Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Menjelang Bencana Lubang Ozon – 1

Posted by agorsiloku pada Februari 13, 2007

Satelit Envisat merekam adanya penurunan konsentrasi yang sangat besar di atas Antartika tahun ini.
Hasil pengolahan data yang diperoleh dari satelit Envisat milik Eropa menunjukkan bahwa lubang ozon di belahan bumi Selatan tahun ini mungkin salah satu yang terbesar. Lubang di atas Antartika akan seluas daratan Eropa atau sekitar 10 juta kilometer persegi. Diperkirakan, lubang tersebut akan bertambah luas dalam dua atau tiga minggu ke depan. Dalam dua tahun terakhir, terdapat tanda-tanda yang menunjukkan bahwa kerusakan lapisan ozon mulai berkurang. Data-data tersebut diambil dari Scanning Imaging Absorption Spectrometer for Atmosferic Chartography (Sciamachy) dari satelit Envisat yang diluncurkan sejak 2002 dan dioperasikan oleh European Space Agency (ESA).

Dari data-data tersebut diperlihatkan bahwa lubang ozon di Antartika (Kutub Selatan) lebih besar pada pertengahan Agustus tahun ini dibandingkan bulan yang sama pada tahun-tahun sebelumnya sejak 2000.

Berdasarkan variasi data dari tahun ke tahun, kami memperkirakan luasnya akan terus bertambah karena biasanya mencapai maksimum pada pertengahan September,” kata Geir Braathen, ilmuwan senior dari World Meteorological Organization (WMO).

Lubang terbesar yang pernah terukur terjadi pada 2000 dan 2003. Tahun ini mungkin sebesar itu tapi kami masih harus menunggu dua hingga tiga minggu ke depan,” katanya.

Katalis khlor

Menipisnya ozon disebabkan oleh gas buang seperti Chlorofluorocarbon (CFC) dan methyl bromide. Sebagai molekul tak stabil yang terdiri atas tiga atom oksigen, ozon secara rutin bertambah dan berkurang di stratosfer, tempat terbentuknya gas yang membentuk lapisan pelindung Bumi dari radiasi cahaya ultraviolet matahari.

Secara alami, produksi dan pengurangan ozon di seluruh belahan Bumi seimbang meskipun konsentrasi ozon di atas kutub meningkat saat musim panas dan menurun di musim dingin. Perubahan yang terjadi karena pengaruh musim ini diamati di atas Antartika karena perubahan besar-besaran terjadi di sana sehingga terisolasi dari bagian atmosfer di sekitarnya.

Pada 1920, kondisi alam mulai berubah dengan ditemukannya CFC yang banyak digunakan untuk pendingin dan berbagai aplikasi industri. Saat musim dingin, awan stratosfer terbentuk di atas kutub dan mengandung kristal es.

Nah, campuran yang mengandung CFC tersimpan di permukaannya. Saat terkena cahaya matahari, campuran ini akan mengubah menjadi substansi yang memicu kerusakan ozon. Proses ini lebih aktif pada musim dingin ketika konsentrasi menurun drastis pada kedua kutub.

Perubahan rutin

Sebagaimana perubahan musim panas ke dingin, tingkat kandungan ozon di kutub juga menunjukkan perubahan dari tahun ke tahun. “Arktik sejauh ini lebih bervariasi daripada Antartika,” kata Geir Braathen. “Tapi, terdapat variasi dalam setahun di Antartika yang dipengaruhi cuaca,” lanjutnya.

Ada sesuatu yang disebut osilasi kuasi biennial atau QBO di mana angin di atas ekuator mengalir dari timur dan dari barat. Alirannya berubah setiap 26 bulan dan memiliki pengaruh terhadap lapisan di Antartika sehingga kita dapat melihat variasi perubahan konsentrasi dalam setahun.

Dua tahun yang lalu, para peneliti menghasilkan bukti pertama bahwa kerusakan lapisan ozon mulai menurun secara global. Mereka melihat kerusakan berlanjut tapi cenderung lebih kecil. Hal inilah yang mendorong terbentuknya Protokol Montreal pada 1987 yang membatasi produksi dan penggunaan CFC serta substansi sejenisnya. Tapi, indikasi kembalinya lapisan ozon pada kondisi semula tidak akan terjadi dalam 50 tahun.

Sumber: bbc.co.uk

Penulis: Wah

Iklan

3 Tanggapan to “Menjelang Bencana Lubang Ozon – 1”

  1. Kalau di Al-Quran ada ga crita tentang fenomena ini?

    @
    Tentang Ozone, wah sampai sekarang belum ketemu tuh Mba.

    QS21:32. Dan Kami menjadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara, sedang mereka berpaling dari segala tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang terdapat padanya.
    QS65:12. Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu.

    ada tujuh langit seperti itu pula bumi.

    Di ayat-ayat Al Qur’an langit tampaknya ada dua (langitnya bumi) dan kerajaan langit.

    Hujan tercurah dari langit, rahmat tercurah dari langit.

    QS52:45. Maka biarkanlah mereka hingga mereka menemui hari (yang dijanjikan kepada) mereka yang pada hari itu mereka dibinasakan,

    QS54:11. Maka Kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah.

    QS53:31. Dan hanya kepunyaan Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi supaya Dia memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat terhadap apa yang telah mereka kerjakan dan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik (syurga).

    QS52:44. Jika mereka melihat sebagian dari langit gugur, mereka akan mengatakan: “Itu adalah awan yang bertindih-tindih.”

    Tampaknya erat kaitan antara sikap beriman dan urusan langit ini. Sebagian langit gugur?. …apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi supaya Dia memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat… (QS 53:31). Menjelaskan sebab akibat?.

    Sungguh, saya masih kesulitan memahaminya kalau dikaitkan dengan Ozon. Tampaknya membutuhkan elaborasi jauh lebih ke dalam. Jadi lupakan saja komentar ini ya. Salam

    Suka

  2. Umar said

    Beberapa hari yang lalu saya menonton film tentang pemanasan global yang terjadi di bumi. efek yang ditimbulkan sangat luas dari kutub utara hingga kutub selatan, juga berkurang atau hilangnya salju di puncak pegunungan tinggi, peningkatan permukaan air dll. Mungkin terjadinya lubang ozon bukan hanya CFC (pengetahuan manusia, tapi ada faktor lain yang belum kita ketahui. mestinya kalaulah karena CFC sebaiknya manusia harus berlomba dengan waktu untuk membuat ramuan ‘kontra CFC’, yang dapat bereaksi dan ‘memakan’ efek negatif dari CFC untuk membuat ‘efek’ positif di alam semesta. ini bahasa saya yang awam, semoga ada yang dapat menangkap maknanya.

    @
    Ya, betul kalau merujuk pada kecenderungan pemanasan bumi, memang bukan hanya karena faktor CFC, ada yang lebih nyata lagi. Coba tengok cerita Mas Rovicky tentang : Bumi Semakin Berbahaya.

    Suka

  3. Ayruel chana said

    Kalau Bumi Nggak Stabil,Biasanya Bumi berusaha Untuk kembali Stabil(Adaptasi).
    Ya…Barangkali aja Bencana alam seperti gempa & banjir merupakan Cara Bumi beradaptasi.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: