Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Shubuh di Mesjid Baiturahman Semarang

Posted by agorsiloku pada Februari 10, 2007

Mata jalang lelaki membuat saya menolehkan pandangan pada wanita berpakaian mini yang duduk di sebuah warung terbuka di pojok jalan Padanaran, di bagian luar masjid.  Mata memang tidak pandang kompromi.  Pandangan pertama selintas, mata penasaran menolehkan juga.  Sebuah penawaran untuk “mampir ngombe” datang.  Tak kugubris, jalan terus.  Sepagi ini, masih ada sisa laskar Pajang bergentayangan?.  Kok?.  Seru hatiku sambil menundukkan pandangan, karena garis paha putih wanita berpakaian mini ini diterangi samarnya cahaya lampu jalan masih sungguh menimbulkan pikiran yang iya-iya.

Jam 4 pagi satpam masjid yang berada di pusat Kota Semarang membukakan pintu masjid.  Masih cukup sepi, di sebrang mesjid suara alunan musik dangdut masih terdengar pelan, beberapa pedagang larut malam  masih ada yang tersisa.

Tak lama kemudian alunan do’a mengalir dan azan subuh berkumandang.  Ada beberapa orang mulai berdatangan.  Kami bersebelas di pagi itu.  Tausyiah subuh dari imam yang berwajah bulat ini masjid seperti getir, tertawa datar.  Bersyukurlah kita masih diberikan kekuatan untuk datang di Masjid ini, berhasil mengalahkan lelapnya tidur. Allah menyukai hambanya yang datang ke masjid di waktu subuh untuk berjamaah dari pada seluruh isi dunia ini.  Undangan Allah ini tidak cukup menarik untuk sebagian besar manusia dari pada nikmatnya tidur. Banyak memang yang mengaitkan subuh sebagai keutamaan dalam kehidupan seorang muslim, seperti yang disampaikan : bahwa yang munafik itu sulit sekali sholat subuh dan isya, Subuh adalah sebuah misteri.

Kini, sudah sangat sedikit mesjid yang ummatnya memenuhi sholat subuh.  Imam mesjid dekat rumah sering menasehati : sholat malam, diteruskan sholat fajar, sholat shubuh berjamaah, kemudian bertausyiah.  Pahalanya itu sama dengan haji.  Sempurna, sempurna, sempurna.  Begitu kata Imam mesjid, katanya ada hadisnya.  Nabi berucap begitu.

Oke deh,

Andaikan tahu rahmat shubuh, manusia akan datang dengan merangkak…

oke deh,

Sholat shubuh disaksikan malaikat.

oke deh,

Setiap langkah menuju masjid menambah satu kebaikan dan menghapuskan satu keburukan,

oke deh,

Pahala dilipatgandakan,

oke deh,

Keluar dari mesjid Baiturahman, jalan sudah lebih ramai oleh sepeda, orang berolah raga, dan lagu  aerobik sudah terdengar.

Saya berharap, semoga selalu ada semangat untuk datang di waktu shubuh dan bisa selalu melawan kantuk dan kemalasan.  Yah, tentu saja dengan harapan Allah membebaskanku dari siksa neraka, kudapatkan rahmatNya.  Saya tahu, yang seperti saya ini, alangkah beratnya melawan kemalasan, untuk berlari mendapatkan karuniaNya.  Alangkah bahagianya orang yang datang di waktu shubuh dengan bahagia dan ridha.

Saya kembali ke kamar hotel yang berada di sebelah Toko Buku Gramedia itu, kembali menyelinap dibalik selimut.  Masih ada sedikit waktu lagi untuk menutupkan mata, bayangan di mata dari tawa getir imam Masjid yang berwajah bulat itu masih terbayang,  menemani tidur.

Tiga hari bershubuh di Baiturahman, di Simpang Lima Semarang, seperti menjelaskan tentang ummat yang sedang sakit dan sekarat.

Iklan

3 Tanggapan to “Shubuh di Mesjid Baiturahman Semarang”

  1. Ada gak resep khusus melawan kemalasan, malas apa saja pokoknya.
    @
    Ini pertanyaan cocoknya dilemparkan pada psikolog, motivator, atau orang yang memiliki kemampuan mendorong orang lain untuk berbuat. Perusahaan mengenalnya melalui visi dan mission, koordinasi, penyatuan misi dan pelatihan indoor maupun outdoor. Motivator merujuk pada usaha-usaha untuk membangkitkan minat dan mengikis habis hambatan-hambatan psikologi yang membebani orang dalam bersikap.
    Setiap orang memiliki kerajinan di satu sisi dan kemalasan di sisi lain. Kerap berjalan bersama, lalu kita bertanya dimanakah perbedaannya, mengapa berbeda. Ada konflik antar peran yang dialaminya dan pilihan-pilihan yang diambil. Negara (Pemerintah) melakukannya melalui hukum dan peraturan, masyarakat membangunnya melalui norma-norma kehidupan.
    Keseluruhan persoalan, intinya sama, ada resiko yang dihadapi kemudian dari kemalasan yang terjadi (malas belajar = tidak lulus, tapi gpp kan bisa nyogok, malas bangun pagi = resiko kesiangan masuk kelas atau kantor, malas menutup pintu = resiko kecurian, malas dll = resiko dan lain-lain).
    Saya pernah ikut pelatihan dale carnagie (maklumlah saya kan seorang salesman), masih saya ingat : Act enthuastic you will be enthusiasctic. Mulailah dengan menanamkan semangat dan kata semangat dalam diri kita, maka “perintah” itu akan membuat diri kita menjadi semangat. Jadi jangan katakan (baca : membiasakan) mengucapkan kata-kata “males ah”, “masih lama kan”, “ogah ah”, “aduh pusing”, dan segala kata-kata negatif pada diri kita sendiri. Aura kita akan meredup dan tidak sejuk. Gembirakan hati, semangatlah mulai dari ucapan, maka cahaya semangat akan tiba pada diri kita. Berulang-ulang, pada setiap nafas kita, maka yang kita cita-citakan, insya Allah menuju pada asa-asa terdalam dari seluruh kehidupan.
    Setidaknya, itulah yang pernah saya terima sebagai resep (tapi ketika resep itu dicoba, yah… belum seenak masakan yang diangankan). Tapi enak kok, lebih enak dari masakan hari kemarin. Yuk, sama-sama kita nikmati. Inilah embun pagi tersegar yang membuat langkah-langkah kita terasa semakin ringan…..

    Suka

  2. ressay said

    bukannya masjid Baiturrahim?

    @
    Seingat saya, hanya ada satu Mesjid Raya di Simpang Lima Semarang, bersatu dengan SD Hj. Isriati, Bernama Baiturahman. Salam, agor

    Suka

  3. […] yakin, jika umat Islam mampu memenuhi panggilan shalat Subuh ini, niscaya Allah akan mengokohkan agamanya di muka bumi […]

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: