Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Blog, Blogger, dan Angka : Hukum Klik 1

Posted by agorsiloku pada Maret 28, 2007

Blog, mau tidak mau akan dan harus diakui sebagai kekuatan sebuah proses budaya. Ada indikasi-indikasi kuat bahwa kehadiran media ini memungkinkan terjadinya perluasan informasi yang tak pernah dibayangkan dari semula. Penguasa informasi di dunia selalu berujung pada industri-industri (terutama) industri hiburan dan politik (politik kok industri ya), menjadi dan memungkinkan orang-orang tanpa nama dan tanpa kekuatan memadai memasuki ranah yang seblumnya hanya dikuasai media-media besar saja.

Banyak informasi bertaburan yang sebelumnya tersimpan dan tidak bisa muncul karena keterbatasan dari media yang ada, kemudian di tangan blogger, menjadi informasi murah dan berharga.

Oke, tentang ini kita semua pasti maklum. Yang kemudian saya ingin analisis adalah angka hits. Ada beberapa kondisi yang menjadikan “hit” alias kunjungan orang lain ke blogger kita menjadi indikator keberhasilan. Oleh karena itu, usaha menaikkan tingkat kunjungan menjadi salah satu tolok ukur bagi seorang penulis blog untuk berkarya dan terus berkarya.

Dari sudut ini, tampak beberapa hal yang penulis lihat :

  1. Berkembangnya dunia penulisan. Banyak penulis muda atau yang belum terbiasa menulis, berusaha untuk melahirkan sebuah board elektronik yang baik. Ini tentu menggembirakan. Pembelajaran berlangsung tanpa menggurui. Seperti juga di dunia nyata, dimana tujuan menghalalkan cara, begitu juga di alam maya ini. Berbagai usaha dilakukan untuk meningkatkan kunjungan. Mulai dari menjual kembali pengetahuan teknis sampai ke menjual hal-hal unik yang sifatnya mengelaborasi hawa nafsu. Dan ini memang sangat wajar, di seluruh permukaan bola bumi ini, semua usaha terbanyak adalah untuk memenuhi hawa nafsu. Orang marketing selalu mengatakan : Kebutuhan manusia itu sedikit saja, yang banyak adalah keinginannya.
  2. Berkembangnya perang kata, perang antara idealisme dan kekinian dan elaborasi lainnya. Mulai dari adu mulut (chating) sampai adu keyakinan, mulai dari adu pintar sampai adu domba. Oleh karena itu, usaha untuk mengajak pada nilai yang dianggap benar adalah sisi lain yang dimunculkan oleh seorang blogger yang mencemaskan hal ini : “Gerakan Spiritual Blog”. Hukum peraturan pada manusia selalu melahirkan pengelompokkan “si Baik dan si Buruk”. Habil dan Qabil, Pandawa dan Kurawa, Gelap dan Putih. Keduanya akan berjalan beriringan untuk saling sikut, berhadapan untuk saling meninju. Dalam alam blogger, maka yang menentukan pilihan adalah orang yang tidak bisa kita kuasai, yang tidak kuasa kita memerintah dan menundukkannya. Inilah hukum “klik”. Semua keputusan hanya ada di tangan mouse, mahluk berekor yang dijalankan untuk mengambil keputusan atas pilihan yang ada di layar. Tidak ada kekuatan sekuasa apapun dari manusia, untuk membuat seseorang hanya akan mengklik satu dan satu-satunya site saja. Jadi gerakan seperti ini adalah salah satu imaji dari dua kondisi pilihan saja, dimana pilihan akan jatuh pada apa yang terjadi di luar dunia klik n klik. Inilah demokrasi sebenarnya. Dunia para tetikus.
  3. Blog sebagai gerakan budaya, jika dimanfaatkan secara baik memberikan peluang sebagai sarana meningkatkan kualitas. Ada banyak alasan untuk itu. Kemudahan akses, kebebasan ekspresi, kemampuan integrasi. Di saat yang lain juga adalah peluang untuk menundukkan kekuasaan dengan kekuasaan pada kekuatan informasi. Berjubel kata dan usaha untuk membolak-balikan pengertian bisa datang dari media internet ini. Usaha usaha untuk mengurangi peranan dan tentu karena dipandang memberikan resiko-resiko buruk pada kebudayaan dan politik, usaha untuk mengatur diadakanlah. Di beberapa negara “kesembarangan blogger” bukan hanya menuai kritik, tapi juga bisa menuai tuntutan jaksa sampai latihan menginap di hotel prodeo.
  4. Menyikapi rajutan pandangan blogger terinci dalam banyak kejadian. Saya terkekeh-kekeh geli ketika ada pandangan blog islami. Tulisan menggelitik, rada satir dan cerdas. Mana bisa anak jelek jadi blog islami, tapi saya bahagia juga ketika ada yang melink dengan tanda “agor Islami“. Weleh…weleh… . Kerisauan dari “Saya Resah“, menurut saya komprehensif betul untuk melihat titik pandang persoalan. Himbauan “building the power” dari dokterku yang cantik menunjukkan ketulusan. Buat yang pernah merasakan belajar di negeri Oom Sam atau hidup di sana, sangat boleh jadi bahwa mereka secara kolektif sadar bahwa perbedaan adalah perbedaan dan saling menghargai, membangun kekuatan sudah menjadi tradisi kolektif kebangsaan. Ini bagian dari sisi-sisi yang orang Amerika akan anggap tidak masuk akal dalam alam demokrasi mereka. Setidaknya, banyak american yang tahu sejarah dan mengerti bahwa sejarah perang saudara mereka meluluhlantakan nilai-nilai kemanusiaan. Mereka tidak mau mengulanginya.

Jadi, hukum klik pertama, lihatlah sebagai suatu proses dari proses budaya dunia para tetikus. Umur kita hanya ditentukan satu klik saja. Tidak Lebih!

Dengan begitu, merah putih, keras lunak, merupakan resultante arah untuk hasil di masa depan dari setiap klik.

Bersambung…

Iklan

11 Tanggapan to “Blog, Blogger, dan Angka : Hukum Klik 1”

  1. Raffaell said

    Yang jelas, budaya blog akan berkembang pesat dimana kita sendiri ngga bisa memprediksi apakah ini akan berakibat baik atau malah memperkeruh informasi, untuk itu harus dimulai dari diri sendiri dan menuntut ilmu setinggi tingginya.

    @
    Tul Mas Raffaell, selalu ada dua kemungkinan… sisi baik kita ambil ya…

    Suka

  2. Evy said

    Saya hanya mengirim surat cinta, tapi katanya disuruh ngurusin gigi dan mulut saja, ga usah ikut2an urusan dan ga usah jadi hakim, saya patah hati 😦 , kasihan anak2 muda itu…

    @
    Ha…ha…. betul bu…. Mba Evy urus saja gigi dan mulut, jangan jadi hakim…. ha…ha… ha.. komentar yang luar biasa dari beliau itu. Tapi, ngomong-ngomong ibu mau ngga sih ngurusin mulut dan gigi yang rapih bersih, tapi lidahnya tajam dan menusuk?. Hati-hati ya bu, jangan ikut-ikutan lidahnya ikut dicabut atau ditambal. Ketika saya mo berkomentar, saya mencoba selalu ingat (meskipun tidak selalu berhasil) ayat Allah untuk kekasihNya, Sang Junjungan :

    QS 13. Ar Ra’d40. Dan jika Kami perlihatkan kepadamu sebahagian (siksa) yang Kami ancamkan kepada mereka atau Kami wafatkan kamu (hal itu tidak penting bagimu) karena sesungguhnya tugasmu hanya menyampaikan saja, sedang Kami-lah yang menghisab amalan mereka.

    Jadi, never give up ya Mba, juga jangan pernah berharap karena kita mereka berubah. Tak ada yang bisa mengubah selain mereka sendiri, dan karena rahmatNya. Semakin banyak sisi positip dalam satu komunitas maya, insya Allah ikut berkontribusi positif sebagai lentera kehidupan. Betapapun sederhana, banyak keliru, dan kecilnya….

    Suka

  3. Yah bisa-bisanya kita dan pinter-pinter kita memanfaatkan saja. Semua pilihan tersedia tanpa bisa menghalangi atau menyarankan. BTW Hukum klik 1-nya belum disimpulkan yah? Sampai berapa rencana hukum kliknya pak agor? mau nyaingi hukum newton yg ada 3 itu yah. Ada ilmuwan blog nih lama-lama.

    @
    ha…ha…, mo terus nulis… terus ada pertemuan-pertemuan kerja… jadi tulis saja bersambung; sambil bingung sambungannya apa?.

    Suka

  4. seep…
    damai saja ya mas…

    @
    nggih…ngg….nggeh… damai itu Indah (kayak moto di kantor-kantor Polsek/Tentara ya…)…

    Suka

  5. peyek said

    Sebenarnya permasalahannya adalah bagaimana kita menyikapi dan memandang suatu permasalahan, negeri ini kan menganut kebebasan juga, seperti tujuan kita ngeblog, dimana kita cari tempat untuk menghujat, media cetak? media elektronik?, atau blog kita sendiri? nah kan, biarkan orang menyampaikan idenya secara bebas, itu hak mereka di blog mereka masing-masing, kata-kata mereka panas? tergantung tujuannya, sebagai pencerahan, sebagai intropeksi diri, atau sebagai hujatan, kalo kata terakhir ini yang sampai dihati kita tentu panas, tapi kalo pencerahan, tentu kita akan lebih arif menyikapinya.

    @
    Yap, tentu begitu. Menyikapi dan memandang suatu permasalahan. Seperti menggosok pedang dengan batu. Batu terkikis, pedang kian tajam. Seperti air yang jatuh ke batu, perlahan tapi pasti batu membentuk kubangan. Seperti membangun, maka merobohkan dan menyusun ulang. Yah… kadang brain – storm (ing)… badaikan otak kita, lalu dapatkan cahayanya…. Trim ya, komentarnya yang bernas…..

    Suka

  6. Amd said

    Kya! “Hukum Klik 1”!
    Nemu rumusnya di mana Pak?

    @
    Yap, kesalahan sudah diperbaiki….. 🙂

    Suka

  7. […] Eksistensi Laskar Pencari IdentitasBlog, Blogger, dan Angka : Hukum Klik 2Blog, Blogger, dan Angka : Hukum Klik 1Ketika Sebuah Zaman DidiskreditkanMELACAK WAHABI SALAFY/I: MENDULANG FAKTAThe U2 Canon – All that […]

    Suka

  8. wah,, moga moga aja lebih banyak gunanya blog ini,,
    Ma agak iri (dikit,,) abis ga bisa bikin kalimat bagus dan keren,, tapi gpp deh,, 🙂

    @
    Trims ya Ma. Semoga ada gunanya, biar dikit ya. Ma juga tulisannya bagus dan berani kok, populis lagi. Soal keterampilan menulis, itu soal kebiasaan saja (kayak tulisan agor bagus aja ya).

    Suka

  9. fia s.aji said

    yang penting mah budaya itu tetap dalam batas etika dan tidak melanggar hukum. Tidak boleh ada ruang di dunia ini di mana suatu komunitas bisa sebebas-bebasnya.

    @
    Ruang dimana ada komunitas lain, maka kebebasan akan berbenturan dengan kebebasan yang lain. Di situ norma ditegakkan. Merupakan kompromi dari sebuah posisi yang kita sebut sebagai : “kebebasan”

    Suka

  10. […] keisengan saja, saya menulis tentang menulis yang dibuat saenak udel sendiri.  Kemudian menulis juga bagaimana menulis buku (sambil nggak […]

    Suka

  11. […] untuk membuat hukum baru yang unik dan lucu, tapi keren! Hukum yang dimaksud adalah Hukum Klik Satu, Dua dan […]

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: