Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Sepertiga Al Qur’an

Posted by agorsiloku pada Februari 15, 2007

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Apakah salah seseorang di antara kamu tidak kuat membaca sepertiga Al Qur’an pada satu malam ? Maka para sahabat bertanya, ‘Siapa di antara kita yang mampu melakukannya, wahai Rasulullah ?’. Beliau menjawab, ‘Allahul Wahidush Shamad (yani surat Al Ikhlas) sepertiga Al Qur’an‘ ” (HR Bukhari, Malik, Ahmad, Abu Dawud, An Nasa-i, dari Abu Sa’id Al Khudri).

Kok sepertiga sih?, apa alasannya disebut sepertiga?.

mbingungi saja.

Astagfirullah, kok komentarnya “murtad” bener sih.

Jadi ketika Fahmi Basya menerangkan dengan pola berbeda, cukup menarik juga untuk disimak (penjelasan versi lain tentu saja ada, kebetulan saya punya file dari beliau) :

Surat Qulhu – sepertiga Al Qur’an.pps

Tentu saja, bukan berarti baca surat ini 3 kali, terus kita sudah khatam al-Qur’an.

Hanya Membaca surat Al-Ikhlas

Sebagian kaum muslimin beranggapan bahwa cukuplah bagi mereka membaca Surat Ikhlash saja sebanyak tiga kali, dengan alasan bahwa jika membaca Surat Ikhlash (Qul huwallahu Ahad) tiga kali pahalanya sebanding dengan pahala membaca seluruh Qur’an, maka apakah dosa jika seorang muslim meninggalkan membaca Qur’an karena merasa cukup dengan membaca surat Al Ikhlash tiga kali ?

Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, yang artinya: “Agama itu nasehat. Maka Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya: untuk siapa wahai Rasululloh ? Maka Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: untuk Alloh, untuk kitab-Nya, Rasul-Nya, pemimpin kaum muslimin dan seluruh kaum muslimin”. (HR. Ahmad, Muslim, Abu Daud dan Nasa’I)

Maksud nasehat untuk kitab Alloh adalah membacanya, memahami ayat-ayatnya, dan mengambil pelajaran dari nasehat-nasehat yang dikandungnya, melaksanakan perintah-perintahnya, dan menjauhi larangan-larangannya, dan tidak diragukan bahwa hanya membaca surat Al Ikhlash tanpa membaca yang lainnya adalah tidak sesuai dengan nasehat untuk kitab Alloh, Dan orang yang hanya membaca surat-Ikhlash tidaklah akan mencapai apa yang dicapai dengan membaca seluruh Al Qur’an yang berupa pahala, tambahnya iman, mengetahui hukum halal dan haram, hal yang wajib, sunnah dan makruh, beradab dan berakhlak dengan akhlak yang dikandung oleh Al Qur’an, dan cukuplah dengan tidak terpenuhinya hal-hal di atas menjadi pencegah bagi seorang hamba dari dari meninggalkan membaca Al-Qur’an, dan Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam walaupun dia mengetahui keutamaan surat Al-Ikhlash dan pemberitahuannya (kepada umatnya) bahwa surat tersebut sama dengan Al-Qur’an, serta keinginannya mendapatkan pahala yang besar, beliau shallallahu ‘alaihi wasallam tidak hanya membaca surat tersebut, bahkan dia selalu membaca seluruh kitab Alloh dan Alloh Ta a’la telah berfirman, yang artinya: “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Alloh” (QS. 33:21)

(Sumber Rujukan: Fatwa Lajnah Daimah, Jld IV ( At-Tafsir ), hal. 29-30)

Kopi pais dari Media Muslim.info.

Iklan

2 Tanggapan to “Sepertiga Al Qur’an”

  1. Tidak berat yah. Tapi kalau menafsirkannya 3 kali sama dengan khatam yah jadi lucu yah.

    @
    🙂

    Yang ingin kami sampaikan, sepertiga Al Qur’an itu oleh Pak Fahmi (dan mungkin oleh orang lain sebelumnya), ternyata secara matematis “otak atik gathuk” dibuktikan. Seperti juga ayat tentang bulan dan peredarannya, memiliki penjelasan matematis. Jadi, bukan “mengada-ngada”. Ini yang kadang begitu mengejutkan saya….

    Suka

  2. Evy said

    Ya itulah kalau beragamanya itung2an cari pahala, baca Al-ikhlas 3 kali sama kok pahalanya sm baca Al-Quran, ya namanya manusia klo gampang bisa untung ngapain susah2… hakekatnya apa ya begitu…?

    @
    Betul Mba, satu huruf saja dari Al Qur’an dibaca dengan ikhlas mendapatkan pahala. Manusia, emang cari gampangnya saja. Karena itu, banyak teman yang begitu rajin mengkhatamkan Al Qur’an. Tapi emang sih, berbeda antara mengaji dan mengkaji. Dan soal pemahaman, Allah menjanjikan memberikan pengertiannya pada hambaNya. Kemudian, sesungguhnya atas tanggungan Kamilah penjelasannya (QS 75:19)

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: