Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Obat Pelega Nafas Termanjur dan Tidur Nabi

Posted by agorsiloku pada Januari 16, 2007

Teman-teman bilang, kalau tidak kena flu atau batuk, pastilah karena anda termasuk jenis “unta”. Maksudnya, di sana memang mudah sekali terkena batuk atau flu. Oleh karena itu, sewaktu di Indonesia, sewaktu diperiksa kesehatan di Puskesmas setempat, saya ditawari suntik anti flu (Rp 150 ribu). Tapi karena obat flu hanya dua ribu perak, hitung-hitung mendingan minum obat flu saja deh. Dan memang, saya sempat mengalami flu, batuk, dan hidung tersumbat. Obat yang dibawa dari tanah air tidak cukup manjur karena ingus rajin sekali keluar dari hidung. Begitu juga batuk, meskipun tidak separah flunya karena saya cukup membawa permen pelega tenggorokan. Ini sangat membantu.

Persoalannya, mungkin cuaca dingin, banyaknya jenis manusia yang kita tidak tahu juga derajat kesehatannya dan kemungkinan penyebaran saat seseorang batuk. Apalagi di ruang yang sirkulasi udaranya tidak seperti di udara terbuka. Suara batuk di mesjid Nabawi terasa bersahut-sahutan. Saya juga membawa Vicks hirup untuk mengurangi sumbatan pada hidung.

Salah satu lubang hidung sudah nyaris benar-benar tersumbat, tinggal satu lagi yang masih bisa dipakai bernafas. Biasanya, selain obat, saya juga menggunakan terapi jungkir balik. Kepala di bawah ditahan tangan yang dilipat dan kaki di atas. Biasanya, ini membuat aliran darah lebih mengalir ke kepala dan bernafas lebih lancar. Jadi lumayanlah membantu. Saya lakukan ini sekali atau dua kali saja selama satu atau dua menit.

Namun, hidung tersumbat masih juga menganggu. Malam tidak bisa tidur dengan nyenyak. Teman-teman sudah pada tidur. Untuk mengurangi kejenuhan, saya tiduran sambil membaca. Badan berbaring lurus, tapi miring lalu kepala ditopang oleh tangan kanan. Tidur gaya begini adalah tidur gaya Nabi. Jadi, kalau dilakukan, itu bisa disebut sunnah nabi.

Satu, dua menit kemudian kok rasanya bernafas lebih enak. Sumbatan di hidung terasa melonggar. Pantesan saja, tidur gaya nabi itu rupanya ada manfaat/hikmah tersendiri yang tidak saya sadari. Flu saya tidak sembuh memang, tapi bernafas jauh lebih lancar. Jika ini rajin dilakukan, boleh jadi oksigen akan lebih lancar mengalir ke seluruh bagian-bagian tubuh. Di sini ada pelajaran berharga yang bisa dipetik. Subhanallah, Masya Allah, Astagfirullah, segala puja puji bagiMu ya Allah, yang menunjukkan salah satu hikmah gaya tidur telah kudapatkan.

Sampai di Indonesia, dicoba lagi… sama juga, memang bernafas lebih lancar. Dalam jangka panjang, jika dilakukan mungkin akan memberi manfaat lebih bagi kesehatan.

(Catatan Perjalanan Hajj 13)

5 Tanggapan to “Obat Pelega Nafas Termanjur dan Tidur Nabi”

  1. Suatu hikmah dibalik rahasia yang baru didapat akan menjadikan kita seorang penebar ilmu.

    Suka

  2. agorsiloku said

    Hanya menuliskan pengalaman, saya sih percaya banyak orang lain mengalaminya tapi sedikit yang menceritakan. Tak eperti yang dilakukan helge menebar setiap bulir padi yang dimilikinya…

    Suka

  3. KaiToU said

    waktu saya kecil dulu, saya diajari klo yang mampet hidung kanan, berbaring menghadap ke kiri, klo hidung kiri yg mampet, berbaring ke kanan.

    emang manjur koq…🙂

    salam.🙂

    @
    Sip, sebuah pengetahuan yang menarik, meskipun saya belum tahu penjelasannya. Namun, rasanya memang betul demikian.

    Suka

  4. wah, saya tidur selalu begitu mas agor,
    dengan catatan, ditopang dengan lengan, jadi tidak capek tangannya.

    ternyata memang enak.🙂

    @
    wah asyik… saya tidak bisa, biar sering mencoba karena pengalaman dulu itu betul-betul berkesan. Kenapa tidak ditopang bantal

    Suka

  5. Anonim said

    Sip memang manjur tidur ala nabi

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: