Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Kemegahan Mesjid Nabawi

Posted by agorsiloku pada Januari 10, 2007

Luas kota Madinah di jaman Rasulullah adalah seluas Mesjid Nabawi, Madinah sekarang. Mesjid dengan disain arsitektur yang mengagumkan ini mampu menampung 535 ribu jemaah. Memiliki menara-menara mesjid yang menjulang tinggi (72 meter) sebanyak 10 buah, area parkir yang dapat menampung 4500 mobil yang terletak di bawah halaman mesjid mengitari mesjid (luas 290 ribu meter persegi), 6000 kran untuk berwudlu dan 2000 kamar mandi/wc merupakan disain sempurna sebuah tempat peribadatan.

Emas yang digunakan untuk ornamen mesjid seberat 68 kg. Cahaya emas bisa dibedakan dengan tembaga bersepuh yang dipakai. Lebih bersinar. Terdapat kubah yang mesjid sebanyak 27 buah yang bisa bergerak horisontal, sehingga jamaah di dalam mesjid bisa melihat bintang di langit. Pada tiang-tiang mesjid terdapat lubang angin (ac) yang mungkin di musim panas, menjadi penyegar berarti bagi jamaah. Halaman mesjid dibuat dengan lantai granit dan lantai putih. Sangat luas. Di bagian luar mesjid juga ada tenda yang bisa membuka dan menutup secara otomatis. Pokoknya, kalau mobil, namanya BMW lah.

Mesjid ini dimanajemeni secara baik oleh pengelolanya. Wanita dan pria dipisah. Jam bukanya tidak 24 jam. Dari Jam 23.00 malam sampai jam 03 pagi ditutup. Tempat sholat bagian dalam diisi dengan karpet merah, kecuali bagian asli mesjid jaman nabi diisi karpet kehijauan. Air zam-zam tersedia mudah di sini. Konon setiap hari bertruk-truk air zam-zam dari Mekkah disuply untuk jemaah yang beribadah di Mesjid Nabawi ini. Karena luasnya, maka jamaah diatur oleh pengurusnya agar bisa mengisi semua are mesjid dengan sistem buka tutup. Jemaah diminta berjalan mengisi tempat-tempat shalat yang masih kosong. Jadi bagi yang baru datang akan dialirkan ke bagian kosong terlebih dahulu, tidak boleh mengisi bagian depan mesjid. Cukup profesional cara kerjanya. Di dalam mesjid, dekat tiang-tiang mesjid yang jumlahnya di lantai dasar mencapai 2174 buah itu disediakan pula rak-rak yang berisi Al Qur’an untuk dibaca jemaah. Banyak jemaah yang membeli Al Qur’an untuk diwakafkan di Mesjid. Saya juga ikutan membeli, satu dititipkan di tempat jemaah wanita dan 4 di lingkungan jemaah pria. Yah, semoga saja menjadi bagian pahala.

Di bagian dalam mesjid, ada bagian yang merupakan tempat asli (tapi sudah direnovasi total) yang menjadi tempat mesjid di jaman nabi, yaitu Raudah. Raudah atau taman ini adalah salah satu tempat yang disakralkan. Dari Abu Hurairah, disampaikan bahwa Rasulullah SAW, bersabda :”Antara rumahku dan mimbarku adalah taman dari taman-taman surga. Dan mimbarku di atas kolam.” (Shahih Bukhari, No. 1888). Semua jamaah berusaha untuk mendapatkan kesempatan sholat di tempat itu.

Mimbar Nabipun demikian, Sang Junjungan bersabda :”Sesungguhnya mimbarku berada di sebuah pintu dari pintu-pintu surga”. (Majma’ al-Zawaid, 4/9)

Kemudian juga di situ terdapat tiang-tiang yang memiliki sejarah istimewa, yaitu tiang Mukhallaqah, tiang Aisyah, danTiang Abu Lubabah.

Di situ juga terdapat makam nabi dan sahabatnya Abu Bakar dan Umar Ibn al-Khatab.

Seperti apa visualisasinya dari keseluruhan Mesjid Nabawi, bisa dilihat di sini

Sholat di Raudah.

Hari pertama, jam setengah dua belas, secepatnya saya mencari tempat untuk sholat dzuhur di mesjid nabi ini. Ini permulaan arbain. Berikutnya, saya harus ke Raudah di sana, setidaknya menyapa dan mengucapkan salam kepada Nabi sebagai tanda penghormatan kepada beliau.

Saya dekati wilayah itu. Sulit, tempatnya sempit dan sangat padat jemaah dengan tujuan sama. Kemudian saya berputar dulu, lihat situasi. Lalu, berdoa terlebih dahulu, mohon agar saya diberi kesempatan untuk bisa masuk ke tempat makam nabi, mimbar, dan sholat sunat di Raudah. Agak sedikit basah mata ini ketika berdoa.

Lalu, saya mulai berjalan memasuki antrian panjang dan sangat padat. Perlahan-lahan, selangkah demi selangkah. Beruntung saya masuk dari bagian dalam yang memang berada pada arah yang tepat. Kalau antri dari jalur luar mesjid, kita hanya akan melewati saja dan tidak bisa masuk karena dijaga dan tidak diijinkan masuk ke wilayah mimbar nabi.

Akhirnya, setelah kurang lebih mengikuti antrian selama 40 menitan, tiba juga di mimbar nabi, kemudian mengikuti orang di depanku. Segera cari posisi untuk sholat. Terlambat sedikit saja, bisa ditarik keluar oleh petugas atau didesak jemaah lainnya. Tentu mereka tidak akan mengusir atau menarik orang yang sedang sholat. Situasi yang padat, berdesak-desakan tentu saja bukan tidak bisa menikmati sholat. Namun, tetap saya paksakan juga. Setelah itu, segera keluar untuk berlalu melewati makam nabi dan sahabatnya, mengucapkan salam dan kemudian melangkah ke luar mesjid dari sisi lainnya.

Pulang dari Nabawi, lega rasanya. Pertama datang langsung bisa ke Raudah. Rasanya ini memberikan kepuasan tersendiri.

(Catatan Hajj 8 )

Iklan

6 Tanggapan to “Kemegahan Mesjid Nabawi”

  1. Ali Sugiono said

    Subhanallah Mesjid Nabawi memang megah sekali dan ketika sholat di dalamnya kita merasakan suasana ketika Rosulullah hidup pada awal awal Hijrah ke Medinah. perasaan luar biasa yang sulit untuk di terangkan dengan kata kata. Mesjid Nabawi memang lebih teratur jamaah wanita tidak tercampur dengan jamaah laki laki. dan Subhanallah di raudah semua orang berusaha ingin sholat di raudah, meskipun terkadang sulit terutama pada musim haji. Sebelum informasi bahwa mesjid ini hanya menampung 535 ribu jamaah,saya dulu berpikir bahwa mesjid ini bisa menampung sampe 1 juta orang mengingat waktu musim haji jamaah bisa mencapai satu juta orang. Saya berharap dan berdoa untuk suatu saat berkesempatan berkunjung ke mesjid ini kalo panjang umur. saya sudah dua kali ke mesjid ini. Tahun 2002 dan tahun 2005.

    Wassalam,
    Ali Sugiono

    @
    Subhanallah.

    Suka

  2. Ya Alloh… kabulkanlah do’aku dan do’a saudara-saudaraku.agar bisa dayang mengunjungi rumahmu.dan bisa sholat di mesjid NabiMu

    Suka

  3. minanda said

    Subhanallah Maha Suci Allah, termangu@ setiap mata manusia bila melihat keindahan Masjid Nabawi.
    Allah maha kuasa menciptakan daya fikir bagi manusia yang dapat membangun Masjid Nabawi yg amat indah di kota Madinah Al-Munawarah itu. beruntung@ setiap hamba Allah yang mendapat kesempatan beribadah didalam Masjid yg terletek di kota Nabi Muhammad S.A.W tersebut.
    Hanya 1 kata yg pling terbenak dlam fikiran ku. “YA ALLAH PANGGIL LAH HAMBA MU INI KEMBALI BERIBADAH DI KOTA RASUL INI YA RABBI”.
    maka harus siap lah Hamba Allah berhimpit ke dalam Raudah, tempat dimana byaknya aktivitas Nabi Muhammad dilakukannya, hingga tempat itu dijuluki salah satu tempat doa mustajap diantara yang lain di Madinah Al-Munawarah itu.

    Suka

  4. Indosat gprs

    Suka

  5. Much Tohar said

    Ralat Mas…Sekarang Roudhoh dibukak 24 jam kok……tahun 2007 itu 24 jam…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: