Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

17 Raka’at Sehari Semalam

Posted by agorsiloku pada Maret 10, 2007

Berkelana di sini adalah perjalanan spiritual dan berpikir yang menurut saya istimewa. Duduk pada persoalannya, memahami sains, budaya, dalam nafas islami adalah bagian-bagian yang membuat saya betah berlama-lama mengikuti tulisan-tulisan beliau. Sangat keras dan tegas, tapi menurut saya membumi di antara tebaran pemikiran-pemikiran beliau yang bernas. Produktivitas menulisnya juga luar biasa, mengamuk di antara rentetan pandangan untuk menegakkan syariat Islam dalam kancah pergulatan pemikiran.

Berikut ini salah satu tulisan beliau. Tentu sebagai pembanding, mengunjungi ketundukan manusia di sini dan melihat struktur matematika salat dari sini ikut melengkapi .

Al Walid ibn Al Mughirah pernah berkata: Al Quran itu tidak lain hanya perkataan manusia. Ucapan Al Mughirah itu terpateri dalam Al Quran:
— AN HDZA ALA QWL ALBSYR (S. ALMDTSR, 74:25), dibaca: in ha-dza- illa- qaulul basyari (s. almuddatstsir), artinya: Ini tidak lain hanya perkataan manusia.

Maka kepada Al Mughirah yang dahulu, dan semacam Al Mughirah dewasa ini serta yang akan datang, yang bervisi Al Quran itu “man made”, Allah memberikan “sengatan”, seperti sengatan neraka Saqar, dalam FirmanNya:
— LWAht LLBSYR (S. ALMDTSR, 74:29), dibaca: lawwa-hatul lilbasyar, artinya: sengatan bagi manusia.

Berupa apa itu sengatan? Yaitu bilangan interlocknya Al Mushhaf Al Rasm Al ‘Utsmaniy (Teks Al Quran Ejaan ‘Utsmani), seperti FirmanNya:
— ‘ALYHA TS’At ‘ASYR (S. ALMDTSR, 74:30), dibaca: ‘alaiha- tis’ata ‘asyara, artinya: Padanya 19.

Ayat (74:30), adalah satu-satunya ayat dalam Al Quran yang menyebutkan bilangan tanpa substansi. Sehingga jumlah 19 bisa mengenai apa saja dalam Al Quran, pokoknya yang bergender perempuan, sebab HA adalah dhamir ghaybah (kata ganti ketiga gender perempuan tunggal). Jadi bisa investigasi dilakukan pada Surah, atau pada Ayat berupa jumlah (=kalimat) atau berupa kalimah (=kata) di dalam Al Quran.

Secara singkat kita mulai dengan Surah. Ambillah misalnya Surah yang di dalamnya termaktub SK pengangkatan Muhammad menjadi Nabi dan RasuluLlah, yaitu Surah Al’Alaq. Surah ini terletak pada posisi ke-19 dari belakang, dan terdiri dari 19 ayat. Selanjutnya Ayat berupa jumlah (kata jumlah dalam bahasa asalnya sebenarnya bermakna susunan kata yaitu kalimat). Ambillah misalnya Ayat (1:1), yaitu Basmalah (transliterasi huruf demi huruf): BSM ALLH ALRhMN ALRhYM, ada 3+4+6+6 = 19.

Selanjutnya akan kita ambil substansi Ayat yang berupa kalimah (kata kalimat dalam bahasa asalnya sebenarnya bermakna kata). Kita pilih kata Shalat, dan pilihan kata ini menjadi fokus dalam Seri 652 ini. Yaitu Shalat, Rukun Islam yang kedua, khusus di terima RasuluLlah SAW pada waktu Mi’raj, yaitu tidak sama dengan ke-empat Rukun Islam yang lain yang diterima beliau di bumi ini.

Shalat wajib 5 waktu terdiri atas 17 Raka’at dalam sehari semalam.
1. Shubuh 2 raka’at
2. Zhuhr 4
3. ‘Ashar 4
4. Maghrib 3
5. ‘Isya 4
— +
17 raka’at
Kita susun jumlah raka’at tersebut: 24434, ini habis dibagi 19, yaitu 24434 = 19 x 1286. Coba perhatikan hasil bagi 1286 itu, jumlahnya = 1+2+8+6 = 17. Dengan bilangan pembagi 19, maka bilangan yang dibagi dengan bilangan hasil bagi sama-sama jumlahnya 17. Tidak cuma-cuma Nabi Muhammad SAW menerima Rukun Islam kedua ini pada waktu Mi’raj. Bagi Taufik Adnan Amal di IAIN Makassar, itu bukan mitos, melainkan data numerik, murni matematis, eksak, tidak seperti hermeneutika, itu pistol mainan anak-anak, yang pakai pendekatan hsitoris yang tidak eksak.

Kita lanjutkan; letakkan no.urut shalat di depan setiap raka’at, maka menjadilah: 21 42 43 34 45, dirapatkan menjadi 2142433445, masya-Allah ini lagi-lagi bukan mitos, ini data numerik yang eksak, sebab 2142433445 = 19 x 112759655.

Selanjutnya kita susun jumlah raka’at setiap hari 17 17 17 17 17 17 15 , enam hari masing-masing 17 raka’at, kecuali hari Jum’at 15 raka’at. Kita rapatkan, menjadilah 17171717171715. Lagi-lagi ini bukan mitos tetapi data numerik, masya-Allah 17171717171715 = 19 x 903774587985.

Masih belum selesai, kita lanjutkan. Sisipkan no.urut 1 s/d 7 pada masing-masing jumlah raka’at, menjadilah: 1-17 2-17 3-17 4-17 5-17 6-17 7-15 lalu mari dirapatkan 117217317417517617715, masya-Allah ini habis dibagi 19, harus pakai kalkulator 21 digit, hasilnya? Ini dia: 6193332495658821985.

Belumlah berakhir; analog dengan di atas, namun yang 15 raka’at ditaruh paling depan, menjadi 115217317417517617717, kita pakai kalkulator 21 digit, hasilnya = 19 x 6064069337764085143.

Ini yang terakhir, yang 17 diganti dengan 24434 untuk hari-hari biasa dan untuk hari Jumlat 15 diganti dengan 22434 (4 diganti 2, karena pada hari Ju’mat Zhuhur diganti shalat Jum’at 2 raka’at), maka menjadilah:
1 24434 2 24434 3 24434 4 24434 5 24434 6 24434 7 22434, dirapatkan menjadi:
124434224434324434424434524434624434722434. Ini mesti pakai kalkulator 42 digit yang sangat khusus, hasilnya = 19 x 6549169707069707074970238128138128143286

Tidak percaya? Boleh ditest dengan cara perkalian tradisional, pakai kertas dengan pinsil, seperti berikut:
6549169707069707074970238128138128143286
19
—————————————– x
58942527363627363674732143153243153289574
6549169707069707074970238128138128143286
—————————————— +
124434224434324434424434524434624434722434

WaLlahu a’lamu bisshawab.

*** Makassar, 28 November 2004 [H.Muh.Nur Abdurrahman]

Iklan

3 Tanggapan to “17 Raka’at Sehari Semalam”

  1. fourtynine said

    Mas, aku pusing liat angka angkanya, apalagi aku memang ga bakat dalam hitung hitungan. Namun dengan membaca artikel diatas, aku jadi makin yakin, bahwa apa yang selama ini kita ketahui, apa yang selama ini kita kira sebagai hal yang kita kuasa’i, ternyata semua pengetahuan kita itu hanyalah secuil kecil dari segala ilmu yang telah diturunkan dan telah disediakan Allah yang Maha Kuasa, hanya saja kita tidak, atau belum bisa mengeksplornya semua, semoga seterusnya kita dapat menggali dan memahami lebih dalam tentang segala sesuatunya yang telah diberikan Allah pada kita. Amin.

    @
    Betul Mas 49, saya juga tidak meneliti seksama. Tapi hanya membaca acuan-acuan yang dibuat berbagai pihak. Kesimpulan sementara, Al Qur’an disusun dengan kompleksitas matematik yang tak terbayangkan. Semua sangat terdefinisi, sangat eksak yang tersusun dalam bahasa dan susunan yang tak pernah ada dalam dunia tulis menulis. Memberikan gambaran yang tidak ada satupun tulisan disusun dalam sajian sematematik Al Qur’an.

    Begitu juga kegiatan ritual yang terjadi (sholat, haji, thawaf – yang sudah dipahami atau belum terpahami), merupakan hal-hal yang tersaji secara sangat definitif dan tak terpikirkan oleh awam-awam seperti kita.

    Seperti juga alam semesta, sering dipandang sebagai mesin hidup yang dikelola oleh “sesuatu” yang maha pintar.

    Tentu orang beriman sederhana saja menyebutnya dengan ta’jub dan syukur : Allah.

    Salam.

    Suka

  2. […] juga kita bisa menuangkan cerita cerita dan pengalaman menarik, sekaligus curhat. Maupun berbagi ilmu pengetahuan. Disini juga bisa menjadi tempat menggalang perbedaan dan menampung pendapat. Serta memberikan tips […]

    Suka

  3. luxmile said

    Mas, sudah beberapa hari ini saya keliling blog anda, subha4JJi, banyak yang bisa saya petik dari tulisan-tulisan anda. Adapun tentang sholat yg benar-benar mengganjal dibenak saya sekarang adalah sholt ditinjau dari psikoanalisis, adakah Mas Blogger memiliki referensi yang bisa dishare? terima kasih sebelumnya dan tetap semangat untuk selalu mengungkap rahasia-rahasia-Nya yang agung…. 🙂

    @
    Belum punya… saya sendiri tidak begitu memahami mengenai psikoanalisis modern, juga mengenai analisis sigmund Freud… Namun, kalau ada, insya Allah dipostingkan karena itu dunia yang menarik, apalagi dikaitkan dengan ritual wajib. Ada beberapa preferensi terhadap “sedekah” badan (tulang dan jiwa) melalui proses sholat, meditasi terstruktur dalam sholat, manfaat, dan lain-lain… tapi saya juga belum begitu mengetahuinya… jadi belum cukup ide mewacanakannya… 😦

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: