Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Siapa Yang Terkena Tipu Daya “Gaib”?

Posted by agorsiloku pada Maret 6, 2007

Mudah memang bicara ghaib, gaib atau apa saja yang kita sebutkan tentang sesuatu yang tak kasat mata, sesuatu yang tak tertangkap oleh panca indera, atau apapun pendefinisiannya. Saya sendiri, lebih merasa afdol dengan mengambil pemahaman menurut kitabNya, dari pada definisi lainnya.

Lalu, apakah dan siapakah yang akan terpedaya oleh hal-hal yang gaib. Tentu saja, selain hal gaib yang disampaikan oleh Allah melalui Al Qur’an, rahmat bagi semesta alam.

Ataukah mereka mempunyai tangga (ke langit) untuk mendengarkan pada tangga itu (hal-hal yang gaib)? Maka hendaklah orang yang mendengarkan di antara mereka mendatangkan suatu keterangan yang nyata. (QS 52:38)

Apakah ada pada sisi mereka pengetahuan tentang yang gaib lalu mereka menuliskannya? (QS 52:41)

Ataukah mereka hendak melakukan tipu daya? Maka orang-orang yang kafir itu merekalah yang kena tipu daya. (QS 52:42).

Ataukah mereka mempunyai tuhan selain Allah. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.
(QS 52:43)

Perhatikan ayat yang mempertanyakan pengetahuan ‘mereka’ tentang yang gaib lalu mereka menuliskannya?. Ataukah mereka hendak melakukan tipu daya?

Lalu siapa yang tertipu?

(Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu. (QS 72:26).

Selanjutnya, selalu kita perlu pikirkan, apa yang sesungguhnya telah kita pahami selama ini. Yang dimengerti atau dipelajari dari cerita atau kisah-kisah yang sampai ke telinga dan mata kita.

Catatan tambahan dari Mas El Zach (teriring salam dan terimakasih) :

Al Israa’ surah 17 ayat 36 :

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya

Yunus surah 10 ayat 66 :
Ingatlah, sesungguhnya kepunyaan Allah semua yang ada di langit dan semua yang ada di bumi. Dan orang-orang yang menyeru(menyembah) sekutu-sekutu selain Allah, tidaklah mengikuti (suatu keyakinan). Mereka tidak mengikuti kecuali prasangka belaka, dan mereka hanyalah menduga-duga.

Al Hujuraat surah 49 ayat 12 :
Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.

Fush shilat surah 41 ayat 23 :
Dan yang demikian itu adalah prasangkamu yang telah kamu sangka terhadap Tuhanmu, prasangka itu telah membinasakan kamu, maka jadilah kamu termasuk orang-orang yang merugi.

Ali ‘Imran surah 3 ayat 8
(Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).”

Iklan

11 Tanggapan to “Siapa Yang Terkena Tipu Daya “Gaib”?”

  1. Dono said

    Ass,wr.wb,pak Agor.

    saya kemarin pulang dari berurusan kecapean dan sangat ngantuk setiba dirumah langsung berwudhu untk sholat ishak.sewaktu sujud saya tutup mata saya krna ngantuk banget, saya lihat makhluk berwajah putih dan berpakaian jubah putih bukan manusia tidak berambut matanya sayup melihat kebawah tunduk, siapakah gerangan dia iya pak Agor?

    Wassalam.

    @
    Wass. Mas Dono…. Wah, saya bukan dan tidak punya pengetahuan spiritual sama sekali lho. Hanya ada hal yg ingin saya tandai. Pada saat kita sholat, kita sedang berkomunikasi dengan Allah, do’a dalam sebuah hadits (saya lupa isinya), tapi intinya dibawa malaikat ke Sang Pemiliki segalanya. Nabi pada saat sholat tetap membuka matanya dan mendengar sekeliling. Itu yang saya tahu.
    Apakah yang kita lihat pada saat mata ditutup?. Mata hati tentu memiliki keluasan pengelihatan dan jejak. Ada yang bisa melihat wujud dalam arti wujud sesungguhnya, tapi tidak nampak oleh lima indera. Tapi terdeteksi oleh indera ke enam kita. Bahkan, dalam situasi tertentu dan sangat biasa, jika seseorang memperhatikan kita pun, tubuh kita akan bereaksi (merasa diperhatikan).

    Apa yang dilihat oleh mata hati kita?. Saya tidak tahu, apakah itu mahluk yang memang memiliki wujud ataukah wujud “Mas Dono” sendiri dalam persepsi kalbu kita (saya gunakan istilah kalbu ya), apakah ini “Dono” sendiri ataukah tanda dari luar jiwa. Artinya pihak ketigalah yang memahami dan mewarnai kalbu Mas Dono. Atau itu sebuah tanda/isyarat yang dipersepsikan dari pihak ketiga (bisa saja dari nafs yang tertunduk). Kalau dari dalam, esensi manusia terdiri dari 3 : raga, ruh, dan nafs. Kalau dari luar, ya bisa pengelihatan indera ke 6 terhadap lingkungan sekitar, melewati batas pandang, dan melihat mahluk-mahluk tidak kasat mata.
    Al Ghazali memilah jiwa jadi tiga : jiwa nabati, jiwa hewani, jiwa insani. Kadang ulama juga memisahkan antara ruh dan jiwa. Ruh menjadi bagian dari Ilahiyah, sedang jiwa dari nafs.

    Kadang yang demikian, kalau kita melihat (tidak berkomunikasi) maka kita bisa memahaminya sebagai tanda yang dipersepsikan akal. Seperti melalui mimpi. Nabi Yusuf bermimpi melihat 7 ekor kerbau kurus memakan 7 ekor yang gemuk. kemudian ini diterjemahkan ke alam realita.

    Begitu juga Mas Dono, tunduk bisa saja dipahami sebagai kepasrahan, kalau berpakaian putih berarti keinginan untuk bersih (suci).

    But, all of all. Harap berhati-hati sekali, kalau itu mengajak berkomunikasi. Sepengetahuan agor, kemungkinan bisa jadi suara hati yang mewujud (karena persepsi) atau memang jejadian dari Jin. Jangan pernah mau diajak komunikasi. Sepengetahuan agor dari bacaan, orang bisa khilaf dan lupa karena faktor-faktor ini. Kita hidup di dunia yang tidak punya lagi waktu untuk melakukan penyerahan diri total ke Allah Swt.

    Kondisi kelelahan fisik atau kondisi luar biasa tertentu (bisa dari kedalaman zikir) hal-hal seperti itu bisa muncul. Karenanya, para sufistik senang pada hal-hal begitu, bahkan sebagaian merasa menjadi sakti mandraguna karena berada di indera-indera yang jalin menjalin antara wujud dan tak wujud.

    Semoga tanda yang dilihat Mas Dono memberikan kebaikan dunia dan akhirat. Lintasan seperti itu bagi sebagian orang sangat biasa, sebagian mempertimbangkannya, sebagian lain melupakannya.

    Bagaimana kita melihat bahwa yang kita lihat itu sesuatu apa?. Trik pertama, adalah ubah persepsi kita. jadikan yang kita lihat itu menjadi batu. Kalau kemudian wujud batu yang tampak, maka itu adalah lintasan pikiran yang mewujud. kalau tanda itu tetap dan kian terang (sejenak), berarti isyarat. kalau mengajak berkomunikasi, segera baca zikir (baca : mengingat Allah sebanyak-banyaknya). Itu bukan dunia kita dan untuk kita. Peluang untuk menyesatkan akal dan hati akan menjadi sangat besar. Usir saja dari pikiran dan mahluk itu dari kita (dengan ijinNya).

    Semoga Allah merahmati Mas Dono dan selalu dalam lindunganNya selalu. Amin.

    Jadi kesimpulan komentar ini hanya satu Mas Dono : Saya tidak tahu. Wassalam, agor.

    Suka

  2. Dono said

    Ass,wr.wb,pak Agor.
    Pertama saya sangat berterimakasih atas penjelasan pak Agor yg begitu luas dan jelas.Kejadian seperti ini tidak asing lagi bagi saya pak Agor, hampir sering saya alami.Menurut cerita ibu saya, dahulu buyut saya, sering mengajar anak2 sholat dan mengaji dan agamanya sangat kuat dan tidak lupa pula bertasbih setiap saat.Sehingga pada suatu saat sdgn bertasbih beliau dibawa rohnya ke tanah suci mekah ( begitu cintanya beliau terhadap penciptanya ) dan pernah juga beliau dikunjungi oleh malaikat sehingga beliau ketakutan padahal kedatangan malaikat tersebut hanya menyampaikan salam. Kalau saya melihat kejadian ini apakah bisa jatuh ke generasi penerus pak Agor?

    Dan pertanyaan saya kedua, apakah mimpi juga termasuk isyarat? ataukah hanya sebagai bunga mimpi?

    Terimakasih.
    wassalam.

    @
    Wass. Wr. wb, Mas Dono.
    Ruh berada di tanah suci, sedang wadag ada dalam kekhusyuan sholat atau yang sejenisnya merupakan pengalaman spiritual yang sering dikisahkan. Sewaktu pergi haji lalu, kakak saya bercerita bahwa saat beliau berzikir, ada “spiritual” yang mengaminkan. Saya percaya, kakak saya tidak sedang berbohong, begitu juga sejumlah yang dikisahkan dari lainnya (mungkin dilebihkan, mungkin tidak lengkap, tergantung kemampuan menginterpretasikan). Namun saya percaya itu, termasuk yang disampaikan Mas Dono tentang buyut mas Dono. Beberapa hadis juga menjelaskan reposisi pengelihatan saat seseorang berada dalam komunikasi yang intens dengan Allah. Generasi penerus, saya kira tentu saja memiliki gen yang berkombinasi dalam kemungkinan itu lebih besar dari pada yang tidak (atau kurang) berbakat. Tergantung dari kedekatannya dengan urusan nonduniawi. Banyak ulama yang “bisa” membukakan pintu pengelihatan nonwujud pada orang lain atau menutupinya. But, anyway, ini juga bisa berkolaborasi dengan jin. Namun, ini berada pada ranah nonwujud (metafisis) dan yang gaib (baca : adalah urusanNya, manusia tidak dikabari, tapi wajib diimani). Ruh tentu saja tidak memiliki jarak (urusannya berada pada kecepatan cahaya) sehingga jarak di bumi tidaklah berarti. Itu pemahaman saya, sangat boleh jadi tidak tepat.

    Mengenai mimpi?.
    Kalau merujuk mimpi Nabi Yusuf maka jelas mimpi juga bisa makna informasi dari alam gaib kepada kita. Dalam konteks kekinian (setelah Nabi terakhir) digolongkan sebagai ilham. Pemahaman mimpi membutuhkan persepsi duniawi, jadi suatu isyarat yang sama, akan dibaca berbeda oleh orang yang berbeda.

    Kondisi mimpi hadir dalam suatu ritem gelombang otak yang dikenal dalam beberapa tahapan. Ada mesin pemindai gelombang otak, namanya electro-enephalogram. Tidur dialami dalam 5 tingkatan : Tingkat 1-4 dikenal sebagai REM (Rapid Eye Movement), Ritme Alfa, dan gelombang delta. Akhirnya orang masuk ke tahap terdalam dalam mimpi. Tidur awal atau REM disebut juga tidur paradoksial, tidur tapi mentalnya tetap aktif. Allahlah yang menahan jiwa/ruh ketika dalam tidur (mati)nya.

    Mimpi bisa memberikan arti, bisa berulang mimpi yang sama, bisa berlanjut (terbangun) kemudian mimpi “meneruskan” yang sebelumnya, bisa juga mimpi kejadian silam (bawah sadar yang membangunkan ingatan/peristiwa masa lalu), bahkan bisa mengingat kejadian yang dialami oleh nenek moyang (informasi boleh jadi tersimpan dalam susunan genetika komputasi sel-sel sperma dan ovum).

    Mimpi dialami bisa mimpi yang buruk, di bawah ancaman bahaya, mimpi dikejar-kejar, ketakutan, teror, kegelisahan yang terbawa dari kondisi sebelum tidur (khawatir, gelisah, risau, tugas yang belum selesai, disorientasi, sedang sakit, atau dan lain sebagainya.

    Mimpi juga bisa karena keinginan fisik yang mendesak (mimpi basah) atau karena ingin buang air kecil, mimpi menyenangkan, dan lain sebagainya.

    Mimpi dalam konteks lain, mimpi bisa juga karena “masuk”nya sesuatu pada diri kita (so maksudnya mahluk halus) yang mempengaruhi gelombang theta, delta, atau terutama gelombang alfa sehingga merasuk dan memasukkan informasi yang kacau dalam pengendalian otak kita. Karena itu disarankan berdo’a sebelum tidur. Berzikir sampai tertidur adalah hal yang sangat dianjurkan.

    Mimpi sebagai isyarat atau bunga tidur atau sebab lain adalah bagaimana kita memaknainya. Namun, kita bisa merasakan seberapa “serius” mimpi itu hadir. Mimpi sebagai penanda tentu begitu terbangun, kita ingat dengan jelas dan jernih (tidak loncat-loncat dari satu situasi ke situasi lain), sedangkan bunga mimpi cenderung mimpi yang “asal-asalan”.

    Semua sangat mungkin terjadi. Jadi, memahami resultante dari arah-arah dan mengaitkannya dengan realita kehidupan adalah pekerjaan spiritual yang harus disertai kepasrahan tinggi terhadap kuasaNya. Banyak orang (terutama orang tua), yang mendapatkan petunjuk melalui mimpi setelah melaksanakan shalat memohon petunjuk.

    Mimpi dalam konteks ilham adalah rahasiaNya. Katanya jernih, jelas, dan terpahami dengan baik. Perintah Allah kepada Nabi Ibrahim untuk menyembelih puteranya (Nabi Ismail) datang melalui mimpi. Jadi, jelas bahwa dunia mimpi adalah dunia ketika wujud wadag diistirahatkan dan kemungkinan terjadinya komunikasi dalam rahasiaNya sangat berpeluang terjadi. Allah sangat lembut dalam menjalankan kehendakNya.

    Kata orang (saya tidak tahu sumber pastinya), mimpi “bertemu” Nabi atau Allah tidak bisa ditipukan oleh jin yang masuk pada mimpi kita.

    Singkat kata, mimpi adalah juga fantasi dan relasi terhadap sisi kemanusiaan dalam hubungannya dengan yang mahaKuasa.
    Itu hanya sedikit pengetahuan agor tentang hal ini. Kesimpulannya : Mimpi isyarat adalah rahasia Allah. Wass, agor.

    Suka

  3. El Zach said

    Assalamu’alaikum Wr. wb.

    menurut saya sendiri, supaya kita tidak bingung, hal Gaib perlu dibedakan antara arti kata gaib dan urusan gaib.
    Gaib sendiri berarti ‘tidak tampak/tidak kelihatan’atau ‘tidak hadir’, sedang urusan gaib, adalah hal-hal yang tidak diketahui dengan pasti rahasia suatu urusan itu.

    suatu warna atau cahaya menjadi gaib menurut orang buta, belum tentu hal gaib bagi orang yang bisa melihat. orang yang bisa melihat memandang suatu warna, cahaya atau benda karena Allah mengkaruniakannya mata yang bisa melihat, sehingga warna/cahaya/benda itu tidak lagi menjadi hal gaib bagi orang yang bisa melihat.

    sedangkan tentang urusan gaib, nah ini beda persoalannya, ada hal-hal urusan yang sifatnya sulit dipahami oleh manusia dan hanya Allah yang mengetahui Rahasianya. misal ‘kapan kiamat datang’, ‘kapan kematian seseorang’, ‘kapan rezeki datang’, ‘surga/neraka’, ‘tentang Ruh’, ‘bagaimana mukzizat para Rasul bisa terjadi’ dan sebagainya,. Karena manusia itu suka bertanya-tanya yang kadang melewati batas kemampuan akal pikirannya dan suka berprasangka, yang bahkan menjerumuskan manusia kepada kekafiran, maka banyak ayat di Al Qur’an menyatakan bahwa (urusan) gaib tersebut adalah urusan Allah semata, artinya janganlah manusia itu suka berprasangka hal-hal yang urusannya bersifat gaib yang dia sendiri tidak tahu benar rahasia dibalik itu tapi sudah berani mengeluarkan doktrin/fatwa yang berkaitan dengan hal yang tidak diketahuinya itu seolah dia tahu betul mengenai urusan itu.

    sesungguhnya berprasangka itu seringkali menimbulkan bencana.

    misal, teknologi jaman sekarang memungkinkan hewan bisa lahir tanpa proses perkawinan (bayi tabung, kloning, atau teknology genetik lain), tentu saja Tuhan jauh lebih Tahu teknology ini bahkan jauh sebelum alam semesta ini diciptakanNya, lalu ketika suatu saat diberitakan dalam kitab Suci bahwa Dia menciptakan Nabi Adam As. langsung tanpa bapak bahkan tanpa ibu maka ramai-ramai ilmuwan menyangkal dengan teory evolusinya, atau ketika Nabi Isa As. diciptakan tanpa bapak, kemudian ramai-ramai orang menyangka/ berprasangka dia anak Tuhan seolah lebih tahu dari Tuhan sendiri saat penciptaan manusia tersebut. Apalagi saat dia diberi mukzizat bisa menghidupkan orang mati, padahal mukzizat itu tidak terjadi kecuali karena kehendak Allah bukan semata karena kemampuan manusia,

    contoh mudah untuk kasus mukzizat ini adalah sistem komputer di jaman sekarang, misal : seorang programer menciptakan program dimana jika ditekan tombol ‘Enter’ maka akan terjadi ‘suatu reaksi program’, sehingga jika seseorang bukan programer atau pengguna biasapun bisa melakukan suatu reaksi program hanya dengan menekan tombol ‘Enter’ itu, kemudian apakah sang penekan tombol ‘Enter’ itu boleh dianggap programer yang menciptakan ‘reaksi program tersebut’? tentu tidak bukan.

    Mohon Maaf, saya tidak bermaksud menyinggung keyakinan lain, saya hanya ingin membahas tentang bahaya prasangka yang tanpa pengetahuan yang cukup.
    jadi hal terpenting dalam hal ini adalah, kita dilarang mengatakan sesuatu yg kita tidak punya dasar pengetahuan, karena kelak kata-hati-pandangan-pendengaran akan dimintai pertangungjawaban.

    contoh tentang urusan gaib sebagaimana ayat yang disampaikan makalah awal diatas,
    Ayat 72:26 sebenarnya berkenaan dengan pertanyaan mengenai kapankah suatu azab diturunkan, karena ini adalah ‘urusan gaib’ dan bukan tentang hal gaib itu sendiri dalam arti kata.

    ***
    [72:25] Katakanlah: “Aku tidak mengetahui, apakah azab yang diancamkan kepadamu itu dekat ataukah Tuhanku menjadikan bagi (kedatangan) azab itu, masa yang panjang?”.

    [72:26] (Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang gaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorang pun tentang yang gaib itu.

    ***

    setan tahu betul kelemahan manusia ini yang mudah sekali berprasangka yang efeknya bisa jadi sangat luas, maka dibisikkannya kegemaran memfitnah, gosip, sihir/sulap, dukun dsb sehingga manusia terjebak kedalam kedzaliman yang besar (fitnah, peperangan, permusuhan, kemusrykan dsb, Naudzubillah).

    Karena itu hendaknya kita belajar dan terus belajar, karena dengan semakin kita memahami suatu hal, maka diharapkan kita dapat semakin mampu bersikap dan bertindak bijaksana.

    wah jadi nggak enak nih, saya sendiri tentu masih sangat bodoh dan penuh kekurangan, mohon maaf jika ada salah kata ya.

    Wassalamu’alaikum wr. wb.

    @
    Wass Wrwb. Mas El Zach, trims pencerahan tambahannya. Memang tema tulisan ini intinya pada : Apakah ada pada sisi mereka pengetahuan tentang yang gaib lalu mereka menuliskannya? (QS 52:41)

    Seolah kita mengetahuinya, padahal tidak. Lebih banyak menduga-duga.

    Wass, agor

    Suka

  4. El Zach said

    Al Israa’ surah 17 ayat 36 :

    Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya

    Yunus surah 10 ayat 66 :
    Ingatlah, sesungguhnya kepunyaan Allah semua yang ada di langit dan semua yang ada di bumi. Dan orang-orang yang menyeru(menyembah) sekutu-sekutu selain Allah, tidaklah mengikuti (suatu keyakinan). Mereka tidak mengikuti kecuali prasangka belaka, dan mereka hanyalah menduga-duga.

    Al Hujuraat surah 49 ayat 12 :
    Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.

    Fush shilat surah 41 ayat 23 :
    Dan yang demikian itu adalah prasangkamu yang telah kamu sangka terhadap Tuhanmu, prasangka itu telah membinasakan kamu, maka jadilah kamu termasuk orang-orang yang merugi.

    Ali ‘Imran surah 3 ayat 8
    (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).”

    @
    terimakasih tambahannya, saya naikkan ke bagian naskah biar melengkapi. Trims ya.

    Suka

  5. Dono said

    Ass,wr.wb, pak Agor.
    Saya ada pengalaman sedikit mengenai rahasia Allah s.w.t.
    Salah satunya begini,

    Beberapa bulan yg lalu saya mengunjungi saudara yg jauh, beliau udah lanjut usia dan sakitan saja. Beliau paling dekat ama saya daripada anak2nya sendiri.
    Sepenginapan saya disana, beliau telah dipanggil pulang keleluhurnya.
    Hari pertama beliau meninggal saya didatangi kupu2 yg sangat cantik, belum pernah saya melihat kupu2 yg indah seperti ini, dia inggap di lengan saya sejenak, dan kemudian terbang pergi.
    Apakah ini juga termasuk isyarat juga pak Agor seperti PERPISAHAN.

    Wassalam.

    @
    Wass Wr.wb Mas Dono.
    Betapa banyak pengalaman Mas Dono. Mampu menangkap tanda-tanda kecil dari “rintihan” kehidupan yang banyak terjadi dari setiap kejadian yang telah dan akan atau sedang terjadi. Pertanda-pertanda itu sesungguhnya ada pada setiap bagian kehidupan. Hanya sebagian kecil saja manusia yang dapat menangkap tanda-tanda itu. Tanda-tanda yang terjadi sangat variatif dan akumulasi dari rangkaian peristiwa atau peristiwa tunggal (tapi jarang terjadi sebuah peristiwa tunggal). Setiap kejadian menyajikan bekas dan komunikasi subatomik yang menggerakan sesuatu pada sesuatu, lalu sesuatu karena sesuatu pada sesuatu. Kemampuan membedakan situasi (baca : aura) wajar dan tidak wajar adalah merupakan bagian dari kemampuan menangkap komunikasi subatomik peristiwa. Semakin ke dalam, semakin kuat “ruh” memahami pergerakan aura itu.

    Kupu-kupu (baca : hewan) dapat mewakili informasi kejadian atau petunjuk. Ketika salah satu putera Nabi Adam membunuh, dia tidak tahu harus diapakan mayat saudaranya. Allah mengirimkan burung gagak untuk mengajarkan bagaimana menguburkan. Pertanda bisa sangat beragam. Menyentuh objek, ada orang yang kemudian bisa menangkap kejadian pada objek itu, getaran rasa pada angin yang bergerak bisa dirasakan sebagai panah informasi tertentu. Gelas pecah, ranting pohon jatuh menghalangi, pertemuan dengan orang, bisa merupakan pertanda. Bahkan juga guratan atau lintasan hati, bisa meraba kejadian terdekat yang mungkin terjadi.

    Ada hal-hal yang berulang sama pada setiap manusia dan dipahami juga relatif sama, misalnya gigi tanggal (dalam mimpi), ular masuk rumah, atau lainnya.

    Pertanda itu, bagi sebagian orang adalah “omong kosong”, bagi sebagian lain adalah isyarat. Tergantung dari kemampuan dan kepekaan masing-masing. Kata orang, semakin terlatih, semakin mumpuni memberikan penilaian atas tanda yang teramati atau menyentuh relung sanubari. Salam, agor

    Suka

  6. Dono said

    Ass,wr.wb,pak Agor.

    Pada waktu seketika pukul 17.00 sore saya sedang duduk ditaman dekat belakang rumah sambil menikmati bunga2 dan keindahan sekelilingnya tiba2 turun burung merpati dekat kaki saya berputar2 solah2 ingin mengajak saya bicara, saya kira dia lapar, saya ambil sedikit jagung dan beras, tetapi dia tidak mau makan hanya mengoceh saja.Jadi saya katakan padanya,ada apa iya, dia lihat saya saja sambil mengoceh, biasanyakan klo burung kita dekatin kan lari, tapi burung merpati ini tidak demikian halnya.Akhirnya saya berpikir, mungkin burung merpati ini menyampaikan berita, tidak lama kemudianpun saya dapat kabar bahwa saudara saya yg jauh dari seberang sedang sakit keras.

    Alhamdulillah, karunia Allah sungguh luar biasa, burungpun dikirimNya untk menyampaikan berita.

    Wassalam, Dono.
    @
    Wass. wr.wb,
    Amboi… sesuatu yang biasa diwarnai “tafsir” tidak biasa. Boleh jadi lho, sang merpati tidak sedang menyampaikan berita. Tapi aura Mas Dono mencerminkan ketulusan sehingga dia merasa aman untuk mendekati. Hewan kadang sangat peka terhadap “hawa” manusia atau musuhnya atau “rasa aman”. Begitu juga manusia ke manusia lainnya. Bahkan, sebagian orang menasehati saat bertanam, memotong tanaman atau berdekatan dengan tanamanpun berkomunikasilah dengan tulus dan ikhlas, niscaya tanaman akan lebih subur dan “gembira”….
    Tentu juga, bisa jadi sang burung menyampaikan berita bahwa akan ada berita yang akan sampai ke Mas Dono. Semua berkombinasi. Wassalam Mas Dono, semoga Allah merahmati untuk dapat melihat juga tanda-tanda yang lebih luas dan lebih dalam lagi dari komunitas kehidupan., agor.

    Suka

  7. rizaksp said

    Ass,wr.wb

    Dunia Ghoib bagi saya, kemarin bukanlah hal yang aneh lagi, dari kecil saya punya teman Ghoib dan tidak ada yang percaya, saya kadang sering melihat ada opa – opa di ruang tamu pada rumah kami yang lama, padahal pintu depan terkunci dan masih banyak lagi kejadian-kejadian yang lain, bahkan sewaktu SMA dulu karena saya sering belajar malam maka saya sering keluar rumah karena jenuh di rumah dan Subhanallah saya melihat ada 2 bola api terbang melintas depan rumah. Ternyata adik saya yang wanita juga mempunyai kemampuan serupa. Bagi kami permainan kartu menjadi permainan membaca kartu orang (bandell yaa…)jadinya sering menang.

    Apakah saya mempelajari hal ini sejak umur 5tahun? tentu tidak itu anugrah dari Allah, saya tidak pernah belajar ilmu seperti itu.

    Dan ternyata sekarang anak-anak saya dan keponakan saya juga mempunyai kemampuan serupa, mereka sering bilang ada Mbak yang jalan-jalan di rumah, atau kadang kalau kami bepergian keluar kota maka Tidak akan kaget kalo anak atau keponakan saya bilang ada orang berdarah pinggir jalan atau ada orang tiduran pinggir jalan, padahal secara kasat mata tidak ada apa-apa di jalanan.

    Dulu saya bangga dengan kemampuan saya ini, tetapi setelah saya mempelajari Islam secara Hakikat, maka guru saya mengatakan bahwa itu cara Allah untuk mengingatan kita jika Ghoib kecilnya ada maka ada yang Super Ghoib yaitu Allah.

    Alhamdulillah setelah berjalan 7 bulan ini, saya malah tidak bisa melihat hal Ghoib tersebut, saya hanya bisa “merasa” bahwa mereka ada disekitar kita, bahkan jika saya kerja didepan komputer sampai malam maka mereka suka hadir disekeliling saya.Mereka ingin keberadaannya diketahui, tetapi mereka tidak ingin mengganggu.jikalau ada jin yang menganggu manusia itu karena akhlak manusianya yang jauh dari tatacara Islam. Hadapi mereka dengan baik, tunjukan bahwa sebagai muslim bisa menghargai sesama mahluk Allah, tetapi jangan meminta bantuan pada mereka, cukup Allah sebagai penolong kita.

    @
    hanya ingin menegasi, mari kita definisikan ghaib menurut apa yang dijelaskan al Qur’an saja, agar tidak keliru maknanya dan batasannya.
    Pengalaman mas Riza menarik dan sejalan dengan pengalaman Mas Dono. Bisa saling bertukar pengalaman to….

    Suka

  8. Dono said

    Ass,wr.wb,pak Agor.
    Semalam saya nginep dirumah teman saya, kira2 setalah waktu sholat maghrib selesai,kami duduk2 ngobrol di ruangan tamu, tiba2 saya diganggu oleh jin atau golongan syaitan lainnya, dia coba masuk ke dalam badan saya,dia coba berkali2 untuk menembusi tubuh saya, sambil dia keliling2 mencari tempat yg dia inginkan untuk mencerobohi tubuh saya, lantas saya ejekin dia begini pak Agor :
    Apakah kamu sudah mendapati pintu masuk?
    Apakah kamu sudah memberikan salam?
    Kata saya padanya, saya adalah golongan orang yg sholat, bukankah golongan syaitan seperti kamu tidak diberikan pintu masuk? nyah kamu dari sini sebelumku lemparkan kamu dgn firman2 Allah s.w.t.
    Dia sangat keki dan ikutin saya terus sampai di mobil, tetapi dipertengahan jalan, saya usir dia keluar dgn firman2 Allah s.w.t.
    Demi Allah, pak Agor, ini bener2 terjadi bukan cerita doang.

    Wassalam, Dono.
    @
    Wass. Wr.wb Mas Dono.
    Masya Allah, saya percaya hal itu memang bisa dilihat oleh orang tertentu dengan sebab tertentu. Anjing saja bisa melihat yang tak kasat mata begitu, dan ini pernah saya saksikan bagaimana anjing melihat. Manusia juga, seperti Mas Dono telah mengalami dan sejumlah orang berilmu metafisis lainnya. Dalam banyak periwayatan dan ayat Al Qur’an, dijelaskan pula Nabi tampaknya melihatnya. Saya sendiri tidak bisa berkomentar apa-apa, karena tidak pernah (dan tidak ingin/tidak mau) melihatnya. Wass, agor

    Suka

  9. Dono said

    Ass,wr.wb,pak Agor.
    Tadi pagi sholat subuh, saya dibangunkan oleh tiga bidadari-bidadari
    Untuk segera saya bersholat.
    Untuk ini benarlah janji Allah s.w.t soal bidadari-bidadari di taman firdaus (surga) nanti untuk mereka2 yg beriman dan mencintai Allah s.w.t. untuk menghidangkan makanan dan minuman yg lezat-lezat.

    InsyaAllah Allah s.w.t membimbing kita semua ke jalan yg lurus, agar kita semua dapat mengecap kasih dan sayangNya.

    Amin.
    Wassalam,Dono.

    @
    Wass Wr. Wb. Mas Dono.
    Subhanallah… tak terkira keindahan persepsi yang diberikan Allah pada Mas Dono.
    Saya kira, titik-titik kehati-hatian sapa dan pengamatan dengan tetap berpegang pada tali yang kuat dan tak kan putus dalam keseluruhan logika dan tawakal harus dipegang teguh. Posisi Mas Dono yang diceritakan ini, sebuah pengalaman spiritual yang luar biasa. Mudah-mudahan Mas Dono dilimpahi rahmat Allah untuk mendapatkan “guru” (guru tanda kutip, ulama) yang ikut membimbing Mas Dono dengan pengalaman spiritual yang saat ini terjadi.
    Wassalam, agor.

    Suka

  10. kok, artikel ini jadi curhatnya mas mdono sama mas agor … dan anehnya mas ndono fans banyaknya dari mahluk gaib, kelihatannya mas ndono orang yang sangat bertaqwa, neh ….

    @
    Mas Otoi ini ada-ada saja, itu tukaran pengalaman dari kemampuan spiritual. Semoga takwa Mas Dono melindungi diri dan keluarganya dari seluruh cobaan yang kini sedang “terbuka” dalam pusaran mata batin beliau….. setiap kekayaan, keluarga, anak, pangkat, juga pusaran spiritual adalah juga ujian.

    Suka

  11. ali said

    assalamualaikum…
    saya hamba Allah ingin bertanya, saya semalam bermimpi dikejar khinzir, ini bukan pertama kali, seingat saya ketika saya berusia 13, 14, 15 tahun, saya juga pernah mimpi perkara yang hampir serupa. apakah komen atau adakah apa-apa tafsiran agama Islam berkenaan mimpi itu?

    @
    Wass.Wr.Wb.
    Al Qur’an menceritakan tentang mimpi Nabi Ibrahim sebagai perintah/ujian menyembelih putranya. Nabi Yusuf bermimpi yang kemudian dipahami sebagai bencana selama 7 tahun periode kekeringan. Berangkat dari situ, saya memahami bahwa mimpi bisa bunga tidur, bisa juga isyarat terpahami tentang “olah kejadian”. Mimpi beragam bentuknya, merupakan pertanda, merupakan petunjuk, merupakan informasi, atau hanya sekedar take a rest dari pikiran-pikiran yang melayang-layang. Jiwa kita ditahan (dipegang Allah) saat kita tidur. Mimpi juga bisa sama, bisa berulang-ulang.
    Apakah ada tafsiran Islam berkenaan dengan mimpi?. Jawab saya : Tidak tahu.
    Kalau kita membaca mengenai mimpi raja yang dita’wilkan Nabi Yusuf, isyarat itu datang dalam visualisasi kejadian 7 ekor sapi betina gemuk dimakan oleh tujuh ekor betina kurus, 7 bulir gandum hijau dan 7 bulir gandum kering. Mengapa visualisasi yang diberikan oleh Allah kepada Nabi Yusuf itu sapi, 7 bulir gandum. Apa makna sapi, apa makna gandum kering… Ketika kejadiannya berlangsung, kita memahami kemudian ada hubungan antara visualisasi isyarat dengan kejadian. Begitu juga yang terpahami oleh Nabi Ibrahim.

    Nabi Muhammad Saw lebih jelas dalam mimpinya. Allah menjelaskan melalui ayatNya : QS 48. Al Fath 27. Sesungguhnya Allah akan membuktikan kepada Rasul-Nya, tentang kebenaran mimpinya dengan sebenarnya (yaitu) bahwa sesungguhnya kamu pasti akan memasuki Masjidil Haram, insya Allah dalam keadaan aman, dengan mencukur rambut kepala dan mengguntingnya, sedang kamu tidak merasa takut. Maka Allah mengetahui apa yang tiada kamu ketahui dan Dia memberikan sebelum itu kemenangan yang dekat.

    Nabi Yusuf kemudian menabirkan mimpi itu dengan pemahaman : QS 12. Yusuf 47. Yusuf berkata: “Supaya kamu bertanam tujuh tahun (lamanya) sebagaimana biasa; maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan dibulirnya kecuali sedikit untuk kamu makan.

    Nah, Mas Ali.. ini di atas adalah cuplikan yang agor pahami perihak karakteristik mimpi yang semuanya diceritakan gamblang oleh Allah sebagai pelajaran bagi kita. Saya bukan orang yang bisa menabirkan mimpi menjadi sesuatu yang terpahami. Mas Ali melalui sholat malam atau apa saja bisa bertanya kepada Pemilik segala hidaya untuk menambah informasi yang dibutuhkan sehingga lebih mudah memahaminya. Salam, agor.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: