Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Menambal Jalan Berlubang, Rusak Dalam Sehari

Posted by agorsiloku pada Februari 16, 2007

Beruntung, setiap hari ke kantor saya melawan arus. Jadi nggak ramai-ramai amat. Saya biasa berangkat pagi. Sampai kantor jam 07.00. Lumayan, bisa blogging setengah atau satu jam sebelum urusan kantor atau posting beberapa untuk tanggal posting saat itu atau hari-hari berikutnya.

Berangkat dari arah LA (lenteng agung, bukan los angeles) ke arah Jalan Raya Bogor setiap pagi (kecuali libur). Kalau tak salah tanggal 13 Pebruari 2007 pagi, ketika melewati jalan ini saya bersyukur; jalan berlubang di sepertiga bagian jalan sebelum Pol Mayasari Bakti Pasar Rebo yang rusak sudah diperbaiki. Jadi, mungkin hanya sekitar satu atau dua minggu saja kerusakan jalan itu diperbaiki. Jadi tidak rusak-rusak amat, Meskipun saat jalan masih grinjal-grinjel kecepatan kendaraan harus dikurangi. Dengan begitu, hari ini saya tidak temui jalan berlubang yang cukup menganggu.

Tanggal 13 hujan, jalan yang dilewati tidak tergenang. Tanggal 14, melewati jalan yang sama sungguh mengagetkan. Satu lubang kecil, kurang lebih sebesar piring makan di jalan itu sudah ada lagi. HANYA DALAM SEHARI , jalan sudah berlubang lagi. Batu kerikil penutup jalan berlubang sudah ada lagi. Begitu juga tanggal 15, dan hari ini tanggal 16 lubang jalan sudah menjadi beberapa ukuran piring, digilas padatnya lalu lintas jalan raya.

TANYA KENAPA?.

Jelas kerugian biaya, pembayar pajak pembangunan disia-siakan karena tidak beresnya usaha menutupi lubang jalan. Siapa yang salah, pengendara yang melalui jalan ini, kerja yang ceroboh dan tidak profesional, atau pungli-pungli yang menyebabkan standar perbaikan tidak dipenuhi?. Betul-betul mengecewakan dan memboroskan uang negara.

Sayang, kita memang biasa tidak bersungguh-sungguh menyelesaikan pekerjaan. Kecerobohan seperti itu dianggap biasa ataukah ada sisi lain yang tidak dipahami oleh pengguna jalan?.

Iklan

5 Tanggapan to “Menambal Jalan Berlubang, Rusak Dalam Sehari”

  1. Proyek jalan adalah lahan empuk untuk mengeruk uang bagi pemborong, bisa saja alasan kesalahan pengguna dan sebagainya. Sepertinya dimanapun kondisinya sama. Di daerah saya hari ini di aspal seminggu kemudian aspal jalan sudah retak bahkan terkelupas. Meskipun masa perawatan ada tapi malah membuat jalan tidak mulus lagi, itupun akan berganti di tempat yang lainnya lagi.
    mungkin agar konstruksi jalan kokoh nunggu dijajah belanda lagi kali yah.

    @
    Kita begitu serakah ya!. Imam sholat subuh, kalau tausyiah pagi sering mengingatkan kami, janganlah berikan anak isteri kita makanan yang datang dari harta tidak halal, lalu menutupinya dengan sedekah ?.Tuhan, seperti anak-anak kecil yang diguyoni dengan mainan, lalu kita juga begitu pemaaf sehingga tidak pernah melakukan protes?. Ataukah pintu protes sudah ditutup, kalau tidak demo, tidak ada lagi telinga kekuasaan untuk memperingatinya. Mungkin kita panggil belanda, lebih baik?

    Suka

  2. Dono said

    Ass,wr.wb,pak Agor.
    Memang sulit deh pak Agor, korupsi sudah menjadi darah daging bangsa kita ini.
    korupsi uang.
    korupsi waktu.
    korupsi tenaga.
    korupsi bahan dll.
    pokoknya sifat korupsi udah berakar deh.
    Bagaimana membasmi akarnya iya.
    Saya takut korupsi berjalan sampai akhir jaman di negri kita.

    Wassalam.

    @
    Wass wr wb. Mas Dono, betul kita bahkan sudah mulai tidak bisa membedakannya, karena sudah berurat akar. Tertutupi hati kita untuk melihatnya dengan jernih…. Was, agor

    Suka

  3. Evy said

    Lha nambalnya pake lempung gor…
    Duh… kirain udah better my country…hiks

    @
    Kelihatannya tidak pakai lempung (kalau ini sudah keterlaluan benar ya 🙂 ), tapi mirip itu. Mungkin aspalnya yang dimakan pemborong atau lubang pembagiannya besar. Wah.. jadi berprasangka. Tapi, bagaimanapun di bidang korupsi, Indonesia belum terkalahkan.

    Suka

  4. Mas Agus said

    kan kalo bolong biar ada proyek lagiii….

    @
    🙂 begitulah…. begitulah….

    Suka

  5. fiahilda said

    Hmm saya pernah tanya sama seorang yang cukup ahli tentang aspal jalan, katanya ada tiga jawaban tentang jalan rusak lagi setelah diaspal :
    1. Pengaspalan yang gak bener, biasalah pemborongnya ngambil untung semaunya
    2. Kalo ngaspal sering banget waktu masuk musim hujan. Bo, semua tahu aspal itu paling takut sama air, musuhan banget
    3. Bobot kendaraan yang memang gak mampu ditampung oleh kekuatan jalan ybs. Harusnya maksimal 1 ton malah dilindasi truk, container dll yang nyampe 5 ton. Mana tahan lah

    @
    ya, betul, tapi kalau satu hari sudah rusak, logisnya hanya satu. Alasan no. 1. Tapi, apa betul, pemborong yang mau ngambil untung semaunya. Apa tidak ada alat kontrol. good corporate n goverment gitu….

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: