Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Fakta Indonesia : Miskin dan Makmur

Posted by agorsiloku pada Maret 6, 2007

Kalau kita melihat, menengok, mengamati kemajuan bangsa-bangsa di dunia maka fakta bahwa kita adalah negeri yang makmur, lahan yang subur, sungai yang mengalir di permukaan dan di bawah tanah sehingga air mudah didapat sepanjang tahun. Dari dalam bumi, sumber energi berlimpah, minyak bumi dan gas milyaran kubik disediakan Allah di bumi Indonesia. Dibandingkan tanah Arab yang bebatuan dan kering sehingga tanaman pun enggan menjadi lebat, dibanding Jepang yang lahan pertaniannya kurang dari 15% saja bisa ditanami. Karena sejak ratusan tahun yang lalu Indonesia adalah zamrud khatulistiwa. Negara-negara lain berburu untuk mendapatkan rempah-rempah dari Indonesia. Pantas saja, Indonesia mengklaim dirinya sebagai negara yang gemah ripah loh jinawi. Koesplus bilang tongkat dan batu pun jadi tanaman.

Namun, karena kita juga memiliki rakyat yang zalim sehingga pemimpin terpilih pun zalim juga. Sedikit sekali bersyukur maka fakta-fakta bahwa :

  • Penduduknya sebagian makan nasi aking, nasi bekas, nasi kering sisa. Menderita busung lapar.
  • Air lebih mahal dari pada bensin.
  • Negara papan atas di bidang korupsi dan terburuk dalam pelayanan masyarakat.
  • Negara yang masyarakatnya paling doyan membajak hak-hak intelektual (setelah Rusia dan Nigeria).
  • Kartu kredit dari Indonesia masuk daftar black list, karena hack dan pemalsuan dari Indonesia termasuk yang terbesar.
  • Akses ke pornografi nomor dua di dunia.
  • Perlu masuk guinness book of record untuk kematian akibat tertimbun sampah. Luar biasa, sampah pun jadi alat mencapai kematian.

Kurang apalagi sebenarnya bangsa ini memiliki modal untuk menjadi bangsa terdepan. Sekian puluh tahun yang lalu, Malaysia – bangsa serumpun – datang belajar ke Indonesia. Kini, hampir 15 tahun yang lalu, tetangga kita telah melewati Indonesia. Vietnam yang babak belur dihajar Amerika yang kalah perang itu menjadi penghasil beras, juga Vietnam. Lupa sudah bahwa bangsa kita sebenarnya memiliki segala modal untuk maju. Beras, kedelai untuk membuat tahu, bahkan garampun kita impor dari Australia.

Namun, kita menyia-nyiakan semuanya. Kita benar-benar bangsa(t) yang tidak mau sadar juga. Apakah bencana-bencana yang bertubi datang dari laut, udara, daratan, sungai, gunung dalam ragam bentuk mampu menggerakan pemimpin bangsa ini (baca ulama dan eksekutif Pemerintah) dapat terdorong untuk kembali kepadaNya? ataukah kita masih menunggu Satpin (Satrio Piningit) yang akan datang 600 tahun lagi?…………

QS 10 :23. Maka tatkala Allah menyelamatkan mereka, tiba-tiba mereka membuat kezaliman di muka bumi tanpa (alasan) yang benar. Hai manusia, sesungguhnya (bencana) kezalimanmu akan menimpa dirimu sendiri; (hasil kezalimanmu) itu hanyalah kenikmatan hidup duniawi, kemudian kepada Kami-lah kembalimu, lalu Kami kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.

Semua modal yang diberikan Allah kepada kita, betul-betul kita sia-siakan.  Betapa sulitnya bangsa ini mau bergerak untuk keluar dari kungkungan kezaliman.

Iklan

4 Tanggapan to “Fakta Indonesia : Miskin dan Makmur”

  1. Yak betul banget, akhlak nya yg kudu di benahi, sumber alam ny audah berlimpah ruah…sayng miskin mental 😦

    @
    ahlak ya… yang belum kita miliki adalah ahlak bangsa (dalam satu komunitas), secara pribadi-pribadi unggul, tapi ketika bersama-sama gagal membangun “building the power”, etika, dan tentu saja inti dari semangat adalah ethos. Apakah karena kita tidak punya semangat bushido? Dan menurut saya, salah satunya karena ulama kita berada pada posisi oe lama benar….

    Suka

  2. El Zach said

    Siapakah yang bakal membenahi?
    Saya, anda, kita !
    mulai saat ini, mulai detik ini, kita harus membenahi diri sendiri dulu, kemudian anak-anak kita, kemudian cahayanya memancar ke seluruh penjuru negeri.
    Bukankah dulu Rasulullah dulu semula sendirian membenahi akhlak umat manusia ini? sehingga membentuk generasi yang demikian hebat di masa itu? maka saat ini adalah tugas saya, anda, kita, bukan tugas orang lain, karena anak-anak kita adalah tanggung jawab kita.
    Relakah jika kita meninggalkan generasi (anak-anak kita sendiri) yang remuk, yang hanya jadi bangsa budak ? yang meneteskan air liur melihat negerinya sendiri jadi jarahan bangsa lain? bangsa yang sedemikian lemah sehingga ketika dijarah kaum serigala kita hanya bisa menangis tak berdaya.
    kita siapkan generasi yang hebat, yang menggetarkan dunia !

    tahukah anda, Thomas Alfa Edison, sang penemu lampu ? konon hanya sempat mengenyam pendidikan hanya 3 bulan, dia bahkan diusir kepala sekolahnya karena diangap idiot yang bisa menular ke kawan lainnya. Ibunya yang luar biasa hebat, sambil menangis berkata, jangan kuatir anakku, kau akan jadi orang yang dikagumi seluruh dunia !
    demikianlah yang terjadi, maka jangan apatis jangan pesimis, masa depan ada di genggaman kita, dalam tiap detik nafas yang dikaruniakan dan diamanatkan Allah kepada kita.

    wahai kaum ibu, jadi lah cahaya semesta, dengan menjadikan anak-anakmu lampu bagi dunia ! janganbiarkan kaum pria menjarah kehormatanmu !
    wahai kaum pria, dimana kehormatanmu, jika tindakanmu hanya merusak bangsa ini ! mengajarkan korupsi, perzinahan, kekerasan, kemalasan, kemaksiatan ! jadilah pelindung Bangsa ini, jangan lah justru jadi binatang yang memalukan !

    @
    Ya, betul… dari apa saja yang bisa kita lakukan. Minimumnya, janganlah menambah kerusakan. Syukur kalau bisa menuai manfaat dan bukan badai. Semoga Allah menunjukkan jalan kemudahan untuk kemampuan dan keberanian berbuat…

    Suka

  3. Dono said

    Ass,wr.wb,pak Agor.
    Allah s.w.t telah menyediakan tempat bagi mereka yg beriman dan mereka2 yg zholim.
    bukankah Allah s.w.t memiliki kitab yg tersendiri disisiNya.Segala kejadian yg telah terjadi dan yg akan terjadi ada padaNya dan hanya kepadaNya lah segala keputusan.Allah s.w.t memiliki kursi kerajaan yg tertinggi baik didunia maupun di akhirat dan penghakimanNya sangat adil.Apakah kita musti menunggu penghakimanNya ataukah kewajiban kita sebagai manusia melihat dan menginsafi perbuatan2 zholim yg selama ini kita lakukan.Maukah kita berubah? insyaAllah kita akan selamat, jika tidak, Allah s.w.t amat cepat hisabnya. Sesuatu yg bathil itu akan sirna.Siksa Allah s.w.t amatlah keras.Alangkah beraninya manusia berbuat zholim.Nyahlah kamu hai orang2 yg zholim tidak ada tempat bagimu disisi Tuhan kami yg maha Suci dan maha Mulia kalian selalu berbuat huru-hara di muka bumi ini.
    Amin.

    Wassalam.

    @
    Wass Wr Wb. Mas Dono, semoga juga tiba masanya, kezaliman diakhiri dan memunculkan kesadaran baru yang membuat bangsa terbangun. Kita sudah begitu banyak mengetahui kebaikan. Tapi, kalau sedikit dikerjakan, tentu hasilnya juga sedikit. Wass, agor

    Suka

  4. fourtynine said

    Mas, aku tambahin lagi yaa kategorinya, di Indonesia, mobil mahal merk apa aja ada, tapi penyakit busung lapar yang merupakan simbol bahwa rakyat menderita juga tersebar hampir di seluruh propinsi Indonesia.

    @
    Betul, mobil-mobil super mewah banyak di Indonesia. Kadang-kadang minggu pagi kita bisa lihat “mereka” berlalu lalang di jalan tol jagorawi sekedar memacu dan biar olienya nggak beku.

    Kemiskinan mendera 50 juta jiwa di seluruh propinsi di Indonesia.

    Duh, nestapanya bangsaku…..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: