Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Mana lebih banyak disembah: Allah atau Bukan?

Posted by agorsiloku pada Januari 14, 2007

Jumlah perkiraan dari 6,45 milyar manusia di bumi ini, 5,208 atau 80,7%nya beragama. Dua puluh koma tiga persen beragama Islam, 33,4% Kristen. Perkiraan menurut Biro Sensus sensus Amerika.

  • Christianity – 2,155 million (2006 est., CIA)
  • Islam – 1,313 million (2006 est., CIA)
  • Atheist / Non Religious – 939 million (2006 est., CIA)
  • Hinduism – 870 million (2006 est., CIA)
  • Buddhism – 384 million (2006 est., CIA)

Selain 4 besar agama dan tidak beragama, untuk agama minoritas :

Secara keseluruhan yang tidak beragama (ateis) hanya 14,5% saja atau 939 juta. Apakah ini bisa digolongkan ke dalam dua hal lagi : Satu Tuhan (monoteis) atau banyak tuhan (politeis)!. Saya kira tidak bisa/tidak mudah dipisahkan. Kalau mengurut data dan publikasi, Islam dan Kristen adalah monoteisme, begitu juga agama lainnya, dalam bentuk dan bahasa yang berbeda-beda. Dalam Islam, sendiri apakah perilaku ummatnya monoteis?. Wa La haulla walla quatta illa billah?. Saya tidak tahu banyak, tapi apakah ada peringatan mengenai masalah ini?.

Siapa yang paling banyak disembah selain Allah? Yang berwujud fisik (berhala) atau Allah ataukah berhala dianggap sebagai “sesuatu” duta untuk sampai kepada Sang Maha Pencipta. Saya kira tidak akan ada satupun yang mau menyembah wujud fisik, karena kekuatan pada wujud fisik itu. Sesuatu yang ada pada wujud fisik itulah yang jadi sasaran sesembahan, sasaran pengabdian, sasaran harapan dan ketakutan, atau mengikuti apa yang menjadi tradisi nenek moyangnya.

Namun, tentu kita harus mempertimbangkan bahwa golongan yang saleh dan demikian juga yang tidak. Klaim masing-masing, termasuk saya sendiri tentu ada. Tapi, bukan waktunya menang-menangan. Toh, akan ada waktunya diputuskan apa yang diperselisihkan. Hanya, tentu saja dengan segala yang ada dan ketidakberhakkan ciptaan memutuskan atau menilai ciptaan yang lain atas keputusan MahaPencipta, sebagian manusia dan jin tentunya, sebagai mahluk berpikir ingin masuk surga juga. memiliki makna yang luas,

Tuhan mengabarkan kepada kita melalui QS 34:41 Surat Saba’. Malaikat-malaikat itu menjawab: “Maha Suci Engkau. Engkaulah pelindung kami, bukan mereka; bahkan mereka telah menyembah ; kebanyakan mereka beriman kepada jin

Jadi, tampaknya pilihan kebanyakan mereka adalah memilih beriman kepada jin. Padahal tegas disampaikan : Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. (QS 51:56)

Persoalannya, sebagai ujian bagi manusia fisis, jin dibuat dari bahan transformasi energi (api yang sangat panas), bentuk jin bisa menyerupai ragam bentuk. Bisa seperti gunung, batu, ibu kita atau teman kita. Bisa menelisik ke setiap urat darah kita (kecuali hati). Memiliki juga kekuatan tertentu dan sangat boleh jadi juga, memiliki ilmu dan teknologi. Buktinya Allah sampaikan tembuslah langit kalau bisa, dan untuk bisa, kamu harus punya kekuatan. (QS 55:33).
Kemudian, akal bertanya : kok kebanyakan mereka beriman kepada jin?.

Apakah kita mengalami pengalaman keberagamaan dan mistis, lalu kita gagal memisahkannya?.

Entahlah, saya tak tahu jawabnya. Terlalu tidak terpahami oleh akal untuk memikirkannya, sedang hari-hari cukup sibuk untuk urusan kemegahan dunia…..

Iklan

19 Tanggapan to “Mana lebih banyak disembah: Allah atau Bukan?”

  1. Dono said

    Ass.wr.wb,
    Setelah saya membaca kutipan ini, sadarlah saya bahwa kita yg beragama islam tidak akan menyicippin surga kecuali dengan ikhlas ( berserah diri dgn hati yg suci )mendekatkan diri kepada Allah s.w.t.

    Amin ya rabbil alamin.

    Wassalam.

    Suka

  2. agorsiloku said

    tidak boleh riya, meski sebesar zarah. Astagfirullah, betapa berjuang untuk ikhlas dan rendah diri ini adalah perjuangan yang hanya mungkin juga kalau ada pertolonganNya, ada hidayahNya. Thx mas Dono, sederhana yang disampaikan, sarat dengan makna. Wass, agor

    Suka

  3. Umat nabi Muhmmad s.a.w. banyak berfihak kepada haditnya dari pada kepada kitab sucinya.
    I. Telah menjadikan Nabi sebagai Arbaban sesuai Ali Imran (3) ayat 80 dan menjadikan pemuka agamanya sebagai Tuhan selain Allah sesuai At Taubah (9) ayat 31 selama 1.400 tahun lebih.
    II. Umat Nabi suci tidak pernah menunggu-nunggu akan tetapi melupakan pesan Allah didalam kitab suci-Nya:
    1. Datang Allah dengan hari takwil kebenaran kitab sesuai Al A’raaf (7) ayat 52,53.
    2. Datanganya Allah menjadikan Al Quran dalam bahasa asing ‘Indonesia’ selain dalam bahasa Arab sesuai Fushshilat (41) ayat 44.
    3. Datangnaya Allah menyempurnakan mehayukan Al Quran akan tetapi tidak pernah mendo’akan kedatangannya sesuai Thaha (20) ayat 114,115.
    4. Datangnya hari-hari Allah sebanyak 444 ayat sesuai Ibrahim (14) ayat 5, Al Jaatsiyah (45) ayat 14.
    5. Padahal kedatangan semuanya itu adalah Allah membangkitkan ilmu pengetahuan agama untuk era globalisasi agama sesuai Al Mujaadilah (58) ayat 6,18,22.
    6. Tujuannya mempersatukan agama kembali sesuai An Nahl (16) ayat 93.
    7. Hal-hal ini telah turun di Indonesia dan tinggal memunggu publikasinya saja dalam waktu dekat. Wasalam, -Soegana Gandakoesoema- pembaharu persepsi tunggal agama millannium ke- 3 masehi.

    Suka

  4. agorsiloku said

    @ Soegana Gandakoesoema,
    Catatan-catatan beliau banyak, pernyataan sebagai pembaharu persepsi tunggal juga cukup mencengangkan.
    Saya tidak memiliki dasar cukup untuk memberikan komentar untuk pernyataan beliau serta arahnya. Jadi, kita tunggu saja….

    Suka

  5. 1. Allah sendiri melalui para rasul telah memperingatkan bahwa Al Quran telah ditinggalkan kaumnya sesuai Al Furqaan (25) ayat 30.
    2. Padahal Al Quran itu mudah untuk pelajaran bagi mereka yang mau mengambil pelajaran sesuai Al Qamar (54) ayat 17,22,32,40.
    3. Bangsa Indonesia mengikuti ajaran Agama Islam belum mengikuti isi Al Quran yang sebenarnya, akan tetapi mengikuti ajaran-ajaran orang-orang luar setelah Nabi-nya wafat.
    Contohnya:
    1. Hadits didahulukan dari pada kitab suci.
    2. Mengikuti Mashab-mashab karangan manusia luar
    3. Mengikuti Fiqih karangan manusia luar.
    4. Mengikuti Buku kuning karangan manusia luar.
    5. Mengikuti Ijma yang katanya ulama versi manusia luar.
    6. Mengikuti Kiyas yang katanya ulama versi manusia luar.
    7. Mengikuti fatwa yang katanya ulama luar dan dalam.
    Semuanya ini tidak ada pesan Allah melalui rasulnya didalam kitab suci.
    Itulah sebabnya umat berpecah-belah persepsi agama. Pesan Allah adalah akan menjadikan satu umat bukan saja dalam satu agama, akan tetapi agama-agama dalam satu persepsi yang dicanangkan Allah, sesuai Yunus (10) ayat 19, Huud (11) ayat 118, An Nahl (16) ayat 93.
    Bangsa Indonesia wajib kritis, kritis, kritis terhadap ajaran yang datang dari luar setelah Nabi sucinya wafat dan tidak sesuai dengan isi kitab suci dan membebek saja. Kita bangsa Indonesia dengan falsafah Pancasila lebih unggul dan mengartikan kitab suci yang dibawa oleh Nabi suci. Wasalam, -Soegana Gandakoesoema- Pembaharu persepsi tunggal agama millennium ke-3 masehi.

    Suka

  6. Dono said

    Ass.wr.wb,pak Agor,
    Dengan pertanyaan : mana yg lebih banyak disembah : Allah atau bukan?
    Dapat saya memberikan kesimpulan bahwa secara total banyak yg menyembah ( bukan )
    Mengapa demikian ?
    manusia lebih cenderung menyembah yg bathil dari pada yg hak.
    Padahal yg berhak untk disembah hanya Allah s.w.t. semata.
    Seperti firmanNya dlm Alqura,n, surat Ali’imran (QS 3:2 ).
    Allah, tidak ada tuhan melainkan Dia, yg hidup kekal lagi senantiasa berdiri sendiri.
    Allah s.w.t maha mengetahui siapa yg sesat dari jalanNya.

    Wassalam.

    @Mas Dono, Ass.wr.wb,
    Saya sependapat, ide mempertanyakan ini karena seringnya saya berlalu di situs yang mempertentangkan agama sebagai bagian untuk berperang kata-kata. Kemudian ingat bahwa yang namanya setan itu dari golongan jin dan manusia. Kalau dari golongan manusia sih sudah maklum, tapi yang dari golongan jin, terbersit pertanyaan apakah manusia banyak yang menyembah jin. Eh, ternyata apa yang disampaikan pada “usilan” di atas benar…. kebanyakan manusia beriman pada jin. Sejauh mana kita mengenalinya. Ini polemik keberimanan antara beriman kepada Allah dan hari kemudian versus beriman kepada jin, musuhmu yang nyata…. Wass, agor

    Suka

  7. a.gozal said

    begini saya, menyinggung masalah yang ada di alquraan dan hadist

    setiap manusia yang bersalah kan selalu mendapatkan hukuman yang setimpal dengan apa yang telah diperbuatnya saya mau tanya gimana kalo kita durhaka pada kedua orang tua , jelas dong dosa kita tidak akan diampuni.

    yang menjadi pertanyaan adalah didalam alquraan udah dijelaskan secara detail bahwa Allah maha pengampun dan akan mengampuni semua dosa2 umatNya yang ada di dunia ini maka
    gimana dong penjelasannya

    tx, tolong yah jawab

    Suka

  8. agorsiloku said

    Mas A.Gozalli ysh, saya tidak tahu juga ya. Kalo nggak salah nih, Allah akan mengampuni semua dosa-dosa manusia walaupun sebesar apapun, kecuali syirik (kalau meminta tentunya). Allah tidak menghendaki ciptaanNya menyekutukanNya dengan sesuatu apapun. But, anyway, dosa kepada sesama manusia, harus diampuni/dimaafkan oleh yang dizalimi. Logikanya, kalau kita mencelakai kambing, masa minta maaf sama unta. Jadi kalau kita sering menendang-nendang dan menyakiti kambing, maka di akherat nanti kita harus datang ke kambing untuk minta maaf bukan ke unta. Kalau dimaafin, ya bebaslah kita dari jeratan siksa akibat kita menzalimi kambing. Nah, kalau pemimpin negara Indonesia menzalimi seluruh rakyat Indonesia selama puluhan tahun, yah apa boleh buat, untuk tidak kena hukuman karena kezalimannya, dia musti lihat semua KTP rakyatnya selama di dunia untuk minta maaf. Kita makan enak, sedang tetangga kita kelaparan pun, adalah bagian dari kezaliman….. Jadi, memang manusia itu sangat sombong ya, nekad-nekadnya mau jadi khalifah di muka bumi…
    Bagaimana juga, misalnya memotong gaji guru seIndonesia, untuk kepentingan golongan atau pribadi, berapa banyak yang telah dizalilimi?. Memotong uang makan haji, apalagi sampai mereka kelaparan di Mina dan Arafah. Berapa banyak yang telah dizalimi…..????

    Tapi, Mas Goz, saya merasa jawaban ini tidak/kurang tepat. Bagaimanapun, Allah kan Mahapengampun. Rasanya harus dielaborasi lebih ke dalam lagi. Jadi, anggap saja ini sekedar wacana ya.Wass, agor

    Suka

  9. […] menyertainya, namun pada saat yang sama menyembah selainNya. Sangat boleh jadi, kita perlu menelaah siapa sebenarnya yang disembah setiap harinya. Pemahaman ini menjadi perlu agar kita tidak terjebak dalam alunan rahmatNya dan ngelap berkah. […]

    Suka

  10. […] Life, Experience, Religion. trackback Ada berbagai macam Tuhan yang dipercaya dan disembah sembah, ada berbagai macam agama dan aliran kepercayaan. Tapi ternyata yang sudah plural (banyak jenis sesembahan dan aliran kepercayaan) tadi masih belum […]

    Suka

  11. sikabayan said

    kang agor.. kabayan ikut andai2 sedikit disinih yah…
    menurut kabayan mah banyaknyah ragam dan jumlah sembahan teh sudah menunjukan bahwa manusia mempunyai naluri mencari sembahan yang paling benar…
    jadi manusia sangat butuh sembahan…
    sedangkan Allah tidak butuh apa2…
    euh… Allah tidak butuh disembah, tapi Allah adalah sebaik-baik sembahan..
    kabayan sendiri sering kebingungan… kalau lagi shalat teh… kabayan nyembah Allah ataukah nyembah shalatnyah??.. Allah lebih dekat dari urat leher, seakan ada tamu didepan pintu tetapi kabayan tidak buka2 pintu… euh…
    sungguh rugi sekali kabayan teh… kalau dihitung2 mah… satu raka’at ada 6 takbir… satu hari ada 17 raka’at dikalikan 6 takbir jadinyah jumlahnyah 102 takbir dengan waktu setengah detik satu takbirnyah jadi 51 detik, euh tidak satu menit…
    kabayan diberikan 102 kesempatan untuk membuka pintu dalam satu harinyah, kalau dengan berpegang aturan segala sesuatu tergantung niatnyah… takbir dengan berniat membesarkan Allah tentunyah tidak sama dengan takbir sekedar ucapan sajah…
    kabayan hitung2… Astagfirullah… saking asyiknyah kabayan hidup 24 jam sehari semalam teh.. sering nya mah tidak satupun dari 102 kesempatan perhari teh bisa kabayan raih… hikz..
    beu… seandainyah kabayan bisa raih 120 kesempatan pun dalam sehari, kabayan cuma memanfaatkan 51 detik dari 24 jam sehari semalam teh, euh.. malah mah kabayan sering ngga dapet satu juga… hikz…
    sudah tahu sajah Allah sebaik-baik sembahannyah, kabayannyah yang ngga becus ibadahnyah… memang bakatnya kabayan ajah yang belet meureun…

    @
    Kang Kabayan betul,… tampaknya secara naluriah manusia mencari sesembahan…. Itu juga yang dilakukan Nabi Ibrahim dalam pencarian siapa penciptanya…. Apakah karena perjanjian dulu yang pernah dibuat, apakah itu sebabnya Allah menyatakan begitu…. Wallahu alam.

    Suka

  12. Allah memerintahkan para rasul/nabi untuk menyampaikan RISALAH TUHAN/ALLAH sesuai Al Maidah (5) ayat 67, Al An Aam (6) ayat 124,125, Al A’raaf (7) ayat 62,68,79,93,144, Al Ahzaab (33) ayat 38,39,40, Al Jinn (72) ayat 23,26,27,28 (bersatu didalam Risalah Allah sejak Adam sampai kiamat).

    Sedangkan umat beragama senantiasa menyampaikan RISALAH NABINYA/RASULNYA MASING-MASING, sehingga mereka
    mengarbabankan / memberhalakan / munuhankan nabinya/rasulnya sesuai Ali Imran (3) ayat 80, dan umatnya mengarbabankan /memberhalakan / menuhankan pemuka agamanya secara tidak disadari, sehingga musrik tidak sampai kepada Allah menurut Al Hajj (22) ayat 31, padahal musrik wajib dibunuh oleh hujjah ilmu agama sesuai At Taubah (9) ayat 5, musrik najis menurut At Taubah (9) ayat 28, musrik perangi dengan hujjah ilmu agama menurut At Taubah (9) ayat 36, sedang musrik itu tidak ada ampunya sesuai An Nisaa (4) ayat 48,116, akibatnya sesat pecah-belah antara agama dan didalam agama sampai 73 firah/sekte sesuai Ar Ruum (30) ayat 32, Al Mu’minuun (23) ayat 53,54 dan akan disatukan kembali oleh Allah pada awal millennium ke-3 memenuhi An Nahl (16) ayat 93.

    Untuk penjelasan totalnya kami telah menerbitkan buku panduan terhadap kitab-kitab suci agama-agama berjudul:
    “BHINNEKA CATUR SILA TUNGGAL IKA”
    berikut 4 macam lampiran acuan:
    “SKEMA TUNGGAL ILMU LADUNI TEMPAT ACUAN AYAT KITAB SUCI TENTANG KESATUAN AGAMA (GLOBALISASI)”
    hasil karya tulis ilmiah otodidak penelitian terhadap isi kitab-kitab suci agama-agama selama 25 tahun oleh:
    “SOEGANA GANDAKOESOEMA”
    dengan penerbit:
    “GOD-A CENTRE”
    dan mendapat sambutan hangat tertulis dari:
    “DEPARTEMEN AGAMA REPUBLIK INDONESIA” DitJen Bimas Buddha, umat Kristiani dan tokoh Islam Pakistan.

    Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.

    Suka

  13. haniifa said

    ::Soegana Gandakoesuma::
    ” Dan kalau Allah menghendaki, niscaya Dia menjadikan kamu satu umat (saja), tetapi Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan sesungguhnya kamu akan ditanya tentang apa yang telah kamu kerjakan. ” (QS 16:93)

    Suka

  14. Buku panduan terhadap kitab-kitab suci agama-agama berjudukl:

    “BHINNEKA CATUR SILA TUNGGAL IKA”
    Penulis: Soegana Gandakoeosoema

    Tersedia ditoko buku K A L A M
    Jl. Raya Utan Kayu 68-H, Jakarta 13120
    Telp. 8573388

    Suka

  15. Cepot Gorbachev, Pembau Pepsi Tinggal 3 milli liter Masa-sich. said

    Cepot Gorbachev, Pembau Pepsi Tinggal 3 milli liter Masa-sich.
    —————————————————————-
    Gratis… gratis… gratissss 😀
    Silahkan berkunjung rame-rame, murah dan meriah di:

    Bacaan gratis := http://haniifa.wordpress.com

    “@mas Eka main Catur bari sila, dengan lawan tunggal @mba Ika”
    Penonton := Gratis… tis !!
    Kecuali sambil sbb:
    “Minum Pepsi Cola gratis, setelah minum bayar dunk… “

    Tersedia ditoko-toko dan kios-kios terdekat :
    ________________________________________________
    Jl. Carisendiri -C, Bandung-Jakarta-Sumatra
    (Bus Trans Sumatra… 😀 )
    Telp. 062-00-007
    Fax. 061-00-007
    Email. “GUNDUL-GUNDUL PACUL” Susuganan Kayak Celengan 😀

    Cepat-cepat, siapa Cepat baca buku si Cepot siap Copot 😀
    (Apa nyang dipandu wong… pasang iklan dikoran aja bokek…)
    —————————————————————-

    PratPretProt,Cepot Gorbachev, Pembau Pepsi Tinggal 3 milli liter Masa-sich.

    Suka

  16. Hei… 8) “GUN” and “JIL”…. eh salah… “JIL”-“GUNDUL”

    Punten nyah, Kang Cepot Gorbachev hitut tadi…

    Perepeetttttt, PROT’s… duh aya bukuran geuning !!! 😀

    Suka

  17. Cepot nyelepot: “Reng… Gareng… na kamana si JIL teh ?!”
    Gareng garing: “si JIL teh… anu Jelema Ilmuna Lieur tea ?!”
    Cepot nyengir: “Heu…ehn, ari Garong…eh.. Gareng”
    Gareng gerung: “Kapan ku maneh dihitutan… jadi ayeuna keur di UGD”
    Cepot lieur: “Naon ari UGD… ”
    Gareng bageur: “UGD… teh Uganda… oyon :P”
    Cepot nyimpul: “Paingan mas@Ganda mirip kang@Idi-Amin

    Nyambung ka carita “SI CEPOT NYEMPOT”….

    Suka

  18. […] dan tidak adil serta melalukan pembenaran atas hal ini. Pemimpin memang bukan untuk disembah, dan kebanyakan manusia, sesungguhnya menyembah Jin. Wah repot ya, kalau kebanyakan manusia menyembah Jin, lantas, apakah manusia berada dalam […]

    Suka

  19. 4 soegana gandakoesoema
    segala puji bagi Tuhan yang kembali menyinari bumi dengan bintang yang baru saya lihat, ketahuilah pak soegana bahwa di alam ini bintang tidak hanya satu, ketika malam hari cobalah pandang langit begitu banyak bintang yang bertaburan, tapi ketika siang hari cukup ada satu bintang yang menyinari bumi yaitu matahari artinya sebelum kerajan tuhan tegak(alam kegelapan) boleh saja banyak orang yang mengaku sebagai utusan tuhan termasuk anda tapi ketika kerajan tuhan datang tidak ada lagi nabi selain DIA, mari kita berlomba untuk menegakkan kerajaan tuhan, jika kamu cinta allah ikutilah aku, aku adalah jalan, hidup dan kebenaran. balas ke loebez@gmail

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: