Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Apakah Pengaruh Hoax Keagungan Allah?

Posted by agorsiloku pada April 8, 2007

Merujuk pada hoax keagamaan yaitu suara dari alam kubur yang direkam oleh seorang bernama Dr. Azzacov, yang bila kita cari di internet, itu adalah hoax alias kebohongan. Berjenis-jenis “keagungan Allah” tersebar di internet, mulai dari ikan berlafazkan Allah, semburan api, tsunami, pohon rukuk, kuburan meledak, atau dulu, waktu saya masih es em a, ada suara azan yang didengar Neil Amstrong. Rupa-rupa kejadian itu, disengaja atau tidak; ditanggapi dengan :

  • Ha…ha. hi…hi sebagai guyonan kebohongan. Sebagian mencari bukti atas kebohongan itu. Ada yang berhasil dibuktikan (katanya), ada juga yang kemudian dilupakan dan diganti dengan isu-isu hangat yang lain.
  • Dengan ta’jub dan menunjukkan kebenaran dan pertanda dari Allah. Selanjutnya ikut menyebarluaskan, dan boleh jadi bertambah kekaguman (baca : keimanan)nya.

Pertanyaan lalu merasuk ke dalam hati. Seandainya (seandainya garis tebal) , Anda tidak pernah menerima informasi atau tau ada “keajaiban-keajaiban” itu. Apakah iman Anda akan luntur?. Atau sebaliknya, apakah karena “keajaiban-keajaiban” itu iman Anda bertambah?. Bertambah yakin, lalu makin banyak sedekah, makin rajin ke mesjid, makin mendalami Al Qur’an, makin menghormati dan sayang pada orang miskin, makin dan makin tinggi energi kesalehan Anda. Atau karena Anda membaca Al Qur’an, mempelajari hadis, berdiskusi, menuruti nasehat ulama, orang tua, menghindari makanan haram dan semakin ikhlas menjalani kehidupan, maka iman bertambah kuat dan kian menjadi semakin “tawadu”.

Jika jawabannya adalah “Ya !’. Tanda-tanda keajaiban yang penulis sebut hoax itu menambah keimanan (?) membuat lebih rajin beramal dan makin meningkat kualitas imannya. Tentu, kita harus bersyukur dan saya HARUS mempertimbangkan kembali pernyataan di atas. Namun, layak direnungkan bahwa Allah berfirman :

QS 8. Al Anfaal :
2. Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.
3. orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka.
4. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezki yang mulia.

Dengan keberadaan internet, maka sebaran hoax seperti itu mudah menyebar luas. Tidak perduli sebesar apa pengetahuan agama seseorang, entah ulama, entah cendikiawan, ikut dapat mudah terpengaruh dan mempercayai hal-hal seperti itu.

“Bagaimana kalau benar?, kan kita — manusia — sombong sekali terhadap tanda-tanda yang Allah berikan

“Sudahlah… tawadu saja, hormati perbedaan pendapat/pandangan”.

“Lagian, untuk apa sih bikin hoax begitu, bukankah itu akan meningkatkan keimanan kita?. Bukankah dengan begitu, orang akan sadar bahwa Allah berkuasa atas segala sesuatu”.

“Telitilah” –> “Mana sempat!?”

Memang, ada satu hal istimewa dengan teknologi maya ini. Naskah setebal kitab ribuan halamanpun mudah dipindah tangankan, cukup “copy paste” saja lalu sebar luaskan. Dalam hitungan menit, yang berada di ujung Amerika atau di gurun pasir Afrika, bisa sama cepatnya menerima informasi dengan yang sedang tiduran di apartemen Sudirman atau di hutan Kalimantan. Apalagi jika hanya sekedar gambar dan ditambah dengan sedikit kata-kata shaleh dan keterkejutan atas informasi yang diterima.

QS 49. Al Hujuraat 6  Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.

Boleh jadi, ayat di atas tidak tepat untuk menggambarkan hoax Islam, namun setidaknya memeriksa secara teliti adalah hal yang wajar dan perlu untuk beberapa kasus (termasuk hoax).

Saya termasuk tidak percaya dengan gambar-gambar itu sebagai tanda atau pertanda dari Allah kepada manusia bahwa kekuasaanNya bertebaran di alam semesta ini. Saya menilai ini tidak relevan, dan merupakan bagian dari “proses” pembodohan yang disadari atau tidak menjadi kebiasaan/kesukaan sebagian ummat Islam terhadap hal-hal mistis. Juga tidak bermanfaat. Hanya sebagai santapan yang tidak logis, tapi dijadikan keagungan.

Karena tulisan Allah pada ikan atau tomat itu “mengagumkan” dan pertanda kekuasaanNya, maka bagaimana dengan ayat Allah ini :

QS : 88. Al Ghaasyiyah 17. Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan.
QS : 88. Al Ghaasyiyah 18. Dan langit, bagaimana ia ditinggikan?
QS : 88. Al Ghaasyiyah 19. Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan?
QS : 88. Al Ghaasyiyah 20. Dan bumi bagaimana ia dihamparkan?

QS 43. Az Zukhruf 48. Dan tidaklah Kami perlihatkan kepada mereka sesuatu mukjizat kecuali mukjizat itu lebih besar dari mukjizat-mukjizat yang sebelumnya. Dan Kami timpakan kepada mereka azab supaya mereka kembali (ke jalan yang benar).

QS 43:48 adalah sebuah ayat yang menjelaskan peristiwa mukjizat dikaruniakan Allah dalam sebuah perbandingan yang lebih besar (lebih bernilai) dari sebelumnya. Pada zaman Nabi, terjadilah mujizat yang nilainya sangat tinggi bagi manusia. Selain al Qur’an itu sendiri, perjalanan Nabi ke Sidratul Muntaha, atau terbelahnya bulan merupakan sebagian dari tanda-tanda kekuasaanNya yang diperlihatkan kepada Nabi Muhammad.

Begitu layak, begitu agung, begitu tidak habis-habisnya manusia menelaah tanda-tanda kebesaranNya. Ditunjukkan keutamaan Al Qur’an atas hal itu. Lalu, pertanyaan kemudian muncul : Apakah setelah itu, Allah akan menunjukkan pertandaNya melalui tulisan Allah pada buah tomat/semangka?.

QS 3. Ali ‘Imran191. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.

Ayat di atas, begitu jelas menunjukkan arah kepada manusia, bagaimana kita sebaiknya (baca : seharusnya) membaca tanda-tanda kekuasaanNya. Dan banyak lagi sebaran ayat di hampir setiap bagian Al Qur’an.

Foto Baitullah dari citra satelit yang berwarna putih, menyolok dibanding objek sekitarnya memang wajar saja. Mbo ya memang rumah tua itu sekarang sudah bertingkat 3, berlantai marmer putih, termasuk halaman luarnya. Bukan karena karakter khusus dari cahaya Allah, sehingga citra satelit Mesjidil Haram begitu menyolok dibanding sekitarnya. Di sisi lain, para jemaah yang ada di sana tentu kebanyakan merasakan hikmahnya berhaji. Sebagian juga mengalami hal-hal spritual yang sifatnya unik.

Semuanya terpulang pada akal dan hati. Sebuah catatan menarik dari blog tausyiah 275 sengaja ditambahkan untuk melengkapi dan menyempurnakan artikel kecil ini :
Hoax dan April Mop yang Terkait Islam mungkin bermanfaat.. 😉

Akhirnya, catatan penting dari hoax yang dipercaya sebagai tanda-tanda Allah itu juga berpotensi untuk diyakini lebih dari keyakinan yang tertulis dalam Al  Qur’an.  Mengapa kita cenderung mempercayai hoax ketimbang mendalami apa yang telah jelas datang dari sisiNya?.  Tidak cukupkah bukti yang telah disampaikanNya.

Iklan

20 Tanggapan to “Apakah Pengaruh Hoax Keagungan Allah?”

  1. antobilang said

    menurut saya,hal2 seperti itu kok malah jadi kontraproduktif ya, pak agor?
    termasuk seperti sinetron2 hidayah yang saya pikir juga membawa tema2 mistis ttg agama, justru pesan yang disampaikan tidak mengena…

    btw, itu link yang pengalaman spiritual haji, dobel pak. jadi ndak masuk ke link yg diharapkan.

    @
    Ya Mas Anto, saya juga berpendapat yang sama. Kontraproduktif dan secara perlahan menggeser ke arah yang berbeda dengan petunjuk Allah terhadap apa yang dijelaskan tentang keberimanan. Pengaruh untuk orang seperti Mas dan banyak lagi yang lain, saya percaya tidak ada. Tapi, seperti sinetron hidayah yang “amburadul itu”, jelas membuat saya harus mendiskusikan dengan anak-anak saya mengapa saya pindahkan channel TV ke acara yang lain. Alhamdulillah, malah mereka sekarang sudah menganggap itu sebagai sampah. Khotbah yang menutup acara juga, karena dilatari “sampah”, tentu tidak punya makna lagi.

    Linknya sudah diperbaiki. trims ya koreksinya….

    Suka

  2. MaIDeN said

    Saya kutipkan ajian pamungkas dari http://www.islamtomorrow.com,

    “good Muslim would never accept to repeat lies and fabrications especially in presenting facts about the history of Islam. If we don’t do something about correcting the education of our beloved brothers and sisters in Islam, then everyday on the internet is MUSLIM FOOLS DAY.”

    @
    Mas, maaf baru saya temukan komentar ini tersulit di jaring askimet. Biasanya saya periksa, tapi dua hari ini nggak. Habis berlembar-lembar spam baru. Panjang-panjang lagi.

    Hmmm, saya kurang paham maksud kalimat bhs Inggris ini dalam konteks hoax. Apa maksudnya Islam kagak peduli hoax karena memang nggak ada sejarahnya atau apa ya?…

    Suka

  3. erander said

    Mengapa, manusia terus mencari Tuhan ya? padahal Allah itu ada dalam hati. Dia tidak kemana2. Jika hati belum terbuka. Maka sulit mereka menemukan Nya. Jadi Hoax – saya baru tahu ada istilah hoax hehehe – pun menjadi kamuflase karena berada di luar diri manusia bukan dalam hati. Subhanallah.

    @
    Mungkin karena itu disebut manusia ya….

    Suka

  4. memang sesuatu yang dipaksakan cenderung kontraproduktif jadinya.

    @
    Kontraproduktif untuk harapan Mas Ichsan, tapi dari sudut teve dan sutradaranya, mereka berhasil. Sukses meninabobokan dan mengacaukan para penganut dan orang-orang beriman tapi kurang pendidikan/kurang pikir/kurang wawasan (wah berprasangka buruk nih jadinya).

    Suka

  5. artikel ini mungkin bermanfaat.. 😉

    @
    Trims sudi berkunjung, Bermanfaat linknya. Beberapa artikel yang ada dari tausyiah, saya ambil paksa ke blog saya (tentu dengan tetap menyertakan sumbernya). Yang ini pun pas benar. Saya naikkan ke artikel ya. Semoga ikhlas ya.

    Suka

  6. Dee said

    Allah tidaklah memperkenalkan diri melalui cara-cara ndeso seperti itu. Public relation Allah jauh lebih hebat dari yang sebatas bisa kita capai dengan akal dan penglihatan kita.

    @
    Hm….hmmm… pendek dan tajam… ha…ha…ha… cara-cara ndeso.
    Yang terakhir ini, Public Relation of Allah jauh lebih hebat dari yang sebatas kita capai –> Tepat dan mengena. Semoga ya catatan dari Mas ditanggapi dengan arif serta meningkatkan kearifan kita sebagai orang (yang berharap) jadi orang beriman dan Allah ridha pada kita. Amin.

    Suka

  7. deking said

    Sudahlah… tawadu saja, hormati perbedaan pendapat/pandangan

    Ya setuju…
    Silakan jika memang ada yang percaya dengan hoax itu. Yang penting bukanlah antara percaya dan tidak percaya akan hoax tsb tetapi yg lebih penting adalah bagaimana menyikapinya.
    Semoga hoax tsb benar2 dapat meningkatkan keimanan bagi yg mempercayai Hoax.
    Kalau hanya sebatas percaya hoax tetapi tdk ada perubahan (dalam keimanan dan ketakwan) maka percuma saja.

    Bagi yg tdk percaya hoax itu tdk berarti mereka tdk percaya keberadaan Alloh kan? Mereka mempunyai cara sendiri untuk menyadari keberadaan Alloh dan juga cara meningkatkan keimanan.

    @
    Setuju, kita tawadu, kita hormati perbedaan pendapat. Dalam hal hoax atau perkiraan bahwa itu hoax, kita renungkan pesan Allah tentang ciri-ciri orang beriman yang agor coba tuliskan. Kalau tidak tepat, jangan ragu koreksi ya. Mudah-mudahan hidayahNya terus mengalir pada setiap aliran darah kita.
    Salam, dan terimakasih di antara kesibukan Mas Deking, masih mau berkunjung ke blog agor….

    Suka

  8. Prasetyo said

    http://permanathegreat.blogs.friendster.com/permanas_blog/

    kayaknya blog ini sedikit membahas topik yg sama dg gaya yg lain, boleh dicoba deh.

    @
    Trims Mas, saya sudah kunjungi. Pendekatan logis dan saran yang menarik. Kesimpulan akhirnya sepertinya sama. Sedikit bedanya, saya mencari rujukan (otak atik gathuk) pada ayat yang saya nilai relevan sebagai alat menarik picu kesimpulan dan mengapa menyimpulkan.
    Sekali lagi, thx ya….

    Suka

  9. Hendra & Hafizh said

    assallamu ‘alaikum wr, wb.
    Kami senang sekali dngan adanya blog ini.Kami generasi Muda QUR’ANI Bekasi mendukung adanya blog ini dan memang harus didukung.Bisa djadikan tempat Da’wah?(FOKARI)

    @
    Wass. Wr. Wb.
    Blog ini hanyalah kilasan kecil dari usaha belajar dan mencoba memahami. Jika membawa kebaikan, semoga dua pahala, jika salah satu pahala dan diingatkan oleh rekan dan komentar lain dari ragam sumber lainnya sehingga tampak yang seharusnya tampak. Diniatkan karenaNya.

    Suka

  10. Bayu Kurniawan said

    Bukankah ALLAH bekerja dengan cara yang aneh..?? sebagian orang percaya bahwa ALLAH menunjukkan kebeesarannya pada sebagian orang…yah…terserah saja..tapi yang pasti ALLAH berfirman Begini …(2.186) Dan apabila hamba-hambaku bertanya kepadamu tentang aku, maka (jawablah), bahwasannya aku adalah dekat, Aku mengabulkan permohonan orang-orang yang berdoa apabila ia memohon kepadaKu, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintahku) dan hendaklah mereka beriman kepada Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran….
    jadi ALLAH ITU DEKAT, bahkan lebih dekat dari URAT LEHER…

    @
    Mas Bayu K : Bukankah ALLAH bekerja dengan cara yang aneh..??

    Mohon maaf Mas, saya tidak mengetahui. Juga saya tidak menemukan pendekatan berpikir “aneh” terhadap tindakkan Allah atau ketika Allah menunjukkan kekuasaanNya yang tersebar di seluruh alam semesta dan pada diri kita sendiri. Banyak ayat yang menjelaskan hal ini.

    Namun, ketika Allah menghendaki sesuatu, Allah Swt menjelaskan :

    QS 12. Yusuf 100. Dan ia menaikkan kedua ibu-bapanya ke atas singgasana. Dan mereka (semuanya) merebahkan diri seraya sujud[763] kepada Yusuf. Dan berkata Yusuf: “Wahai ayahku inilah ta’bir mimpiku yang dahulu itu; sesungguhnya Tuhanku telah menjadikannya suatu kenyataan. Dan sesungguhnya Tuhanku telah berbuat baik kepadaku, ketika Dia membebaskan aku dari rumah penjara dan ketika membawa kamu dari dusun padang pasir, setelah syaitan merusakkan (hubungan) antaraku dan saudara-saudaraku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Lembut terhadap apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

    Betapa juga kehalusan ditunjukkan Allah ketika membalasi dengan rahmatNya :
    QS 31. Luqman 16. (Luqman berkata): “Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.

    Dapatkah kita membayangkan apa yang disebut sebagai Mahalembut dan Mahahalus?.

    Suka

  11. ilham said

    ass.wr.wb.

    Kita memang berbeda, tapi Islam membuat kita bersatu.

    Sodara q, janganlah anda memberi kesimpulan negatif terhadap foto-foto atau kejadian-kejadian yang luar yang berkaitan dengan keagungan Allah SWT.Mari kita renungkan apa-apa kekurangan kita dan jangan mencela segala sesuatu yang belum pasti kebenarannya.
    Mereka yang menunjukkan hal tersebut Insya Allah tidak ada maksud untuk sombong ato sebagainya. Insya Allah niat mereka hanya untuk mengajak kita semua agar selalu ingat bahwa Allah SWT itu ada dan selalu mengawasi kita.
    Insya Allah suatu saat nanti anda pasti akan mengalami apa yang pernah dialami sodara-sodara sesama muslim.
    Maaf kalau anda kurang paham dengan tulisan saya ini dan mohon maaf apabila menyinggung perasaan anda. Semoga Allah SWT selalu mengampuni dosa-dosa kita, merahmati, meridhoi langkah-langkah kita. amin.

    wassalam.wr.wb:-)

    @
    Mas Ilham,
    Marilah kita renungkan dengan cara kita masing-masing, bagaimana Allah berfirman yang menunjukkan kuasaNya di segala ufuk bahkan pada dirimu sendiri. Bagaimana gunung dipancangkan, bagaimana laut dipisahkan, bagaimana sikap seorang cendikiawan terhadap alam semesta. Bagaimanakah anjuran atau petunjuk Allah agar kita melihat hal ini. Bagaimanakah petunjuk Allah ketika mukjizat diturunkan, bagaimana kita mengaji dan mengkaji. Yang menjadi pertanda bahwa ummat terpilih akan menjadi banyak perkara yang Allah tetapkan untuk masyarakat manusia.
    Janganlah mudah kita diperkelirukan oleh tuntunan-tuntunan keajaiban yang tidak ada contoh atau petunjuknya dari pusaka untuk manusia, khususnya untuk orang-orang beriman. Jangan kita mudah dikecoh oleh teknologi dan segala kemajuan tetek bengek.
    Mohon Mas Ilham juga mengecek ke berbagai site dari rujukan-rujukan yang menyimpulkan itu adalah hoax, kebohongan yang dibungkus oleh segala keindahan dan keagungan. Mari kita renungkan, apakah keajaiban itu yang membuat kita beriman kepada Allah? Apakah Mas Ilham menjadi semakin beriman kepada gambar yang menunjukkan keagungan Allah.
    Kalau Mas berkenan, komentar-komentar yang menyertai (baik yang menolak/mendukung) bahkan mencaci pun saya biarkan ada, agar kita bisa bersama belajar. Sudah jelas yang hak itu, jangan kita “samarkan dengan ungkapan karena kita tidak tahu pasti kebenarannya”. Kita bisa mencarinya di gugel dalam berbagai variasi kata.
    Mohon maaf ya Mas, saya sedikit blak-blakan untuk pandangan ini.
    Namun, esensi yang utama menurut pandangan sederhana saya, marilah kita bersama memahami, bagaimana Allah menunjukkan keberadaanNya untuk dikenali manusia yang beriman. Inilah yang semestinya menjadi patokan ummat Islam dalam menyikapi sinar terang dan sinarya yang menggelapkan dunia.
    Sekali lagi, mohon maaf dengan catatan ini. Mohon maaf jika ada cara pandang yang nilai tidak tepat.
    Wassalam, agor

    Suka

  12. haniifa said

    Assalamu’alaikum,
    @mas Ilham
    Memberikan kesimpulan negatif dengan memanfaatkan hal yang negatif seperti sama tapi berbeda mas.
    Contoh yang sangat senderhana saja… tentu mas Ilham tidak bisa menyalakan lampu jika tidak menggunaka arus negatif (baca: baik AC/DC)

    Wassalam, Haniifa.

    Suka

  13. haniifa said

    Weleh… weleh….
    Simak sendiri,
    1. Apakah saya berkesimpulan negatif ?!
    atau…
    2. Apakah saya memanfaatkan hal negatif ?!

    si Haniifa ini goblok banget, pertama dia gak bisa definisikan kata ‘pusat’ dari judul artikelnya sendiri, kedua dia nge judge mas suluh salah mendefinisikan kelaminnya, padahal suluh nulisnya

    Hayooo… belajar dunk !! 😀

    Wassalam, Haniifa.

    Suka

  14. haniifa said

    @Mas Agor
    Gimana soal Benefit 50, Corrupt 50 ?! Clear yach 😀
    https://agorsiloku.wordpress.com/2006/12/24/proporsi-agung-phi/#comment-18445

    Wassalam, Haniifa.

    Suka

  15. Aburahat said

    Posting ini sangat erat hubungan dgn SAINS dan AGAMA. Apa sebabnya?
    Sesudah saya mengikuti komentar2 atas penulisan mas Agor diatas kelihatan semua se-akan pasrah. Yaitu menolak dgn mengatakan itu HOAX dan ada yg menerima dgn mengatakan Allah menunjukan kekuasaan kpd siapa yg dikehendaki. Kita tdk mencoba utk mengolah data2 yg kita terima. Coba kita pikirkan.
    1. Kalau berita ini BENAR yaitu kita menemukan nama Allah dibadan HEWAN atau TANAMAN. Maka pertanyaan kita adalah apa HIKMAHnya dgn Allah mempertunjukan nama Allah tsb. Yg pasti Allah mempunyai tujuan. Dan TUJUAN itu ditujukan pd siapa. Kpd para MUKMIN, para MUSLIM, KAFIR, MUSYRIk, MUALAF atau mereka yg masih RAGU2?
    2. Apabila berita ini tdk benar HOAX maka kita hrs mengetahui/ menyelidiki, darimana asal berita ini, siapa yg menyampaikan dan dengan tujuan apa.
    Dgn cara demikian kita berusaha mendapat kebenaran dan mengetahui kebohongan. Klu kita diam aja dgn menerima dan menolak saja dan ternyata TIDAK BENAR maka akan berakibat fatal utk umat Islam, Maka kita yg mempergunakan AKAL coba meneliti. Kalau ini benar dan kita abaikan maka juga fatal bagi umat Islam. Mudah2an kita jgn menjadi orang yg pasrah pd keadaan tp orang yg selalu berpikir utk mengagungkan Allah. Wasalam. Damai damai

    @
    Mas Abu Rahat, terimakasih untuk postingan komentar ini. Beragam tulisan, postingan saya yang pendek-pendek dan memancing lebih diutamakan untuk berbagi pikir dan dalam usaha sederhana mencoba meluruskan apa yang menurut saya (khususnya) berkenaan dengan hoax adalah upaya penyesatan terhadap ummat Islam. Penggunaan akal dan mencoba menengok batasan-batasan dari petunjuk AQ adalah salah satu cara. Tentu segalanya akan terpulang pada hidayahNya juga, kalau boleh saya sedikit ambisi, menulis dari berbagai sudut yang bisa dipahami adalah semata sebagai upaya membangun ladang amal kemanusiaan yang insya Allah berharap dengan ridhaNya. Memilih tema sains inreligion, bukan without, bukan versus, bukan pula and or adalah komitmen yang sedang berusaha diresapi sambil belajar.
    Terimakasih untuk catatannya yang berharga. 😀
    Wss, agor.

    Suka

  16. […] Deret fibonacci, sesuai dengan “Angka tujuh yang Istimewa” Deret Fibonaci F(7) : 0, 1, 1, 2, 3, 5, 8 Fibonacci Number F(7) : Merujuk pada ritual shalat muslim. SEANDAINYA: Angka 8, bukankah 3 x 8 = 24, shalat wajib sehari semalam . Angka 5 = Bukan kah 5 -1 = 4, Shalat wajib yang empat rakaat kegiatan shalat lima (5) waktu. Angka 3 = Shalat Maghrib hanya 3 rakaat. Angka 2 = Shalat Shalat subuh Angka 1 = Bilangan besaran yang terukur (nyata) (manusia) Angka 0 = Bilangan yang tidak tidak terdeteksi (Jin) Lalu bagaimana dengan l tema Da Vinci Code ?! Memberikan kesimpulan negatif dengan memanfaatkan hal yang negatif seperti sama tapi berbeda. Contoh yang sangat senderhana saja,  kita tidak bisa menyalakan lampu jika tidak menggunakan arus negatif (baca: baik AC/DC) __________________________________________ Jangan…. jangan…. emangnya “sayur” gituhhh !! […]

    Suka

  17. haniifa said

    @Mas Aburahat
    Insya Allah, Benar dan Betul pendapat mas,
    Maka kita yg mempergunakan AKAL coba meneliti. Kalau ini benar dan kita abaikan maka juga fatal bagi umat Islam. Mudah2an kita jgn menjadi orang yg pasrah pd keadaan tp orang yg selalu berpikir utk mengagungkan Allah.

    Dalam hal diatasi saya tegasi… (jika mas Aburahat tidak keberatan)

    1. Selayaknya mendalami apa itu “kompresi” gambar ?!
    (minimal keaslian gambar hasil analoq/digital lebih meyakinkan)
    2. Selayaknya mendalami apai itu TCP/IP ?!
    (minimal source asli hoax… lebih meyakinkan)
    3. Selayaknya menyusun strategi pembalasan ?!
    (minimal mata balas mata… dunk 😀 )

    Kalau Oom Uyo… itu mah artis he.he.he 😛

    Wassalam, Haniifa.

    Suka

  18. Aburahat said

    @Agor
    Memang ini yg diharapkan masa. Kita sedang terlena dgn mistik2. Apakah sengaja cerita yg demikian diexpose oleh mereka2 yg ingin menghancurkan Islam. Macam2 cara mereka laksanakan mereka membuat Islam dgn Islam saling bermusuhan, saling berbunuhan saling mencaci, menfitnah dan dlsb. Kiat sekarang sdg terperdaya dgn hal mistik lalu hal2 yg demikian merusak agidah umat Islam. Sebenarnya saya setuju hal2 demikian dimunculkan supaya kita lbh hati2.
    @Hanifah
    Setuju banget mudah2an kita dpt mengatasi segala sesuatu yg menjurus utk melecehkan umat Islam maupun merusak. Wasalam

    Suka

  19. […] menjelaskan tentang jeritan alam kubur dr. Azzacov sebagai hoax, mungkin karena saya salah berucap, maka saya yang mendapatkan serangan balik […]

    Suka

  20. ibrahim Abdulloh said

    saya bahkan menemukan telor berlafadz Allah pd bag ujungnya…..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: