Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Pernikahan Tanpa Mas Kawin?.

Posted by agorsiloku pada April 1, 2007

Dalam sebuah tausyiah shubuh, tak sengaja surat Al Azhab ayat 50 muncul dalam sebuah wacana diskusi. Saya memang tak begitu mengerti, tapi saya memahami pernikahan Nabi Muhammad, Sang Junjungan melakukan poligami didasari oleh ayat ini :
QS 33. Al Ahzab 50 :

Hai Nabi, sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu isteri- isterimu yang telah kamu berikan mas kawinnya dan hamba sahaya yang kamu miliki yang termasuk apa yang kamu peroleh dalam peperangan yang dikaruniakan Allah untukmu, dan (demikian pula) anak-anak perempuan dari saudara laki-laki bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara perempuan bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara laki-laki ibumu dan anak-anak perempuan dari saudara perempuan ibumu yang turut hijrah bersama kamu dan perempuan mukmin yang menyerahkan dirinya kepada Nabi kalau Nabi mau mengawininya, sebagai pengkhususan bagimu, bukan untuk semua orang mukmin. Sesungguhnya Kami telah mengetahui apa yang Kami wajibkan kepada mereka tentang isteri-isteri mereka dan hamba sahaya yang mereka miliki supaya tidak menjadi kesempitan bagimu. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Sedangkan, saya berpikir bahwa itu merupakan “juklak” mengenai pernikahan/poligami Nabi Muhammad. Bukan pada konteks memberitahukan bahwa setiap pernikahan (kecuali nabi), boleh tanpa Mas Kawin, sewaktu Nabi. Persoalan yang muncul saat hijrah dari Mekkah ke Madinah.

Tafsir yang dibacakan juga ke saya, memang katanya itu penjelasan bahwa saat itu, banyak wanita yang menyerahkan diri pada nabi, sehingga nabi menikahinya. Saya pahami juga ini, sebagai bagian dari ayat di atas yang menegasi “supaya tidak menjadi kesempitan bagimu.” Wajarlah, karena Nabi “mungkin” (saya berpraduga) risi dengan wanita-wanita yang menyerahkan diri pada Nabi, setelah hijrah itu. Maklumlah bukan muhrimnya.

Atas dasar itu, saya menyimpulkan (baca menafsirkan) bahwa poligami tidak termasuk dalam sunnah Nabi (artinya untuk ditiru). Hal ini diperkuat oleh ayat itu yang pada bagian kalimatnya menegasi pula :

sebagai pengkhususan bagimu, bukan untuk semua orang mukmin.

Jadi menjadi terlalu sederhana kalau itu dikaitkan dengan “tidak perlu mahar”. Alasan logisnya, karena juga mahar telah jelas di ayat ini :

QS 4. An Nisaa’ 4. Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari maskawin itu dengan senang hati, maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya.

Sedang mengenai kebolehan dan peringatan mengenai poligami, ya… itu sih sudah jelas dan sudah banyak dibahas dalam berbagai hal mengenai hal ini. Al Qur’an menyampaikan “membolehkan”, sambil juga jelas “mengingatkan dengan sangat tajam”. Selain yang kopi paiskan di sini, juga telah dibahas oleh begitu banyak pakar.

Pertanyaan : Salahkah berpikir saya?.

Iklan

13 Tanggapan to “Pernikahan Tanpa Mas Kawin?.”

  1. Mr. Geddoe said

    Bisa jadi, yang bapak tulis ini bagian dari Islam yang rahmat semesta alam itu… Bukan Islam hasil fabrikasi budaya dan konspirasi.

    Jadi, poligami tidak diperbolehkan? Wah, kontroversi…! ^^

    @
    Tentu saja ada ayat yang memberikan ijin bagi ummat Islam berpoligami, termasuk tanda kutipnya kan. Ayat Al Azhab itu, Allah yang menyatakannya. Dan dimulai dengan : Wahai Nabi, …. bukan Wahai manusia atau lainnya. Yang menarik, Allah juga memberikan pesan :… bukan untuk semua orang mukmin… Jangan lupakan bahwa pernikahan Nabi setelah hijrah sampai 9 wanita dan Allah juga memberikan catatan :… agar tidak menjadi kesempitan bagimu….

    Karena itu, kita dengan melihat ayat itu, setidaknya, pandangan Mas, bukan hasil fabrikasi dan konspirasi bisa lah dipahami.

    Salam.

    Suka

  2. chairul said

    poligami??
    enak tuch…! (kedengarannya) hihihihihi…. ;))

    kluar kontex ni, pak agor. bole? gak pun tetep posting dech 😀

    nah, gimana kalau ada kasus spt ini:
    “istri pergi meninggalkan suami -lantaran, salah pengertian (paham) bahwa sisuami dianggap ngebohongi si istri wkt hari pernikahannya, padahal nggak ada maxud sm se-x.
    suami blg saat hr pernikahan : aku sarapan dulu
    (tapi ternyata sampe siang baru sarapan) lantaran sang ob keluyuran kemana2 ditugasi sm bosnya.
    nah si istri kecewa dan menggap suami bohong! katanya “kan bisa lsg pulang” (padahal menurut pengakuan suami ke sy, perutnya udah perih takut ada masalah dijalan saat bawa motor–”

    nah, si suami tanya ke sy: “klo dia pergi, tanpa izin gw dan gw udah coba ajak baikan dia tolak. bole gak sich gw nikah lagi? tapi gw gak ingin bercerai dari dia jg, gimana?”

    saya: “eh?!!” (terdiam-mikir-bingung)

    any comment?? ada yg mau kasih saran untuk tmn sy ntu?? (sy ndiri bingung soalnya takut salah saran, kasian dia)

    @
    hmm.mmm. Mas Chairul yang baik, jujur saja ya… saya tidak punya pengalaman sama sekali lho sebagai konsultan perkawinan atau keluarga. Jadi, kalau menurut fisika sih, mungkin kutubnya sudah sama, jadi tolak menolak… ya.. gimana lagi…

    hu…hu… hu… jawaban saya pasti salah… saya bingung….

    Suka

  3. abdulsomad said

    Assalamualaikum wr wb
    wak ndak bisa kasi komen
    he he he maab..

    @
    Wass. Wr.Wb… Kalau Wak sudah mau menjelaskan, selalu ditunggu ya Wak….

    Suka

  4. abdulsomad said

    Assalamualaikum wr wb
    Mas Agor, tiba2 saya rindu ngobrol di blog antum, he he he
    lama gak mampir, pagi ini saya putuskan buat mampir dan buat comment disini.
    Ketika sayyidina Ali r.a melamar Siti Fatimah, beliau cuma punya kuda dan baju besi, maka Rasulullah perintahkan Sayyidina ALI r.a untuk menjual baju besi nya sebagai mahar untuk melamar Siti Fatimah.r.a
    Menurut Riwayat tersebut artinya mahar diwajibkan.

    @
    Iya Wak Somad… Wass. Wr.wb…, bagaimana juga dengan pengkhususan bagi Nabi… apakah ini artinya pernikahan poligami itu bukanlah “contoh” Rasulullah yang tidak seharusnya ditiru ummatnya?.

    Suka

  5. sikabayan said

    eleuh… menurut andai2 kabayan mah yah..
    dunia teh tempat penerapan Al Qur’an melalui penjabaran Al Hadist… Al Qur’an sebagai patokan baku.. petunjuk pelaksanaanyah ada di Al Hadist.. tangtunyah tidak bisa dipisahkan antara satu dan lainnyah.. baik ituh Al Qur’an, Al Hadist maupun dunia nyah…jadinyah kita selalu harus melihat bagaimanah aturannyah lalu bagaimanah cara penerapannyah dan juga bagaimanah kenyataan hasilnyah… eheheh jadi lieur inih yah?… tapi yang jelas untuk indonesia sajah laki2 banding perempuan sudah 1:7..
    apalagih di negara2 yang sedang berperang, yang laki2 nyah habis oleh peperangan.. soalnya kalau perang kan biasanyah yang banyak habis memang laki2 gituh…
    lalu bila kita bandingkan bagaimana kenyataannyah yang ada disekitar kita sehari2.. berapa banyakah para perempuan yang meninggal masih perawan teh? euh… sedikit sekali tangtunyah… jadi dengan perbandingan yang sedemikian jomplang 1:7 ditambah dengan kenyataan yang meninggal perawan sangat sedikit, tangtunyah dapat disimpulkan seberapah banyak kesalahan yang terjadi dalam kenyataan sehari2 ini teh… serta aturan yang mana seharusnyah yang dapat dipakai untuk menyelesaikannyah…
    menurut kabayanmah masalah penerapan dengan kenyataan memang selalu jomplang hasilnyah… yang mengaku islam di indonesia sangat2 banyak tapi bila melihat kenyataannyah kehidupan yang kurang bahkan mungkin juga tidak islami di indonesia inih… tangtunyah bukan islamnyah yang salah tetapi tangtu sajah yang melaksanakannyah yang salah teh…
    jadi yah apa boleh buat gituh (benar : salah) teh biasanyah persentasenyah jomplang ke arah banyak sekali yang salah…

    @
    Kang Kabayan….kuring teh rada teu pati ngarti kanu nyarios yen, poligami teh sunnah Nabi… kumargi Gusti Allah ngabejaan ku ayat eta yen… :”..sebagai pengkhususan bagimu, bukan untuk semua orang mukmin.“. Ngan, ari kuring nanya ka babaturan atawa ka ustad malah nu dicaritakeun teh geuning ngan soal mahar. Binun pan jadina. Nu benerna kumaha sih ngartoskeunnana.

    Kang Kabayan, saya sih kurang begitu mengerti pada yang bilang poligami adalah sunnah Nabi. Karena Allah berfirman : “..sebagai pengkhususan bagimu, bukan untuk semua orang mukmin.“. Kalau saya tanya ke teman atau ke ustad malah yang dijelaskan malah soal mahar. Bingung deh jadinya. Yang bener sebenarnya gimana sih artinya….

    Kang Kabayan : “…dunia teh tempat penerapan Al Qur’an melalui penjabaran Al Hadist… ” —>

    Kalau saya merasa/menilai bahwa Hadis itu bukan penjabaran dari Al Qur’an. Al Qur’an sudah memerinci apa yang Allah kehendaki dan jelaskan ke manusia. Nabi mengabari pesan ini (sebagai utusan). Hadis kemudian dipahami sebagai ucapan Allah dalam redaksi Nabi (Hadis Qudsi) atau perilaku dan ucapan Nabi berkenaan dengan ragam masalah baik yang menyangkut dan terutama ahlak, petunjuk cara beribadah atau tindakan nabi saat beribadah, atau pengetahuan lainnya yang diriwayatkan oleh orang-orang setelahnya. Toh begitu, kita juga tetap memahami bahwa ahlak al Qur’an ditunjukkan oleh Nabi. Namun, tidak sedikit pula apa yang diberitakan oleh Al Qur’an tidak ada uraian/penjabaran (penjelas) dari hadis. Sehingga kata di atas, bisa ya sebagian… bisa tidak juga… sebagiannya yang lain.

    Suka

  6. abdulsomad said

    Assalamualaikum wr wb
    Sebetulnya poligami itu perintah, perintah ALLAH, kita diperintah menikahi 2, 3, 4 atau 1 kalau tak mampu.
    Ini PERINTAH lho, perintah ALLAH, bukan perintah Presiden atau KUA, melanggar perintah ALLAH itu dosa, he he he
    Tapi saya rasa mending kita mencontoh yg ringan – ringan dulu, misalnya sholat berjemaah 5 waktu di Mesjid.

    @
    … tapi kamu tidak akan bisa berbuat adil…. So… Allah menjelaskan sebab akibat dan pilihan…. 😀

    Contoh yang ringan… setiap sholat 5 waktu ke mesjid… :(( agor belum bisa di 5 waktu ke mesjid…. Astagfirullah…

    Suka

  7. sikabayan said

    euh… kabayan setuju sekali sama kang somad teh… euhehu..
    memang seharusnyamah shalat dulu no wahid teh apalagih kalau kehidupannyah juga shalat…
    kata Al Maun juga peduli fakir miskin, anak yatim dan seterusnyah… tidak raja tega alias keji tidak merusak… euh termasuk tidak merusak wanita…
    memang An Nisaa:3 teh sangat mengundang birahiah laki2 untuk menjadikannyah alesan merusak wanita… bukannyah dipakai untuk mengayomi serta menaikan harkat wanita… memang dorongan syahwat teh susah sekali dikendalikan yah?…
    padahalmah kalau diteliti lebih cermat mah etah ayat teh kabayan mah jadi merinding… dina bagian akhirna teh “Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya”…
    jadi sebenarnyamah istri 4,3,2,1 juga kita nyah tidak bisa lepas dari berbuat aniaya.. jadi makin baik menjalani pernikahan teh kita hanya mampuh untuk meminimalisasi aniaya nyah…
    pan dekat kepada tidak teh artinya tidak bisa tidak sama sekali…

    @
    Nuhun Kang… (terimakasih Kang) 😀

    Suka

  8. sikabayan said

    euh… punten kang agor euheuheu baru kaaos tulisannyah…
    kabayan cuma bisa andai2kan ke masa tersebut disaat peperangan teh para janda sahabat teh semuanyah juga tidak ada yang di rekomendasikan untuk menjanda… jadinyah kalau semua dinikahi Rasulullah SAW. mah harus berapah atuh istrinyah… yah tentunyah para sahabat teh bukan Rasul… yah yang kabayan bayangkan tentunyah saat ituh para sahabat juga istrinyah tidak satu yah… selain para janda, para gadis juga siapa yang mau nikahin atuh da jumlahnyah pasti jomplang tea… pasti sajah banyak perempuan dibandingkan laki2 teh… tapinyah kabayan tidak mendengar pada jaman tersebut banyak sekali janda terlantar ataupun parawan kolot gituh… kang agor nu kasep…
    adapun masalah Al Hadist tea… kabayan mau nyoba meng andai2kan melalui turunnyah semua ayat tersebut kalau kabayan yang belet tidak salah mah semuah ayat tersebut teh turun selalu dengan alasan kejadian… yang pastinyah kejadian tersebut dalam kehidupan Rasullulah SAW. beserta para sahabat, walaupun tidak ditulis dalam Al Hadist, tentunyah ada di asbabun nujul, secara andai2an kabayan mah semuah hidup yang dilalui Rasulullah SAW. teh bisa sajah dikatakan hadist, atau sunah atau bagian dari asbab…
    kabayan kira Rasulullah SAW. bertugas menyampaikan Al Qur’an dari Allah ke dunia.. paling tidak saat menerima nyah… bahkan isra – mi’raj sajah harus dilalui oleh Beliau SAW.
    salah satu keajaibannyah adalah Rasulullah SAW. tidak bisa baca tulis… jadi tentu sajah Beliau SAW. harus menghapal dan mengucapkannyah… hanya sajah kita diharuskan menggolongkan ucapan – ucapan tersebut menjadi beberapa golongan sesuai pentunjuk, jadi kalau kabayan yang belet harus mengatakan bahwa Rasulullah SAW. berkata … seperti dalam Al Hadist, tentunyah Beliau SAW. pernah mengatakan seluruh ayat2 Al Qur’an.. euh..
    dhuak kabayan kena tinju sampai jontor karena ngomong seenaknyah… Al Qur’an yah Al Qur’an, Al Hadist yah Al Hadist, biarpun diucapkan oleh orang yang sama teh… dhuak lagih… ampuuunnn…
    maap yah kalau kabayan ngigau nyah balelol…

    @
    betul kang kabayan… saya cuma bisa bilang iya…. yang kang sampaikan…. 😀

    Suka

  9. abdulsomad said

    Assalamualaikum wr wb
    Wak punya solusi mudah buat membangun innerpower, yg bisa membuat sholat 5 waktu berjamaah di mesjid terasa mudah.
    Kalau tertarik… bisa kita bahas lebih lanjut.

    @
    Wass.wr.wb… Wak… saya tertarik wak… Kadang, kalau malam… saya suka merasa malu dan sedih juga… apalagi kalau pemanfaatan rejeki yang diberikan rasanya kurang pas dengan nurani….

    kadang juga… ada kesombongan bergelut… alasan-alasan… seperti/seolah saya lebih mengerti ….

    wah ribet deh….

    Wass, agor

    Suka

  10. abdulsomad said

    Assalamualaikum wr wb
    Pintu rumah saya terbuka lebar, buat siapa saja, apa lagi sesama saudara muslim, berkunjung lah ke rumah wak mu ini, nanti sama sama kita belajar.
    Tapi yang paling penting mulai lah menyibukkan diri dengan amal-amal mesjid, selingkan waktu buat mesjid disela kesibukan sehari hari.

    @
    Amin… nasihat Wak, agor perhatikan.

    Suka

  11. bisa ga berkunjung di blog saya?
    http://www.rumahku-dihatimu.blogspot.com.
    saya sangat membutuhkan komentar anda demi menyelamatkan rumah tangga saya.
    Terima kasih sebelumnya.

    @
    Semoga terselamatkan, semoga Allah memberikan jalan terbaik ketika menetapi dalam kesabaran maka jalan keluar, Insya Allah dibukakan…

    Suka

  12. ahmad fempi said

    saya mau tanya bila calon istri minta mas kawin 4 jtaan tapi saya ndak mmpu terus saya langsung ke kantor ke kepala KUA tentang mas kawin itu dia saya kasih Rp. 1.500.000,- tapi dia pernah bilang bila mas kawin itu tidak sesuai yang aku minta mana bisa aku nurut sama kanmu gmn menurut anda?

    @

    Mas Ahmad Fempi, wass. wr.wb.
    Saya bukanlah ahli bidang ini jadi, saya komentar dengan mengikuti hawa nafsu sj (jadi jangan diandalkan). Begini Mas, saya tidak tahu, siapa yang menetapkan Mas Kawin itu. Tapi kalau calon isteri Mas minta segitu (Rp 4 Juta) dan itu sebagai ukuran, maka kewajiban Mas melunasi mahar tersebut sebagai tanda sahnya perkawinan. Jadi cicil saja, entah 10 ribu sehari atau sejuta sehari. Sampai lunas. Itu hutang mahar kepada isteri Mas dan juga kepada Allah. Begitu yang saya tahu.

    Suka

  13. >_ said

    wew…sebenar nya kawin atau memperistri kan bnyk adalah HARAM bagi ALLAH mu…
    sebagai contoh: mau kah kawan” kalau mempunyai seorang anak perempuan misalkan 5 anak perawan
    dan saya akan mengawini ke 5 anak perawan itu dengan membawah nama SANG PENCIPTA
    yaitu ALLAH. bukan kah itu suatu penipuan ?
    Dengan LOGIKA tidak ada seorang pun yang mau anak perawan nya dipermainkan atau
    dicampakan.(zaman sekarang)
    Kalau zaman dahulu maklum lah manusia masi bisa di bodoh”in dengan GAIB atau surat
    dari ALLAH dengan Maksud (buruk)
    Dan itu bukan nya Di Benci OLeh ALLAH? Dan Di senangi Oleh Manusia(Perkawainan)alias
    MESUM atau Hubungan Tanpa Status
    Kalau masi ada yg kyk gitu saya mau tuh mengawini anak PERAWAN semua nya…!!!
    DEngan dahli utusan ALLAH untuk mengauli anak PERAWAN semua nya!!!>_< sisa JANDA

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: