Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Kenapa Kita Tidak Dijajah Saja?

Posted by agorsiloku pada Februari 22, 2007

Walah.. bosan deh kena banjir terus. Musim kemarau menjerit kekurangan air, susah dapat air bersih. Begitu juga musim hujan, dihujani air bah dari atas, kiri dan kanan. Banjir lagi, banjir lagi. Tetap saja air bersih susah. Sodetan untuk mengatasi banjir dengan Banjir Kanal Barat dan Timur, Pintu Air, semua peninggalan Ratu Yuliana, ratunya penjajah. Setelah kemerdekaan, setelah itu sampai menjelang abad 21 ini, kita tidak pernah benar-benar merdeka….

“Kenapa kita nggak dijajah saja?. Kenapa musti merdeka segala?”

“Payah deh, kemerdekaan hanya menghasilkan banjir dan korupsi?”

“Kurang ajar kamu ini, hargai dong pejuang kemerdekaan!. Mereka, nenek moyang atau pendahulu kita sudah berjuang berdarah-darah untuk kebebasan dan kemerdekaan bangsa ini. Tidak akan tenang para pahlawan bangsa dengan ucapanmu yang buruk dan jahat itu. Jahat sekali!?”

“Emangnya gw minta merdeka hah!?”

“Bajingan, terkutuk, sampah!”.

“Weleh… kok marah?. Emangnya kalau dijajah buruk?, emang kalau dipimpin bangsa lain jelek?”.

“Kalau bangsa yang memimpin kita itu bangsa yang lebih baik bagaimana tho?”

“Semua penjajah itu jelek tau…!”

“Iya, misalnya begini. Kita nggak usah merdeka saja, dari pada dipimpin oleh pemimpin yang zalim dan korupsi terus. Paling nggak tuh, sebagai bangsa terjajah kita nggak dilabelin rajanya korupsi. Soalnya gw benci korupsi, lihat anak gedongan, babehnya koruptor juga”.

“Dasar lu aja yang nggak ke bagian…!”

“Misalnya ya, kita nggak merdeka. Terus bangsa kita dijajah terus sama Belanda atau Jepang gitu. Terus kan ada PBB, terus ada hak azasi manusia, terus semua bangsa harus merdeka. Kita sih minta jadi negara bagian Jepang atau Belanda aja”

“Lho!?”

“Ya, terus kita jadi rakyat Jepang atau Belanda gitu!. Kita ambil Belanda saja”

“Lho, apa untungnya?”

“Ya, jelas untung dong. Waktu Pemilu Belanda, karena Indonesia jadi negaranya Belanda, kita kan punya hak suara yang sama!. Kita pilih presidennya atau perdana menterinya orang kita, Si Agor atau Sumintem, atau Joko Lelono”

“Nah, itu bisa. Kan penduduk yang namanya negara bagian Belanda atau propinsi Belanda itu penduduknya seabreg… pasti kita yang MENANG PEMILU…!!!”

“Jadi nanti kita akan kuasai Belanda. Uang kita bukan lagi rp, tapi gulden, terus Euro”

“Lama-lama, orang kita yang jadi Presiden Uni Eropa!. Kita sudah makmur lah…..”

“Jelas kan sekarang. Mana yang lebih baik, Merdeka atau Dijajah!?”

“!!!!!???”

(Mohon maaf pada para pahlawan bangsa, jangan dimasukkin ke hati ya).

Iklan

11 Tanggapan to “Kenapa Kita Tidak Dijajah Saja?”

  1. Aku inget eyangku pernah cerita, beliau bisa sekolah di sekolah belanda karena beliau masih ada keturunan bangsawan, sementara rakyat biasa ga bisa, jaman beliau kecil ga terlalu menyenangkan dibanding jaman beliau tua. Jadi sebenernya di jajah itu tidak enak, tidak independen, penjajahan jaman sekarang banyak sekali sebenrnya tapi tidak terlihat mata, misalnya aborogin, orang2 native USA(eskimo, Indian dsb), mereka di bikin bodoh agar tidak berontak, bahkan di cekokin minuman keras dan dibikin malas, agar wilayahnya jd kekuasaan.

    @
    walah… di USA masih ada domestikasi manusia?. Lalu dimana letak demokrasi dan hak asazinya?… Benar-benar membingungkan. Kalau begitu, banyak anak Indonesia yang suka mabok-mabokan. Apakah juga “sebenarnya” sedang didemostikasi?…
    Apa negeriku ini tidak independen?… wah ini urusan politik…. saya jadi ingat EHM (Economic Hitman itu)
    Wah.. kalau begitu enakan dijajah Inggris saja deh, jadi anggota Persemakmuran, atau gimana ya… 🙂 , soalnya sudah bosan dijajah bangsa sendiri…..

    Suka

  2. venus said

    amit2 jabang baby, mudah-mudahaaan…dunia bebas dari penjajahan, apa pun bentuk dan siapa pun pelakunya. piiissss!!!
    @
    mudah-mudahan bebas dari penjajahan.. juga penjajahan ekonomi, penjajahan majikan ke pembantunya, penjajahan agamawan kepada ummatnya, penjajahan bapak kepada anaknya, suami ke isterinya, keluarga ke tetangganya, mesin ke manusia, dan lain sebagainya….

    Suka

  3. El Zach said

    Andai dulu kita tidak dijajah,
    saat ini kita mungkin bangsa paling Maju dan paling Hebat di Dunia,
    penjajahan membuat kita jadi bangsa primitif dan terbelakang.

    dahulu bangsa kita disegani dunia krn kita memiliki budaya sangat tinggi, yg bahkan hasil budaya/teknology yg tersisa hingga saat ini masih belum mampu ditandingi budaya barat, jangankan ditandingi, mengerti saja mereka belum mampu, saya tdk bicara soal agama ya, ini soal budaya atau hasil reka cipta manusia.

    tapi ada kelemahan kita saat itu di masa lampau hingga saat ini yang berpotensi sangat fatal yang belum terkoreksi, nah silahkan tebak. jika sudah mengerti, jangan ditulis disini, bisa-bisa musuh bangsa ini tahu dan memanfaatkan kembali, saya paham gerakan mereka yang sangat hebat itu, rapi-inteligent-tersembunyi-terorganisasi-strategis, cukup direnungkan dan disikusikan antar sesama komponen bangsa.

    @
    Ya, betul… andai kita tidak dijajah… artinya kita melihat ke dunia jaman kerajaan Mataram?.
    Tapi, saya tidak begitu paham soal ini.
    Tadi itu, cerita tentang “kok tidak dijajah”, benar-benar obrolan warung kopi, hanya gara-gara ngobrol banjir saja mulanya dengan saudara. Terus guyonan….
    Lain kesempatan, ingin juga sih kita elaborasi lagi ya… Mas El Zach selalu berkomen yang memberikan inspirasi.
    Trims ya…

    Suka

  4. El Zach said

    Kata-kata bisa seperti pedang, dampaknya sangat-sangat luas, jadi saya berusaha berhati-hati, krn itu berat tanggung jawabnya di akhirat nanti, juga berat di hati nurani kalau sampai salah.

    your welcome sir, it’s just comment,
    saya setuju berelaborasi, tetapi ada hal2 yg bukan konsumsi umum, sebagaimana mereka jg menerapkan dokumen rahasia. Tapi dlm hal ini pertimbangan saya cuma dampaknya yg luas ,itu saja.

    @ Betul Mas El Zach, bisa jadi fitnah.
    Kadang dari keisengan atau dari satu tujuan sehingga : kebenaran menjadi apa yang kita ulang-ulang. Mudah-mudahan yang baca artikel ini bisa bedakan, mana parodi mana bukan, tapi juga menangkap garis pesan yang disampaikannya. Meskipun, saya juga makin menyadari, kita menilai dari apa yang kita pikirkan dan sulit membayangkan dari pikiran orang lain. Ini yang agor harus hati-hati juga. salam selalu, agor

    Suka

  5. Dono said

    Ass.wr.wb, pak Agor.
    Hanya satu yg saya anggap kotor.
    Bangsa yg merampas hak asasi dan hak kelahiran bangsanya sendiri.
    Inilah bener2 bangsa yg terkutuk.
    Seperti firman Allah s.w.t : Aku tidak akan mengubah nasib suatu kaum (bangsa )klo mereka tidak berusaha untuk mengubahnya.
    InsyaAllah sesuatu yg jelek itu akan berubah klo berusaha mengubahnya.
    Jika tidak ,laknat Allah s.w.t akan menimpah kepada kaum tersebut.
    Di dalam jiwa yg sehat duduk pikiran yg sempurna.

    Amin

    Wassalam.

    @
    🙂 , Wah thx mas Dono. Kasian ya pembebas bangsa diolok-olok begini. Apalagi diolok-olok oleh kelakuan penerusnya yang tindakannya telah membuat :”sama Vietnam yang babak belur digebuki USA saja kita mulai tertinggal….

    Suka

  6. El Zach said

    Tidak baik berpikir apathetic apalagi perish, masa lalu biar berlalu, tapi masa depan ada di genggaman kita, saya dan anda2 semua. 1 detik yang lalu telah lewat, tapi detik yang akan datang mari kita jadikan lebih baik.
    setelah Jepang luluh lantak krn Bom atom, beberapa puluh tahun kemudian merajai perekonomian dunia (soal rahasianya tdk perlu saya tulis disini, krn bisa salah interpretasi). Yg penting fakta tersebut menunjukkan, bahwa separah apapun keadaan kita, asal konsisten dengan plan yang baik, pasti akan sukses.
    Dunia Barat dulu juga terbelakang, saat itu keilmuan Islam (biology, astronomi, matematika, dsb) begitu tumbuh subur, tapi justru mereka yang mau menerapkan keilmuan yang akan berhasil.

    @
    Betul Mas, jangan … apalagi perish. Masa depan ada dalam gemgaman kesungguhan dan hikmah…..salam

    Suka

  7. fourtynine said

    banyak yang ga tau sebenarnya kita ini bukan memerdekakan diri, tapi di merdekakan oleh negara lain yang kemudian justru menjajah kita secara tidak langsung. negara itu adalah Amerika

    @
    Walah… saya nggak tahu tuh?. Apa karena Mc Arthur melewati Indo sebelum menyerang Jepang. Bahwa karena amrik mengalahkan Jepang maka kita ikut menang. Tapi rasanya kita merebut kok, dari Jepang dan juga Belanda yang ingin menguasai kembali. Kita termasuk negara-negara pemenang perang dunia ketiga. Tapi setelah 1965 an, ketahuan belangnya Indonesia sehingga juga bangsa Indonesia, kembali menjadi (dinilai bangsa lain), jadi kecoa lagi….

    Suka

  8. fourtynine said

    maaf ya saya nambahkan, perjanjian renville itu saja merupakan fasilitasnya amerika, kemudian amerika juga memerdekakan Indonesia tapi melarang dan turut membantu menghancurkan komunisme di Indonesia, karena takut bangsa bangsa asia pada jadi komunis. makanya suharto yang di dukung (ini pendapat dari teman saya yang suka mempelajari sejarah dan revolusi di dunia. nanti kalau boleh dan ada kesempatan saya akan melanjutkan diskusi…).
    terima kasih. Assalamualaikum…..

    @
    Wass Wr. Wb Mas 49. Oh ya, tapi kita kan merdeka Tahun 45, bukan periode 1948? kenapa Suharto (1965) dan komunis?, di masa 45 kan ini belum muncul…..

    Suka

  9. fourtynine said

    Ehm, begini. ceritanya (ini menurut kisah dan argumen teman saya yang sebutkan itu).saat Indonesia belum sampai pada 1945, Amerika getol sekali untuk memerdekakan Indonesia agar menjadi blok barat alias mendukung Amerika, tapi setelah merdeka Presiden saat itu(Sukarno), justru berpihak pada non blok, juga banyak menjalin kerjasama dengan Rusia dan China (baca*komunis*). kemudian Amerika mendukung Suharto untyuk mengkudeta Sukarno, termasuk menyusupkan aktor intelektual yang dapat memperburuk citra komunis di Indonesia. sementara urusan Renville itu, katanya saat Belanda ga mau menyerahkan Irian Barat kepada Indonesia, maka Amerika yang sok jadi fasilitator untuk perbincangann soal itu, mungkin mereka sudah tau bahwa alam Irian itu kaya, sehingga dengan menggabungkan Irian pada Indonesia, maka mereka akan mudah untuk mengeksplorasi kekayaan alamnya, dan sudah terbukti sukses seperti apa yang selama ini telah dilakukan Freeport. Maaf kepanjangan, sekali lagi ini cuma debat ga bermutu dari saya dan teman saya, apabila ada fakta fakta sejarah yang menyangkal, maka hal itu sangat wajar sekali karena, ini lebih berdasarkan kepada opini dan argumen setelah membaca beberapa buku sejarah dan politik. bukan berdasar fakta fakta yang sudah dipublikasikan dan dipercaya publik. Terima Kasih, Wassalmmualaikum (mohon maaf kalau ada salah tulis dan kata)

    @
    trims berat infonya. Agor tidak bajak tahu masalah politik Indonesia masa lalu. Padahal memang seharusnya kita bisa memahami bukan dari politiknya saja, tapi dari sudut pandangnya. Salam, agor

    Suka

  10. […] belum kunjung mendapat jawaban pasti. Saya coba coba membuka kembali postingan Mas Agorsiloku di sini dan di sini. Setidaknya argumen saya tidak salah pada saat itu. Sebelumnya,haraf di catat baik […]

    Suka

  11. dnial said

    Kalau saya sih memilih merdeka daripada dijajah.
    Termasuk merdeka dari tangan koruptor, kalo Indonesia jelek ya cita-cita saya adalah membuat NEGARA SURABAYA. Hehehehe…..

    Bagaimanapun juga, lebih baik merdeka daripada dijajah.
    Indonesia sebenernya punya Potensi yang sangat besar untuk menjadi bangsa besar. Sejarah, Kebudayaan, Kekayaan alam, SDM berlimpah, kurang apa coba?

    @
    lebih nggak enak lagi dijajah oleh koruptor bangsa sendiri… Kita hanya bisa mengais berita, tak kuasa berbuat…
    Kurang apa Indonesia ya… kita hanya kurang pemimpin yang adil, jujur, serius, dan tidak korupsi….

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: