Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Lampiran Doa di Depan Ka’bah

Posted by agorsiloku pada Januari 10, 2007

Sudah menjadi tradisi, orang yang akan pergi berhaji dititipi sejumlah permintaan do’a dari rekan, saudara, atau siapa saja. Konon (dan saya percaya ini) di depan Ka’bah, do’a lebih mudah makbulnya. Lebih didengar oleh yang MahaKuasa.

Diceritakan ustad kami, ada jemaah yang rajin mencatat seluruh pesan yang diterimanya agar disampaikan do’a dan permintaan saudara-saudaranya di tanah air.

Jemaah ini, kini sudah di depan Ka’bah, bersimpuh. Kedua tangannya sudah diangkat ke atas, telapak tangan terbuka. Mata menatap tajam daftar lampiran, siapa-siapa yang meminta dipanjatkan do’anya dan apa isi permintaannya.

Namun, orang di depan Ka’bah yang thawaf sangat banyak. Lalu lalang orang tidak henti-hentinya. Tak sengaja, kertas yang dibawanya tersenggol oleh jemaah lainnya. Terbawa angin. Sang jemaah bangkit dan berusaha mengejar daftar lampiran nama pemesan berikut isi pesannya. Namun, di tengah arus manusia begitu banyak, tak mudah ditemukan. Akhirnya, ia putus asa. Lalu duduk bersimpuh kembali di depan Ka’bah, langsung saja berdoa.

Do’anya begitu khusyuk. Segala puja dan puji telah dilantunkan, sambil berusaha mengingat-ingat siapa saja yang telah memesan padanya untuk dido’kan. Makin berusaha diingat, makin banyak lagi yang lupa. Namun, jemaah ini tak kurang akalnya. Ia percaya benar, Allah maha mengetahui segala sesuatu. Termasuk siapa-siapa yang meminta dido’akannya.

Karena itu, ia akhiri do’anya dengan ucapan :

Ya, Allah perkenankanlah do’a ini berikut lampiran nama-nama orang yang telah memesankan padaku. Pada lampiran kertas yang telah hilang disenggol jemaah lain di depan rumahMu.”

Semua jemaah tersenyum, mendengar cerita ringan dari ustad kami ini…

(Catatan Perjalanan Hajj 12).

Iklan

Satu Tanggapan to “Lampiran Doa di Depan Ka’bah”

  1. Anonim said

    Usul bila SBY jd presiden lagi. Sby harus mengirim sebagian tentara RI untuk membantu jihad perjuangan palestina. Dan menerima siapa saja dan membiayai siapapun yg ingin jihat ke palestina. Bagi orang yg seneng membuat bom dgn alasan jihat kan lebih tepat ikut perjuangan jihat dipalestina dari pada menghancurkan negri sendiri

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: