Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Kosmologi Islam: Dari Literatur ke Sains – 2

Posted by agorsiloku pada Februari 12, 2007

Masa Depan Alam Semesta (Ditulis oleh : Buyung , 13 Sept. 2004)

Alam Semesta Mengembang

Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya (Adz Adzaariyaat: 47)

Al-Quran secara jelas menyebutkan bahwa alam semesta ini mengembang. Alam semesta ini dinamik dengan segala konsekuensinya. Ini adalah bagian dari “penyempurnaan langit” seperti yang sudah dibahas sebelumnya. Subhanallah.

Konsep alam semesta mengembang ini sebenarnya sudah dikemukakan oleh Einstein (sebagai salah satu solusi dari persamaan Medan General Relativity-nya yang sangat terkenal), jauh sebelum Hubble menemukan bukti. Sayangnya, Einstein sudah apriori duluan dengan konsep Alam Semesta ini stabil statis. Pada tahun 1929 barulah Hubble dengan teropong raksasanya yang bersejarah memperoleh data bahwa benda-benda langit menjauhi bumi.

Konsep alam semesta mengembang adalah salah satu konsep fundamental dalam Kosmologi Modern.

Model Alam Semesta

Semua orang kenal Einstein. Ketika kematiannya 18 April 1955, majalah Time menulis karikatur besar di halaman depan: sebuah tanda dari kayu yang sangat besar, lebih besar sedikit dari bumi tempat tanda itu menancap dengan tulisan besar: “Einstein Lived Here, in Earth!”, jadi diharapkan para alien membacanya. Einstein adalah sosok super jenius dengan kepribadian yang sangat menawan. Tapi sayangnya saya harus tahan-tahan diri untuk tidak berbicara terlalu panjang tentang beliau, pahlawan fisika saya seumur hidup (kalau Feynman itu inspirator dan icon fisika saya hehe).

Ya, yang kita bicarakan sedikit sekarang adalah Persamaan Medan Gravitasi dari Teori General Relativity Einstein yang dipublikasikan pada tahun 1915. Persamaan ini adalah persamaan alam semesta yang memiliki solusi model alam semesta (dan menjadi persamaan terindah dan termapan yang pernah diciptakan selama sejarah manusia berkembang); yang sisi kirinya adalah menjelaskan geometris alam semesta (matematika) dan sisi kanannya adalah menjelaskan fisika alam semesta (fisika). Subhanallah… Hampir semua ilmuwan di Kosmologi modern memahami alam semesta berangkat dari titik ini.

Model geometris alam semesta ada 3: hyperbolic (pelana kuda), flat (euclidian), dan spherical (bola). Sementera model kosmologinya adalah:
• Open-univese – alam semesta terus mengembang dan mengembang sampai akhirnya masing-masing partikel terlalu lemah untuk berinteraksi satu sama lain, temperatur drop mencapai 0 K (Big Chilli theory).
• Einstein – de Sitter Universe – mengembang sampai pada waktu tertentu, kemudian berhenti mengembang sampai suatu saat halt .
• Closed-Universe. Alam semesta mengembang sampai pada waktu tertentu, kemudian menyusut dan kembali ke satu titik seperti awalnya (Big Crunch theory).

catatan: 1) Pada kesempatan lain akan kita bahas lebih lanjut tengan pemodelan alam semesta ini. 2) Istilah Halt ini adalah kondisi seperti komputer hang: sistem masih hidup tapi tidak bisa diapa-apain sampai harus direstart lagi.

Perhatikan disini bahwa ketiga model mendukung ide alam semesta mengembang. Closed-universe dan Einsein Model menyetujui permulaan Big Bang, tapi untuk Open-universe belum tentu.

Bagaimana Literatur Islam menyebutkan hal ini? Mungkin sudah bisa menduga model mana yang lebih didekati Islam. Ya, benar: Closed-universe. Islam menyebutkan adanya permulaan dan akhir. Cukup banyak ayat Al-Quran yang membicarakan kiamat sebagai akhir alam semesta.

Kita sendiri di alam semesta ini kan, atau jangan-jangan … ?

Dan di antara ayat-ayat (tanda-tanda kekuasaan)-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan makhluk-makhluk yang melata yang Dia sebarkan pada keduanya. Dan Dia mengumpulkan semuanya apabila dikehendakiNya (Asy Syuura: 29)

Banyaknya planet di alam semesta ini memungkinkan bahwa kehidupan bisa terjadi tidak hanya di bumi kita. Ayat di atas sejara eksplisit menjelaskan bahwa adanya makhluk di langit (di luar bumi) yang berdiam. Cuma kita tidak tahu makhluk hidup yang bagaimana, apakah berintelegensi seperti kita, lebih rendah atau lebih tinggi, ataukah cuma makhluk dengan level kehidupan rendah seperti bakteri atau amuba? Yang jelas, walaupun ada dan apapun tingkat intelegensi mereka, manusia tetap menjadi makhluk mulia seperti beberapa kali dinyatakan dalam Al Quran. (ga mungkin kan Al Quran di bumi beda ama di planet Kq8*^7$2yQ, hehe).

Dalam Sains sendiri usaha mencari kehidupan di luar angkasa bukanlah ide yang baru. Malah semenjak peradaban dahulu orang-orang berpikir kita tidak sendiri di alam ini. Beberapa hipotesis malah menyebutkan bahwa keberadaan Stonehenge di Inggris, Piramida di Mesir dan Mexico, dan beberapa peninggalan lain diperkirakan hasil karya bersama antara alien dengan manusia saat itu.

Sains modern sendiri sudah melakukan pencarian tersebut. Sebutlah proyek gila-gilaan SETI (Search Extra Terrestrial Intellegence) atau Bio-astronomy. Berita hangat terakhir adalah ketika eksplorasi Mars. Mereka mengamati bahwa Mars tak ubahnya seperti Bumi muda, dan dengan beberapa bukti baru mereka berharap menemukan kehidupan level rendah di sana. (Bersambung)

Ditulis oleh : Buyung , 13 Sept. 2004

Tulisan ini adalah tulisan Populer Sains yang menyertai presentasi “Kuliah Umum” yang berlangsung hari Minggu tanggal 12 September 2004 di Concordiastraat 67

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: