Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Gelombang-gelombang Tak Terdeteksi

Posted by agorsiloku pada Januari 17, 2007

  1. Pernahkah kita merasa diperhatikan?. Jawabnya Ya. Hampir semua orang mengalami, bahwa seseorang yang memperhatikan dari arah belakang, misalnya akan membuat kita menoleh ke belakang. “Rasa-rasanya”, seperti ada yang memperhatikan kita. Jelas di sini bahwa mata kita semestinya memancarkan gelombang tertentu yang juga dapat ditangkap oleh, entah lapisan kulit, entah indera yang lain.
  2. Coba kita tepuk nyamuk dengan kesal. Baru akan mengangkat tangan saja, nyamuk sudah bereaksi atas aura marah kita. Nyamuk yang sedang terbang itu segera menjauh. Berbeda jika kita bisa bergerak tanpa emosi dan tenang.
  3. Kita berdo’a. Apakah do’a itu?. Konsentrasi pikiran dan energi dalam tubuh kita sehingga lebih panas, lalu energi itu terpancar? sampaikah pada tujuan?. Adakah do’a itu termodulasi menjadi sinyal-sinyal yang bisa dipecahkan sandinya. Bagaimana do’a bisa sampai kepada Pemilik Segala Sesuatu.
  4. Dua orang kembar apalagi jika berasal dari satu indung telur (identik), sering dapat memahami satu dengan yang lain. Mereka punya hubungan-hubungan khusus yang kita sebutkan sebagai telepati. Apakah telepati itu berupa sinyal-sinyal gelombang yang terpancar dan saling dapat diterima (dipancarkan dan diterima) oleh keduanya. Bagaimanakah hubungan yang terjadi?.
  5. Mimpi sangat bervariasi. Gelombang Theta dalam otak kita mengindikasikan hal ini. Gelombang apakah ini?. Mimpi kadang acak-acakan, teratur. Mimpi bisa disadari juga oleh orang yang sedang mengalami mimpi itu. Mimpi bisa dipahami dan juga bisa ditafsirkan. Mimpi juga bisa merupakan tanda-tanda atas sesuatu, atau peristiwa. Mimpi juga bisa bersambung, bisa berlanjut. Mimpi bisa menakutkan, bisa menyenangkan. Apakah mimpi bagian dari pekerjaan bawah sadar atau sebuah proyeksi dari aktivitas di dunia sadar?.
  6. Benda sejenis tolak menolak, sejenis tarik menarik. Gaya-gaya magnet terbentuk dari resultante arah yang sama. Ini lebih bisa diraba dan diukur oleh ilmu dan pengetahuan. Mengapakah ada gaya ini? Begitu juga gelombang elektromagnetis?. Gelombang listrik dan gelombang magnet. Pengetahuan dan teknolgi juga mengenali gelombang cahaya dari tak tampak sampai tampak atau gelombang radio mulai dari yang ekstrim sampai yang lebar gelombangnya sangat rendah (ELF)
  7. Orang bisa membengkokkan sendok dengan pikiran. Energi seperti apakah yang terpancar. Apa yang dilakukan Deddy Corbuzier, dalam menjalankan aksinya?. Dapatkah gelombang energi yang terpancar itu ditangkap oleh alat?, oscilloscope atau spectroscope misalnya?. Begitu juga, keterampilan “memakai” gelombang tak dikenal, tapi dirasakan kehadirannya melahirkan beberapa hal yang boleh jadi bermanfaat atau merusak. Tergantung pelakunya. Kita mengenal hipnotis, pawang, santet, sulap, sampai merebus telor di atas kepala. Kita juga mengenal kompor microwave, memasak dengan gelombang micro yang sudah mulai dikenal. Jad kondisi fisis sudah mulai dirambah, entah sampai batas mana. Gelombang-gelombang energi ini dengan berbagai variasi bandwidth bersliweran di luar angkasa. Bahkan kita pun tahu bahwa atom hidrogen memancarkan gelombang radio.
  8. Sesuatu hadir di antara kita. Kadang hanya bisa dirasakan adanya sesuatu realitas dan kita berpikir sesuatu ada. Ada di sekitar kita, menyaksikan kita, menjawab suara hati kita, berbisik kepada kita. Ia ada dalam realitas ke beradaan kita. Kadang hadir, kadang mewujud, kadang tak terjelaskan. Pintar atau bodoh, pemarah atau baik hati. Merasakan keberadaan anti realitas pada realitas yang ada. Betapa lembut sebenarnya “keberadaan” itu ada dalam lingkaran keberadaan kita.

Gelombang-gelombang tak terdeteksi ini (dan yang terdeteksi atau terukur), meskipun sebab dan akibatnya sebagian terlalu samar bagi pengetahuan dan teknologi, tapi deteksi hasil dan sumbernya bisa dilacak, dan fenomena ini menjadi ada tanpa cukup pemahaman prosesnya.

Apakah ini berada pada ranah ghaib?. Entahlah, tergantung bagaimana mau didefinisikannya dulu. Kita lebih menangkap hasil dan sumbernya, sedangkan rumus atau berapa panjang gelombangnya, dan lain-lain kita belum tahu dan masih banyak lagi yang kita sebenarnya tidak tahu tentang kita dan alam semesta ini.

Kata, entahlah pada kata ini, sebenarnya saya merasa kurang nyaman. Saya lebih meyakini bahwa gelombang-gelombang itu berada pada ranah nonghaib, meskipun tingkat kehalusannya tinggi dan belum dirambah ilmu pengetahuan. Sedangkan ghaib, bekerja pada aturan yang di luar hukum alam. Namun, tentu saja ada tabir antara ghaib dan tidak ghaib. Karena sangat jelas, bahwa yang ghaib itulah yang mengurusi yang tidak ghaib. Hukum hukum ghaib tidak bisa diterjemahkan dalam bahasa ilmu pengetahuan. Jadi, ghaib diimani.

Namun, setidaknya, saya berusaha untuk memahami bawa gelombang- gelombang itu, apakah gelombang tali, gelombang partikel/foton telah banyak diketahui oleh ilmu pengetahuan, namun sebagian lainnya belum diketahui. Kalaupun daya indera ke enam atau kepekaan mampu mendeteksi atau merasakan. Saya masih belum akan menyimpulkan bahwa itu bagian dari persoalan-persoalan ghaib. Kenapa, karena jin (sebagai mahluk tak kasat mata, dalam kondisi biasa), dalam Al Qur’an tidak termasuk ranah ghaib.

Namun saya percaya, bahwa sesungguhnya yang ghaib itu mengurusi yang tidak ghaib.

Iklan

2 Tanggapan to “Gelombang-gelombang Tak Terdeteksi”

  1. joerig said

    Pak Agor… apakah aura manusia itu bisa digolongkan jadi gelombang-gelombang yang tidak terdeteksi ? …

    @
    Dipahami bahwa objek hidup memancarkan gelombang yang bisa tampak dalam proses fotografis. Umumnya dikenali oleh lembaran fotografis yang peka terhadap gelombang infra merah. Namun, yang menyebabkan perubahan aura yang ditangkap oleh peralatan fotografi itu tidak diketahui.
    Dalam tulisan saya, gelombang tak terdeteksi adalah gelombang yang “mungkin ada”, tidak diketahui berapa panjang gelombangnya, dan bagaimana ada. Namun, indikator akhir atau awalnya saja yang dipahami dengan bahasa pengertian yang tidak terdefinisi. Misalnya telepati, sorot mata atau gelombang elektromagnetik apa gitu. Kita baru bisa bilang “pokoke”, gelombang telepati itu ada.

    Jadi kembali ke aura, pada batasan yang ditunjukkan oleh proses fotografis, berarti terdeteksi.

    Tapi, ngomong-ngomong, pernah nggak sih kita lihat cahaya “tampak”?. Bukankah yang kita sebenarnya tidak pernah melihat, kecuali jejak fotonnya, tapi tidak ada yang namanya wujud cahaya tampak itu?. Boleh jadi sebenarnya, yang disebut cahaya tampak itu adalah objek yang dikenainya menjadi tampak oleh mata. Seperti juga kelelawar buta, tapi kabel di udara tidak akan tertabrak karena matanya menangkap objek yang ditabrak oleh gelombang yang dipancarkan oleh kelelawar itu……
    Salam.

    Suka

  2. joerig said

    berarti gelombang-gelombang tersebut bisa dibuktikan/di-kupas seperti artikel pak agor yg berjudul “Menguak Tabir Prana Dengan Fisika” ?

    @
    Tulisan menguak-tabir-prana-dengan-fisika adalah kutipan dari harian Kompas, yang ditulis oleh Fadli Syamsudin Praktisi dan pengamat perkembangan tenaga prana, staf peneliti TISDA-BPPT. Bukan saya yang menulis.

    Penjelasan tentang prana sendiri dijelaskan hanya dengan logika-logika fisika kuantum, tapi sama sekali tidak menguak apa itu prana, meskipun menginformasikan adanya batasan-batasan fisika di sana. Seperti teori senar atau dawai itu, teori segala sesuatu atau kelengkungan ruang waktu. Betul-betul ada diperbatasan pengetahuan manusia. Tulisan itu lebih menegasi bahwa Prana ada dan bukan klenik, tapi suatu gelombang elektromagnetik yang bisa dikendalikan. Ini juga belum membuktikan apa-apa, kecuali mengisyaratkan keberadaannya.
    Salam.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: