Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Siapa Lebih Paham : Yg Terdahulu atau Kemudian?

Posted by agorsiloku pada Januari 18, 2007

Ketika membaca buku kecil sebagai “oleh-oleh haji”, buku “Khutbah dan Nasehat Rasulullah SAW Di Haji Wada” adalah satu buku yang menarik. Buku yang ditulis oleh Syeikh Prof. Dr. Abdrazzak bin Abdul Muhsin Al-Badr ini sama saja dengan yang bisa kita dapati di sini. Namun, ada sedikit catatan yang “menganggu pikiran saya”

Point 7 (hlm 13) ditulis :Beliau SAW memerintahkan kaum muslimin yang hadi pada saat itu untuk menyampaikan isi khutbah Beliau kepada yang berhalangan hadir. Dalam hadits Abu Bakrah yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda, “Hendaklah yang hadir di antara kalian menyampaikan (isi khutbah ini) kepada yang berhalangan hadir, terkadang orang yang disampaikan kepadanya (isi khutbah ini) lebih bisa memahami (kandungannya) dari pada orang yang mendengarkannya (secara langsung).

Yang kedua di halaman 22 (Khutbah Arafah) : … “Sungguh aku telah tinggalkan sesuatu, yang jika kalian berpegang teguh dengannya niscaya kalian tidak akan tersesat selama-lamanya, yaitu kitab Allah (al-Qur’an)“. … Di sini Rasulullah SAW hanya menyebutkan al-Qur’an (tanpa menyebutkan as-sunnah), karena al-Qur’an sendiri di dalamnya terdapat perintah untuk mengamalkan al-Hadits, maka barang siapa tidak mengamalkan al-Hadits, maka dia dianggap belum mengamalkan al-Qur’an.

00000

Kedua bagian dari khutbah Nabi ini membuat aku bertanya nakal pada diri sendiri :”Kalau untuk Al Qur’an bagaimana ya?”. Mana yang lebih memahami Al Qur’an, orang terdahulu (yang langsung bersama nabi) atau yang tidak mendengar langsung (orang kemudian)?“.

Yang kedua, kok kalau tak salah ingat, orang sering menyampaikan bahwa nabi menyampaikan :”Aku tinggalkan dua pusaka, yaitu Al Qur’an dan As Sunnah?”. Lho, di sini kok cuma satu. Selama ini yang saya baca selalu kata dua pusaka itu ada?. Jadi yang benar yang mana?.

Tentu saja saya ingat,  QS 3:164 yang berbunyi :”164. Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus di antara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata.” Ingat karena imam Subuh, usai berjamaah sering memimpin dengan do’a yang mengambil kata pada kalimat ayat ini.

“Jadikanlah Al Qur’an dan As Sunnah jadi pedoman bagi kami dan keluarga kami sehari-hari”.  Begitu lantunan nadanya yang terdengar lembut dan menyejukkan.

Pertanyaan itu, saya jawab sendiri saja.  Menurut saya, memang benar yang diisyaratkan Nabi itu.  Saya kemudian menyimpulkan, untuk Al Qur’an juga, orang-orang kemudian (masa kini) akan lebih mengerti Al Qur’an dari pada para sahabat-sahabat Nabi atau orang orang setelahnya.  Mengapa, logika saya berkata, karena orang-orang kemudian lebih memiliki ilmu dan teknologi, juga saat itu belum dibukukan.  Juga ternyata Al Qur’an memiliki keistimewaan-keistimewaan luar biasa yang tidak dikenali atau diketahui oleh orang-orang terdahulu.  Dahulu mereka memahami beberapa bagian ayat sebagai tamsil dan menafsirkannya juga begitu, tapi sekarang cahaya Al Qur’an kian tampak (kian terpahami).

QS 74 : 31. Dan tiada Kami jadikan penjaga neraka itu melainkan dari malaikat: dan tidaklah Kami menjadikan bilangan mereka itu melainkan untuk jadi cobaan bagi orang-orang kafir, supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab menjadi yakin dan supaya orang yang beriman bertambah imannya dan supaya orang-orang yang diberi Al Kitab dan orng-orang mukmin itu tidak ragu-ragu dan supaya orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (mengatakan): “Apakah yang dikehendaki Allah dengan bilangan ini sebagai suatu perumpamaan?” Demikianlah Allah membiarkan sesat orang-orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia sendiri. Dan Saqar itu tiada lain hanyalah peringatan bagi manusia.

Bilangan 19, kemudian menjadi salah satu pembuka kunci pemahaman keagungan al qur’an dan mulai dikenali, terutama setelah Rashad Khalifa berhasil menganalisisnya.  Sehingga, setidaknya sedikit terpahami adanya kalimat : …” Apakah yang dikehendaki Allah dengan bilangan ini sebagai suatu perumpamaan?”…

Memang sih, sangat boleh jadi orang-orang kemudian lebih paham.  Tapi kalau pertanyaannya : Siapa lebih beriman, orang terdahulu atau orang kemudian?.  Jelas, jawabannya sebaliknya.  Orang-orang kemudian memang lebih ingkar.

Menurut olah pikir saya, Junjungan menyebut hanya Al Qur’an saja lebih logis dari pada disebut dua-duanya (Al Qur’an dan As Sunnah).  Mengapa?.  Karena saat itu, penghafal Al Qur’an banyak, ayat yang ditulis oleh para sahabat Nabi juga sudah ada meskipun tercerai berai.  Tapi hadits belum ada.  Tapi, jelas juga sih.  Ini pikiran sendiri, artinya mengada-ngada. Para ahli hadits tentu dapat menjawabnya dengan ikhlas dan lebih tepat dari dari pada argumen-argemen tidak ilmiah….

Iklan

7 Tanggapan to “Siapa Lebih Paham : Yg Terdahulu atau Kemudian?”

  1. Mbah Dipo said

    Matan hadits yang dikutip itu memang tidak komplit. Di Kitab Mustadrak nya Imam Al Hakim Bab Ilmu, disebutkan lengkap dari jalan Abu Hurairah dan Abdullah ibnu Abbas r.anhum, bahwa yang diwariskan oleh beliau adalah Kitabullah (Al Qur’an) dan As Sunnah.

    Sedangkan di Shahih Muslim, yang lantas dikutip Imam Nawawi di dalam Kitab Riyadhus Shalihin, disebutkan Kitabullah (Al Qur’an) dan Keluarga (Ahli Bait) nya.

    Yang saya tahu, tak ada satu riwayatpun, yang hanya menyebutkan Kitabullah. Kalaupun ada, itu matan haditsnya tidak sempurna, karena haji wada’ adalah peristiwa yang mutawatir, dihadiri oleh seluruh sahabat Nabi saw. Maka jalan periwayatannya pun banyak.


    Ya, Mbah, tapi itu dari buku yang saya dapat di Mekkah itu. Namun, kata Al Qur’an dan Al Hikmah (as sunnah) beberapa kali ditulis dalam Al Qur’an (QS 62:2, 2:129,231,269) jadi saya nggak terlalu ragu. Seandainya disebut satu atau dua pun karena Al Qur’an sudah menegasi. Matur nuwun sanget infonya.

    Suka

  2. Kalau menurut Adhuhaa (93) ayat 4:
    Dan sesungguhnya yang kemudian itu lebih baik dari pada yang permulaan
    (yang terdahulu).

    Demikian ilmu Nabi Muhammad s.a.w. yang dianut oleh umatnya pada permulaannya selama 1.400 tahun akan tidak lebih baik dari ilmu akhirnya pada millennium ke-3 masehi, dapat dibuktikan dengan janji Nabi suci akan adanya hari takwil kebenaran kitab sesuai Al A’raaf (7) ayat 52,53, yang wajib ditunggu-tunggu oleh umatnya akan tetapi selama 1.400 tahun lebih dilupakan, atau menurut Al Furqaan (25) atar 30, Quran sebagai isi Kitab sesuai Al Waaq’ah (56) ayat 77-79 ditinggalkan oleh umat Islam sendiri. Wasalam, -Soegana Gandakoesoema- Pembaharu persepsi tunggal agama millennium ke-3 masehi

    —-
    .. Wa la akhirati…(QS 93:4)
    akherat.
    😦 😕

    Suka

  3. Yang kami maksud ayat diatas adalah Adhuhaa (93) ayat 4. Wasalam, -Soegana Gandakoesoema- Pembaharu persepsi tunggal agama millennium ke-3 masehi

    Untuk jelasanya Adhuhaa (93) ayat 3, hendaknya bahas dahulu Al Baqarah (2) ayat 4,5: Yang tetap mendapat petunjuk adalah iman kepada yang turun, dan yang turun sebelumnya dan kepada hal-hal yang turun pada akhirnya. tiga kali kedatangan adalah mempersoalkan yang turun.
    Wasalam, -Soegana Gandakoesoema- Pembaharu persepsi tunggal agama millennium ke-3 masehi.

    Suka

  4. Yang Mulia Agorsiloku,
    Persepsi umat islam selama 1.400 tahun lebih tentang kata ‘akhirat’ diajarkan oleh orang arab setelah Nabi suci wafat kearah kehidupan ‘roh’ setelah meninggalkan jasad. Kalau ingin mengetahui so’al ‘roh’ baca saja Al Isro (17) ayat 85. Memang manusia sok tahu mengenai ‘roh’. Kalau kami soal ‘roh’ kami serahkan kepada Allah sebagai Khaliknya, dan lebih baik tidak kami bahas. Wasalam, Pembaharu persepsi tunggal agama millenniaun ke-3 masehi.

    Suka

  5. Yang Mulia Arsiloku,
    Kami yakin bahwa bangsa Indonesia awal millennium ke-3 masehi pada akhirnya lebih mengetahui tentang isi kitab yang dinaamakan Al Quran sesuai Al Waqi’ah (56) ayat 77-79 dari pada bangsa Arab setelah Nabi suci wafat.
    Bangsa Indonesia yakin kepada pada akhirnya persoalan yang turun dadalah mengacu kepada hal-hal yang kami harus tunggu-tunggu dan tidak melupakannya yaitu:
    1. Datangnya Allah dengan hari takwil kitab sesuai Al A’raaf (7) ayat 52,53.
    2. Datangnya Allah menjadikan Al Quran dalam bahasa asing ‘Indonesia’ selain dalam bahasa Arab sesuai Fushshilat (41) ayat 44, dan ditolak oleh orang yang kearab-araban sesuai At Taubah (9) ayat 97.
    3. Datangnya Alla menyempurnakan pengertian ayat-ayat kitab suci sebagai isinya Al Quran, berkat do’a kami sesuai Thaha (20) ayat 114,115. Pelajarilah dengan baik-baik. Wasalam, Pembaharu persepsi tunggal agama millennium ke-3 masehi.

    Suka

  6. Yang Mulia Agorsiloku,

    Dengan adanya hari-hari Allah yang dijanjikan didalam kitab suci Muhammad saw. jumlahnya tidak kurang dari 400 ayat seperti dijelaskan dalam Ibrahim (14) ayat 5 dan Al Jaatsiyah (45) ayat 14, yang jatuh pada awal millennium ke-3 masehi, adalah suatu bukti bahwa yang kemudian akan lebih baik dari yang terdahulu. Karena pada hari-hari itu yang dialami oleh umat manusia yang masih hidup rahasia Al Quran sebagai isi kitab suci sesuai Al Waaqi’ah (56) ayat 77-79 akan tersingkap tabir rahasianya. Tunggu saja tanggal mainnya dalam waktu dekat.
    Wassalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.

    Suka

  7. bhinnekacatursilatunggalika said

    Mennurut Al Quran akan dijadikan dalam bahasa asing Indonesia selain dalam bahasa Arab 41:44 era globalisasi 17:104 18:99 101:4 melalui Hari Takwil Kitab 7:52,53 yang dilupakan orang arab 7:97 utnuk menghakimi perselisihan antar aagaaaama 2:113 3:55 10:93 16:92,124 22:69 32:25 45:16,17,18 dan perpecahan dalam agama 6:159 23:53,53 30:32 42:13

    Salaamuun qaulam mir robbir rahim 36:13,14,29,58,
    Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama Millennium ke-3 masehi.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: