Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Obrolan Tentang Pusat Tatasurya.

Posted by agorsiloku pada Maret 20, 2007

Jarak bumi dan matahari kurang lebih 149.680.000 atau hampir 500 detik perjalanan cahaya yang mendekati 300 ribu km per detik. Tapi kalau naik bus jurusan Jkt – Surabaya yang suka ngebut dengan kecepatan 100 km per jam biar di belokan dan bukan tol, waktu tempuhnya lebih dari 62 ribu hari atau 170 tahunanlah. Itupun kalau tidak ada macet atau kecelakaan yang mengorbankan penumpang.

“Lalu apa hubungannya dengan hijau daun?.”

“Yah… sekedar mo bilang, bahwa hijau atau layunya daun sangat tergantung dari matahari yang jaraknya hampir 150 juta km itu?”.

“Kok jaraknya begitu jauh?”

“Iyalah. Bahkan bukan hanya hijaunya daun. Nyaris segala bentuk kehidupan yang ada di bumi ini ditentukan oleh kehadiran matahari yang besarnya juga hampir 1000.000 juta kali ukuran bumi.”

“Besar sekali ya”

“Iya!. Nah sekarang percaya nggak kalau bumi itu diciptakan untuk melindungi matahari!?”

“Edan kowe!”

“Yang benar nih : Allah menciptakan matahari untuk memberikan manfaat bagi bumi!?

“Kok bisa-bisa ya, benda yang begitu besar ukurannya, begitu panas, dijadikan hanya untuk memanasi bumi, tumbuhan berfotosintesis, bakteri sampai dinosaurus lalu manusia dihidupi oleh benda yang besarnya jutaan kali dari bumi?”

“Bukan hanya itu saja, jarak dari bumi ke matahari juga pas benar. Terlalu dekat, ntar kaya Mars, nggak cocok untuk petani. Kagak bisa bercocok tanam, terlalu jauh juga nggak cocok, nanti kayak Pluto yang membeku sepanjang hayatnya”.

“Oke, sekarang percaya nggak bahwa matahari itu diciptakan untuk bumi?”

“Yah percaya deh…”

“Oke deh”. Si Jiun, tertawa penuh kemenangan.

“Sekarang pusat tatasurya itu matahari atawa bumi?”

“Ya, matahari dong!”

“Nggeh. Kalau pertanyaannya matahari dan planit-planit mengelilingi matahari ya iya. Tapi, kalau ditanya pusat kehidupan ya bumi dong!”.

“Emangnya yang disebut pusat itu selalu artinya harus pusat yang secara fisik di tengah-tengah, dikelilingi”.

“Tuh lihat: pusat negara, tidak pernah ditengah-tengah kan?. Pusat mode, ya Paris, Pusat puser, ya di tengah badan, pusat negara ya ibukota. Jadi yang disebut pusat adalah yang jadi sentral dari satu kegiatan, satu pusat, satu kehidupan. Nah, pusat dari kehidupan di tata surya adalah bumi. Matahari dan lain sebagainya itu hanyalah pendukung saja. ”

“Agak nyleneh sih, tapi bukan tanpa alasan kebenaran!, sehingga ditolak mentah-mentah”

“Nah, sekarang tahu nggak, matahari itu untuk bisa bertahan dia bergerak pada garis edarnya gitu. Mengelilingi sesuatu, yang pengetahuan menyebutnya sebagai inti galaksi kabut susu.”

Nah jadi 1) bumi dihidupi dengan matahari 2) matahari dan perangkatnya mengelilingi inti galaksi. Jadi kesimpulannya, galaksi ada untuk mempertahankan matahari, matahari ada untuk mempertahankan kehidupan bumi. So bumilah yang jadi Pusat. Di urut-urut begitu, segalanya diperuntukan untuk manusia di bumi lho?.

Weleh…sok benar ya manusia?. Menempatkan dirinya bukan sebagai Pusat segala sesuatu di alam semesta yang super luas dan terus bertambah luas itu”.

“Yah, saya cuma mo bilang bahwa pusat pergerakan atau pusat gravitasi itu berbeda dengan pusat kehidupan.”

Iklan

8 Tanggapan to “Obrolan Tentang Pusat Tatasurya.”

  1. Kawula Alit said

    Aku pengen ngerti yang nulis artikel ini seeeeeee, Apa dia sudah bisa melihat jidatnya sendiri tanpa menggunakan Cermin, apa dia sudah tau Shirotol Mustaqim, kalo bisa kontak aku, aku akan berguru padanya!!!!!!!!!!
    @
    !!!!!!!!!!

    Suka

  2. deKing said

    Kalau menurut saya pribadi sih dua2nya saling dibutuhkan dan membutuhkan alias istilah gampangnya simbiosis mutualisme…
    Baik matahari dan bumi masing2 mempunyai andil dalam menjaga keseimbangan alam semesta ini…
    Kalau ngomongin yang dikelilingi itulah yg menjadi pihak yang dibutuhkan kok kayaknya gak begitu benar ya?
    Bumi kan dikelilingi bulan tetapi bumi juga sangat membutuhkan bulan..setidaknya manusia membutuhkan/memanfaatkan bulan untuk perhitungan tahun dan juga minimal untuk memberi penerangan di malam hari…(kalau bulan bersinar)

    @Kawula alit:
    Kok sampai sebegitunya mas? 😀

    @——-
    Sepertinya begitu. Namun, saya lebih cenderung meyakini bahwa Matahari dan Bulan, juga planit-planit lain diciptakan dan disusun dalam keteraturan untuk menjadikan bumi layak sebagai tempat berkembang biaknya mahluk hidup di tata surya kita ini. Al Qur’an malah menetapkan bintang-bintang di langit yang jauh itu sebagai penunjuk arah bagi manusia di bumi. QS 16. An Nahl 16. dan (Dia ciptakan) tanda-tanda (penunjuk jalan). Dan dengan bintang-bintang itulah mereka mendapat petunjuk.
    Nah, kalau kita telusuri ayat 16 An Nahl itu, jelas bintang-bintang sebagai petunjuk. Sampai dengan 100 tahun yang lalu, bahkan sampai kini sebagai petunjuk bagi yang berjalan di atas bumi, juga termasuk petunjuk bagi migrasi burung-burung. Mungkin abad ke 25 menjadi petunjuk perjalanan antar bintang. Yang jelas bulan dan matahari juga sangat tepat ukurannya untuk perhitungan kalender manusia, baik hijriah maupun gregorian.

    Mengenai Kawula alit, sayang Beliau tidak memberikan argumennya terhadap pengertian “Pusat”. Mungkin merasa tak perlu. Sedang yang dikemukan beliau, juga sesuatu yang belum bisa saya pahami. Saya kira, kita yang sudah dijejali pengertian Pusat adalah pusat lingkaran, pusat gravitasi, memang agak sulit memahami bahwa pusat itu bervariasi tergantung konteksnya. Namun, tulisan Pusat Tata Surya itu sebenarnya dimulai dari pandangan tentang kepicikan manusia Indonesia yang ditulis Kompas dan komentar yang saya berikan untuk Mas AMD
    Wassalam, agor.

    Suka

  3. deKing said

    Nambah nich Pak 😀
    Beberapa orang yg menggunakan QS. Al-Baqoroh:258 dan QS. Al-Kahfi: 17 sebagai dasar bahwa bumi-lah pusat tata surya karena berdasarkan pemahaman matahari terbit di timur dan tenggelam di barat itu menunjukkan kalau matahari-lah yg bergerak, saya sendiri mempunyai pertanyaan berkaitan dengan hal ini…
    “Seandainya kita naik kereta api (dengan kecepatan tinggi) dan kita melihat pohon-pohon bergerak ke arah yang berlawanan dengan pergerakan kita apakah itu berarti pohon2 itu yang bergerak, bukannya kita yang bergerak? ”
    Maaf, bagaimana pendapat Pak Agor?

    @
    Mas deKing,
    Kalau kita bicara pusat pergerakan dari tata surya dan berbicara pada konteks pengaruh-pengaruh gravitasi dan percepatan, rasanya nggak cocoklah yang massanya kecil (bumi) menjadi pusat dari yang massanya besar (matahari). Dengan kata lain yang lebih besar daya tariknya dipengaruhi oleh benda yang massanya lebih kecil. Ini rasanya kurang tepat.

    Bahwa bumi, bulan, matahari diatur sedemikian rupa sehingga terjadi siang dan malam dengan memperhatikan sumbu putar bumi, perputaran bumi, dan posisi matahari tampak terbit, sangat jelas itu berada pada kerangka acuan fisis di bumi (pengamat berada di bumi) sehingga ayat itu menjelaskan begitu.

    Namun, seperti artikel “Obrolan” di atas. Jika kita melihatnya dalam konteks “pusat kehidupan”, jelas persoalannya lain.

    Mengenai pohon bergerak, kira-kira pertanyaan ini mirip di site Wanatirta : Pak Kenapa ya Gunung itu mengikuti kita terus, dan saya ikutan berkomentar di situ. Mudah-mudahan sedikit menjawab.

    Perbedaan ada, bukan untuk menyalahkan lo, hanya menyampaikan sebuah wacana.

    Suka

  4. Anonim said

    sebenarnya itu semua adalah bohong alias ngaye dancok

    @
    agak sulit saya mengklarifikasi pernyataan ini. Yang bohong, totalitas cerita, tatasuryanya, pusatnya, atau apanya ya.?

    Suka

    • b.prasaja said

      yang bohong karna akal kita yang balum mampu menerima logik, shg dia bilang ke yang punya akal wuah ini ada – ada saja , bohong …… ni ?

      Suka

  5. Amaterasu said

    Coba anda semua cermati ayat2 yang telah disebutkan dalam konteks ini..

    satu pertanyaan dari saya, darimanakah matahari dan bulan itu dilihat?

    coba anda cermati, dari semua ayat tersebut, matahari dan bulan dilihat dari permukaan bumi dimana manusia berpijak.
    jika anda mengamati dengan berdiri disatu titik tanpa merubah posisi. yang terlihat dari permukaan bumi tempat manusia berpijak adalah MATAHARI MENGELILINGI BUMI.

    seperti halnya pendapat dari sudara DeKing “Seandainya kita naik kereta api (dengan kecepatan tinggi) dan kita melihat pohon-pohon bergerak ke arah yang berlawanan dengan pergerakan kita apakah itu berarti pohon2 itu yang bergerak, bukannya kita yang bergerak?”

    sebenarnya semua itu tergantung darimana kita melihatnya…
    jika kita berada di permukaan bumi yg terlihat yah MATAHARI MENGELILINGI BUMI.
    mungkin jika melihat dari ruang angkasa akan terlihat BUMI MENGELILINGI MATAHARI

    @
    Betul Mas…
    Obrolan postingan tadi hanya pengantar dari dua postingan yang lain :
    Bulan juga mengelilingi, seperti Matahari Juga.
    Benarkah Matahari Mengelilingi Bumi

    Karena tempat berpijak pada dasarnya tidak bisa dijadikan standar acuan untuk keberlakuan umum, maka pengertian mengelilingi itu tidaklah tepat diterapkan dalam konteks keseluruhan sehingga menjadi kesimpulan totalitas bahwa mataharilah yang mengelilingi bumi. 😀

    Mengenai pohon bergerak, saya berkomentar sedikit di blog Mas Wana, klik di sini.

    Suka

  6. alif said

    saya setuju bahwa matahari dan bulan mengelilingi matahari dan pada dasarny bumi itu diam tidak berotasi dan tidak berevolusi dan ini bisa di buktikan secara ilmiah
    satu saja kalo seandainya bumi berotasi berapa kecepatan rotasi bumi? dan dimanakah letak stelit palapa? kalo seandainya bumi berotasi apakah mampu satelit palapa ngejar2 bumi supaya terus tetap berada di atas indonesia

    Suka

    • agorsiloku said

      Satelit Palapa bergerak di seputar jalur yang dikenal sebagai orbit geostasioner. Orbit ini dikenal pula dengan orbit Clarke atau Sabuk Clarke. Orbit ini kira-kira berada 35.786 km dari permukaan laut rata-rata. Fungsi dari orbit geostasioner ini adalah jika satelit atau objek berada pada posisi ini (letaknya konstan pada lintang 0°) maka satelit akan “seolah-olah” kedudukannya tetap pada satu titik di permukaan bumi. Orbit geostasioner inilah yang digunakan untuk komunikasi berbagai peralatan komunikasi, termasuk untuk siaran televisi dan termasuk komunikasi dunia maya, ambil uang di anjungan tunai mandiri, dan berbagai kepentingan manusia….

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: