Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Pesta untuk Kesucian

Posted by agorsiloku pada Maret 27, 2007

Washington – Orang-orang Amerika Serikat selama ini dikenal amat bebas, termasuk dalam urusan seks. Laki-laki dan perempuan lazim tinggal serumah dan berhubungan intim tanpa menikah. Soal keperawanan atau keperjakaan? Ah, siapa peduli. Namun, bagi kalangan pemeluk Kristen konservatif di AS, masalah keperawanan menjadi hal yang amat penting. Mereka menganggap keperawanan sebagai tanda kesucian. Di kalangan mereka ada tren, anak perempuan berusia sekitar sembilan tahun diminta mengucapkan janji kepada ayahnya untuk tidak berhubungan seks sebelum menikah. Sebaliknya, sang ayah berjanji akan menghilangkan pikiran kotor dan menghindari material pornografi. Sang ayah juga berjanji akan setia kepada istrinya yang juga ibu dari anak gadisnya. Upacara saling mengucap janji itu digelar dalam sebuah pesta meriah layaknya pesta perkawinan. Si ayah menggunakan jas dan anak perempuannya mengenakan gaun panjang. Ada pula kue putih seperti kue pengantin. Mereka menyebutnya “Pesta untuk Kesucian”. Pada upacara itu si ayah akan menyelipkan cincin tanda kesucian di jari anaknya atau memasangkan gelang “kesucian” di lengan anak gadisnya. Selama tahun 2006, setidaknya telah 1.400 kali “Pesta untuk Kesucian” diselenggarakan di seluruh AS, terutama di daerah selatan dan barat. Jumlah orang yang mengadakan upacara semacam itu diperkirakan akan meningkat dua kali lipat selama tahun ini. (AFP/REUTERS/BSW)

Sumber : Kompas 

Iklan

Satu Tanggapan to “Pesta untuk Kesucian”

  1. Faktanya gimana yah kira2 setelah mengucap janji itu, apakah lebih sering dilanggar atau ditepati? mungkin ada survey-nya?

    @
    Belum tahu, namun ada sebuah indikator mereka jenuh dengan “kebebasan” tanpa batas. Mereka juga berusaha sholeh pada “persepsi”nya. Amerika memang unik, mereka punya apa yang disebut hari kasih sayang (Valentine), Thanks Giving, dan beragam acara dari sebuah permainan dari industri bisnis dan toleransi. Kesadaran kemanusiaan, etika juga, menurut saya relatif terjaga. Dari sudut-sudut tertentu cara pandang, saya kira banyak yang bisa kita pelajari dari mereka. Apakah karena mereka punya :American Dream… saya tidak tahu. Tentu saja, bukan berarti mereka seluruhnya baik, namun ada hal yang menurut saya unggul : “Kesadaran kolektif”nya relatif lebih “civilize”, ketimbang kita. Tentu saja tidak sama di semua negara bagian. Karena kalau nggak salah, mereka boleh punya aturan-aturan yang berbeda di setiap negara bagian

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: