Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Surat Dari Keponakan Untuk Isteriku

Posted by agorsiloku pada Maret 27, 2007

Adik ipar datang dari luar kota, teriring salam dan menyampaikan dua pucuk surat untuk isteri, kira-kira begini isinya :

Surat pertama dari Nisa, usia 6 tahunan:
Ati Dian, Nisa kangen sama ati Dian. Kemarin Nisa ulang tahun, kasih Nisa kado ya. Salam.
Surat kedua, datang dari adiknya usia 4 tahunan:
Ati Dian, Ira kangen sama ati Dian. Ira juga ingin kado, tapi ira tidak berulang tahun. Salam ya untuk keluarga.

Tulisan yang dibuat dengan tujuan-tujuan jelas dari ponakan-ponakan yang lucu, jujur, dan apa adanya.

Kasih sayang dan perhatian, mudah dikatakan, kadang berat dilaksanakan atau bahkan dimengerti. Kasih sayang adalah karuniaNya yang berharga dan sering kita abaikan. Kasih sayang, perhatian tidak datang begitu saja. Seperti surat pendek itu, lebih banyak menimbulkan kegembiraan dan kasih sayang penerima surat itu dari pada nilai kado yang akan diberikan.

QS : 42. Asy Syuura 23. Itulah (karunia) yang (dengan itu) Allah menggembirakan hamba-hamba-Nya yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh. Katakanlah: “Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upahpun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan.” Dan siapa yang mengerjakan kebaikan akan Kami tambahkan baginya kebaikan pada kebaikannya itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.

Apakah kita juga masih punya kasih sayang ketika seorang pengemis mengendong bayi sambil meminta-minta?. Ataukah rasa marah?, Jengkel?, atu bercuriga (dan memang ada buktinya) bahwa mereka memanfaatkan (menjual) kasih sayang untuk sedikit uang (yang memang mereka juga sebagian besar tidak memilikinya)?. Atau karena mereka bukan keluarga kita? Apakah anak-anak jalanan itu bisa berkirim surat juga seperti Ira dan Nisa kepada paman atau bibinya?.

Atau pertanyaan yang sebenarnya lebih mendasar lagi : ”Why so many poor kids in Indonesia mom and Why you don’t care about them?”…hiks..

Iklan

5 Tanggapan to “Surat Dari Keponakan Untuk Isteriku”

  1. Evy said

    iya tuh pak, aku kok kasihan dan aku pikir rejeki ya kudu di bagilah…, wong kita juga cuman di bagi sama Allalh SWT kok, simple ajalah mikire ga usah mikirin ntar ma tuh orang buat memperkaya diri dan penghasilan sapa sih sebenernya yg mau cari penghasilan di jalanan? Di blog-ku lagi rame bahas ini juga 😦 … , lha kalau Allah yg ngasih rejeki ke kita pake pertimbangan ga usah dikasih banyak2lah ntar-nya juga medit ga mau bagi2…trus piye?

    @
    Iya betul Bu Dokter, setiap rejeki yang diberikan Allah, ada hak untuk orang miskin dan fakir, meminta atau tidak meminta. Allah memberikan catatan penting untuk memberikan kepada yang tidak meminta. Bukan kah, sebenarnya kita juga sama-sama pengemis….

    Suka

  2. Evy said

    Kita kompakan ya pak postingannya seragam topik-nya… bapak crita ponakan, aku crita anak-ku, menurut bapak gimana dg pendapaku berbagi rejeki pemberian Allah?

    Motivasi para bule adopsi ga ada apa2 cuman pengen punya anak aja gitu…, emang ada yg beranggapan pengkristenan tapi kenyataan sama sekali engga kok, mereka ga pernah ke gereja.. pada ga percaya agama…, katanya agama malah bikin berantem, tapi percaya Tuhan kok, istilahnya bukan atheis karena atheis khan ga percaya Tuhan…tapi apa ya sik aku lali..

    @
    Ya betul Bu Dokter, kebetulan temanya sama, malah Bu Dokter lebih tajam, lebih membumi dan fakta Amerika betul-betul patut kita acungi jempol (sebagian mereka itu ya). Mereka betul-betul punya perhatian dan kasih sayang yang pada tingkat tertentu patut kita teladani.

    Yang disampaikan bu Dokter tepat benar, yang disampaikan anak bu Dokter, benar-benar menampar kita (kalau merasa ditampar).

    Apa yang Al Qur’an sampaikan :

    QS 57. Al Hadiid 27. Kemudian Kami iringi di belakang mereka dengan rasul-rasul Kami dan Kami iringi (pula) dengan Isa putra Maryam; dan Kami berikan kepadanya Injil dan Kami jadikan dalam hati orang- orang yang mengikutinya rasa santun dan kasih sayang. Dan mereka mengada-adakan rahbaniyyah padahal kami tidak mewajibkannya kepada mereka tetapi (mereka sendirilah yang mengada-adakannya) untuk mencari keridhaan Allah, lalu mereka tidak memeliharanya dengan pemeliharaan yang semestinya. Maka Kami berikan kepada orang-orang yang beriman di antara mereka pahalanya dan banyak di antara mereka orang-orang fasik.

    atheis = tidak percaya tuhan
    agnostik = nggak perduli ada atau nggak ada.
    deist = percaya juga sih sama Tuhan, tapi nggak percaya bahwa Tuhan mengirim wahyu. Cukup aturan alam saja ngkali.

    Suka

  3. deKing said

    @dr Evy:
    Apakah yang ibu maksud itu agnostic? Percaya pada Tuhan tetapi tidak mengakui agama.

    @Agor:
    Kalau tidak salah dulu waktu masih SMP saya pernah mendapatkan materi tentang harta yang memiliki fungsi sosial (lupa pelajaran apa, PMP atau agama ya??), intinya sebenarnya harta yang dimiliki manusia itu bukanlah sepenuhnya miliknya (tentu saja semua itu memang milik Alloh, ttg ini sdh tdk terbantahkan lagi). Pada setiap harta manusia sebenarnya mengandung hak orang lain, oleh karena itu kita harus berbagi/bersedekah kepada orang lain.

    —-
    @
    Tentu saja Pancasila. 1 Ketuhanan Yang Mahaesa, 2,3,4,5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Dan agama yang diajarkan Nabi Muhammad sesungguhnya begitu besar perhatiannya. Kita saja yang mudah menjadi zalim.
    QS: 107. Al Maa´uun :
    1. Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?
    2. Itulah orang yang menghardik anak yatim,
    3. dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.

    QS 5:47. Dan hendaklah orang-orang pengikut Injil, memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah didalamnya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik.
    QS 5:45. Dan Kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (At Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka luka (pun) ada kisasnya. Barangsiapa yang melepaskan (hak kisas) nya, maka melepaskan hak itu (menjadi) penebus dosa baginya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim.
    QS 5:49. dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan mushibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik.

    Suka

  4. Dono said

    Ass.wr.wb, pak Agor.
    Coba kita berfikir terlebih dahulu :
    Kenapa Allah s.w.t mentakdirkan kesenangan hidup dan kesusahan hidup dlm materi duniawi?
    Menurut saya,kita diberikan kesempatan untuk melakukan sesuatu yg berfaedah untuk menolong sesama kita ,sedangkan yg kaya pun memerlukan pertolongan apalagi yg susah?
    Kalau didunia ini ditakdirkan kekayaan saja, sudah tentu tidak ada lagi kasih dan sayang.Allah s.w.t sungguh maha Mengetahui keadaan hamba-hambanya. Bukankah Allah maha Pengasih dan Penyayang.
    Ayat ini berkali-kali diucapkan setiap membaca surah-surah.

    Wassalam,Dono.

    @
    Wass Wr.Wb. Mas Dono, tepat benar yang disampaikan. Maha benar Allah dengan segala firmanNya. Subhanallah….

    Suka

  5. Nani Suryani said

    Sesungguhnya kita juga tak ubah bagai pengemis juga. semua apa yang kita miliki adalah pemberian Allah dan itu cuma sekedar titipan. jadi ga da salahnya jika kita saling berbagi. “indahnya saat berbagi”.

    @
    Sip ya, saya hanya bisa mengangguk-angguk saja.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: