Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Buku dalam Perjalanan Haji

Posted by agorsiloku pada Januari 12, 2007

Beberapa buku petunjuk saya dapatkan sebelum, ketika, dan akhir dalam perjalanan haji. Buku yang didapat gratis ini ada yang disertai kaset dan merupakan buku-buku petunjuk praktis yang bermanfaat. Lumayanlah sebagai koleksi, melakukan perbandingan dan tentunya, menambah pahala jika bisa diamalkan.

Yang diperoleh dari Depag Indonesia, Dirjen Haji dan Umrah Jakarta :

  • Panduan Perjalanan Haji.
  • Hikmah Ibadah Haji.
  • Tuntunan Keselamatan, do’a dan Dzikir Ibadah Haji.

Diperoleh dari Tours Travel tempat saya mendaftar :

  • Buku Harian Haji 1427 dan Rahasia Haji Ihya Ulumuddin.

Diperoleh sewaktu keluar dari Imigrasi Bandara King Abdul Azis Jeddah :

  • Petunjuk Jamaah Haji dan Umrah serta Penziarah Masjid Rasul SAW. Buku disusun oleh Badan Penerangan Haji Kerajaan Arab Saudi. Disertai satu buah kaset.

Diperoleh dari counter di Mesjid Nabawi, sewaktu pulang sholat :

  • Khutbah dan Nasehat Rasulullah SAW di Haji Wada’. Disusun oleh Syeikh Prof. Dr. Abdurazzaq bin Abdul Muhsin Al-Badr.

Diperoleh di Bir Ali, waktu miqat akan berangkat kembali ke Mekkah :

  • Petunjuk Bagi Jama’ah Haji dan Umroh. Disusun oleh Tholal Bin Ahmad Al-‘Aqil. Buku kecil berwarna hijau ini sangat ringkas dan praktis.

Diperoleh dalam perjalanan dari Madinah menuju Mekkah, dari dalam bis :

  • Nasehat untuk Akal yang Dahaga. Oleh Imtiaz Ahmad, Al-Rasheed Printers, Madina Munawwara.

Diperoleh di ruang tunggu Jeddah saat mau naik pesawat untuk pulang ke tanah air :

  • Kitab Suci Al Qur’an, ukuran kuarto.

Paket Buku dan kaset yang diterbitkan dan dicetak oleh Departemen Urusan Ke-Islaman; Wakaf; Da’wah dan Bimbingan Islam Kerajaan Arab Saudi, yaitu :

  • Haji Umrah dan Ziarah, menurut Kitab dan Sunnah. Disusun oleh Sheikh Abdul aziz bin Abdullah bin Baz.
  • Aqidah Imam Empat (Abu Hanifah, Malik, Syafi’i, Ahmad).
  • Beberapa Pelajaran Penting Untuk Segenap Ummat. Disusun oleh Syaikh Yang Mulia Abdul Aziz binAbdullah bin Baz.
  • Kumpulan Do’a Dari Al Qur’an dan Hadits. Disusun oleh Syeikh Sa’id bin Wahf Al Qathani.
  • Kesempurnaan Islam dan Bahaya Bid’ah. Disusun oleh Syekh Muhammad bin Shaleh Al Utsaimin.
  • Ringkasan Sejarah Nabi Muhammad SAW. Disusun oleh Kantor Bimbingan dan penyuluhan orang asing Zulfi.

Semua buku ini, kecuali Al Qur’an dibuat dalam bahasa Indonesia. Kerajaan Arab Saudi kelihatannya cukup serius untuk membantu jamaah memahami Islam. Tentu saja ini cukup membantu. Kalau ditilik, di beberapa bagian terasa ada perbedaan antara buku Depag Indonesia dengan yang disajikan oleh beberapa dari buku yang diterima itu.

Misalnya, pada buku :Petunjuk Jamaah Haji dan Umrah serta Penziarah Masjid Rasul SAW, tentang : Kesalahan-kesalahan yag dilakukan oleh sebagian Jama’ah Haji, point 7, halaman 53 tertulis :

Menentukan do’a khusus untuk setiap putaran dalam thawaf, karena hal itu tidak pernah dilakukan oleh Nabi saw. Adapun yang beliau lakukan setiap melewati Hajar Aswad adalah bertakbir, dan pada setiap akhir putaran antara Hajar Aswad dan Rukun Yamani, beliau membaca : “Wahai Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari siksaan api neraka”. Jadi yang dibaca beliau adalah yang oleh pembimbing kami disebut do’a sapujagat : Rabanna atiina fiduya hassanata wa fil akhirati hassanata wa qina hazabannari.

Tentu saja buat saya, pilih yang ini saja. Bacaan yang dituntunkan dari Depag Indonesia ribetlah. Apalagi mengelilingi kabah di tengah kepadatan manusia yang seperti laron mengelilingi lampu petromax. Jadi bacaan praktis, jauh memberikan kenyamanan dari pada panjang-panjang dan nggak hafal.

Beberapa bagian dari isi buku ini, nanti saya akan ketikkan di blog ini, sekedar untuk berbagi dan mudah-mudahan ada manfaatnya.

Dalam tuntunan ahlak, pada buku :Kesempurnaan Islam dan Bahaya Bid’ah, antara lain diingatkan pada surat An-Nahl:89 :”Dan kami turunkan kepadamu kitab (Al Qur’an) untuk menjelaskan segala sesuatu“. Sayang pada buku ini, ayat tidak ditulis lengkap. Seharusnya jangan dipotong begitu tanpa tanda bahwa itu dipotong, paling nggak pakai tanda tiga titik gitu. Lengkapnya : (Dan ingatlah) akan hari (ketika) Kami bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri dan Kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi atas seluruh umat manusia. Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.

Jadi, al Qur’an itu telah tegas menjelaskan segala sesuatu. Didukung pula oleh QS Al-An’am:38 : Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat (juga) seperti kamu. Tiadalah Kami alpakan sesuatupun dalam Al-Kitab, kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan.

Kata Tiadalah Kami alpakan sesuatupun dalam Al Kitab yang menurut buku ini bukan ditafsirkan Al Qur’an, tetapi Lauh Mahfudz. Saya kurang paham apa sih bedanya. Hanya yang jelas, kesempurnaan Al Qur’an, janganlah diragukan lagi. Kita yang menerimanyalah yang dituntut untuk memahami, mengelaborasi wahyu illahi ini.

Karena tidak dilupakan sesuatu apapun maka jangan bid’ah gitu. Nambah-nambahin, melengkapi, menilai Al Qur’an sudah tidak sesuai jaman lagi sehingga perlu disempurnakan sebagai tuntunan ahlak. Janganlah kamu termasuk orang yang ragu (QS 6:114).

Selain buku itu, ada juga sengaja saya bawa buku beberapa buku dari tanah air, sekedar untuk mengisi waktu senggang (kalau ada) atau sekedar pengantar tidur. Sewaktu di Ruang Tunggu King Abdul Aziz, kebetulan saya lihat ada Bapak Quraish Shihab, yang kebetulan pula salah satu buku beliau : Perjalanan Menuju Keabadian, Kematian, Surga, dan Ayat-ayat Tahlil , Penerbit Lentera sedang saya baca untuk kesekian kalinya. Buku ini kemudian saya bawa kepada beliau dan minta ditandatangani. Yah, mirip penggemar ketemu artis, gitu. Rupanya beliau tidak keberatan menandatanganinya, nggak apa-apakan. Setidaknya, beliau telah begitu banyak bersedekah ilmu yang banyak manfaatnya bagi kehidupan. Dan saya bisa berekstasi dengan buku-buku beliau yang syarat pengetahuan dan kehati-hatian.

Oleh karena keterbatasan bawaan, saya hanya membeli 3 buku saja yang dibeli di toko buku di sekitar Mesjid Nabawi : Sejarah Mekkah dan Sejarah Madina. Lumayan, untuk tambahan oleh-oleh, selain kurma dan coklat.

(Catatan Perjalanan Hajj 9).

Iklan

3 Tanggapan to “Buku dalam Perjalanan Haji”

  1. Duh mana oleh2-nya nih…

    Suka

  2. agorsiloku said

    Lho?, barusan kan sudah diterima. Sedikit, karena memang tak sanggup bawa banyak-banyak…..

    Suka

  3. Assalamu’alaikum wr. wb.

    Mungkin ada keluarga/kerabat yang akan pergi menunaikan Ibadah
    Haji/Umrah, mudah-mudahan alat unit ini (DIGITAL AUDIO HAJI & UMRAH)
    bisa membantu pembacaan doa Haji/Umrah lebih mudah dan praktis dan
    ibadah Haji/Umrah lebih khusu amin…. INFORMASI LENGKAP bisa ditemukan di http://www.ca.web.id/produk.html
    http://el-haji.tripod.com

    Semoga bisa membantu…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: