikipedia.org/wiki/Pi
    Info ainul yaqin.
    http://haniifa.wordpress.com/2007/12/15/nilai-konstanta-pi-227-atau-314/
    Trim’s infonya.

    @
    Jadi ingat kembali proporsi agung, phi = 1,618 sebagai titik keseimbangan. Saya masih belum dapat mencerna hubungan deret fibonaci dengan konstanta 22/7. Phi atau pi yang mana yang dirujuk !.

    Suka

  9. […] Postingan: mas Agorsiloku  […]

    Suka

  10. […] menjadi sistem nilai yang banyak diulas para pakar.  Saya sendiri suka mengutipnya, tentang Keseimbangan Al Qur’an.  Coba pula tengok tentang Al Fatihah (kilik) di blog ini.  Adalah sedikit dan banyak uraian yang […]

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: