Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Pusar Yang Berkeliaran dalam Pakaian Muslimah.

Posted by agorsiloku pada Januari 13, 2007

Yang saya dapati dari pengertian berpakaian dari Al Qur’an, sebagian menekankan pada cara berpakaian (tutupkan kerudung ke dada) atau ulurkan hijabmu. Cukup banyak yang menjelaskan ada secara etika berpakaian dan tatacaranya dari berbagai buku atau site. Pembahasan sangat detil, lengkap dengan seluruh komponen pendukungnya.

  • Pakaian yang terbaik adalah takwa.
  • Siang dan malam juga pakaian. “Dan Kami jadikan malam sebagai pakaian” (QS 78:10).
  • Isteri-isteri pakaian buat suaminya dan begitu juga suami pakaian bagi isterinya (QS 2:187).

Kemudian kalimat pendukungnya adalah : tundukanlah pandanganmu, sopan adalah lebih baik bagi mereka, yang biasa tampak, perhiasan sampai ke bunyi perhiasan yang disembunyikan pun menjadi perhatian dari Allah. Pakaian yang memelihara dari panas dan melindungi (QS 16:81), pakaian kelaparan dan ketakutan, pakaian-pakaian dari api neraka (QS 16:112).

Yang selalu, dan begitu sering dibahas, diurai, dipertentangkan atau dipersetujukan adalah pakaian dalam pengertian dipakai secara fisik. Sedikit sekali atau kurang, kita melihat pakaian sebagai adab, sebagai bagian dari sudut pandang takwa sehingga berada pada pengertian pakaian pada konsep yang lebih utuh, kontekstual. Tidak hanya pada batasan-batasan fisik saja. Betul, memang, berpakaian secara fisik adalah bagian dari usaha untuk mendapatkan ridhaNya.

Namun, kalau kita mau melihat lebih ke dalam, boleh jadi bukan persoalan : berpakaian tapi telanjang saja (tampak lekuk tubuh), atau meributkan apakah tangan atau telapak tangan itu aurat. Berpakaian lengkap secara fisik sebagai muslimah dan terpenuhi syarat-syaratnya sekalipun, ketika pada saat berbarengan dilihat di TV sedang menonton dan bertepuk tangan kagum melihat penari dan penyanyi yang sedang mempertontonkan keindahan lekukan tubuh dan pusarnya maka kita bertanya. Siapa berpakaian apa? Lalu, yang sedang memirsa di rumah juga sama juga. Saya melihat pusar-pusar itu berkeliaran di antara shoot kru kamera TV yang begitu liarnya mempertontonkan keindahan tubuh perempuan. Bergantian dengan shoot tepuk tangan para muslimah yang berjilbab, berpakaian muslimah yang anggun dan rapih.

Ah, saya sedang lupa, apa makna berpakaian itu. Saya toh berada pada lingkaran dalam di situ. Apapun pakaian fisik yang sedang saya kenakan.

Referensi : Jilbab: Citra Intelektual dan Spiritual, Analisis Batasan Aurat, dan berbagai site dengan bahasan tentang jilbab

Iklan

3 Tanggapan to “Pusar Yang Berkeliaran dalam Pakaian Muslimah.”

  1. passya said

    tetap aja komentarnya gini: Elo aja yang pikirannya ngeres….!!

    Suka

  2. agorsiloku said

    Emang betul, kalau bukan karena standar moral atau ingin disebut “sok” baik, merujuk pada etika dan pengertian-pengertian yang diajarkan tentang pahala dan dosa tentu saja, dan juga dibatasi oleh peraturan hukum negara dan dimensi sosial lainnya. Mengumbar “ngeres” dan mempraktekannya akan menjadi bagian dari kesenangan dunia. Tidak saja untuk otak ngeres, juga untuk otak lainnya dari jenis apa saja. Kata Pak Ustad, kemarin dalam tausyiah sehabis subuh, surga itu dikelilingi oleh kepahitan dan ujian. Neraka dipagari oleh kesenangan dunia. Semua mau kesenangan kok. Ce atau Co sama saja. Ketika pusar melihat pusar, menjadi berbeda ketika muslimah menonton puser berkeliaran. Ah.. tentu terasa perbedaannya dan tergantung pilihannya. Batasnya dua, hukum dan norma. Kalau ada yang ketiga, ya agama dong.

    Suka

  3. satuhati said

    Assalamualaikum warahmatullohi wabarakatuh
    semoga Alloh memberikan kita Hidayah dan Bimbingannya
    amin

    Wassalamu’alaikum Satuhati. Semoga hidayahNya berlimpah untuk hambaNya. Amin

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: