Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Ternyata Kita juga sama-sama “PENGEMIS”

Posted by agorsiloku pada Maret 3, 2007

Kisah kehidupan pengemis dan mengemis, meminta dan memberi adalah bagian yang menurut saya adalah kisah-kisah nyata yang asyik. Meskipun saya bukanlah anggota partai KayPang (Partai Pengemis), hanya biasa-biasa saja, baru kemarin malam saya sadari ternyata saya juga termasuk pengemis, setiap hari mengemis juga. Bahkan setiap hari, setiap gerak dan langkah berusaha untuk lebih mengemis, mengemis, dan mengemis. Bagaimanakah seharusnya memperhatikan pengemis, apalagi jika ia pengemis buta? . Apakah keberadaan pengemis itu merupakan ujian bagi kita?. Bahkan sebuah kesempatan untuk memberipun, kita harus meminta padaNya.

Kadang kita lupa pada hak-hak orang miskin, padahal para pendusta agama adalah mereka yang tidak memperhatikan hak-hak orang miskin dan menghardik anak yatim (QS Al Ma’un).

Kita sesungguhnya benar-benar miskin juga, karena itu kita berdo’a memuji Majikan kita, memujiNya : Ya Rabb, berilah hambaMu kebahagiaan dunia dan akhirat, karuniakan kepada kami dan keluarga kami keberkahan, rahmat, dan hidayahMu. Kita betul-betul miskin, sehingga kita setiap hari meminta.

Tidakkah kita juga sesungguhnya miskin, karena itu kita meminta kepada yang mahaKaya dan mahaMemiliki. Lalu, apakah ketika kita sudah diberiNya kemudahan, diberiNya kekayaan, lalu kita melupakan orang miskin yang lain?. Yuk, mari kita pahami bahwa kita juga adalah para “pengemis” dan kita diajari bagaimana berhubungan dengan para pengemis yang lainnya…….

Iklan

3 Tanggapan to “Ternyata Kita juga sama-sama “PENGEMIS””

  1. Orang yang kaya raya hakikatnya memang pengemis, tapi sering tidak menyadari, tanya mengapa? orang pinter hakikatnya bodoh tapi sering dipandang pinter dan yang lebih parah sok pinter alias keminter, kenapa yah?

    @
    🙂 Pak Guru selalu memberikan inspirasi. Pertanyaan sering memberikan jawaban lebih banyak dari sejumlah jawaban. Ini hakikat pertanyaan rupanya.

    QS 89. Al Fajr
    14. sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mengawasi
    15. Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia akan berkata: “Tuhanku telah memuliakanku.”
    16. Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rizkinya maka dia berkata: “Tuhanku menghinakanku”[1575].
    17. Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim
    18. dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin,
    19. dan kamu memakan harta pusaka dengan cara mencampur baurkan (yang halal dan yang bathil),
    20. dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan.
    21. Jangan (berbuat demikian). Apabila bumi digoncangkan berturut-turut,

    Suka

  2. Seep.. Seep…

    Buka hati untuk berbagi neh…

    Suka

  3. Dono said

    Ass.wr.wb,pak Agor,
    Alangkah baiknya klo kita semua itu pengemis firman2 Allah s.w.t.
    agar tidak ada lagi sifat iri, benci dan dengki terhadap sesama kita.
    Amin.

    Wassalam

    @
    Wass Mas Dono,
    kita bisa mengendalikan nafsu, dan juga meningkatkan keinginan untuk bersedekah juga ya kepada sesama “pengemis”…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: