Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Kenapa Allah Tidak Unjuk Kekuasaan saja?

Posted by agorsiloku pada Januari 31, 2007

“Mengapa Allah yang mahakuasa tidak langsung unjuk kekuasaan saja bila hambaNya ingkar?.”

“Maksudnya?. ”

“Yah… misalnya ada yang ingkar, lalu tiba-tiba datang angin bluz…dijebloskan ke jurang. Kalau lagi orangnya lagi di jalan raya, brak ketabrak. Kalau lagi hujan, dhuar ditembak petir, kalau lagi di dalam gua atau bangunan, sekalian saja digempakan…”. Pokoknya, sedikit ulah, langsung beresiko deh.

“Niscaya semua orang/manusia akan taat”.

Seberapa jauh atau seberapa banyak atau seberapa besar pengaruh “tindakan” kekuasaanNya pada kehidupan ini?. Maksudnya, apakah Allah berbuat sepanjang waktu atau duduk menyaksikan apa saja yang dilakukan ciptaanNya sampai waktunya tiba?.

Jika kita merujuk pada perjalanan Fir’aun, rasanya bentuk azab atau “unjuk kekuasaan” itu sudah ditunjukkan Allah sebelum Fir’aun ditenggelamkan di Laut Merah. Tanda-tanda kenabian Nabi Musa. Namun toh, seperti umumnya manusia, tidak tahu berterimakasih dan sangat ingkar. Jadi “unjuk kekuasaan” itu sama sekali tidak mematahkan semangat Fir’aun untuk menghabisi Nabi Musa. Dari sisi ini, bukan hanya ingkar, Fir’aun juga penantang yang hebat dan berani. Dia merasa kekuasaannya telah meliputi semuanya.

Lalu, di jaman ini, terutama setelah Rasulullah SAW, apakah pertanyaan ini masih relevan : Kenapa Allah Tidak Unjuk Kekuasaan saja? Saya kira masih tentu saja. Allah menunjukkan kekuasaan di seluruh alam semesta ini. Allah memiliki rencana, rencana yang sebenar-benarnya rencana alias Allah menyusun skenario seluruh akhir dari kejadian manusia.

Ayat yang menyatakan :… pelajaran bagi orang berakal.. menunjukkan sebenarnya Al Qur’an adalah pelajaran bagi yang berakal. Itu juga kenapa saya senang memilih blog ini dengan mengkaitakan seperti tema blog ini. Pilihan yang karena itu sering mendapat kritik/diolok-olok kok menyatukan dua hal yang nggak “sepantasnya”, agama dan ilmu pengetahuan?.

QS 12:100 :… Sesungguhnya Tuhanku Maha Lembut terhadap apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Potongan ayat ini, saya membuat saya ingat butterly effect, kepak sayap kupu-kupu menjadi badai di belahan dunia lain. Kelembutan dari resultante arah sebenarnya memastikan sesuatu kepada sesuatu yang kita sangat sulit memahaminya. Banyak juga ayat yang menjelaskan, Allah memperkuat hati hambanya dalam menghadapi/ujian yang semuanya berada pada pengetahuanNya.

Jadi, yang Maha Lembut menggapai kita, lalu apakah kita dapat memahami ketika “tanganNya” hadir pada sisi-sisi kehidupan kita, ketika Dia memperingati, ketika Dia memberi?, ketika Dia memperkuat hati kita. Atau kita sebenarnya gagal merasakan karena kita sibuk berburu, sibuk bekerja, sibuk makan di cafe-cafe…..

Referensi : Terjemahan Depag :

Al Qur’an Surat :

86. Ath Thaariq16. Dan Akupun membuat rencana (pula) dengan sebenar-benarnya.

12. Yusuf100. Dan ia menaikkan kedua ibu-bapanya ke atas singgasana. Dan mereka (semuanya) merebahkan diri seraya sujud kepada Yusuf. Dan berkata Yusuf: “Wahai ayahku inilah ta’bir mimpiku yang dahulu itu; sesungguhnya Tuhanku telah menjadikannya suatu kenyataan. Dan sesungguhnya Tuhanku telah berbuat baik kepadaku, ketika Dia membebaskan aku dari rumah penjara dan ketika membawa kamu dari dusun padang pasir, setelah syaitan merusakkan (hubungan) antaraku dan saudara-saudaraku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Lembut terhadap apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

42. Asy Syuura 19. Allah Maha terhadap hamba-hamba-Nya; Dia memberi rezki kepada yang di kehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa.

Iklan

5 Tanggapan to “Kenapa Allah Tidak Unjuk Kekuasaan saja?”

  1. Dono said

    Ass,wr.wb,pak Agor.

    Manusia mempunyai sifat serba kurang(tamak) dalam segala hal.
    Yg memuaskan anak2 adam adalah klo dipenuhi pasir diperut mereka.
    Allah s.w.t juga bersifat lemah lembut terhadap firaun tetapi oleh karena dia
    menyombongkan diri dan merasakan dirinya sebagai tuhan dimuka bumi, maka timbulah murka Allah s.w.t terhadap dia.Jaman sekarang ini banyak juga pemimpin2 yg sangat berkuasa di muka bumi secara tak langsung, tuhan2 juga seperti firaun.Oleh krna tidak ada utusan lagi, cukup Al qura’n sebagai petunjuk. Manusia hanya dpt merencanakan tapi Allah s.w.t yg menentukan.
    Kita adalah makhluk yg lemah yg perlu pertolongan dari Allah dan kita sesama manusia juga harus tolong menolong supaya beban yg kita hadapi dimuka bumi ini tidak terlalu berat untk kita pikul.
    Ya Allah, Tuhan kami, berikan kami kesadaran jika kami berada di jalan yg sesat dan berikanlah kami ketenangan hati bila kami dalam kesusahan dan ringankanlah beban kami apabila kami memikul beban yg berat, sesungguhnya atas penciptaan kami serta alam semesta ini bukan untuk main2 melainkan kehendakmu ya Zat yg maha Agung.

    Amin ya rabbil allamin.

    Wassalam.

    Amin Mas Dono, betul yang Mas Dono ucapkan, manusia itu serba tamak. “Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar kepada Tuhannya”, “dan sesungguhnya, manusia itu menyaksikan keingkarannya” (QS 100:6-7).
    Wass, agor

    Suka

  2. Yah bener, karena kita diberikan kesempatan untuk memperbaiki prilaku, maka tidak disegerakan azab. Mestinya kita tahu diri. Oh yah, saya dari dulu selalu bertanya-tanya, kemauan manusia itu sebenarnya terkendali tidak sih oleh Sang Pencipta?


    ha…ha…ha… Mas Urip sudah menjawab dengan sendirinya…. thx, agor.

    Suka

  3. mrtajib said

    Pertanyaan yang sama membingungkan: mengapa Allah menciptakan manusia yang jahat juga?


    Wah, saya belum tahu tuh, apakah ada yang diciptakan manusia yang jahat juga?. Maksudnya dajjal?, yang konon bermata tiga?, atau siapa?.

    Suka

  4. Dono said

    Ass,wr.wb,pak Helgeduelbek,
    Mereka2 yg selalu mengingat Allah s.w.t insyaAllah tidak akan sesat.Bukankah orang2 yg beragama islam itu adalah kaum yg memikirkan ( berakal ).
    Marilah kita sama2 memikirkan.
    Allah s.w.t sangat sibuk dgn urusanNYA, siapakah dari kita2 ini yg membantu memperjuangkan agama Allah.Agama islam ini adalah agama Allah yg Hak.
    Kasih Allah s.w.t sangat luas untuk umat manusia.

    Wassalam.


    Betul Mas Dono, kita berusaha kan. Allah selalu dalam urusan mengurus mahlukNya. Kita memperjuangkan agama Allah sebagai bagian dari ibadah kepadaNya. Toh kalau Allah menghendaki, dijadikanNya kita satu ummat saja (QS 5:48).
    Wass, agor

    Suka

  5. Dono said

    Ass,wr.wb, pak Agor,

    Itu tepat dan benar pak Agor.
    Oleh karena manusia diberikan hak untuk memilih dgn menggunakan akal pikiran mereka masing2, terjadilah perbedaan agama, padahal agama Allah inilah yg benar2 HAK bagi mereka yg memikirkan.
    Kesimpulannya :
    Mereka yg ingin bertemu dgn Tuhannya berimanlah, yg jika tidak, ketahuilah bahwa Allah s.w.t tidak pernah dirugikan.
    Amin.

    Wassalam.

    ====
    Betul Mas Dono, yang contoh di atas itu lebih bisa “dirasakan” oleh akal pikiran, tapi kadang kita temui juga hal yang abu-abu. Mungkin karena hijabnya belum ditampakkan, atau juga memang kita yang membacanya masih diliputi emosi (nafsu). Tapi, kita yakini saja, beriman. Kadang akal yang dipanjang-panjang juga menyebabkan kita merelatifkan segala sesuatu, sehingga kita sepertinya hendak mengaburkan mana yang hak dan mana yang batil… Wass,agor

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: