Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Distorsi Insya Allah

Posted by agorsiloku pada Februari 27, 2007

Mengapa ya, insya Allah artinya menjadi : Pokoknya nggak janji deh!, padahal Allah mengingatkan kita agar :

QS 18. Al Kahfi

23. Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan tentang sesuatu: “Sesungguhnya aku akan mengerjakan ini besok pagi,

24. kecuali (dengan menyebut): “Insya Allah”. Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa dan katakanlah: “Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya dari pada ini.”

 

Menurut riwayat, ada beberapa orang Quraisy bertanya kepada Nabi Muhammad s.a.w. tentang roh, kisah ashhabul kahfi (penghuni gua) dan kisah Dzulqarnain lalu beliau menjawab, datanglah besok pagi kepadaku agar aku ceritakan. Dan beliau tidak mengucapkan Insya Allah (artinya jika Allah menghendaki). Tapi kiranya sampai besok harinya wahyu terlambat datang untuk menceritakan hal-hal tersebut dan Nabi tidak dapat menjawabnya. Maka turunlah ayat 23-24 di atas, sebagai pelajaran kepada Nabi; Allah mengingatkan pula bilamana Nabi lupa menyebut Insya Allah haruslah segera menyebutkannya kemudian.

 

Tidak kah kalau begitu kita sedang mempermainkan nasehatNya?……

Semoga tidak ya, mari kita ucapkan ini dengan kesungguhan. Imam subuh dekat rumah bilang, kecuali karena sangat darurat atau tak mungkin diatasi, jika kita sudah bilang insya Allah maka penuhilah. Ini bagian dari janji manusia dengan disaksikanNya….

Astagfirullah.

Iklan

10 Tanggapan to “Distorsi Insya Allah”

  1. Mungkin adanya rasa tidak enak kalau menolak secara langsung, maka digunakan tameng InsyaAllah itu. Budaya ewuh pekewuh tapi memanfaatkan hal yang semestinya tidak patut dipakai untuk ewuh pekewuh itu.

    @
    Ya, ternyata kebiasaan seperti ini telah diingatkan oleh Yang Mahakuasa, utk tidak dilakukan oleh orang-orang beriman ya….

    Suka

  2. Dee said

    Kalau saya sudah bilang Insya Allah, berarti bebas sudah saya dari beban untuk memenuhinya. Kalau saya mengucapkan Insya Allah, berarti dalam hati saya sudah berkata, oh saya ndak bisa datang, saya ndak bisa membantu, saya ndak bisa ngutangi…
    “Insya Allah” menjadi semacam permaafan bagi kita. Padahal “Insya Allah” adalah emergency exit terhadap suatu kejadian yang diluar kekuasaan kita.
    —sulitnya bilang tidak untuk sesuatu yang memang seharusnya dibilang tidak—

    @
    Ya, diharapkan begitu. Tentunya pula, mendefinisikan istilah yang mungkin karena proses menjadi rancu pada kondisi tertentu malah menyebabkan kita juga bisa salah memahami kitab Wahyu. Contohnya, misal kata kiamat dipahami sebagai hari kehancuran, padahal Al Qur’an bilang sebagai hari kebangkitan. Syetan, selalu dipahami sebagai mahluk hidup yang gaib. Ini membuat kita “bisa” keliru atau kurang komprehensif memahaminya.

    Suka

  3. fourtynine said

    Insya Allah memang telah banyak disalahgunakan

    @
    Yuk, kita ikut meluruskan kembali. Biar hanya satu titik air di buih lautan…

    Suka

  4. Dono said

    Ass,wr.wb, pak Agor,
    Jalan hidup kita penuh dgn takdir Allah s.w.t, jadi jangan kita sekali2 menjanjikan sesuatu dengan pasti, cukup dgn perkataan InsyaAllah, siapa tau kita besok akan wafat? batal lah janji tersebut.

    Wassalam.

    @
    Wass Wr.Wb.
    atau karena sebab lain, Allah meningingatkan kita bahwa sesuatu yang lain bisa terjadi di luar apa yang kita pahami atau prediksikan dan kita meminta kepada Allah menunjukkan jalan yang paling mendekati kebenaran… Wass, agor

    Suka

  5. […] setelah saya membaca tulisan “Distorsi Insya Allah” nya Sains-Inreligion, saya kembali terkenang betapa saya telah sering menggunakan kata “Insya […]

    Suka

  6. […] menlink beberapa artikel dari blog beliau, seperti misalnya menghubungkan antara artikel ini dan ini, dan silakan baca sendiri artikel itu, saya yakin keduanya benar benar segaris, tidak Out Of Topic […]

    Suka

  7. […] Insya Allah tidak ada mutilasi ayat dari kutipan diatas. Sekalian saya ambilkan versi bahasa Indonesianya……dicomot dari salah satu artikel di blognya mas Agorsiloku. “Dan, berikut kutipan QS An Nuur 31 tersebut:” […]

    Suka

  8. […] berada pada jam sibuk dan serta istirahat saat waktu zuhur dan ashar. Maka baca dengan suara keras Insya Allah akan menggangu para manusia yang sedang kerja dan mau tidur […]

    Suka

  9. deni said

    insya allah itu jika allah mengijinkan,,,,,,,,,,,,,,,,

    @
    Amin

    Suka

  10. […] Ditulis pada Maret 9, 2007 oleh Neo Forty-Nine Seketika setelah saya membaca tulisan Distorsi Insya Allahnya Sains-Inreligion, saya kembali terkenang betapa saya telah sering menggunakan kata “Insya […]

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: